Anak Tangsi Profile picture
12 Sep, 40 tweets, 5 min read
°

Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI untuk Generasi Muda yang Mana?

1. Film propaganda yang berhasil menanamkan trauma dan dendam pada generasi muda era Orde Baru. Apakah harus terus diwariskan ?

Oleh Bonnie Triyana | 21 Sep 2017
2. SETELAH sempat dihentikan penayangannya semenjak September 1998, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan agar film Pengkhianatan G30S/PKI besutan sutradara Arifin C. Noer kembali diputar di berbagai tangsi militer dan sekolah-sekolah di Indonesia.
3. Gagasan tersebut memicu kontroversi, bukan hanya karena persoalan akurasi sejarahnya, melainkan pula karena komentar eksentrik panglima atas pro-kontra pemutaran film itu : “Emang gue pikirin ?!”
4. Melalui telegram nomor ST/1192/2017, panglima menyebutkan dasar pemutaran film itu merupakan bentuk “kewaspadaan terhadap bakal maraknya pemutaran film The Look of Silence, diskusi tragedi 1965 dan kegiatan propaganda pemutarbalikan sejarah.”
5. Telegram yang sama juga menyebutkan bahwa pemutaran film tersebut untuk “mengingatkan kembali peristiwa pemberontakan G30S/PKI tahun 1965, khususnya bagi generasi muda yang tidak mengerti tentang PKI dan bahaya latennya.”
6. Pertanyaannya, seberapa efektifkah film tersebut menggalang solidaritas anti-komunis di kalangan generasi muda zaman milenial ini?
7. Mampukah film tersebut meraih sukses untuk merawat trauma massa atas komunisme dan melanggengkan hegemoni ingatan penguasa atas warganya sebagaimana yang pernah terjadi di masa pemerintahan Soeharto?
8. Tidak sebagaimana umumnya produksi film lainnya, film dokudrama Pengkhianatan G30S/PKI ini dibuat bukan untuk hiburan. Itu bisa dilihat dari rangkaian kisah pembuatannya. Naskah skenario ditulis berdasarkan buku Tragedi Nasional Percobaan Kup G 30 S/PKI di Indonesia .....
9. karya sejarawan Nugroho Notosusanto & Ismail Saleh. Nugroho Menteri Pendidikan & Kebudayaan (1983-1985) yg identik dng desain penulisan sejarah Orde Baru yg menempatkan Soeharto sebagai tokoh sentralnya, sedangkan Ismail Saleh kala itu menjabat sebagai Jaksa Agung (1981-1984).
10. Produksi film berbiaya Rp. 800 juta itu dilakukan oleh Pusat Produksi Film Negara (PPFN) yang dipimpin Brigjen. G. Dwipayana sekaligus staff kepresidenan Soeharto.
Sulit untuk tidak mengatakan film tersebut sebagai propaganda politik pemerintah Soeharto, ...
11. karena pemutaran serentak di berbagai bioskop diiringi kewajiban menonton bagi semua murid sekolah di tengah jam pelajaran.

Film berdurasi selama 271 menit (3,5 jam) itu mengisahkan latar belakang krisis ekonomi masa Sukarno dan konflik ideologis di tingkat akar rumput.
12. Dilanjut oleh situasi politik nasional yang diwarnai isu sakitnya Presiden Sukarno dan gerakan PKI mempersiapkan kudeta dengan menggunakan sekelompok tentara yang berpikiran maju untuk menjalankan aksinya.
13. Puncak ketegangan terjadi pada adegan penculikan dan penyiksaan para jenderal di Lubang Buaya disertai tarian “Harum Bunga” anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat.

Film berakhir pada situasi iring-iringan pemakamanan para jenderal yang disertai pidato Jenderal AH. Nasution.
14. Era 1980-an adalah masa puncak kekuasaan Soeharto. “Dalam banyak hal,” demikian sejarawan MC. Ricklefs dalam Sejarah Modern Indonesia, “Soeharto dan struktur pemerintahannya tampak tak tertandingi.”
15. Duapuluh tahun pertama sejak Soeharto berhasil menggantikan Sukarno, kekuasaannya berhasil melakukan konsolidasi di berbagai bidang sehingga mengukuhkan posisi kunci sebagai pusat dari segala macam pengambilan keputusan di republik ini.
16. Kepemimpinan militer dan birokrasi ditempati oleh orang-orang setianya.
Para pengikut lama yg dinilai tak setia 1 per 1 digeser keluar dari lingkaran inti kekuasan.
Ali Moertopo, 1 dari sekian jenderal terdekat Soeharto dicampakkan begitu saja setelah bergelagat menentangnya.
17. Kepala daerah di berbagai provinsi dan kabupaten harus mendapat restu dari presiden sebelum dilantik berkuasa di daerahnya masing-masing.

Di bidang politik, konsolidasi kekuasaan Soeharto telah rampung setelah proyek fusi partai sukses dilakukan pada 1973.
18. Semenjak itu hanya ada tiga peserta Pemilu yang terdiri dari dua partai politik (PDI dan PPP) serta satu Golongan Karya sebagai mesin politik penguasa.

Perolehan suara Golkar hampir selalu di atas 60 persen dengan hasil akhir memilih Soeharto sebagai presiden.
19. Namun demikian, di era puncak itu pula cahaya kekuasaan Orde Baru justru memulai masa redupnya.

Sebagai figur penguasa yang memulai masa kekuasaannya dari krisis politik 1965, Soeharto mendapat mandat kekuasaan dari citra yang dibangun .....
20. sebagai penyelamat bangsa dan negara dari ancaman komunisme. Pemilihan umum diselenggarakan sebagai hajat rutin lima tahunan dengan hasil yang selalu bisa ditebak, ketimbang pesta demokrasi yang memberikan peluang sirkulasi kekuasaan baru.
21. Pada era yang sama pemerintahan Soeharto mengundang banyak kritik bahkan perlawanan dari kelompok oposisi. Kendati selalu berakhir dengan kemenangan Soeharto, protes makin marak seiring represifnya rezim terhadap kritik oposisi.
22. Beberapa kelompok penentang muncul ke permukaan, antara lain Petisi 50 yang terdiri dari gabungan pensiunan jenderal dan aktivis penentang Soeharto.

Kelompok Islam politik pun menunjukkan taringnya menentang pemerintahan Soeharto yang dipersepsikan anti-Islam.
23. Citra itu muncul setelah pemerintah menindak keras sejumlah demonstran dalam insiden Tanjung Priok 1984.

Ratusan orang terluka dan puluhan lainnya tewas, termasuk Amir Biki pemimpin demonstran.
24.Sementara itu situasi dunia pada era 1980 pun dipengaruhi Perang Dingin antara USA (blok barat) dng Uni Soviet (blok timur).
Dampak perang tanding kapitalisme dng komunisme masih menjadi ancaman kawasan sebagaimana doktrin Truman yg dirumuskan sejak era awal Perang Dingin 1947
25. Di dalam negeri,isu komunisme selalu jadi menu utama kewaspadaan rezim Soeharto sebagai penguasa yg mencitrakan diri sebagai musuh terbesar kaum kiri itu.
Kekhawatiran itu kian memuncak ketika pada 1979 seluruh tahanan politik Pulau Buru dibebaskan atas desakan internasional.
26. Kekuasaan yang kuat secara politik karena dukungan mesin birokrasi dan militer ternyata ringkih secara historis.
Ia muncul bukan dari mandat konstituen hasil proses demokrasi yang terbuka dan jujur.
27. Sehingga merawat ingatan atas asal-usul kemunculan kuasa Soeharto melalui pabrikasi kisah sejarah menjadi sangat penting. Orde Baru butuh musuh bersama dan yang paling bebuyutan adalah PKI.

Maka film Pengkhianatan G30S/PKI dibuat dalam rangka itu.
28. Pertama, ia berfungsi sebagai medium untuk merawat trauma massa atas kekejian PKI sebagaimana telah disiarkan selama bertahun-tahun melalui media cetak yang berafiliasi kepada Angkatan Darat segera setelah mayat para jenderal ditemukan di Lubang Buaya, 3 Oktober 1965.
29. Kedua, bagian dari hegemoni penguasa atas ingatan kolektif. 

Ketiga, bertujuan melegitimasi kekuasaan Soeharto sebagai penyelamat bangsa dari kebangkrutan nasional akibat sepak terjang gerakan komunis.
30. Pada masanya, propaganda tsb berhasil menyeragamkan ingatan massa atas sejarah tafsiran penguasa. Itu dimungkinkan karena pemerintah membatasi kebebasan berpendapat. Arus informasi pun datang melalui media massa yang masih terbatas dan sepenuhnya di bawah kontrol kekuasaan.
31. Generasi muda masa itu tak punya pilihan lain kecuali menonton & menyimpan ingatan adegan demi adegannya sebagai dendam serta trauma.
Hasilnya adalah dukungan terhadap pemerintah Soeharto sebagai penguasa yg sah, menjalankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen,
32. membebaskan negeri dari ancaman komunisme yang biadab dan keji. Dalam soal ini, film Pengkhianatan G30S/PKI telah memenuhi fungsinya sebagai film propaganda.
33. Tapi kini mungkin lain lagi ceritanya.
Tak seperti generasi pendahulu yang pasrah menerima satu versi sejarah, generasi terkini punya akses internet yang bisa menyediakan berbagai informasi yang mereka inginkan.
34. Sekarang abad 21,bukan abad 20, saat film Pengkhianatan G30S/PKI hanya diputar dibioskop & setahun sekali di TV tanpa pernah terdengar kritik terbuka atas film tsb.
Film yg sama kini bisa diakses melalui Youtube & artikel ulasan kritis mengenainya bisa didapat melalui google
35. Itikad propaganda masa Orde Baru tentu tak bisa diberlakukan di era sekarang. Meniru hal yang sama dengan Orde Baru melalui pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI belum tentu sepenuhnya mendapatkan hasil yang sama.
36. Alih-alih memetik pelajaran sejarah, film tersebut berpotensi mewariskan dendam serta stigmatisasi berkepanjangan terhadap terhadap mereka yang dituduh sebagai anggota, simpatisan, bahkan keluarga PKI.
37. Rangkaian panjang huru-hara politik peralihan Sukarno ke Soeharto tak cukup terwakili oleh film yang hanya mengisahkan pembunuhan enam perwira tinggi dan satu perwira pertama Angkatan Darat itu.
38. Padahal peristiwa pembunuhan jenderal juga diikuti tindakan persekusi massal dan genosida politik 1965-1966 terhadap ribuan anggota dan simpatisan PKI di berbagai daerah.
39. Kedua episode berdarah dalam sejarah itu seyogianya diketahui generasi muda milenial sehingga mereka tak mewarisi beban ingatan yang sarat trauma dan dendam dari generasi sebelumnya.
40. Film-film dokumenter seperti Jagal, Senyap dan Shadow Play mestinya tidak dituduh sebagai upaya pemutarbalikan sejarah tapi justru ikhtiar melengkapi narasi sejarah yang selama ini terpenggal dan tersembunyi.

°

Sumber
historia.id/politik/articl…

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Anak Tangsi

Anak Tangsi Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @bwarmed

24 Oct
°
°

Ulasan | ✍️ Andrez Leonel

1. Awalnya mereka berunjuk rasa "DAMAI" ,
meneriakan keadilan untuk "RAKYAT",
ketidak puasan atas pemerintah, lalu memprovokasi,
rakyat, dari yang bodoh,
pintar,
terpelajar,
sarjana,
intelektual,
cendekiawan,
dosen,
dokter,
guru2 , ..
2. dan mantan tentara serta polisi,

Fitnah propaganda kebencian terhadap pemerintah mereka lancarkan melalui media massa maupun Sosmed,
mirip lah seperti yang kita alami saat ini di negeri tercinta NKRI.
3. Mereka menggunakan AGAMA untuk menyembunyikan agenda "MAKAR" yang sedang mereka rencanakan untuk merebut kekuasaan dari Pemerintahan yang SAH di pilih secara demokratis.
Read 7 tweets
24 Oct
°
°

Ulasan | ✍️ Abi Hasantoso

“Siklus Hidup SJW J@nc***k!”

1. Istilah SJW (Social Justice Warrior) alias Pendekar Keadilan Sosial mulai marak tahun 2019 lalu. Terutama di ranah media sosial.
Wa, bil khusus di micro-blogging, Twitter.
2. Mereka, SJW-SJW itu,
adalah sekumpulan orang yang mengaku aktivis serba bisa dan serba tahu, paling sok iye,
yang selama ini dikenal sebagai anak-anak LSM yang hidup dari jualan proposal-proposal ke lembaga donor dari luar negeri atau ...
3. atau orang-orang asing atau orang-orang (politikus/pengusaha/koruptor) yang merasa dirugikan bisnisnya oleh pemerintah.

Kerjaan utama SJW itu cuma nyinyir aja ke pemerintah dan menjelek-jelekkan negaranya sendiri - bahkan tak sedikit yang jadi pengkhianat bangsa.
Read 9 tweets
24 Oct
°
°

✍️ Ediez Eidelweiss

MENGAPA INVESTOR GLOBAL PROTES UU CIPTA KERJA ?

1. Klarifikasi mengapa Investor Global protes adanya UU Cipta kerja. Ada berita sebanyak 36 investor global (salah satunya termasuk Sumitomo Mitsui),..
2. yg menguasai dana investasi global sebesar US$ 4,1 triliun tidak setuju dg adanya UU Cipta Kerja.

Sebetulnya mereka stress atau panik. Mengapa?

Karena asset dalam bentuk ABS milik Indonesia yg sekarang mereka pegang akan nul.
3. Kecuali mereka gelontorkan uang lebih besar lagi untuk menjadikan asset itu sebagai alat produksi.

Sekarang silahkan pilih,
ABS jadi sampah,
atau keluar uang lagi untuk produksi real ?!
Read 27 tweets
24 Oct
°
°

✍️ Andrez Leonel

" NASIONALIS "

1. Bung Karno pernah berpesan.. jadi orang islam TIDAK PERLU jadi orang Arab,
jadi orang Hindu tidak perlu jadi orang India,
jadi Kristen tidak perlu jadi orang Barat..
tetaplah berciri khas Indonesia.
2. Kenapa bangsa Jepang maju? karena mereka TIDAK LUPA jati diri mereka.
wanitanya masih bangga memakai baju adat kimono.
Sekolah-sekolah Jepang mengajarkan MORAL pada anak-anak agar BAIK terhadap sesama tanpa memandang apa agama atau apa etnisnya.
3. Orang-Orang Jepang juga ditanamkan rasa BANGGA terhadap bahasa sendiri.
rata2 mereka menolak menjawab jika diajak bicara pakai bahasa inggris.
begitu juga warga Muslim Jepang tidak lantas pakai istilah Arab Akhi, Ukthi, Na'am, dan sebagainya.
Read 5 tweets
23 Oct
°
°

Doa Silaban Ketika Merancang Masjid Istiqlal

1. Sebagai seorang Kristiani,
Friedrich Silaban mengalami pergulatan batin ketika merancang Masjid Istiqlal, tempat ibadah umat Islam.

Oleh Aryono | 15 Jun 2017
2. AZAN subuh belum berkumandang.
Kota Bogor masih diliputi kabut. Orang-orang masih menarik selimut rapat-rapat.
Namun, dari jendela sebuah rumah di Jalan Gedong Sawah sudah nampak pendar lampu pijar. Friedrich Silaban telah terjaga.
3. Silaban menyerut pensilnya untuk membuat sketsa gambar masjid untuk diikutkan lomba yang dihelat Yayasan Masjid Istiqlal, sekira tahun 1955.
Sayembara dilakukan guna mendapat rancangan masjid yang terbaik.
Read 19 tweets
23 Oct
°
°

TESLA AKAN BANGUN PABRIK DI JATENG

1. Kabar gembira untuk warga Jawa Tengah (Jateng), karena salah satu fabrikan besar mobil listrik dunia, TESLA besutan Elon Musk berencana membangun pabrik baterai di kawasan industri terpadu Batang, Jateng yang sedang dibangun pemerintah.
2. Upaya pemerintah utk membawa Tesla membangun pabrik di Batang karena kawasan ini disiapkan utk relokasi pabrik dari luar dng insentif sewa lahan gratis selama 10 tahun.
3. Selain itu, manajemen Tesla tertarik menanamkan modal lantaran Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

"Sudah ada 153 perusahaan asing dari 5 negara yang berminat untuk membangun pabriknya d Batang."
Read 5 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!