Cliff Muntu, Sosok Korban Sejarah Kelam Kekerasan di IPDN yang "Kembali" untuk Membina Juniornya
a thread
IPDN, atau yg dahulunya bernama STPDN, merupakan sebuah instansi pendidikan kedinasan yang menjadi impian banyak orang. Selain karena jenjang karir yang bisa dibilang "terjamin", image disiplin gagah dan berwibawa melekat pada para praja institusi ini.
Namun tidak bisa dipungkiri juga IPDN dikenal pula dengan aksi kekerasan yg pernah terjadi dan mendarah daging antara senior dan junior disana. Walaupun kini hal tersebut sudah jauh berkurang, namun suka tidak suka image tersebut sudah melekat disini.
Nama Cliff Muntu mungkin sudah banyak dilupakan orang. Bagi yg belum tau, Cliff merupakan salah satu korban tewas akibat kekerasan yang dilakukan oleh seniornya di IPDN Jatinangor pada 2007 silam. Cliff dan beberapa temannya "ditatar" oleh para seniornya.
Cliff merupakan salah satu praja yang menonjol di angkatannya. Diketahui, Cliff Muntu merupakan seorang kader Stick Master dan Pataka dari angkatan 17.
Fisik yang sudah lelah dengan aktivitas sehari penuh ditambah pukulan di beberapa area sensitif seperti dada dan ulu hati diduga menjadi kematian Cliff saat itu. Ia dikeroyok oleh belasan seniornya yang kemudian menjadi tersangka dan ditahan.
Kasus Cliff Muntu pada masanya menggetarkan publik. Satu persatu video kekerasan fisik yang dilakukan senior di instansi tersebut menyeruak ke publik. Kecaman datang dari berbagai pihak baik orang tua praja maupun masyarakat pada umumnya.
Singkatnya, kematian Cliff membawa pengaruh besar bagi perubahan di STPDN kala itu yg segera berbenah dan mengubah kembali mindset masyarakay mengenai lembaga pendidikannya.
Bertahun tahun berlalu, nama Cliff Muntu masih jadi pembicaraan para praja maupun purna praja IPDN. Salah satu diantaranya karena kemunculan Cliff pasca kematiannya. Cerita ini dibenarkan oleh banyak orang yg coba mwv kulik beberapa waktu lalu.
Menurut kesaksian praja di Jatinangor, Cliff sering menampakan dirinya mengenakan pakaian putih putih yg ia pakai ketika ia dimakamkan. Cliff biasa muncul di barak pria pada tengah malam.
Terkadang Cliff akan mengingatkan pada para juniornya untuk segera masuk dan beristirahat, serta melarang untuk berkeliaran di malam hari. Beberapa orang yg tidak tau siapa Cliff hanya menurutinya saja karena memang begitulah jika senior memerintahkan juniornya.
Walaupun mereka ragu kenapa baju putih2 (PDU) itu dipakai pada tengah malam oleh seorang senior yg mereka tidak kenali.
Kasus lain adalah pengasuh praja (dari brimob) yang mendapati seorang praja berkeliaran di sekitaran kampus pada waktu tengah malam. Pengasuh itu kemudian menegur dan menarik paksa name tag praja tersebut untuk diadukan dan dicatat sebagai pelanggaran..
Namun ketika diadukan kepada para pengasuh lain yg berasal dr pejabat ipdn, mereka terkejut krn name tag yg dibawa tadi ternyata bertuliskan "Cliff Muntu", praja yg seharusnya sudah wafat 2007 silam..
Aktivitas Cliff dan beberapa sosok lain yg dikenal di IPDN masih menjadi bahasan umum disana. Namun jika ditanyakan kepada para praja atau purna praja, mereka umumnya akan mengatakan bahwa sosok yg menyerupai kak Cliff (biasa ia dipanggil) tidaklah menganggu..
Justru sosok yg menyerupai Cliff dikenal baik dengan sering mengingatkan para juniornya untuk tau waktu. Kemunculannya pun dengan kondisi yang baik, tubuh yang utuh, wajah yang teduh namun sedikit pucat dan pakaian yg rapi..
Tidak hanya Cliff, ada beberapa kesaksian lain mengenai sejumlah sosok yg menyerupai korban jiwa akibat kekerasan senior yg masih eksis menampakkan dirinya di kampus kampus ipdn yg tersebar di Indonesia.
Diantaranya pasukan baris berbaris yang suaranya terdengar jelas namun tidak ada wujudnya. Atau justru sekumpulan sosok yg tengah baris pada waktu yg tidak wajar..
Nama "kak Cliff" sampai saat ini masih sangat dihormati oleh para praja dan purna praja ipdn. Kemunculannya dan wujudnya yg baik pula membuat Cliff dihormati walau jasadnya tidak lagi ada. Namun cita2 dan semangatnya yg tersisa disana, masih terus membina para juniornya
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Rizkil Watoni, seorang ASN yang BD akibat depresi setelah diperas oknum polisi belasan hingga puluhan juta agar kasus salah pahamnya tidak dibawa ke persidangan.
Setelah memotong kemaluan korban hidup hidup dan menampung d4rahnya untuk diminum, pelaku memut1l4si dan menjual daging korban dengan kedok daging sapi. Salah satu pembelinya bahkan sudah mengonsumsinya sebagai olahan rendang hati.
a thread
M. Delfi adalah seorang pemuda yang tinggal bersama ayahnya, Basri Tanjung, di Kabupaten Siak, Riau. Sehari hari, ia bekerja serabutan. Terkadang ia membantu ayahnya berjualan sate, kadang mengambil upah sebagai buruh bangunan.
Hingga akhirnya ia menjadi karyawan sebuah usaha isi ulang galon. Saat usianya masih sangat muda, 19 tahun, pada Februari 2013 ia menikah dengan Dita yang juga berumur sama dengannya. Namun pernikahan ini kandas hanya 8 bulan setelahnya tanpa sempat memiliki keturunan.
JURNALIS YANG DIANIAYA HINGGA CACAT PERMANEN PASCA BONGKAR KEGIATAN PERDAGANGAN KAYU ILEGAL DI KALIMANTAN.
a thread
Abi Kusno Nachran, merupakan seorang pria kelahiran Pangkalan Bun tahun 1941. Ia berprofesi sebagai jurnalis untuk Tabloid Lintas Khatulistiwa, sebuah surat kabar lokal di Kalimantan.
Tulisan tulisan Abi Kusno sering menyentil para oligarki dan mafia mafia dibalik pembabatan serta penjualan kayu ilegal dari hutan di Kalimantan. Tidak hanya menulis, ia kerap melaporkan hasil temuannya kepada aparat untuk diusut.
Apa jadinya kalau kalian pergi ke sebuah warung soto lamongan, membeli sebungkus soto ayam dan memakannya lalu tiba tiba kalian diberitau kalau warung soto tersebut baru saja digrebek polisi karena menghidangkan soto dengan daging manusia?..
Ya, ini bukan potongan adegan film, namun kejadian nyata kasus yang sangat menggemparkan pada masanya : kasus Benget Situmorang dan soto dari daging istrinya.
Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, para relawan hanya bisa menemani Omayra menuju kematiannya setelah tersangkut dan terendam air selama 60 jam.
a thread
Pada 13 November 1985, Gunung berapi Nevado del Ruiz di Kolombia meletus. Meskipun tanda tandanya sudah terdeteksi, pemerintah setempat gagal melakukan evakuasi dan berakibat pada jatuhnya ribuan korban.
Kota Armero, salah satu daerah paling terdampak, bahkan kehilangan 20 ribu dari total 29 ribu penduduknya. Mereka umumnya tewas akibat banjir lahar yg menerjang kota. Salah satu korban di daerah itu adalah keluarga Omayra Sanchez Garzon, seorang gadis berusia 13 tahun.