Anak Tangsi Profile picture
11 Sep, 20 tweets, 3 min read
°

Supersemar, Inti Rezim Orde Baru yang Palsu

1. Supersemar yang otentik belum juga ditemukan hingga sekarang. Akibat dari surat perintah itu begitu mengerikan.

Oleh Hendri F. Isnaeni | 11 Mar 2016
2. HARI ini, 11 Maret 1966,
Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) lahir.
Namun, hingga kini ia masih diselubungi kontroversi.
Ada tiga kontroversi di seputar Supersemar, yaitu teks, proses mendapatkan surat itu, dan interpretasi perintah dalam surat itu.
3. Demikian diungkapkan sejarawan Asvi Warman Adam dalam diskusi “Supersemar : Penulisan dan Pelurusan Sejarah” yang digelar Komunitas Penulis Penerbit Buku Kompas di Bentara Budaya, Jakarta, (10/3).
Pembicara lain adalah sejarawan Jepang Aiko Kurasawa dan Daniel Dhakidae.
4. Menurut Asvi, naskah otentik Supersemar sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyimpan tiga versi Supersemar.
Namun, setelah diuji laboratorium forensik Mabes Polri, semuanya tidak otentik alias palsu.
5. Meski demikian, ANRI tetap menyimpannya sebagai pembanding jika suatu saat nanti naskah otentik Supersemar ditemukan.

Supersemar, lanjut Asvi, diperoleh dengan cara tekanan.
6. Hal ini terlihat dari upaya sebelumnya melalui Hasjim Ning dan Dasaad, dua pengusaha yang dekat dengan Sukarno, yang menemui Sukarno dengan membawa surat dari Soeharto. Mereka meminta Sukarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto.
7. Sukarno marah dan sempat melempar asbak sambil mengatakan, “Kamu sudah pro-Soeharto.”

Setelah misi kedua pengusaha itu gagal, pada 11 Maret, tiga jenderal, Basuki Rachmat, M. Jusuf, dan Amirmachmud, menemui Sukarno di Istana Bogor.
8. Merekalah yang membawa Supersemar dan menyerahkannya kepada Soeharto di markas Kostrad.

“Mayor Jenderal Amirmachmud menginterpretasikan surat itu sebagai pengalihan kekuasaan (transfer of authority), sesuatu yang dibantah kemudian oleh Presiden Sukarno,” ujar Asvi
9. Padahal, kata Asvi, fotokopi Supersemar yang tersimpan di ANRI, meski terdapat berbagai versi, memiliki substansi yang sama, yakni pemberian tugas kepada Jenderal Soeharto untuk pengamanan jalannya pemerintahan dan pengamanan keselamatan pribadi presiden,....
10. kemudian melaporkan pelaksanaannya kepada Sukarno. Itu yg tidak sepenuhnya dijalankan Jenderal Soeharto

“Seandainya arsip Supersemar yg otentik tidak kunjung ditemukan,hal itu tidak mengurangi kelengkapan narasi sejarah tentang pergantian kekuasaan tahun 1965/1966” kata Asvi
11. Aiko Kurasawa melihat Supersemar dari sudut pandang Dewi Sukarno, istri Presiden Sukarno dari Jepang.

Menurutnya, semula Dewi sama sekali tidak sadar atas seriusnya dampak dari Supersemar itu, malah dia optimis dengan Supersemar akan dapat mengendalikan keadaan.
12. Dewi baru menyadari ketika dia dan Soeharto bermain golf pada 20 Maret 1966.

Soeharto memberi tiga opsi kepada Dewi agar dipilih Sukarno : pergi ke luar negeri untuk beristirahat, tetap tinggal tapi sebagai presiden sebutan saja, atau mengundurkan diri secara total.
13. Soeharto merekomendasikan opsi ke 1 & menyarankan Jepang atau Mekah sbg tempat peristirahatan.
“Belakangan Dewi memberi kesaksian kepada saya bahwa begitu mendengar 3 opsi saran Soeharto itu,dia baru menyadari bahwa dia & suaminya telah kalah dlm pertandingan ini,” kata Aiko
14. Daniel Dhakidae mengatakan bahwa hampir tidak ada yang tahu pasti apakah benar ada Supersemar.
Semua percaya ada, namun buktinya hampir tidak ada.

Menurutnya, tandatangan Sukarno dalam Supersemar adalah palsu, apalagi yang satu dengan “Soekarno” yang lain “Sukarno”.
15. “Dengan demikian sesuatu yang dianggap inti Orde Baru sudah palsu,” kata Daniel.

“Kita membicarakan sesuatu yang sungguh mengerikan, historical inferno.
Kalau kita mau melihatnya dari kacamata cause and effect, maka penyebabnya sama sekali sudah tidak penting.
16. Surat itu ada / tidak menjadi tidak penting karena konsekuensinya begitu brutal. Semua membunuh semua yg dianggap PKI,” lanjut Daniel.
Dng dasar Supersemar, Soeharto mengeluarkan perintah pertama : bubarkan PKI,kemudian tumpas hingga ke akar2nya. Pembunuhan massal pun terjadi
17. Setelah Supersemar, menurut Daniel, masyarakat dan sejarah Indonesia berubah total: tidak lagi extrovert versi Bung Karno yakni imperialisme / kolonialisme versus nasionalisme; ....
18. tetapi menjadi terlibat versus tidak terlibat, bersih diri versus tidak bersih diri, bersih lingkungan versus tidak bersih lingkungan.
19. “Ketika memasuki tahap ‘bersih lingkungan’ maka terjadi criminalization of one’s genealogy, garis keturunan ke atas turut memikul beban dosa versi Orde Baru.
Yang kakeknya seorang aktivis PKI terkutuk juga meskipun dia belum lahir pada tahun 1965,” pungkas Daniel.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Anak Tangsi

Anak Tangsi Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @bwarmed

12 Sep
°

Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI untuk Generasi Muda yang Mana?

1. Film propaganda yang berhasil menanamkan trauma dan dendam pada generasi muda era Orde Baru. Apakah harus terus diwariskan ?

Oleh Bonnie Triyana | 21 Sep 2017 Image
2. SETELAH sempat dihentikan penayangannya semenjak September 1998, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan agar film Pengkhianatan G30S/PKI besutan sutradara Arifin C. Noer kembali diputar di berbagai tangsi militer dan sekolah-sekolah di Indonesia.
3. Gagasan tersebut memicu kontroversi, bukan hanya karena persoalan akurasi sejarahnya, melainkan pula karena komentar eksentrik panglima atas pro-kontra pemutaran film itu : “Emang gue pikirin ?!”
Read 30 tweets
11 Sep
°

Supersemar dan Tafsir Soeharto

1. Soeharto tidak menjalankan perintah Sukarno dalam Supersemar. Dia mengambil langkah sendiri untuk berkuasa.

Oleh Hendri F. Isnaeni | 12 Mar 2015
2. Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966) berisi perintah Sukarno kepada Soeharto untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan umum.
3. Perintah kedua adalah meminta Soeharto untuk melindungi presiden, semua anggota keluarga, hasil karya dan ajarannya. Namun, Soeharto tidak melaksanakan perintah tersebut dan mengambil tindakan sendiri di luar perintah Presiden Sukarno.
Read 25 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!