Pernah dengar mitos #tumbaljembatan ? Konon setiap ada pembangunan suatu jembatan baru, maka akan ditanamkan tengkorak tumbal pada tiang pancang jembatan tersebut. Korbannya biasanya anak2 atau remaja yg digunakan demi "kelancaran proyek".
Meskipun terdengar aneh, namun banyak daerah khusunya daerah2 pedesaan yang masih mempercayai adanya #tumbaljembatan ini.
Bahkan, tidak jarang kalimat seperti ini meluncur dari lisan para ibu kepada anaknya
"Hati2 kalau kemana2. Di kampung X lagi bangun jembatan"
Konotasinya, anak itu disuruh hati2 karena bisa saja menjadi incaran sebagai #tumbaljembatan . Korban konon akan diculik, kepalanya ditanam di pancang jembatan dan beberapa organ tubuhnya diperjualbelikan.
Karena hal tersebut juga, timbul keparnoan tersendiri dalam diri anak2 (umumnya anak2 desa) terhadap naiknya kasus penculikan yg seiring dengan adanya proyek pembangunan jembatan.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, hal ini disebut "wadal". Wadal berarti seserahan atau qurban untuk makhluk halus.
Org yg mempercayai praktik ini beranggapan, dengan adanya pengorbanan tersebut akan membuat jembatan itu kokoh dan terhindar dari bala.
Tidak hanya jembatan, wadal juga dipakai dalam beberapa aspek pembangunan lain. Dan medianya nuga tidak selalu manusia. Kadang berupa kepala kerbau, darah ayam, kepala sapi, atau sebagainya. Namun entah kenapa untuk #tumbaljembatan lebih identik dengan tengkorak manusia
Untuk yang titip2 gambar mohon ditahan dulu ya, gw mau tau apakah ada yg memiliki pengalaman atau bahkan menjadi saksi mata praktik wadal #tumbaljembatan yang ada di daerah kalian?
Atau ini hanya sekedar kearifan lokal untuk melarang anak2 bermain terlalu jauh dengan menakut2inya dengan sesuatu yg menyeramkan?
Tulis reply mu dibawah
Iya. Kadang ada pekerja proyek yang tewas saat proses pembangunan.
Gw pernah konfirm salah satunya, pembangunan sebuah rusun di jakarta, salah seorang pekerjanya jatuh saat bekerja di lantai 4. Tapi respon orang2 adalah "akhirnya minta tumbal juga"
Tau ga, dulu Menteri Agama RI pernah ngegali area sekitar prasasti Batu Tulis Bogor buat cari harta karun yang konon bisa lunasin hutang negara. Tapi dia ngelakuin itu cuma berlandaskan omongan dukun yang dia percaya.
sebuah utas
Selama ini, kita mendengar banyak masyarakat umum yang menjadi korban penipuan dukun atau paranormal yang mengaku dapat melakukan ini dan itu.
Rendahnya pengetahuan, himpitan ekonomi dan sugesti kuat seringkali jadi alasan para korban mudah terpikat janji manis para dukun.
Tapi gimana kalau korban penipuan dukun adalah seorang Menteri Agama Republik Indonesia yang masih menjabat? Dan parahnya lagi ia sampai merusak situs peninggalan sejarah demi mencari harta terpendam yang dijanjikan sang dukun?
Wanita di kiri bawah foto ini adalah nenek Asyani. Ia bersimpuh, menangis dan memohon ampun kepada hakim agar tidak dipenjara karena dituduh mencuri 7 batang kayu jati "milik" Perhutani.
sebuah utas
Nenek Asyani atau yang bernama asli Muaris adalah seorang lansia 63 tahun yang tinggal di Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur. Sehari hari, beliau bertahan hidup sebagai tukang pijat.
Nenek Asyani membuka praktek itu di rumahnya, sebuah rumah petak 6x5 meter sederhana bantuan dari pemerintah kabupaten karena pada 2004 dahulu nenek Asyani menjadi korban banjir bandang parah di dusun asalnya, Secangan.
Tubuhnya tak besar, wajahnya murah senyum dan ramah. Namun ia berhasil mengalahkan dan mengusir Hercules, preman paling ditakuti kala itu, dari Tanah Abang.
Inilah kisah Bang Ucu Kambing, Panglima Perang Betawi yang legendaris.
sebuah utas
Hercules atau yang bernama asli Rosario de Marshall belakangan kembali diperbincangkan setelah organisasi yang ia pimpin dan bentuk, GRIB JAYA mengalami masalah dengan terlibat beberapa keributan.
Hercules sendiri bukanlah nama yang baru, ia sudah sejak dulu terkenal sebagai salah satu pimpinan preman paling ditakuti di Jakarta pada era 90an.
Rizkil Watoni, seorang ASN yang BD akibat depresi setelah diperas oknum polisi belasan hingga puluhan juta agar kasus salah pahamnya tidak dibawa ke persidangan.
Setelah memotong kemaluan korban hidup hidup dan menampung d4rahnya untuk diminum, pelaku memut1l4si dan menjual daging korban dengan kedok daging sapi. Salah satu pembelinya bahkan sudah mengonsumsinya sebagai olahan rendang hati.
a thread
M. Delfi adalah seorang pemuda yang tinggal bersama ayahnya, Basri Tanjung, di Kabupaten Siak, Riau. Sehari hari, ia bekerja serabutan. Terkadang ia membantu ayahnya berjualan sate, kadang mengambil upah sebagai buruh bangunan.
Hingga akhirnya ia menjadi karyawan sebuah usaha isi ulang galon. Saat usianya masih sangat muda, 19 tahun, pada Februari 2013 ia menikah dengan Dita yang juga berumur sama dengannya. Namun pernikahan ini kandas hanya 8 bulan setelahnya tanpa sempat memiliki keturunan.