, 46 tweets, 22 min read
My Authors
Read all threads
Banyak SJW yg sdh kebablasan menganggap bahwa sistem pemerintahan suatu negara harus seragam berdasarkan sistem demokrasi liberal barat.

Ga ada tuh keharusan sebuah negara menerapkan sistem demokrasi liberal barat, sebagus apapun sistem itu.
Apalagi kalo sdh diketahui, sistem demokrasi liberal barat ternyata ga cocok dibanyak tempat.

Cara pikir mengagungkan semua yg dari barat itu terbaik itu membutakan... Pikirkanlah semua dgn kritis.
Sistem demokrasi liberal barat juga mengandalkan "the lowest common denominator". Dimana mayoritas, seberapapun dungunya, menjadi penentu siapa berkuasa. Lalu sang dungu dgn gampang dimanipulasi dgn trik kampanye..

Ah.. Indonesia baru mengalami Pilpres yg penuh hoax..
Sistem demokrasi liberal barat sangat membuang energi untuk kampanye memperbodoh masyarakat.

Saya ga bilang sistem itu sepenuhnya jelek, tetapi itu bukan sistem yg cocok untuk semua, dan bukan sistem terbaik... Masing2 masyarakat punya cara mrk tersendiri.
Sistem demokrasi liberal barat juga memperuncing perbedaan pendapat dlm masyarakat. Krn ketika 2 partai yg saling berhadapan, mrk selalu terjerumus memakai paradigma MEREKA VS KITA..

Lalu masyarakat terbelah menjadi kelompok2 yg saling bersengketa..
Padahal, kemampuan managemen negara juga sebuah skill, spt dokter juga skill, engineer juga skill.

Sistem demokrasi liberal barat membuang azas meritocracy, dimana mrk yg paling trampil pada bidang tertentu itu yg diberi kerjaan. Meritocracy kemudian diganti adu ideologi.
Siapa bilang pimpinan yg terpilih dlm sistem demokrasi liberal barat itu putra terbaik bangsa? Bisa jadi dia penipu ulung.. ini sdh terjadi dimana2.
Kenapa penduduk China bisa maju semikian pesat? Krn energi mrk terfokus pada tantangan pekerjaan mereka, bukan pada pertentangan ideologi spt yg juga terjadi di Indonesia 2017-2019. Setiap hari habis hanya untuk omong kosong politik.
Saya ga bilang sistem China itu terbaik dan hrs diterapkan dimana2. Tetapi itu cocok untuk mereka disana, membuat masyarakatnya efisien.

Jadi, dlm urusan sistem bernegara ini, flexible lah.. Jgn terlalu ideologis, lihat mana pilihan terbaik u/ masyarakat tertentu scr pragmatis.
Ya kamu benar. Inilah kontradiksinya. Banyak negara2 yg menganggap diri demokrasi, pemerintahnya tidak responsif pada kehendak warga, mungkin krn menganggap diri sdh mendapat mandat popular.
Tetapi di China, sosmed mendapat perhatian besar dari pemerintah. Mrk mmg mencoba mengendalikan opini publik, tetapi ketika muncul isu2, pemerintah disana responsif sekali.

Krn itulah pejabat2 di China ngeri dgn para blogger dsb. @kidkateu
@kidkateu Pertanyaan yg bagus. Saya akan jawab secara tak langsung. Kita mulai dgn apa yg menyebabkan sistem di China itu sukses memobilisasi rakyatnya untuk kemajuan pembangunan.. @legeartist ==>
@kidkateu @legeartist Dengan tidak adanya demokrasi multi partai yg saling beroposisi, masyarakat China tidak terpecah menjadi kelompok2 dgn pandangan politik berlawanan.

Ini berbeda dgn sistem demokrasi liberal, orang2 yg tadinya bersatu ga terpecah, jadi bermusuhan gegara kampanye partai2.
@kidkateu @legeartist Perpecahan dlm masyarakat terjadi dimana2, di Indonesia - pendukung 01 vs 02 bisa benar2 mendalam. Di Amrik, pendukung Trump vs Demokrat saling berantem.

Di China, ga ada fenomena itu, krn mmg ga ada sistem politik yg membuat mrk terpecah..
@kidkateu @legeartist Masalahnya adalah, setiap individu adalah unik. Dua org pasti ada perbedaan. Tetapi secara normal, manusia2 mencari persamaan untuk bekerja sama...

Sistem politik demokrasi liberal mencari persamaan intra partai, tetapi diluar partai, mrk malah mencari2 dan memupuk perbedaan.
@kidkateu @legeartist Krn itulah dalam sistem demokrasi liberal, bisa terjadi dalam keluarga yg tadinya rukun2 saja, tetiba jadi pecah krn berbeda anutan partai.

Itu semua bodoh. Krn perpecahan itu kemudian mengkonsumsi pikiran dan waktu yg seharusnya bisa produktif nyari hidup dan berinovasi.
@kidkateu @legeartist Kenapa masyarakat China bisa produktif? Krn waktu mrk benar2 100% untuk menghadapi tantangan produksi dan inovasi, kemudian untuk keluarga dan hiburan..

Ga ada waktu habis untuk mikir2 saling sikut antar kelompok ideologi lain, krn mmg tidak ada insentif untuk itu.
@kidkateu @legeartist China dgn begitu mmg civilizational state. State berbasis peradaban yg menaungi masyarakat. Masyarakat tidak diarahkan untuk berpolitik, tetapi fokus pada kegiatan ekonomi, kebudayaan, teknologi dsb..

Lalu dimana letak pertarungan politik? ==>
@kidkateu @legeartist Jadi spt org mau jadi dokter, ya belajar ke fakultas kedokteran, dsb. Mrk yg mau jadi politisi, masuk partai.

Dalam partai org2 kemudian berusaha naik posisi, dan disanalah letak sikut menyikut terjadi di lapisan atas partai.. Jadi pertentangan politik terisolasi di intra partai
@kidkateu @legeartist Saya sih rasa itu bagus. Ngapain seluruh negara, lebih dari satu milyar manusia ikut2an berantem dalam politik? Lagipula, emang semua manusia itu harus ngerti politik dan pertarungannya?

Yg mmg mau berpolitik ya bertarung sono, jgn libatkan kawula2 sehingga negara ga bergolak.
@kidkateu @legeartist Disinilah, masalah dgn negara2 nasional spt Indonesia, dalam taraf "nation building" yg dari dulu ga klar2. Kita tidak punya perekat yg cukup kuat, kecuali dgn lem nasionalisme itulah, sila ke tiga.

Sy lebih condong bahwa Indonesia ga bisa mencontoh China, tetapi ==>
@kidkateu @legeartist tetapi Indonesia hrs terus menerapkan sistem demokrasi liberal ala barat, moga2 dgn cara yg lebih baik. Karena kalo tidak, satu pihak akan mendominasi pihak lain, padahal kita tahu skr pihak2 di Indonesia sering berseberangan secara diametrikal.
@kidkateu @legeartist Sebenarnya kritik terhadap Demokrasi sdh setua sistem demokrasi itu sendiri. Pada era Yunani klasik, lebih dari ratusan thn sebelum Masehi, Plato sdh membuat kritik terhadap demokrasi dlm tulisannya dgn judul THE REPUBLIC.
@kidkateu @legeartist Plato tidak percaya pada massa, dan memberikan kekuasaan pengambilan keputusan pada massa bisa berakibat demokrasi turun menjadi rule of mob.

Sistem pemerintahan paling bagus menurut Plato adalah Kallipolis, sistem pemerintahan yg dipimpin oleh elite2 pemikir yg ga suka berkuasa
@kidkateu @legeartist Sistem utopia ala Plato tersebut, ternyata diterapkan pada era Dynasty Zhou yg berkuasa kira2 sejaman dgn Plato, di China.

Confucius menggunakan ideal dari dynasty Zhou ini yg menjadi landasan pemikiran pemerintahan yg ideal, pemerintah oleh elite2 filsuf yg enggan berkuasa.
@kidkateu @legeartist Pada dasarnya sistem era Zhou (sekitar 500 BCE), terjadi krn ga ada satu kekuatan yg besar yg mengatasi China. China wkt itu adalah negara feodal, dgn kerajaan2 kecil dgn raja2 kecil. Kaisar Zhou adalah simbol kekuasaan berdasarkan moral. Legitimasi Zhou adalah legitimasi moral.
@kidkateu @legeartist Kekuasaan Dynasty Zhou dgn demikian adalah kekuasaan dgn soft power. Itulah yg menjadi landasan ideal Confucian.

Pada era Warring States (kerajaan2 saling bertempur), lahir banyak falsafah pemikiran sistem pemerintahan, Confucianism salah satunya.
@kidkateu @legeartist Pemikiran lainnya adalah pemikiran liberal yg dianut oleh Daoism. Tetapi kemudian yg memenangkan pergulatan pemikiran ini adalah Legalism yg dianut oleh kerajaan Qin, yg akhirnya menyatukan China kembali menjadi satu administrasi terpusat oleh Kaisar Shi Huangdi.
@kidkateu @legeartist Legalism adalah pemikiran bahwa sistem pemerintahan harus berdasarkan RULE OF LAWS, dan hukum itu harus tertulis dgn jelas. Dibawah azas Legalism, terbentuklah kode hukum yg besar, setiap pelanggaran kecil di rinci dan jenis hukuman diseragamkan.
@kidkateu @legeartist Dibawah penyeragaman hukum inilah, seluruh China diseragamkan. Lebar jalan diseragamkan, jarak antar roda gerobak seragam, tulisan hanzi disatukan menjadi satu tulisan nasional. Unit2 berat, unit jarak, luas, semua dibikin standard, spt yg terjadi pada era modern ini.
@kidkateu @legeartist Dalam azas Legalism, bahkan Kaisarpun harus tunduk pada hukum. Dgn azas inilah seluruh administrasi imperial dibentuk, dibikin sekolahnya, dan itulah yg kemudian menjadi cikal bakal sistem administrasi China. Itu terjadi sekitar 2300 thn silam.
@kidkateu @legeartist Penyeragaman ini menyebabkan gejolak dimana2. Daerah2 merasa warisan budaya tulisan mrk diremehkan, dan banyak yg berontak. Karena itulah Dinasti Qin umurnya singkat.

Dinasti Han sesudahnya, menikmati hasil penyeragaman Dinasti Qin, tetapi melonggarkan penerapan hukum ...
@kidkateu @legeartist Dinasti Han membiarkan pemikiran dan tingkah laku berkembang lebih bebas, menerapkan azas liberalisme.

Dari eksperimen2 sosial spt ini muncul idea Benevolent Governance, kekuasaan otoriter tetapi yg dilakukan demi kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat.
@kidkateu @legeartist Saat ini, sistem di China sukar untuk dimengerti tanpa mengerti sejarah pemikiran di China sejak era Qin. Kenapa Mao Zedong melihat Shi Hungdi dari sudut posifit (sebelumnya Shi Huangdi dilihat sebagai diktator kejam)?

Ya krn dia berpikir azas Legalism itu bagus..
@kidkateu @legeartist Setelah era Mao, pemikiran2 Confucianism dsb mulai berkembang lagi di China. Tempat2 penghormatan thd Confucius dan murid2nya dirapikan dan ramai dikunjungi. Ide Benevolent Governance dianggap sesuatu yg natural.
@kidkateu @legeartist Krn itulah, kenapa kebijakan anti korupsi cukup sukses diterapkan di China? Padahal China katanya ga ada demokrasi lho.

Kita harus melihat dari perspektif China, mereka ada tradisi yg sdh mengakar sejak ribuan thn, yg terbukti berhasil peradaban itu berkembang dan bertahan.
@kidkateu @legeartist Perlu diingat, selama sejarah manusia ribuan thn, negara paling kaya adalah dinasti2 China, sampai abad 19 dimana Eropa mulai naik.

Jika peradaban2 kuno dunia lain pada punah, tentu ada faktor yg menarik yg membuat peradaban kuno China bertahan ribuan tahun.
@kidkateu @legeartist Kita umumnya lebih mengenal peradaban Eropa, ketimbang peradaban China, krn banyak negara Asia Afrika dulunya adalah jajahan negara Eropa.

Akibatnya banyak pandangan yg biased ttg China hanya krn sdh berasumsi pandangan dan sejarah Eropa itu inti perkembangan dunia. Padahal..
@kidkateu @legeartist Padahal tidak demikian, krn di China berkembang perspektif yg berbeda, yg juga sama2 tangguh. Sayang pengetahuan ttg China untuk orang2 diluar China pada umumnya sangat minim untuk bisa mengerti sistem di China.
@kidkateu @legeartist Misalnya, umumnya org luar China ga tahu kalo pemikiran sosialisme, liberalisme sdh ada di China sejak lebih dr 2000 thn silam. Bahwa nation building China terjadi pada era Dinasti Song ketika menghadapi tantangan Jin dan Mongol, dan hasilnya sukses besar.
@kidkateu @legeartist Perdebatan2 filosofis yg terjadi di Eropa, terjadi lebih duluan di China dalam skala jauh lebih besar, bahkan sering sampai terjadi pertempuran besar.

Kita yg tidak ada dalam hemisphere China tidak tahu soal ini kecuali mempelajarinya secara serius.
@kidkateu @legeartist Menurut beberapa pengamat, Presiden Xi Jinping sebenarnya seorang Legalist. Ini patung Shang Yang, penulis buku Shang Junshu pada abad 3 sebelum Masehi, yg dianggap sebagai fondasi pemikiran Legalism yg diteruskan oleh Hanfei dkk..
@kidkateu @legeartist Belakangan ini, arus bawah di China terlihat admirasi pd pemikiran Mohism, yg dijabarkan oleh Mozi (kira2 sejaman dgn Laozi dan Confucius).

Ada banyak merek2 dgn nama Mozi, cafe Mozi, dsb. Mohism suka berdebat, mrk pro kesetaraan semua manusia, menekankan pentingnya Cinta Kasih.
@kidkateu @legeartist Walaupun pemikiran Mozi memperjuangkan perdamaian, kesejahteraan masyarakat, sebenarnya Mohism lahir dari faksi militer dalam Dinasti Zhou. Mereka2 adalah ahli strategi perang.

Mungkin krn mrk ahli strategi perang, mrk menganjurkan perdamaian sebagai strategi paling penting.
@kidkateu @legeartist Hal yg menarik lain adalah, satelit quantum pertama dunia yg diluncurkan oleh China, diberi nama Satelit Quantum Mozi.

Kelihatannya walau Mozi sedari dulu tidak pernah menjadi filsafat mainstream, di masa depan akan lebih prominent.
@kidkateu @legeartist Saya menduga, pemberian nama Mozi itu disebabkan karena mmg Mozi sendiri adalah seorang saintis. Pemikiran Mozi (di Eropa dikenal sbg Micius) tentang kesetaraan manusia, tentang pengentasan kemiskinan rakyat, tentang perdamaian cocok dgn aspirasi para saintis disono.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Daemoen

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!