PSBB Pengetatan vs PSBB Total dan Anies Yang Perlu Belajar Komunikasi Krisis

Oleh : Rofiq Al Fikri (Koordinator Jaringan Masyarakat Muslim Melayu / JAMMAL)

Kalo menurutku sih sebenernya pola pikir Anies yg KRISIS!!!
Bberapa hari belakangan di media sosial terjadi perbincangan terkait Covid-19 yang intinya hampir semua menyalahkan pola komunikasi pemerintah pusat yang buruk, para menteri yang membangkang perintah Presiden Jokowi, hingga pemerintah yang dinilai utamakan ekonomi daripada nyawa.
Semua itu berawal dari pernyataan Gub DKI Anies Baswedan pada Rabu (9/9/2020) yang menyebut per tgl 14/9/2020 DKI Jakarta akan kembali melakukan PSBB TOTAL karena angka warga DKI yang positif Covid-19 meningkat.
Ini sebenarnya masalahnya, Anies lah yang tidak mampu melakukan komunikasi publik di saat krisis yang baik.

Sehari setelah pengumuman Anies yg menghebohkan itu, bursa saham (IHSG) Indonesia anjlok sampai “trading halt”
"Trading Halt" yaitu kondisi dimana pasar dihentikan sementara karena penurunan saham sangat curam hingga 5% (Kerugian sekitar Rp 300 T). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun di media berujar “IHSG Anjlok karena pengumuman PSBB Anies”.
Pernyataan Airlangga seketika direspon publik, publik menganggap Airlangga sbg perwakilan pemerintah pusat (Jokowi) lebih mementingkan saham drpd nyawa, skaligus bertentangan dgn pernyataan Presiden Jokowi bbrp hari sblmnya yg menyebut utamakan kesehatan, baru ekonomi bisa pulih.
Anies utamakan nyawa, pemerintah pusat (Jokowi) utamakan ekonomi. Kira-kira itu narasi yang sudah tertancap di benak masyarakat sejak kejadian itu.
PSBB Total yang pernah diterapkan sebelum PSBB Transisi memang sangat mengerikan bagi kegiatan ekonomi, semua pusat perbelanjaan tutup, cafe tutup, ojek online dilarang beroperasi, orang tidak boleh keluar masuk DKI dengan bebas,
hotel terpaksa tutup (karena pengunjung tidak mampu menutup biaya operasional), dan PHK terjadi di mana-mana. Dampaknya tidak kalah mematikan.
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dengan risetnya menyebut, meski pandemi, orang tidak bisa diam di rumah jika situasi ekonomi makin buruk. Orang hanya bisa tertib PSBB Total (harus di rumah) kalau punya tabungan dan mendapat bansos (yang cukup).
Masalahnya, mayoritas orang Indonesia adalah pekerja informal (57,27%) yang penghasilannya bergantung pada kegiatan harian di luar rumah. Jika PSBB total dilaksanakan lebih dari 70 juta orang terancam ekonominya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Belum lagi, bansos di DKI masih belum cukup untuk menutup kebutuhan hidup.
kumparan.com/kumparanbisnis…
Ternyata sejak hari Minggu (13/9/2020) kita tahu sumber kerancuan dan masalah ini adalah Anies yang tidak cakap dalam melakukan komunikasi publik di tengah krisis.
PSBB yang diterapkan mulai Senin (14/9/2020) ia beri nama PSBB PENGETATAN yang itu sangat jauh berbeda dengan PSBB TOTAL seperti yang dia katakan sebelumnya. Di PSBB PENGETATAN, mall dan pusat perbelanjaan masih buka (50%), restoran masih buka (meski tidak boleh makan di tempat)
Ojek online masih beroperasi, dan orang masih bebas keluar masuk Jakarta. Hampir tidak ada bedanya dengan PSBB transisi, hanya saja sanksi bagi yang tidak menggunakan masker dipertegas, denda bisa Rp 500.000.
Jika Anies dari awal mengatakan dengan tegas dan clear yang akan diambil DKI adalah pengetatan PSBB, bukan PSBB total, maka masalah ini tidak terjadi, IHSG tidak akan anjlok, menteri dan pemerintah pusat tidak perlu dianggap tidak kompak, masyarakat tidak perlu ribut.
Anies perlu lebih peka berkomunikasi di tengah krisis karena satu kalimat saja dapat berdampak yang luar biasa bagi hajat hidup jutaan warga. KECUALI, ANIES MEMANG SENGAHA MELAKUKAN AKROBAT KOMUNIKASI INI UNTUK KEPENTINGAN PILPRES 2024, semoga saya salah.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Eka Mulya

Eka Mulya Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @eka_mulyahas

2 Sep
SIARAN PERS
Tiga Agenda Besar Presiden Jokowi untuk Pencegahan Korupsi

Oleh: Dini Purwono (Juru Bicara Presiden Bidang Hukum)

#OmnibusLaw #SaveNKRIdariCovid Image
Presiden Joko Widodo memiliki komitmen besar terhadap upaya pencegahan korupsi sambil terus melanjutkan aksi penindakan yang tegas tanpa pandang bulu.
Juru Bicara Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono mengatakan, selama ini presiden mengikuti prosedur aksi pencegahan korupsi dengan terus melakukan upaya pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.
Read 11 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!