PRINSIP HIDUP JAMAN FEODAL MAMPUKAH BERSAING DI ERA GLOBALISASI

Disini belajar membuat utas tentang kehidupan masa yang lalu dengan masa kini
semoga berkenan

Bangsa ini sebenarnya adalah Sriwijaya yang perkasa menguasai Nusantara.
Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan adikuasa. Lebih dari itu bangsa ini, sebenarnya, dan ini tidak mungkin disangkal. Banyak Negara luar yang telah mengakuinya akan kemasyuran bangsa kita ini. Namun sayang dimasa ini telah berubah dengan berjalannya waktu.
Karena budaya dan kehidupan bangsa yang selalu konstan dengan prinsip hidup mereka.
Betapa banyak masyarakat yang menjalani hidup apa adanya, biasabiasa saja, ala kadarnya. Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh siapa dirinya sebenarnya.
Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan.
Hidup tanpa semangat hidup yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.
Saya amati orang-orang di sekitar saya. Di antara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya.
Hidup dinamis dan prestatif. Sangat faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia harus hidup. Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis. Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia.
Smakin besar rintangan menghadap semakin besar pula semangatnya untuk menaklukkannya.
Namun tak sedikit yg hidup apa adanya. Mereka hidup apa adanya krna tak miliki arah yg jelas. Tak faham untuk apa dia hidup, n bgmn ia hrus hidup. Sy sering mndengar orang2 yang ketika ditanya,
”Bgmana Anda jalani hidup Anda?” at ”Apa prinsip hdup Anda?”, mreka mnjawab dgn jawabn yg filosofis, ”Sy mnjalani hidup ni mngalir bagaikn air. Santai sj.”
Tp syangnya mrka tak benar2 tahu filosofi ’mngalir bgaikan air’. Mreka phami hidup mngalir bagaikn air it ya hidup santai.
Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini. Bagaimana cara hidup yang berkualitas. Sebab mereka tak tahu siapa sebenarnya diri mereka?
Fenomina ini mengingatkan saya akan suatu kisah fable yang pernah sy baca sewaktu masih kanak2 dlu,
Alkisah, dsebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkn tubuhny yang lemah.
Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah n hidup sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa it
Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
Merasakan hangatnya kasih syang seperti itu, sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing.
Ia trus mengikuti ke mana sja induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.
Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing.
Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya.
Tingkah lakunya juga layaknya kambing.
Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik bukan mengaum!
la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.
Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.
”Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.
Tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru
ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing
Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa
ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala.
Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah,
”Seharusnya kamu bisa membela kami!
”Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!” Tegas singa dewasa. ”Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!” ”Ya kamu dalah seekor singa, raja hutan yg berwibaw mnjadi seekor raja hutan!” Kata sang singa dewasa
Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dgn penuh wibawa n mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras. Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan Tak jauh dri situ serigala ganas it lari semakin kencang, ia ktakutan mndengar auman anak singa itu.
Anak singa it kmbali berteriak penuh kemenangan, ”Q adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!” Singa dwasa tersenyum bahagia mendengarnya
Sy trsentak oleh ksah anak singa di atas! Jangan 2 kondisi kita, n sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dgn nak singa dtas
Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimilikinya.
Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada mereka. Bisa jadi mereka sebenarnya adalah ’seekor singa’ tapi tidak tahu kalau dirinya ’seekor singa .
Mereka menganggap dirinya adalah ’seekor kambing sebab selama ini hidup dalam kawanan kambing.
Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini
Ktika sy masih kecil sampai sekarang sy dewasa, menemukan tak ada prubahan hidup yg berarti dlingkungan sy
Cra brpikir masyarakat msih sma. Cra hidupnya masih sma jg. Pak Anu yg ketika sy dbangku TK dlu kerjanya buat btu bata pai skarang msih ttap brprofesi sbg pembuat batu bata
Kenapa tidak berubah? Jawabnya karena mereka tidak mau berubah. Kenapa tidak mau berubah?
Jawabnya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah. Bahkan kalau mereka tahu mereka harus berubah, mereka tidak tahu bagaimana caranya berubah Sebab mereka terbiasa hidup pasrah
Hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah Dan cara hidup seperti itu yang terus diwariskan turun-temurun.
Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa yang sedemikian akut rasa tidak berdayanya sampai dia mengatakan, ”Aku malu jadi orang Indonesia!”

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Mawar___ Biru

Mawar___ Biru Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @AnikXelfi

17 Sep
~~^**Jejak Sunan Kalijaga**^~~

Menurut riwayat, Sunan Kalijaga mula-mula berguru kepada Sunan Bonang. Setelah itu, beliau berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, dan memohon agar seluruh ilmu Sunan GUnung Jati diwejangkan kepadanya
Disebutkan dalam literatur Jawa, beliau berguru pula kepada para Wali yang lain sehingga meskipun beliau dikenal sebagai wali termuda tetapi merupakan murid yang paling pandai. Menurut pendapat ini, guru memiliki hanya sebatas kemampuan ilmu yang mereka miliki masing-masing,
sedangkan ilmu yang dimiliki sunan Kalijaga mencakup semua ilmu wali-wali itu.
Lebih dari itu sunan Kalijaga tidak cukup berguru kepada sesame Walisongo di tanah jawa saja, bahkan dikabarkan beliau berguru pula kepada Nabi Khidir a.s.,
Read 31 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!