My Authors
Read all threads
Menilik dan meluruskan istilah Rasisme vs. Prasangka dalam konteks rasisme di Indonesia untuk membongkar realita dalam komunitas Tionghoa Indonesia. [A Thread]
Tim Suara Peranakan merasa perlu untuk meluruskan istilah antara rasisme vs prasangka untuk memperdalam pemahaman bersama tentang rasisme yang ada di Indonesia.
Faktanya, ini adalah realita yang ada di tengah masyarakat. Prasangka terhadap masyarakat non-Tionghoa di dalam komunitas Tionghoa Indonesia sendiri tidak bisa dipungkiri.
Kami yakin hampir semua Tionghoa Indonesia juga tumbuh dalam lingkungan dimana seruan-seruan kasar dan merendahkan seperti t*ko, fank*i, hua*a, dan masih banyak lagi, sering diucapkan oleh orang Tionghoa Indonesia dengan maksud merendahkan orang non-Tionghoa.
Banyak orang Tionghoa Indonesia pun sering sekali mempunyai pandangan merendahkan terhadap orang non-Tionghoa, menganggap mereka semua pemalas, bodoh, secara fisik tidak menarik, licik, dan masih banyak anggapan negatif lainnya.
Hal di atas mungkin tidak dilakukan oleh setiap orang Tionghoa Indonesia, kami tidak memungkiri adanya komunitas-komunitas di luar sana yang secara sukses melakukan pembauran antara orang Tionghoa Indonesia dengan orang non-Tionghoa.
Namun tidak dapat dipungkiri, prasangka-prasangka tersebut masih sangat merajalela dalam banyak keluarga Tionghoa Indonesia.
Tim Suara Peranakan sadar dan mengakui adanya hal-hal negatif ini di dalam komunitas Tionghoa Indonesia. Kolektif kami juga sering berdiskusi tentang pentingnya memulai diskusi mengenai hal ini di dalam komunitas Tionghoa Indonesia sendiri.
Jadi, utas ini adalah langkah awal kami untuk memulai diskusi tersebut, dengan maksud agar kita bisa melakukan refleksi bersama sebagai sebuah komunitas.
Bagaimana prasangka dan kata-kata buruk itu terbentuk? Bermula dari rasisme struktural yang dialami oleh Tionghoa Indonesia.
Tentang akumulasi kekayaan oleh kelompok Tionghoa Indonesia sendiri, itu fakta! Betul adanya. Namun mengapa demikian?
tirto.id/liem-sioe-lion…
Dalam catatan sejarah, komunitas Tionghoa Indonesia tidak diberikan kekuatan politik, melainkan hanya kekuatan modal. Salah satu contohnya Liem Sioe Liong, yang diuntungkan bisnisnya melalui hubungan dekatnya dengan Suharto.
Meski begitu, hanya sebagian kecil Tionghoa Indonesia yang jadi kaya raya. Banyak juga yang miskin melarat, ataupun berada di tengah-tengah. Di sinilah kritik terhadap kapitalisme, karena bersinggungan dengan rasisme yang dialami komunitas Tionghoa Indonesia, menjadi relevan.
Pada titik ini, jelaslah bahwa seluruh sistem dan struktur yang ada meletakkan kita untuk saling berprasangka dan menyakiti satu sama lain. Karena kita berada dalam konteks privilese dan penindasan yang saling bersinggungan yang disebabkan hal-hal di atas.
Further reading untuk sistem/struktur yang dimaksud:
arielheryanto.files.wordpress.com/2016/02/1999_n…
Lalu, bagaimana kita membongkar rasisme, prasangka, dan ketidakadilan yang menyakiti masing-masing kelompok? Pertama: pahami akar sejarahnya. Kenapa bisa sampai seperti sekarang ini?
Kedua, berhenti memakai kata-kata kasar t*ko, fank*i, hua*a. Tegur keluarga dan teman-teman yang masih memakainya. Dan ketiga, keluar dari bubble sendiri.
Mari kita sama-sama usahakan berdiskusi secara konstruktif, memahami istilah dengan tepat, dan mengutamakan mencari solusi daripada kelemahan sesama.
Kita yang berprivilese dan bernasib baik bisa menempuh pendidikan, memiliki tanggung jawab untuk bersuara. Ini bukan hanya pergumulan kita, tapi pergumulan generasi sebelum kita yang telah melewati ketidakadilan yang tidak pernah diakui.
Permasalahan tidak akan pernah selesai bila kita terjebak dalam perangkap prasangka, mencari siapa yang salah. Padahal sudah jelas, akar permasalahannya adalah rasisme yang mengakar, yang telah tercipta sejak lama dan terstruktur.
tirto.id/13-hari-pemban…
Mengabaikan rasisme yang terstruktur ini adalah sebuah perangkap, yang menyebabkan penindasan rasial tetap berlanjut.
Masih banyak pe-er untuk mewujudkan komunitas Tionghoa Indonesia yang lebih baik. Yuk, sama-sama mengambil peran dan saling mendukung untuk mencapainya!
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Keep Current with Suara Peranakan

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!