Profile picture
far
, 135 tweets, 22 min read Read on Twitter
[WOMEN IN HISTORY]

Oke karena dari kemaren lewat mulu di timeline, gua mo ngejelasin sedikit sejarah yg gua pernah baca dari para wanita2 di bawah ini
1. Cleopatra
Ratu mesir ini sangat terkenal karena kecantikan dan rayuannya, sampe2 orang lupa bahwa dia adalah penguasa alias ratu mesir. Cleopatra lahir pada 70 atau 90 SM, putri dari Ptolemeus dan istrinya. Saat ia berusia 18 thn, ayahnya meninggal dan tahta jatuh ke tangannya
Karena perempuan tdak bisa memerintah sendirian di Mesir, dia pun menikahi adik laki-lakinya yang berusia 12 tahun, namanya Ptolemeus XIII, untuk menjadi rajanya. Praktek menikah incest memang biasa disana pada masa itu di budaya Mesir. Kekaisaran Romawi pada saat itu sangat
berambisi untuk menguasai Mesir, oleh karena itu Cleopatra berupaya dengan segala macam cara untuk tetap melindungi Mesir. Karena ia tau kalo tentara Mesir ga mungkin bisa ngalahin tentara Romawi, jadi Cleo mendekati pemimpin tentara Romawi yaitu Julius Caesar.
Caesar langsung jatuh hati kepada Cleo karena kecantikannya. Ia menikahi Cleo meskipun ia sudah memiliki istri yg bernama Calpurnia. Karena rasa cintanya Caesar kpd Cleo sangat tinggi maka ia membiarkan Cleo untuk tetap jadi ratu di negerinya sendiri. Malangnya Caesar terbunuh
oleh Senat Romawi, oleh karena itu Cleo hrs cepat2 mencari pelindung lain agar dia tetap bisa menjadi ratu di negerinya. Bertemulah ia dengan Mark Antony, teman & letnan Caesar. Antony yg mengontrol seluruh wilayah Mediterania. Cleopatra di dalam kapal mewahnya menyambut Anthony.
Layaknya Caesar, Antony pun langsung bertekuk lutut karena kecantikan Cleo. Ia menjadi kekasih Cleo & ia lebih suka tinggal di istana Cleo daripada mengurusi pasukannya & berperang. Pewaris Caesar, Octavianus, marah & bersama tentara Romawi ia menyerang Cleo dan Antony di Mesir.
Antony kalah dalam perang tsb dan ia memutuskan untuk bunuh diri. Setelah kematiannya, Cleo merasa tidak mampu lg utk mempertahankan Mesir dari serangan Octavianus. Ia tidak sanggup melihat negerinya dihancurkan Romawi. Saat pasukan Romawi tiba di Mesir, Cleo mengakhiri hidupnya
dengan membiarkan ular yg sangat beracun menggigit tubuhnya. Cleo meninggal dengan mahkota masih berada di atas kepalanya. Ia lebih suka mati daripada jatuh ke tangan lelaki yg akan menghina dan merenggut kekuasaan dalam dirinya.
2. Dyah Pitaloka
Ini nih legendnya, orang Sunda sama Jawa pasti ga asing sama ceritanya. Salah satu penyebab kenapa Cowo Jawa gaboleh nikah sama Cewe Sunda karena mitosnya sih kata orang jaman dulu bakal ga langgeng. So, here we go~
Dyah Pitaloka Citraresmi (1340-1357) adalah anak perempuan dari Prabu Maharaja Lingga Buana dari Kerajaan Sunda. Wanita yang memiliki kecantikan luar biasa. Ia dijodohkan dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit yang sangat berhasrat untuk menjadikannya sebagai permaisuri.
Hayam Wuruk dengan alasan politik menjadikan Dyah Pitaloka sebagai istrinya. Patih Madhu, makcomblang dari Majapahit, datang ke kerajaan Sunda untuk menjodohkan dan melamar Pitaloka dalam suatu pernikahan kerajaan. Raja sunda dengan senang hati merestui mereka karena menurutnya
ini akan menjadi peluang untuk mengikat persekutuan dengan kerajaan Majapahit yang besar dan jaya. Ia pun mengantarkan putrinya ke Majapahit untuk dinikahkan. Pada tahun 1357 rombongan kerajaan Sunda tiba di Majapahit setelah melayari Laut Jawa. Mereka menantikan jemputan dari
pihak Majapahit serta upacara kerajaan yang pantas layaknya pernikahan agung kerajaan. Tapi Gajah Mada, Patih Majapahit, melihatnya sebagai peluang untuk menaklukkan kerajaan Sunda dibawah kerajaan Majapahit. Gajah Mada berkata bahwa Pitaloka hanya akan menjadi selir (bukan ratu)
yg dipersembahkan ke raja Majapahit, sebagai tanda takluknya Sunda kpd Majapahit. Raja Sunda sangat marah dan merasa dipermalukan oleh tuntutan Gajah Mada yang sungguh keterlaluan ini. Akibat ketegangan ini terjadi perang antar rombongan kerajaan Sunda melawan tentara Majapahit.
Rombongan kerajaan Sunda berniat untuk bela pati melakukan puputan demi membela kehormatan mereka di Lapangan Bubat. Rombongan kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya gugur dalam kepungan tentara Majapahit. Hampir seluruh rombongan kerajaan Sunda ditumpas dengan kejam.
Hal ini menyebabkan Pitaloka depresi dan Sang Putri akhirnya melakukan bunuh diri untuk membela kehormatan dan harga diri negaranya. Oleh masyarakat Sunda kematian Sang Putri dan Raja Sunda dihormati dan dipandang sebagai suatu keberanian dan tindakan mulia untuk membela
membela kehormatan bangsa dan negaranya. Tragedi ini sangat merusak hubungan antara kedua kerajaan ini yang berakibat permusuhan hingga bertahun2 kemudian. Hubungan kedua negara ini tidak pernah pulih kembali seperti sediakala. Sementara itu di keraton Majapahit, Gajah Mada
menghadapi permusuhan dan ketidakpercayaan, karena tindakannya yang ceroboh bertentangan dengan kepentingan keluarga kerajaan Majapahit dan telah melukai perasaan Raja Hayam Wuruk.
3. Marie Antoinette
Marie Antoinette adalah istri dari Raja Perancis Louis XVI dan ialah ratu terakhir sebelum terjadi peristiwa Revolusi Perancis. Ratu berparas cantik ini menjadi simbol tren busana dan kecantikan pada zamannya. Namun Marie Antoinette dibenci dan dimusuhi oleh
banyak rakyat Perancis karena sikapnya yang dianggap terlalu boros. Antoinette gemar berpesta, membeli banyak properti mewah dan juga sangat boros dalam berbelanja. Antoinette sendiri adalah keturunan dari Kaisar Roma Suci Francis 1 dan Ratu Maria Theresa dari Kerajaan Hofburg.
Marie Antoinette menikah dgn Louis XVI pada 16 Mei 1770 krn dijodohkan oleh ibunya dan kakek Louis XVI. Kehidupan rumah tangganya tidak harmonis karena ia belum siap menikah. Louis XVI yang dinilainya kurang tegas juga semakin membuatnya merasa telah salah memilih pasangan hidup.
Pada 10 Mei 1774, Louis XVI menggantikan Raja Louis XV yg wafat. Antoinette menjadi Ratu Perancis& mendapat peran yg sangat penting dalam pemerintahan. Dua minggu setelah dilantik menjadi Ratu, Antoinette mendapat hak penuh utk satu properti kerajaan Petit Trianon yang mewah.
Kegilaan Antoinette pada pesta makin membuncah. Ia makin sering berjudi, berpesta dan berbelanja. Sementara suaminya sangat tertutup, pemalu & ragu2 dlm mengambil keputusan. Namun kecantikannya membuat ia punya banyak pengagum dan ia juga terlibat skandal perselingkuhan dengan
diplomat Swedia Count Axel von Fersen. Rakyat makin membenci sang Ratu Perancis ini dan tahun 1780-an, beredar pamflet yg mengatakan bahwa Antoinette si Ratu Perzinahan. Saat itu rakyat sedang mengalami kesusahan dan ia malah membangun rumah megah di Versailles. Rakyat mengamuk.
Tahun 1789, rakyat menyerang kerajaan dan menuntut Raja Louis XVI dan Ratu Antoinette dipenjara. Suasana tak terkendali dan banyak korban jiwa berjatuhan. Upaya penyelamatan diri para keluarga kerajaan tidak berhasil. Hukuman bagi keduanya adalah hukum penggal dengan alat
yg disebut guilottine. Louis XVI dipenggal dihadapan rakyatnya pada 21 Januari 1793. Sedangkan Antoinette dieksekusi pada 16 Oktober 1793. Sorak sorai rakyat mengiringi pisau guilottine yang tajam terjun ke bawah memenggal leher sang Ratu Perancis.
aduh ngantuk aing cape ngetik juga, lanjut nanti ya ahahah
4. Queen Victoria
Alexandrina Victoria (1819-1901)
Ayah Victoria, Adipati dari Kent dan Strathearn, adalah putra keempat dari Raja George III dan Ratu Charlotte. Ibundanya adalah Putri Victoria dari Saxe-Coburg-Saalfeld. Anak sulung George III, Pangeran Wales (
Raja George IV),
hanya mempunyai seorang anak, Putri Charlotte Augusta dari Wales. Ketika Putri Charlotte Augusta meninggal dunia pada 1817, anak2 lelaki Raja George III yang belum menikah berebutan menikah & mendapatkan anak untuk menjamin garis keturunan mereka. Pada usia 50 tahun, Adipati dari
Kent & Strathearn menikahi Putri Victoria dari Saxe-Coburg-Saalfeld, saudara perempuan dari duda Putri Charlotte Pangeran Leopold dari Saxe-Coburg-Saalfeld & janda dari Karl, Pangeran dari Leiningen. Victoria, anak tunggal dr pasangan itu, dilahirkan di Istana Kensington, London
pada 24 Mei 1819. Ia dibaptiskan di Ruang Cupola pada 24 Juni 1819 oleh Uskup Agung Canterbury & ortu baptisnya Prince Regent, Kaisar Alexander I dari Russia, Ratu Charlotte dari Württemberg & Janda Adipati dari Saalfeld. Ayah kandung Victoria meninggal saat ia berusia 8 bulan.
Saat berusia 17 tahun, Victoria diperkenalkan pada kedua sepupunya dari garis ibu. Pada pertemuan kedua di usia menjelang 20 tahun, Victoria jatuh cinta kpd salah seorang sepupunya yang bernama Albert. Usia Albert 3 bln lebih muda dari Victoria. Victoria melamar Albert dan mereka
menikah pada Februari 1840. Ia sangat berterima kasih kepada paman, raja Leopold yang telah memilihkan seorang pendamping yang luar biasa dan membahagiakan hidupnya. Pada tahun yang sama, tepatnya 20 November 1840, ratu Victoria melahirkan seorang putri yang ia beri nama putri
kerajaan Victoria dengan nama panggilan Vicky. Setahun kemudian, yaitu pada November 1841, ia kembali melahirkan & mendapatkan seorang putra yg akan menjadi raja Edward VII. Tahun2 berikutnya, ratu Victoria akan memiliki total 9 anak. Ratu Victoria disebutkan sangat menikmati
kehidupan seksualnya bersama Albert namun ia sangat tidak menyukai masa-masa kehamilan. Dokter pribadi Ratu Victoria pun melarang si ratu untuk kembali hamil. Ratu Victoria sempat melancarkan protes ke dokter sebab ia khawatir tidak akan dapat menikmati hubungan suami istri lagi.
Ratu Victoria mengalami hernia & kondisi tubuh yang terlalu lelah akibat melahirkan 9 anak dalam kurun waktu 15 tahun. Akibatnya Victoria mudah marah tanpa sebab yg jelas. Pangeran Albert merupakan ayah yg begitu mengayomi anak2nya, sekaligus seorang suami yg memegang teguh
pernikahan monogami. Utk yg satu ini, pangeran Albert sangat bertentangan dengan perilaku ayah & kakaknya yg doyan main wanita. Ernest, kakak satu2nya pangeran Albert menderita penyakit seksual menular akibat kebiasaan buruknya tersebut. Ia tidak memiliki anak, maka dari itu
Albert telah menyiapkan anak lelaki keduanya untuk menjadi anak angkat Ernest. Ketika Victoria mengingat kembali, ia merasakan aneh teringat bahwa selama enam bulan sebelum meninggal, pikiran Albert selalu tentang kematian & kehidupan setelah kematian.Albert mulai mengeluh ttg
sariawan & gusi bengkak. Selain itu ia jg beberapa kali muntah, diare & kram perut. Dengan keterbatasan ilmu kedokteran saat itu, ia didiagnosa terkena typhoid. Meski ia menderita sakit, namun Albert tetap bekerja hingga larut malam. Pada 14 Desember 1861 pagi, dokter yg merawat
Albert merasakan kemajuan yang berarti dari kesehatan Albert. Namun ternyata hal itu hanya sesaat saja, sebab menjelang malam kondisi Albert menurun drastis. Ratu Victoria pun mendekat ke sisi sang suami tercinta. Dalam bahasa Jerman, ia membisikkan "ini istri kecilmu. Cium aku".
Sesaat, kepala Albert tampak bergerak mengenali suara sang istri. Ratu Victoria pun mencium Albert dengan penuh kasih. Dalam bahasa Jerman, Albert pun menjawab "wanita kecil yang baik". Disebutkan bahwa itu adalah kalimat terakhir Albert sebelum ia jatuh ke dalam koma & kemudian
meninggal dunia. Pangeran Albert pun menghembuskan nafas terakhir pada jam 11 malam, lonceng kematian segera didentangkan. Ratu Victoria terpaku dengan segala kesedihan yang ia rasakan. Kematian Albert menyisakan duka yang tak tergambarkan betapa dalam pada ratu Victoria.
Ratu Victoria mengatakan "bagaimana aku bisa meneruskan hidup tanpa belahan jiwaku lagi di sisiku? Seperti menarik daging dari tulangku,sungguh sakit". Sejak saat itulah, Victoria selalu berpakaian serba hitam & kerudung janda berwarna putih selama 40 tahun hingga ajal menjemput.
Pada 2013 lalu terdapat sebuah tulisan yg menduga hubungan ratu Victoria dgn John Brown. John Brown adalah pengawal kuda pribadi untuk Albert semasa hidup. John berasal dari Skotlandia, konon seorang yang doyan minum alkohol dalam jumlah banyak dan arogan. Semasa hidup,
ratu Victoria memberikan John sebuah kamar yang terhubung oleh sebuah pintu dengan kamar pribadinya. Hal ini disebut sangat menyalahi etika, apalagi seorang ratu, jika benar keduanya belum menikah. Namun banyak yang menduga bahwa ratu Victoria dan John Brown sebenarnya telah
menikah. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat pernikahan yang ditemukan. Surat ini kemudian diberikan kepada Ratu Elizabeth II, namun langsung dibakar. Namun ada pula dugaan Ratu Victoria menjalani hubungan asmara dengan Abdul, pemuda Muslim asal India setelah John Brown wafat.
5. Tsarina Catherine
Yekaterina lahir di Szczecin, Pommern, Kerajaan Prusia dgn nama Sophie Friederike Auguste von Anhalt-Zerbst-Domburg. Ayahnya adalah Christian August, pangeran Jerman dari wangsa Askania yang memerintah Kepangeranan Anhalt-Dornburg dari tahun 1742 sampai 1747.
Ibunya adalah Johanna Elisabeth dari wangsa Holstein-Gottorp. Pilihan untuk menjadikan Sophie sebagai istri dari Pyotr merupakan hasil dari hubungan diplomatik antara Jean Armand, Maharani Yelizaveta & Raja Friedrich II (penguasa Prusia). Sophie dan Pyotr pertama kali bertemu
saat berusia sepuluh tahun. Dalam catatannya, dia tidak menyukai Pyotr yang sudah kecanduan alkohol sejak masih muda. Sophie kemudian menuliskan bahwa dia tinggal di satu kastil, sementara Pyotr tinggal di kastil yang lain. Rencana ini sempat gagal karena ibu Sophie, Johanna,
turut campur dalam urusan ini. Hal ini membuat Yelizaveta tidak senang dan kemudian melarang Johanna untuk masuk ke Rusia lantaran perannya sebagai mata-mata Friedrich II. Meski begitu, Yelizaveta sudah memiliki ketertarikan sendiri dengan Sophie yang datang ke Rusia tahun 1744
atas usahanya yang tidak hanya berusaha mengambil hati sang maharani, tetapi juga orang-orang Rusia. Sophie sendiri berusaha untuk belajar bahasa Rusia dengan penuh semangat. Meski ayah Sophie yang seorang Kristen Lutheran taat menentang putrinya berpindah agama, Gereja Ortodok
Rusia menerima Sophie sebagai anggota baru mereka pada 28 Juni 1744 dan memberinya nama baru, Yekaterina, dan nama patronimik buatan, Alekseyevna, yang bermakna putri Aleksey. Pertunangan mereka berdua diadakan di keesokan harinya. Pernikahan secara resmi dilangsungkan pada
21 Agustus 1745 di Sankt-Peterburg saat Yekaterina berusia 16 tahun. Ayahnya tidak hadir dalam pernikahannya. Hubungan Pyotr dan Yekaterina tidak berjalan dengan harmonis. Pyotr memiliki kekasih bernama Elizaveta Vorontsova yang menurut kabar hendak dijadikan istri setelah
Yekaterina akan diceraikan. Yekaterina sendiri juga memiliki beberapa kekasih, yaitu Serge Saltykov, Grigory Grigoryevich Orlov (1734–1783),Aleksandr Vasilchikov, Grigory Potemkin,Stanisław August Poniatowski, dan lainnya. Setelah mangkatnya Maharani Yelizaveta, Pyotr dinobatkan
sebagai Kaisar Rusia dengan nama takhta Pyotr III dan Yekaterina menjadi Permaisuri Rusia. Dalam masa pemerintahannya, Pyotr melakukan berbagai pembaharuan, seperti kebebasan beragama, penghapusan lembaga polisi rahasia, dan pelarangan tuan tanah untuk membunuh hamba sahayanya.
Pembaharuan yang dia lakukan dipandang sebagai bentuk pengucilan Gereja Ortodoks dan para bangsawan. Kepribadian dan kebijakannya yang sulit ditebak membuat pihak penentangnya meminta bantuan Yekaterina untuk melancarkan perlawanan. Yekaterina sendiri percaya bahwa Pyotr sendiri
akan menceraikannya. Pada malam 8 Juli, Yekaterina mendapat kabar bahwa salah satu konspiratornya ditahan oleh Pyotr. Yekaterina segera meninggalkan istana menuju Resimen Izmaylovski dan meminta para prajurit untuk melindunginya dari suaminya. Yekaterina menahan Pyotr dan memaksa
suaminya untuk menandatangani surat kesediaan untuk turun takhta. 17 Juli 1762, delapan hari setelah kudeta, Pyotr ditemukan meninggal di Ropsha oleh Aleksei Orlov. Para sejarawan tidak menemukan keterlibatan langsung Yekaterina dalam masalah ini. Atas dukungan kekasihnya,
Gregori Orlov, Yekaterina mengumpulkan pasukan untuk mendukungnya dan menyatakan dirinya sebagai Yekaterina II, penguasa Rusia yang baru. Di bawah pemerintahannya, ia memperluas wilayah kekuasaan Rusia sampai ke Krimea dan banyak daerah di Polandia. Selain itu, dia memodernkan
budaya melalui seni dan pendidikan.Ia berkuasa selama 34 tahun, yakni dari tahun 1762 sampai mangkatnya karena stroke pada tahun 1796. Semasa hidupnya, Yekaterina memiliki 22 kekasih dan sering dari mereka diberikan kedudukan tinggi. Dia mengambil kekasih yang berusia muda, meski
saat Yekaterina sudah berusia senja. Perilaku seksualnya ini memicu berbagai rumor dan beberapa menyebut Yekaterina dengan "Messalina dari Newa." Messalina sendiri adalah nama permaisuri Kaisar Romawi yang dikenal memiliki hubungan dengan beberapa lelaki.
6. Ken Dedes
Pasti pada ga asing kan sama kisahnya yg sangat legend ini? di pelajaran sejarah juga sering muncul nama Ken Dedes.
Ken Dedes, permaisuri Ken Arok, yang memiliki kecantikan yang luar biasa dan perwujudan yg sempurna.
Ken Dedes adalah putri dari Mpu Purwa, seorang pendeta Buddha aliran Mahayana dari desa Panawijen. Pada suatu hari Tunggul Ametung akuwu Tumapel singgah di rumahnya. Tunggul Ametung jatuh hati padanya dan segera mempersunting gadis itu. Karena saat itu ayahnya sedang berada di
hutan, Ken Dedes meminta Tunggul Ametung supaya sabar menunggu. Namun Tunggul Ametung tidak kuasa menahan diri. Ken Dedes pun dibawanya pulang dengan paksa ke Tumapel untuk dinikahi. Ketika Mpu Purwa pulang ke rumah, ia marah mendapati putrinya telah diculik. Ia pun mengutuk
"Hai orang yang melarikan anakku, semoga tidak mengenyam kenikmatan, matilah dia dibunuh dengan keris. demikian juga orang2 Panawijen, keringlah sumurnya, semoga tidak keluar air dari kolamnya". Tunggul Ametung memiliki pengawal kepercayaan bernama Ken Arok. Pada suatu hari
Tunggul Ametung dan Ken Dedes pergi bertamasya ke Hutan Baboji. Ketika turun dari kereta, kain Ken Dedes tersingkap sehingga auratnya yg bersinar terlihat oleh Ken Arok. Ken Arok menyampaikan hal itu kepada gurunya, yg bernama Lohgawe. Menurut Lohgawe, wanita dengan ciri2 seperti
itu disebut sebagai Stri Nariçwari yang diramalkan akan menurunkan raja-raja di Tanah Jawa. Mendengar ramalan tersebut, Ken Arok semakin berhasrat untuk menyingkirkan Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes untuk menjadi Raja. Dgn menggunakan Keris Mpu Gandring, Ken Arok berhasil
membunuh Tunggul Ametung sewaktu tidur. Yg dijadikan kambing hitam adalah rekan kerjanya, sesama pengawal bernama Kebo Hijo. Ken Arok kemudian menikahi Ken Dedes, bahkan menjadi akuwu baru di Tumapel. Ken Dedes sendiri saat itu sedang dlm keadaan mengandung anak Tunggul Ametung.
Keberhasilan Ken Arok menggulingkan Kertajaya raja Kadiri tahun 1222 & memerdekakan Tumapel menjadi sebuah kerajaan baru. Dari perkawinannya dgn Ken Arok lahir beberapa org anak yaitu, Mahisa Wonga Teleng, Panji Saprang, Agnibhaya, & Dewi Rimbu. Sedangkan dari perkawinan pertama
dengan Tunggul Ametung, Ken Dedes dikaruniai seorang putra bernama Anusapati. Ia merasa dianaktirikan oleh Ken Arok. Setelah mendesak ibunya, akhirnya ia tahu dirinya bukan anak kandung Ken Arok. Bahkan, Anusapati jg diberi tahu kalau ayah kandungnya telah mati dibunuh Ken Arok.
Maka, dengan menggunakan tangan pembantunya, Anusapati membalas dendam dengan membunuh Ken Arok pada tahun 1247. Ken Dedes adalah wanita yang bersinar auratnya. Keistimewaan merupakan syarat mutlak yang didambakan masyarakat Jawa dalam diri seorang pemimpin atau leluhurnya.
Masyarakat Jawa percaya kalau raja adalah pilihan Tuhan. Ken Dedes sendiri merupakan leluhur raja2 Majapahit versi Pararaton. Ia pun dikisahkan sejak awal sudah memiliki tanda2 sbg wanita nareswari. Kisah kematian Ken Arok dpt ditarik kesimpulan Ken Dedes merupakan saksi mata
pembunuhan Tunggul Ametung. Anehnya, ia justru rela dinikahi oleh pembunuh suaminya itu. Hal ini membuktikan kalau antara Ken Dedes dan Ken Arok sesungguhnya saling mencintai, sehingga ia pun mendukung rencana pembunuhan Tunggul Ametung.
7. Wu Zetian 武則天
Wu Zetian (624-705) juga dikenal sbg Wu Zhao, Wu Hao, dan pada masa Dinasti Tang sbg Tian Hou  "Permaisuri Surgawi", adlh penguasa Tiongkok dari balik tirai sbg permaisuri & ibu suri, kemudian memerintah scr resmi sbg Maharani (kaisar wanita) dr thn 690 - 705.
Keluarga Wu berasal dari Wenshui, Bingzhou. Wu Zetian lahir sbg Wu Mei di Lizhou 17 Februari 624 pd thn ketujuh masa pemerintahan Li Yuan (Gaozu), kaisar pertama Dinasti Tang. Ayahnya adlh pengusaha kayu & keluarganya cukup kaya. Ibunya berasal dari keluarga Yang yg berpengaruh.
Selama 15 tahun kekuasaannya, Wu berhasil menyebarkan pengaruh kerajaannya hingga ke Asia Tengah. Kerajaannya menjadi yang terbesar di dunia pada masa itu. Bangsanya pun makmur, berkat perdagangan komoditas berharga berupa teh dan sutra di sepanjang Jalur Sutra. Di bawah
pemerintahan Wu, biaya militer dipangkas, pajak dipotong, gaji pegawai berprestasi dinaikkan, pensiun diberi tunjangan, dan tanah luas dkt ibukota diubah menjadi lahan pertanian. Ia juga membuka kesempatan bagi perempuan2 lain untuk berprestasi di sgl bidang. Sejarawan menuding
kebijakan itu untuk melegitimasi kekuasaannya sebagai kaisar wanita. Salah satunya Shangguan Wan'er. Wu mengangkat mantan budak tersebut sebagai orang kepercayaan dan pelaksana tugas perdana menteri. Wu membalik anggapan pada masanya yang percaya perempuan tak mungkin berkuasa.
Wu Zetian adalah sosok yang kontroversial. Di satu sisi, ia dianggap sebagai aristokrat. Lainnya menuding ia sosok durjana. Wu Zetian masuk istana sebagai selir Kaisar Taizong, penguasa Dinasti Tang yang lebih pantas jadi kakeknya. Saat itu ia masih 14 tahun dan dipanggil Wu Mei.
Sang ibu, Lady Yang berurai air mata saat mengantar putrinya menuju istana. Ia tak rela buah hatinya itu jadi gundik.Namun, dengan kata2 ini, Wu menenangkan perasaan ibunya. Tak hanya mampu memikat sang kaisar, daya tariknya juga meluluhkan hati putra mahkota.
Wu naik ke tampuk kekuasaan lantaran jd selir dua kaisar Dinasti Tang, yg merupakan ayah dan anak. Sejarah menggambarkan Wu sbg sosok zalim. Sejarawan menulis "Ia membunuh saudarinya, membantai kakak2 lelakinya, membunuh penguasa & meracuni ibunya. Ia dibenci dewa2 jg manusia."
Ia juga punya reputasi 'nakal'. Konon, ia bersedia memenuhi selera seksual Kaisar Taizong yg tak biasa. Kelebihannya itu yg konon membuat Wu menonjol dari perempuan lain di istana. Membuatnya mampu bersaing dgn selir2 yg jmlhnya hampir 30 orang. Kaisar menjadikannya sbg favorit
meski tak mampu memberikan keturunan. Pada 649 Masehi, sang penguasa mangkat. Pesona Wu memikat sang pewaris takhta, Kaisar Gaozong. Wu mulai berusaha mewujudkan ambisinya. Ratu Wang dan selir senior Xiaoshu ia anggap sebagai saingan yang harus disingkirkan. Ia bahkan sampai hati
membunuh putrinya sendiri yang masih bayi dan menjadikan Ratu Wang sebagai kambing hitam. Setelah berhasil menjadi ratu pada 655 Masehi, Wu memerintahkan Wang dan selir Xiaoshu dihabisi. Jasad keduanya bahkan dimutilasi dan dimasukkan dalam tong anggur sebelum dibuang. Wu juga
mengangkat kerabatnya untuk mengisi jabatan penting. Perlahan, perempuan itu ikut memerintah bersama suaminya. Setelah kematian Gaozong pada 683 Masehi, Wu tetap mengendalikan kekuasaan sebagai ibu suri. Ia mengangkat putranya Li Xian sebagai Kaisar Zhongzong. Ga sampe setahun,
kaisar baru yang sulit dikendalikan ia gulingkan. Wu kemudian mengangkat putra keempatnya Li Dan sebagai Kaisar Ruizong. Pada 16 Oktober 690 Masehi, Wu merebut takhta, mengangkat diri sebagai kaisar dan mendirikan wangsa baru, Dinasti Zhou yang dikendalikan dari ibukota Luoyang.
Wu disebut2 membuat semacam harem berisi laki2 ganteng & muda. Ia juga dikabarkan memiliki hubungan terlarang pertama dengan lelaki bernama Huaiyi; kedua, dengan Zhang bersaudara. Kekuasaan Wu meredup pada 705 Masehi, saat usianya sudah lebih dari 80 tahun. Ia terpaksa mengangkat
kembali putranya, Kaisar Zhongzong sebagai raja. Kesalahan terbesarnya adalah menikahkan putranya dengan seorang selir yang amat mirip dengannya: kejam dan ambisius. Pada musim panas tahun 704, Wu jatuh sakit dan Zhang bersaudara, yg memiliki pengaruh sgt besar, yg diperkenankan
menjenguknya, yang kemudian memunculkan dugaan bahwa dua bersaudara tersebut merencanakan pemberontakan. Beberapa pejabat merencanakan pemberontakan pada Zhang bersaudara, dan atas persetujuan Putra Mahkota Li Xiǎn, mereka melakukan aksinya pada 20 Februari dengan membunuh kedua
bersaudara tersebut. Kemudian mereka mengepung tempat kediaman Wu Zetian. Mereka menyatakan telah menghukum mati Zhang bersaudara atas dakwaan pemberontakan dan menekan Wu untuk menyerahkan tahtanya kepada Li Xiǎn. 21 Februari, dikeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa Li Xiǎn
bertindak sbg wali kaisar. 22 Februari, kembali keluar keputusan yang menyatakan bahwa Wu akan menyerahkan tahta kepada Li Xiǎn. 23 Februari, Li Xiǎn secara resmi kembali naik tahta sebagai Kaisar Zhongzong. Esoknya, Wu Zetian dipindahkan ke Istana Shangyang dgn penjagaan ketat.
Walaupun begitu, Wu masih menyandang gelar Maharani Zetian Dasheng. Pada 3 Maret, Dinasti Tang dipulihkan, mengakhiri kekuasaan Dinasti Zhou yang telah berjalan selama lima belas tahun. Wu Zetian mangkat pada 16 Desember 705. Ketetapan terakhir menyatakan kedudukan Wu Zetian
diturunkan secara anumerta dari Maharani menjadi permaisuri, lengkapnya Permaisuri Zetian Dasheng. Pada tahun 706, Wu Zetian dikebumikan bersama suaminya, Gaozong, di Mausoleum Qianling. Meski demikian, ia dimakamkan dengan penuh penghargaan. Bukan sbg kaisar, melainkan ibu suri.
btw gua lanjut nanti habis balik dari kantor yak, mohon bersabar 🙇
8. Elizabeth Bathory
Elizabeth Bathory (1560-1614) adalah putri dari keluarga bangsawan Hungaria, Bathory. Dia lahir antara tahun 1560 dan 1561 di kota Nyirbator, Kerajaan Hungaria. Ayahnya adalah George Bathory dan ibunya adalah Anna Bathory.
Dari keluarga ibu, Elizabeth Bathory masih memiliki hubungan kekerabatan dengan raja Polandia dan pangeran Transylvania. Elizabeth Bathory tinggal dan besar di istana keluarga di Ecsed, Hungaria timur. Terlahir di tengah keluarga bangsawan yang istimewa, Elizabeth besar dalam
limpahan kekayaan, pendidikan dan status sosial. Namun menjadi bagian dari keluarga bangsawan, Elizabeth jg hidup dlm peraturan yg ketat. Dia bahkan telah bertunangan dgn keturunan bangsawan lain sejak usia 10 tahun. Elizabeth menikah saat berusia 15 tahun dengan Ferenc Nadasdy,
putra dari Baron Tamas Nadasdy, juga dari Hungaria, yg berusia 19 tahun. Pernikahan mereka dilatarbelakangi tujuan politik dlm lingkaran aristrokasi. Karena suaminya berasal dari bangsawan yang lebih rendah, maka Count Ferenc Nádasdy menggunakan nama Báthory dibelakangnya.
Elizabeth tetap menggunakan nama keluarganya yaitu Báthory dan tidak menjadi Nádasdy Usai menikah, Elizabeth pindah ke kastil milik keluarga Nadasdy di Sarvar. Sementara suaminya melanjutkan pendidikan di Austria. Suaminya jarang mendampingi Elizabeth karena Count Ferenc lebih
sering berada di medan pertempuran melawan Turki Usmani. Ferenc kemudian menjadi terkenal karena keberaniannya di medan pertempuran, bahkan dianggap sebagai pahlawan di Hungaria dengan julukan 'Black Hero of Hungary'. Elizabeth yang masih muda tentu senantiasa merasa kesepian
karena selalu ditinggal sang suami. Disebutkan dia memiliki kebiasaan mengagumi kecantikannya dan kemudian memiliki banyak kekasih gelap yang melayaninya selama sang suami tidak berada di tempat. Elizabeth bahkan pernah melarikan diri bersama kekasih gelapnya namun kemudian
kembali lagi dan suaminya memaafkannya. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi ketagihan Elizabeth akan kepuasan seksual. Disebutkan juga Elizabeth menjadi seorang biseksual dengan melakukan hubungan lesbian dengan bibinya, Countess Klara Báthory. Elizabeth kemudian mulai
terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh Dorothea Szentes, biasa disebut Dorka, salah seorang pelayan terdekatnya. Karena pengaruh Dorka, Elizabeth mulai menyenangi kepuasan seksual lewat penyiksaan yang dilakukannya terhadap pelayan-pelayan lainnya yang masih muda.
Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan terdekatnya yaitu: suster Iloona Joo, pelayan pria Johaness Ujvari dan seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yang merangkap sebagai kekasih Elizabeth. Ia mengubah Istana Čachtice menjadi pusat teror dan penyiksaan seksual.
Para gadis muda yang jadi pelayannya disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan seperti diikat, ditelanjangi lalu dicambuk dan jg menggunakan berbagai alat untuk menyakiti bagian-bagian tubuh tertentu. Tahun 1600, Ferenc meninggal dan era teror sesungguhnya dimulai. Memasuki usia
40 tahun, Elizabeth menyadari bahwa kecantikannya mulai memudar. Kulitnya mulai menunjukan tanda-tanda penuaan dan keriput yang sebenarnya lumrah di usia tersebut. Tapi Elizabeth adalah pemuja kesempurnaan dan kecantikan dan dia akan melakukan apa saja demi mempertahankan
kecantikannya. Suatu saat seorang pelayaan wanita yang sedang menyisir rambutnya secara tidak sengaja menarik rambut Elizabeth terlalu keras. Elizabeth yang marah kemudian menampar gadis malang tersebut. Darah memancar dari hidung gadis itu dan mengenai telapak tangan Elizabeth.
Saat itu Elizabeth disebutkan 'menduga dan percaya' bahwa darah gadis muda memancarkan cahaya kemudaan mereka. Serta merta dia memerintahkan pelayannya, Johannes Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis tersebut, menariknya keatas bak mandi dan memotong urat nadinya. Ketika si gadis
meninggal kehabisan darah, Elizabeth segera mesuk kedalam bak mandi dan berendam dalam kubangan darah. Dia menemukan apa yang diyakininya sebagai 'Rahasia Awet Muda'. Ketika semua pelayan mudanya sudah mati, Elizabeth mulai merekrut gadis muda di desa sekitarnya untuk dijadikan
pelayan di Kastilnya. Nasib mereka semuanya sama, diikat di atas bak mandi kemudian urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka menetes habis kedalam bak mandi. Seringkali Elizabeth berendam di dalam kolam darah sambil menyaksikan korbannya sekarat meneteskan darah hingga tewas
Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tersebut untuk mendapatkan apa yang ia sebut 'inner beauty'. Lama kelamaan Elizabeth merasa bahwa darah para gadis desa masih kurang baginya. Demi mendapat darah yang menurutnya lebih berkualitas, Elizabeth mengincar darah para
gadis bangsawan rendahan. Dia kemudian melakukan penculikan terhadap gadis2 bangsawan untuk dijadikan korbannya. Namun hal tsb
menjadi bumerang baginya. Hilangnya gadis-gadis bangsawan dgn cepat mendapatkan perhatian di kalangan bangsawan, orang2 berpengaruh, hingga Raja sendiri
Tanggal 30 Desember 1610, pasukan tentara dibawah pimpinan György Thurzó, yang merupakan sepupu Elizabeth sendiri, menyerbu Istana Čachtice di malam hari. Mereka semua terkejut melihat pemandangan mayat2 yg kehabisan darah. 650 nama tercatat dlm pengadilan atas Elizabeth pd 1611.
Elizabeth sendiri tidak pernah didatangkan ke pengadilan untuk diadili secara langsung. Hanya empat pelayannya yang diadili dan kemudian dihukum mati. Raja Hungaria memerintahkan Elizabeth dikurung dalam kamarnya di Istana Čachtice selama sisa hidupnya. Tahun 1614, atau 4 tahun
setelah Elizabeth diisolasi dgn tembok di kamarnya sendiri, seorang penjaga melihat makanan yg disajikan utk Elizabeth tak tersentuh selama seharian. Penjaga itu kemudian mengintip kedalam & melihat sang Countess tertelungkup dgn wajah di lantai. Elizabeth meninggal di usia 54.
9. Bloody Mary
Mary Tudor (1516-1558) adalah Ratu Inggris dan Irlandia dari 6 Juli 1553 (de facto) atau 19 Juli 1553 (de jure) sampai kematiannya. Ia lahir pada 18 Februari 1516 di Istana Placentia di Greenwich, Inggris. Dia merupakan satu-satunya anak Raja Henry VIII dan istri
pertamanya, Putri Catherine dari Aragon, yang bertahan hidup. Ia dikenang antara lain karena sempat mengembalikan kerajaan Inggris kepada agama Katolik Roma & menghukum hampir 300 penentangnya dengan hukuman bakar hidup-hidup, sehingga ia juga dijuluki Bloody Mary oleh rakyatnya.
Namun ternyata Raja Henry VIII berencana menceraikan Putri Catherine untuk menikahi Anne Boleyn, salah satu dayang Putri Catherine, yang mengundang banyak kekaguman di dalam istana atas sikapnya. Mary I ketika masih berstatus putri. Paus menolak mengakui hak Raja Henry VIII untuk
menceraikan Putri Catherine, bahkan setelah perceraian itu disahkan di Inggris. Pada 1534, Raja Henry VIII memutuskan hubungan dengan Roma dan mendirikan Gereja Inggris. Setelah Anne Boleyn melahirkan Elizabeth, raja khawatir Mary Iakan menimbulkan tantangan bagi suksesi tahta.
Dia berhasil mendesak Parlemen untuk menyatakan gadis 17 tahun itu tidak sah sebagai pewaris kerajaan. Henry memerintahkan hukuman mati pada Anne karena pengkhianatan pada 1536. Kemudian, dia menikahi Jane Seymour, yang akhirnya melahirkan seorang putra bernama Edward. Jane minta
raja untuk menebus kesalahan terhadap putri-putrinya. Henry bersedia melakukannya jika Mary mau mengakui dia sebagai kepala Gereja Inggris dan mengakui ilegalitas pernikahannya dengan istri pertamanya, yang tak lain adalah ibu Mary. Dgn terpaksa, Mary setuju dan akhirnya kembali
masuk ke istana. Ketika Edward VI mewarisi tahta di usia 9 tahun pada 1547, Mary harus menghadapi perbedaan di antara mereka terkait agama. Dia menggulingkan pemerintahan ratu baru pengganti Edward, Lady Jane Gray. Mendapat dukungan yang meluas, beberapa hari kemudian tepatnya
pada 18 Juli 1553, Mary yang berusia 37 tahun berhasil naik takhta. Mary menjadi ratu pertama yang memerintah Inggris melalui haknya sendiri, bukan menjadi ratu karena pernikahan dengan seorang raja. Dari situ akhirnya, Mary I berusaha untuk mengembalikan pernikahan orangtuanya
secara sah. Bertekad untuk membawa rakyatnya kembali pada gereja Roma dan agar saudara tirinya, Elizabeth, tidak menjadi penerus takhtanya, dia berkeinginan menikah dengan Phillip II dari Spanyol, putra Kaisar Charles V. Phillip adalah pria yang 11 tahun lebih muda darinya.
Namun, sebagian besar penasihat menganjurkan agar dia menikahi sepupunya, Courtenay, yang masih berdarah kerajaan. Namun pemberontakan terjadi pada 1554 yang dipimpin oleh Sir Thomas Wyatt. Mary kemudian membuat pidato yang membangkitkan ribuan rakyat untuk memperjuangkannya.
Wyatt dikalahkan dan dieksekusi. Sang ratu pun menikahi Philip. Selama lima tahun, dia mengeksekusi tanpa henti sekitar 300 orang yang dibakar di tiang panjang. Dia dibenci dan suaminya memfitnah dan tak lagi percaya kepadanya sehingga dia sendiri yang disalahkan atas pembantaian
kejam itu. Tidak dikaruniai anak dan dilanda kesedihan pada 1558, Mary mengalami sejumlah kehamilan "palsu", yg kemungkinan kanker rahim. Dia meninggal di Istana St James pada 17 November 1558 dan dimakamkan di Westminster Abbey.
Semoga bermanfaat dan dari sini bisa disimpulkan sendiri dan dipetik pelajaran apa aja yang bisa didapat dari cerita2 mereka.
Selesai deh, segitu dulu penjelasan dari gua kalo ada yg salah atau mau nambah2in boleh kok dikoreksi. Itu mix hasil gua baca2 literatur sama hasil diceritain sejarawan, guru sejarah pas SMA dulu, sama diceritain nenek gua juga sih. Karena emang tertarik baca ginian sejak dulu
dan yg mau mutualan dan ngajak diskusi juga boleh kok, aku suka diajak diskusi. siapa tau bisa diskusi hal lain dan bisa nambah ilmu2 baru lagi 😁🙏

Terima kasih sudah membaca, semoga hari kalian menyenangkan!
oiya, ini alasan lain kenapa antoinette jadi maniak pesta
another version of Marie Antoinette
twitter.com/i/moments/9275…
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to far
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!