Untuk membahas situasi terkini mengenai ancaman overkapasitas fasilitas kesehatan, siapkah kita menginjak rem darurat? #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Sudah hadir di #MataNajwa, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dan Manager Pelayanan Medik Rumah Sakit UI, Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Anies Baswedan dalam Konferensi Pers yang disiarkan di kanal Youtube Pemprov DKI pada 14 September 2020. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Situasi wabah di Jakarta ada di kondisi Darurat. Presiden juga sudah menyatakan, jangan restart ekonomi sebelum kesehatan terkendali,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kita akan menarik rem darurat, kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti awal pandemi. Bukan lagi transisi, tapi PSBB sebagaimana awal dulu,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Begitu dilakukan pembatasan, kasus menurun dan kita bisa menyelamatkan sodara2 kita. Kita bisa selamatkan warga DKI Jakarta,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Sejak Maret, ketika pertama kali menerima pasien pertama Covid, sampai April, RSUI jadi rujukan untuk Jawa Barat dan Jakarta," kata Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Kita hanya punya 25 kasur. Lalu kita tambah 40 lagi. Itu nggak pernah penuh. Tapi sebulan ini, pasien sekarang tiga kali lipat dari awal," kata Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Problemnya, ketika RS penuh, nakes khusus Covid selalu berkontak dengan pasien biarpun pakai APD. Tapi yang lain yang bukan khusus Covid, kan tidak dalam kondisi menggunakan APD. Bagaimana jika mereka saling kontak?" kata Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kita siapkan khusus di lantai 10 RSUI untuk tenaga kesehatan positif," kata Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Sekarang di dalam ICU kita, perawat dan dokter hanya boleh paling lama empat jam. Kerja tetap 8 jam. Karen itu, shiftnya terpaksa kita tambah.Tapi semua terkendali karena kita nggak boleh menampung melebihi kapasitas," kata Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Kondisi overkapasitas dialami langsung oleh salah satu dokter di salah satu rumah sakit kelas C di Cikupa, Tangerang, yang kesulitan mencari rumah sakit rujukan bagi pasien. Sudah terhubung dengan #MataNajwa, dokter Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Kita benar-benar kesulitan mencari rujukan karena kita memang di awal kita tidak merawat pasien COVID-19," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Mau enggak mau sambil menunggu ada RS yang mau kita rujuk ya kita kelola pasiennya" kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Sudah dari awal pandemi itu kebijakan RS mendirikan tenda untuk suspect covid" kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Awalnya tenda itu untuk pasien yang datang dengan gejala demam. Kami memisahkan pasien umum dan pasien bergejala" kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Awal pandemi sampai pertengahan kami memang agak mudah dibanding akhir bulan dan awal bulan ini," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Pada pertengahan pandemi kami bisa dapat pasien di shift malam, lalu shift pagi kami baru bisa dapat RS rujukan langsung acc kirim," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Kalau sekarang kami bisa lebih dari 2 hari baru dapat rumah sakit rujukan," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Kami dan teman-teman komitmen setiap pasien yang datang akan kami maksimalkan kesehatannya. dengan peralatan yang tidak memadai kami memaksimalkan apapun yang kami punya," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Di akhir bulan kemarin kami kebetulan dapat pasien dengan gejala sedang sampai berat. Butuh ventilator tapi RS kami tidak menyediakan ventilator khusus untuk pasien suspect," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Di Jabodetabek, penduduk banyak sekali dan pasiennya sekitar 30% dari Bodetabek. Ini jadi beban DKI juga beberapa daerah lainnya juga terbatas tempat isolasi," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Pasien dengan kondisi sedang dan ringan bisa dipindahkan ke RS Wisma Atlet. Karena ini perlu redistribusi rumah sakit yang ada. Masyarakat perlu melakukan protokol yang ketat," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Ruangan kami awalnya tidak punya isolasi. Sekarang manajemen membuka bangsal khusus isolasi tapi isolasi ini penuh jadi mau tidak mau kita buka lagi untuk isolasi, IGD juga penuh dan tenda pun juga penuh," kata dr. Ottiara Febriannisa Akbariah. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Tingkat kematian tenaga kesehatan di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Bagaimana para dokter menghadapi situasi ini dalam perjuangan melawan pandemi? #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Sudah terhubung dengan #MataNajwa, dr. Tri Maharani, dokter di salah satu Rumah Sakit di Jawa Timur, yang menyaksikan sejumlah koleganya gugur dalam tugas. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Ada 15 dokter dan dua perawat yang saya kenal yang kini wafat karena Covid. Saya sedih karena saya tahun kisah-ksiah mereka. Ketika wafat, saya tidak bisa melihatnya,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Saya paham karena mereka (orang-orang yang menyepelekan jumlah dokter yang wafat karena Covid) tidak ikut menghitung dan melihat dan merawat orang yang sakit itu,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Sedangkan saya sejak Januari sudah ikut terlibat dalam penanganan medik Covid, bahka saya sempat kena Covid,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kalau ada yang tidak percaya soal jumlah dokter yang meninggal, silahkan kita kerja sama. Karena untuk apa berbohong? Apalagi soal nyawa?” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Saya tahu, orang sakit Covid nggak cuma virusnya atau stigma dari orang-orang sekitar, dan berita-berita yang nggak benar," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Ada yang komen kenapa saya dokter tapi bisa kena Covid? Saya jawab, karena saya terlibat dan berkontak (dengan pasien Covid) dalam penanganan Covid,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Dibutuhkan edukasi dan pemahaman yang benar soal ini. Karena itu saya berpikir bagaimana kita bisa melawan stigma ini? Itu memang nggak mudah,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Anggap satu dokter merawat 1000 pasien. Kalau 100 dokter yang meninggal? Ada berapa banyak pasien yang tidak tertangani?” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Dokter yang meninggal ini semua aset negara. Sumber Daya manusia yang memiliki ilmu yang tidak mudah ditemukan. Satu dokter meninggal, negara sudah kehilangan aset negara,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kita akan kehilangan banyak hal kalau kita membiarkan nakes meninggal begitu saja karena hal-hal yang seharusnya bisa kita cegah. Karena perjuangan nakes ini berbeda. Kami bekerja di bawah sumpah,” kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kami bekerja bukan hanya untuk uang dan jabatan, tapi untuk nyawa manusia," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Saya paham masyarakat Indonesia, kita lebih banyak percaya mitos daripada medis itu yang bikin kita salah berjamaah terhadap orang-orang medis," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Dalam masa pandemi sekarang kalau kita mau melakukan hal untuk cari keuntungan agar dapat uang saya kira tidak ada orang mau pertaruhkan nyawa demi hal itu karena kita tidak tahu kita terinfeksi atau tidak," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Waktu kami dididik di sekolah kami semua dididik bahwa nyawa itu harganya tidak terbatas. Kita dokter bertaruh nyawa untuk orang lain," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Karena pemahaman yang dangkal akan profesi medis. mereka lebih percaya mitos yang membelenggu bangsa kita berpuluh tahun," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Sebagian besar mereka (tenaga kesehatan) mengalami stigmatisasi melalui pengusiran, contohnya dilarang naik angkot dan lain-lain. Di situ otoritas pemerintah harus hadir," kata Ahmad Arif. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Pemerintah harus punya sikap tegas dan tidak bisa membiarkan nakes harus berhadapan dengan masyarakat yang tidak punya pengetahuan cukup bahkan saat meninggal saja ditolak. Ini krisis yang terjadi," kata Ahmad Arif. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Akarnya karena pemahaman masyarakat yang belum lengkap, belum menyentuh akar rumput, stigmatisasi masih terjadi," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Hasil positif (COVID-19) adalah hasil dari PCR, dari lab, tidak bisa (yang negatif) dipositifkan. Pun dicek juga oleh Kemenkes," kata dr. Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Dibanding biasanya, insentif yang didapatkan dokter itu jauh berbeda, hanya 50% atau 30% yang kita dapatkan dari biasanya. Insentif ini juga diaudit," kata dr. Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Dalam kondisi ini kalau dituduh kita cari uang itu sangat salah. Kami hanya memberi hati nurani kami. Bagi nakes uang bukan prioritas, tetapi nyawa," kata dr. Tri Maharani. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Jakarta akhirnya mengambil langkah atas persoalan peningkatan kasus Corona. Apa yang berbeda dari pembatasan yang diterapkan kali ini, sudah terhubung dengan Mata Najwa, Gubernur DKI Jakarta, @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kasus aktif ini artinya mereka yang sudah terpapar dan dalam isolasi. Secara umum, 50% tanpa gejala, 35% bergejala ringan, dan 15% gejala sedang atau berat yang butuh perawatan,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Dengan situasi ini, kapasitas tempat tidur isolasi kita, bila kita tidak menarik rem, maka pada 17 September diprediksi akan penuh,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Dan pada awal Oktober diperkirakan kapasitas tempat tidur isolasi akan meningkat menjadi 4.807. Ini belum ruangannya,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Dokter pun kita akan tambahkan. Karena jumlah kasus bertambah terus, kapasitas RS, kemampuan jumlah nakes tidak memadai. Kalau didiamkan, akan keos,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kita punya pengalaman menjalankan ini di Jakarta. Kita akan laksanakan pendisiplinan bersama TNI Polri, kita akan pastikan 11 sektor yang diijinkan beroperasi, itu beroperasi dengan 50% dan dengan pengawasan yang ketat,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Transportasi umum akan berkurang jumlah kendaraan dan intensitasnya. Ganjil Genap ditiadakan. Kegiatan restoran, warung dibolehkan hanya untuk take away,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Rumah ibadah yang sifatnya untuk komunitas lokal diijinkan, hanya untuk wilayah yang tidak ada kasus Covid. Tempat ibadah yang sifatnya raya (jamaahnya dari berbagai daerah) tidak diizinkan,” kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Ada bidang yang vital yang masih beroperasi. Mereka boleh beroperasi dengan kapasitas 50 persen dan mengikuti protokol kesehatan," kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Yang boleh beroperasi pertama bidang kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi, keuangan, logistik ,perhotelan, konstruksi bisa berfungsi tapi semua pekerja tidak boleh meninggalkan arena pekerjaan," kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Industri strategis diizinkan beroperasi, pelayanan dasar tempat pelayanan kebutuhan sehari-hari masih bisa beroperasi," kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Proses koordinasi besok akan kita bahas dengan pemerintah pusat dan teman-teman walikota, bupati, gubernur yang membawahi kawasan tetangga Jakarta," kata @aniesbaswedan. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Daerah penyangga juga harus dilakukan pengetatan. Daerah lain yang kasusnya tinggi juga harus belajar dari DKI," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Semua pemda harus mereview keadaan yang sekarang kalau perlu melakukan rem darurat ya lakukan, demi keselamatan masyarakat," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Ada beberapa provinsi yang harus mereview. 5 provinsi dengan kasus tertinggi yaitu Jakarta, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Bali ini provinsi yang kasusnya tinggi," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
"Antardaerah perlu saling kerja sama. Kalau ada daerah yang merah, ya kejar tracing di situ. Kalau tidak ada tindakan ini maka akan muter saja. Alhamdulilah 6 bulan kita masih hidup, tapi 6 bulan ke depan tidak tahu," kata dr. Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Jakarta memang sudah wajib menarik rem darurat. Yang saya khawatir dengan daerah-daerah yang melawan Covid ini dengan peta buta," kata Ahmad Arif. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Jawa timur konsisten jumlah kasusnya tinggi, tapi jumlah tesnya belum memadai. Wilayah seperti Ini harus dilakukan pembatasan ketat," kata Ahmad Arif. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Kita seperti diam-diam menghadapi penyakit dengan peta buta, ini bahaya sekali," kata Ahmad Arif. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Ini adalah tanggung jawab kita semua. Setiap pimpinan daerah harus memahami data wilayahnya sendiri," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Berapa banyak mereka sudah lakukan test dan tracing? Dan itu yang harus dikejar, sehingga kemampuan testingnya naik. Jangan sampai karena testingnya lambat, orangnya sudah kemana-mana," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Semua harus kerjasama laukna trace dan testing. Kalau nggak kita nggak akan mampu menghadapi pandemi ini," kata Wiku Adisasmito. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
“Sebagai nakes kami cemas sekali. Kami harapkan dari masyarakat dan pemerintah ini jelas satu arah. Bukan cuma soal tes, tracing, tapi bereskan dulu (kondisi) di satu wilayah," kata dr. Rakhmad Hidayat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Tingkat kematian tenaga kesehatan di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Tri Maharani, dokter di Jawa Timur, menceritakan pengalamannya menangani wabah COVID-19. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Mulai Senin 14 September 2020, DKI Jakarta akan menerapkan PSBB total lagi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan apa yang boleh dibuka dan harus ditutup. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Lima provinsi termasuk wilayah dengan insiden COVID-19 tertinggi. Sedangkan lima kota diwanti-wanti bersiap tarik rem darurat. #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
Enam bulan lamanya pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Kasus positif belum menunjukkan penurunan. Apa yang sebaiknya dilakukan? #MataNajwaSiapSiapRemDarurat
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
MATA NAJWA "MENEMUKAN" DADANG
Banyak yang bertanya siapa Dadang Indarto? Berikut ceritanya:
sebuah utas | MATA NAJWA
1. Aremania bukan organisasi. Tak ada pengurus. Tak ada ketua atau jubir. Cukup tricky untuk mencari perwakilan resmi, apalagi situasi tribun itu dinamis dan kadang beragam.
2. Pilihannya Sam Yuli Sumpil. Bukan semata ukuran popularitas, tapi juga karena ia dirijen. Di stadion, dirijen bisa berpengaruh menentukan ritme tribun. Tapi Sam Yuli tak bisa ke Jakarta. Ia mengaku masih terpukul, dan masih perlu banyak takziah.
Kawan-kawan mari bergabung di Live Streaming Mata Najwa. Sila klik link berikut. | Mata Najwa
Saat ini Najwa Shihab tengah berbincang dengan Menkopolhukam, Mahfud MD, terkait aturan gas air mata dalam gelaran sepak bola. #UsutsampaiTuntas
Yohanes Prasetyo, saksi tragedi Kanjuruhan memaparkan bagaimana situasi pada 1 Oktober 2022, “Kami Aremania satu jiwa, teman-teman sakit saya juga merasakan sakit.”
Cerita tentang kasus-kasus yang telantar di kepolisian tak pernah ada habisnya.
Dari penanganan kasus pemerkosaan anak yang menyisakan banyak masalah, kekerasan aparat dalam pemeriksaan maupun di jalanan, hingga tebang pilih yang condong kepada pejabat dan mereka yang punya kuasa ketimbang jelata.