Membuka Lahan untuk Perkebunan dengan cara Land Clearing ( Tebang, Tebas, Rumpuk, Bakar ) merupakan sebuah Cara yang paling effisien dan Murah, dimusim Kemarau adalah moment pas untuk Korporasi memulai Perluasan Kebunnya maka TTRB menjadi Pilihan #Murah @as_boediono #hening
Mengapa saya menulis seperti diatas karena saya membaca Pernyataan Pejabat Tinggi Penegak Hukum “ Api (Kebakaran) sama sekali tidak menyentuh Perkebunan Sawit “ dan saya hanya tersenyum, mereka lebih jago Pak untuk bermain @as_boediono #hening
biaya Land Clearing yang Normal jika menggunakan Alat Berat bisa mencapai Idr, 15 sampai 20 Juta per ha, sementara jika menggunakan Pola TTRB bisa 50% dari harga Normal sekaligus untuk Pemberantasan Hama Tanaman dan sebagai Pupuk Alam sebelum Tanam #hening @as_boediono
Pola Tanam Perkebunan Besar tidak Jauh berbeda dengan Pola Tanam Hutan Tanaman Industri, yang dilakukan pertama kali adalah Ijin Pemanfaatan Kayu Hutan kemudian dilanjutkan dengan TTRB yang saya sebutkan diatas #EfisiensiBiaya, kemudian dilanjutkan Masa Tanam @as_boediono #hening
hanya perkebunan Kelapa Sawit yang menerapkan Pola Land Clearing seperti itu karena syarat tumbuh Kelapa Sawit adalah bebas Gulma dan Hama dan disamping itu Kelapa Sawit merupakan Tanaman yang sulit hidup berdampingan dengan Tanaman Lainnya @as_boediono #hening
Pohon Sawit merupakan tanaman yang sangat Rakus dengan Air Tanah, hampir disekitar Perkebunan Kelapa Sawit sulit ditemukan Mata Air, berbeda dengan Tanaman Lainnya. Hutan merupakan Daerah Resapan Air Permukaan yang menghasilkan Mata Air untuk Kehidupan @as_boediono #hening
Saya pernah menulis, kebijakan Pemerintah memberikan ijin Alih Fungsi hutan itulah yang menjadi penyebab rusaknya Hutan di #Indonesia, secara aturan alih fungsi hutan dapat diberikan apabila ada hutan pengganti yang sama Baik Luas mauPun Vegetasinya @as_boediono #hening
Yang terjadi justru sebaliknya, aturan Kawasan KBK tiba-tiba karena Kepentingan diubah menjadi Kawasan Budidaya Non Kehutanan ( KBNK ) dengan alasan untuk Perluasan ijin PBSN ( setahu saya Bank Dunia sudah mengingatkan pelanggaran yang dibuat Indonesia ) #hening @as_boediono
Dan kerusakan Lungkungan bermula dari Pelanggaran dengan mengubah Fungsi Tata Guna Hutan Kesepakatan dari Hutan Produksi, Hutan Lindung, Hutan Konservasi, Hutan Pendidikan, Hutan Adat menjadi Areal Penggunaan Lain ( APL ) yang dapat dijadikan areal Komersial @as_boediono #hening
Menurut catatan Bank Dunia, Hutan Primer diDunia sudah berkurang luasannya karena over Eksploitasi dan Eksplorasi, demikian pula Hutan di Indonesia yang dikenal sebagai #RainForest yang kaya akan Sumber Daya sebagai mata rantai Kehidupan sudah semakin Sempit @as_boediono #hening
Pikiran saya kemudian menerawang jauh kedepan ketika ada Wacana membuka lahan ditahap awal seluas 3000 ha dari Total 30.000 ha ( 1 ha eq 10.000 meter persegi ) jadi 3.000 x 10.000 = 30.000.000 meter persegi yang akan digunakan untuk membangun Ibu Kota #hening @as_boediono
Luasan 30.000 ha itu terletak dikawasan Hutan Produksi, Hutan Tanaman Industri dan Hutan Konservasi sebagian Hutan Lindung. Saya merenung apa yang akan terjadi kelak dikemudian hari. Untuk mengembalikan Habitat / RePlantation perlu waktu yang sangat lama @as_boediono #hening
Ketika Hutan Konservasi dibabat, ketika Hutan Produksi tidak kembali diremajakan, ketika Hutan Pendidikan dan ketika Hutan Lindung sudah berubah Fungsi maka yang terjadi adalah Kerusakan Lingkungan yang sangat mengerikan lebih mengerikan daripada #KarHutLa @as_boediono #hening
Saya menambahkan bahwa Pembukaan Lahan untuk Perkebunan dengan cara TTRB sudah dilakukan dijaman Penjajahan dan Pola seperti itu yang dikembangkan sekarang oleh Korporasi dengan alasan Penyerapan Tenaga Kerja dan efisiensi Biaya #hening @as_boediono
Jika dahulu masyarakat menebang Pohon dengan cara Manual ( menggunakan alat Tradisional ) dan sekarang sudah diketemukan bagaimana cara menebang pohon yang lebih efisien, mudah dan cepat yaitu menggunakan Chainsaw yang tersedia dan sangat mudah menggunakannya @as_boediono #hening
Demikian pula dengan mengangkut Kayu Bulat dari dalam hutan, dengan menggunakan Chainsaw mereka mengolahnya menjadi kayu yang ukurannya lebih kecil istilah Masyarakat Kehutanan “Square Log” kemudian ditarik dengan menggunakan Binatang (kerbau) keluar Hutan @as_boediono #hening
Kayu dikumpulkan di Log Yard menunggu Truck pengangkut kemudian dijual kepada Masyarakat ( salah satu proses pembalakan yang sering kita jumpai dihutan Lindung dan Produksi dan dilakukan secara illegal ) dan untuk Kayu yang tidak bernilai ekonomis 👉 dibakar @as_boediono #hening
Pola semacam ini yang dilakukan Korporasi dalam melakukan perluasan Kebun sesuai HGU yang menjadi Haknya, bedanya Kayu tebangan tidak diolah menjadi square log terlebih dahulu namun langsung diangkut keluar Hutan menggunakan Logging Truck yang sudah disiapkan @as_boediono #hening
Kemudian Kayu Bundar yang diangkut dengan menggunakan Logging Truck mereka pergunakan sebagai bahan baku Industri Sawmill, Plywood, Particleboard, MDF dan masih banyak lagi (mata rantai dari sebuah proses mekanis Logging Operation dan Land Clearing) @as_boediono #hening
Jadi jika sekarang sering terjadi Kebakaran Hutan penyebabnya adalah rangkaian proses dari Pembukaan Lahan yang tidak terkendali dan sengaja dilakukan hanya untuk Bisnis, berbeda dengan Kebakaran hutan yang terjadi dinegara yang memiliki 4 Musim @as_boediono #hening
Kebakaran hutan dinegara 4 musim lebih disebabkan faktor alam itu sendiri dan Biasanya terjadi dimusim Panas yang sangat ekstreem, partikel tanaman yang Rontok dimusim Gugur bisa menjadi penyebab Kebakaran walaupun ada penyebab lainnya Keteledoran Manusia @as_boediono #hening
Sifatnya lebih karena Alam dan Keteledoran Manusia (bukan disengaja) karena Kepentingan Bisnis atau Kepentingan Orang per Orang. Negara Maju sangat Peduli terhadap Lingkungan dan juga sangat peduli Kehidupan Makhluk lainnya dengan Cara menjaga Tata Ruang #hening @as_boediono
5 hari yang lalu saya sudah menulis mengapa saya suka hastag yang ditulis diatas karena itu sebuah realita #hening @as_boediono
Hastag itu muncul ketika muncul Pernyataan Pemerintah bahwa Kebakaran Hutan itu bersifat politis, Pemerintah dengan sangat mudah mengelak “bukan Salah Pemerintah melainkan Politik” dan kemudian dilanjutkan “salah Masyarakat” yang tidak dapat menjaga Alam @as_boediono #hening
Terlepas dari #Siapa yang dituduh bersalah ( walaupun belum ada proses Penegakan Hukum ) hendaknya semua stakeholder paham dan Memahami bahwa Asap itu merupakan Malaikat Pencabut Nyawa yang dikirim Tuhan. #Siapa yang dicabut Nyawanya itu Misteri Ilahi @as_boediono #hening
Seandainya saja, pemerintah sebagai Regulator memahami betapa pentingnya Tumbuhan dan Tanaman sebagai mata rantai Kehidupan Makhluk Hidup maka tidak akan menerbitkan atau memberikan Ijin Alih Fungsi Hutan kemudian membiarkan Hutan tetap sesuai Fungsi Aslinya @as_boediono #hening
Problem utama yaitu Eksploitasi Hutan yang sangat berlebihan sementara Kemampuan mengolah Hamparan Lahan yang Di Eksploitasi tergantung Uang, cara yang paling sederhana tanpa Resiko mengeluarkan Uang Besar adalah dengan cara Membakar #TebasTebangRumpukBakar #hening @as_boediono
Kebakaran Hutan berawal dari Eksploitasi Lahan yang sangat ekstreem, sebab akibat muncul dikemudian hari. Jika sekarang muncul Asap itu disebabkan karena Eksploitasi yang dilakukan 1 atau 2 tahun Silam. Jika berbicara Eksploitasi berarti ada yang mengijinkan @as_boediono #hening
Kalimat “ada yang mengijinkan” menjadi Pertanyaan #Siapa dan #UntukApa rangkaian Eksploitasi itu, sebuah rangkaian yang sulit ditelusuri mana ujung pangkalnya, Masyarakat, Korporasi, Pejabat, Aparat Negara semua terlibat Kepentingan yang bermuara kepada Uang @as_boediono #hening
Uang telah berubah menjadi Tuhan, maka tidak salah jika sekarang muncul Pergeseran Pemahaman tentang Tuhan ditengah Masyarakat #hening @as_boediono
Silahkan dibaca, salah satu penyebab Kebakaran Lahan #BushFire di Australia adalah Pengaruh Cuaca yang sangat Ekstreem 👉 via @SkyNewsAust #hening @as_boediono
Pengakuan Jujur Pemerintah merupakan Pintu Masuk untuk membenahi seluruh Mekanisme Perijinan serta membatasi Populasi PBSN dengan Vegitasi tertentu harus ada penyebaran Vegitasi lainnya tidak hanya Sawit, bisa dikembangkan Kelapa Dalam sebagai penyeimbang @as_boediono #hening
@threadreaderapp unroll please
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to DANIEL  MARISSA and Us 🇦🇺
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!