--- A Thread---

MENGABDI DI SUATU DESA

Seorang wanita muda mengabdi untuk masyarakat
membuat dirinya melayani tanpa pandang bulu
kesunyian malam seakan sudah menjadi atribut
dengan terang lampu minyak lah malam berlalu

@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor
#bacahorror #ceritaht Image
Hai, terima kasih buat kalian yang sudah baca Thread Aku sebelumnya yang berjudul Sore Hari dan Je Melai Huma. Nambah semangat lagi untuk menulis/menceritakan pengalaman horor lainnya
Kali Ini Aku akan ceritakan tentang pengalaman seorang Wanita muda yang berprofesi sebagai perawat dan ini adalah tugas pertamanya setelah baru saja diterima kerja sekitar tahun 80 an di suatu Desa di Kalimantan
Baik, kita sebut saja Kakak yang berprofesi sebagai perawat ini dengan nama Kak Flow ya
Kak Flow hanya seorang diri dari orang-orang yang telah lulus tes yang di tempat tugaskan di Desa ini, tepatnya di sebuah Puskesmas yang sederhana jauh dari kata keramaian
Dari sini Aku akan ceritakan menurut pandangan kak Flow saat Ia melalui pengalaman yang pernah Dia tempuh di Desa tersebut, sampai ketemu lagi di akhir cerita !
Tahun 80 an

Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Aku mendapatkan kabar bahwa diriku akan mulai bekerja, senang rasanya, cepat kusampaikan kabar ini ke Orang Tua dan Keluarga lainnya
Aku pun bergegas untuk mempersiapkan barang-barang yang aku perlukan untuk di sana nantinya selain itu tak lupa meminta saran dan restu dari orang-orang terdekat, karena Aku sedang mengandung saat akan memulai pekerjaan ini
Waktu keberangkatan tiba, Aku diantar oleh Ibu dan suamiku ke Desa tersebut dimulai melalui suatu dermaga. Ya perjalanan yang akan Aku tempuh harus melalui jalur sungai, sungai yang cukup panjang
Dalam perjalanan ke Desa tersebut harus menaiki perahu kecil karena ini adalah transportasi yang sering digunakan oleh kami apabila bepergian jauh ke daerah lainnya, perahu ini hanya memuat beberapa penumpang saja, kurang lebih saat itu hanya 5 orang yang menumpangi
Dengan waktu perjalanan kurang lebih 10 jam. Sesampainya di Desa tersebut Aku menginap di salah satu rumah dinas, ternyata rumah dinas di sini ada dua, yang bangunannya bukan dari tembok namun kayu, sejuk rasanya
Rumah pertama ditempati kepala kantor beserta keluarganya dan rumah yang kedua Aku yang menempati, Oh iya di rumah dinas yang akan aku tempati ini ada 1 orang yang terlebih dahulu tinggal hanya untuk sementara, kita sebut saja Pak Reza.
Kami pun bercakap-cakap dengan beliau, ia adalah salah satu petugas lapangan yang melakukan penyuluhan program KB (keluarga berencana), daripada rumah ini kosong maka menginaplah Pak Reza di sini atas seizin kepala Puskesmas sebelum Aku datang
Jadi kami telah membagi kamar di rumah dan Pak Reza pun sepakat, terkadang beliau membawa keponakannya juga yang masih SMP untuk ikut sekolah di Desa ini
Rumah ini memiliki 3 kamar tidur, 1 ruang tengah, 1 kamar tamu dan dapur serta kamar mandi. Di pekarangan belakang selebihnya adalah hutan yang sebetulnya tidak terlalu luas namun cukup membuat hati merenyut ketika melihatnya di malam hari
sekitar 50 meter panjangnya barulah di sana ada beberapa rumah warga lagi yang dapat kita temui. Hari pertama di sini, Ku sempatkan untuk mengeluarkan barang-barang yang telah Aku bawa sekaligus menyusun dan membersihkan rumah, Ibuku akan menemani selama beberapa hari ke depan
namun sayang suamiku tak bisa lama, karena harus kembali bekerja. Ia banyak memberikan Ku nasehat dan terus berhati-hati. Setelah selesai beres-beres dan berbincang dengan Pak Reza Aku datang menemui kepala puskesmas yaitu Pak Leo
untuk sekedar berkenalan dan menanyakan pekerjaan yang harus aku kerjakan nantinya. Pak Leo, sudah bekerja di sini cukup lama. Dia membawa Istri dan Anak-Anak serta ada 1 Keponakannya yang ikut bersama Beliau, cukup akrab kami berbincang
Hingga akhirnya Aku melihat Puskesmas yang dekat rumah Pak Leo. Oh iya alangkah baiknya kusempatkan untuk berjalan ke arah puskesmas itu, (hatiku berbicara). Puskesmas ini tidak terlalu besar, cukup lah untuk kami bekerja di sini.
Di Puskesmas ini hanya ada 3 pegawai, Pak Leo selaku Kepala, Aku sebagai Perawat dan 1 lagi di bagian Administrasi. Tak terasa malam mulai menghampiri dan menunjukkan kegelapannya di lokasi Aku berada
Tak ada lampu listrik di sini, malamku hanya di temani lampu minyak yang cahayanya tak begitu terang sehingga masih menyisakan kegelapan di setiap sisi ruangan. Malam ini aku tertidur dengan lelap karena baru saja melalui perjalanan jauh
Pagi menjelang, kicau burung saling bersahutan yang membangunkanku untuk siap pergi bekerja, ya ini hari pertamaku untuk bekerja di puskesmas tersebut.
Sesampainya di sana Aku tak melihat orang-orang untuk berobat, puskesmas ini nampak sepi, sekian jam menunggu masih belum ada yang datang. Apa Aku yang kepagian ya? wah itu Pak Leo datang coba Aku tanyakan
Aku: Selamat Pagi Pak Leo

Pak Leo: Pagi nak Flow

Aku: Pak apakah puskesmas ini sepi seperti ini ? dari tadi
Aku menunggu masih belum ada pasien yang datang

Pak Leo: Iya nak, di sini jarang ada yang berobat. Paling dalam sehari hanya 2-3 orang saja

Aku: Oh baik, Pak
Mendengar apa yang Pak Leo sampaikan, Aku bergegas keluar ruangan dan berdiri di teras puskesmas. Aku tak melihat orang yang berlalu lalang, sepi sekali jauh dari keramaian, walaupun rumah di sini berjauh-jauhan tapi masa sih tak ada yang lewat (gumamku dalam hati)
Sambil termenung, Aku dikagetkan dengan suara Pak Leo yang menghampiriku dari belakang, “orang di sini kalo siang biasanya pergi berladang makanya terlihat sepi” oh begitu Pak, baiklah Aku akan menunggu di ruangan saja kalo begitu Pak
Selagi menunggu, tak lama datang pasien yang datang untuk berobat Aku pun mulai melaksanakan tugasku, hingga sampai sore hanya beberapa pasien saja yang datang, baiklah, Aku bergegas untuk pulang.
Di perjalanan Aku melihat memang benar beberapa warga sedang kembali ke rumah masing-masing setelah berladang seharian. Seiring berjalannya waktu Suami dan Ibuku akhirnya harus balik kembali ke daerah Mereka, hari-hari dengan kesunyian akan aku lalui dengan sendiri di rumah ini
Aktivitas bekerja Aku jalani hari demi hari, hingga Pak Leo mengatakan bahwa, “kalo persediaan obat habis maka puskesmas akan tutup” hal ini dikarenakan tidak ada stok obat yang tersedia dan harus menunggu untuk kedatangan stok selanjutnya
Namun hal ini membuat diriku tetap masuk bekerja dan membuka puskesmas, tak nyaman rasanya ketika aku baru mendapatkan kerja tapi tidak berada di puskesmas dan hal ini lumayan sering Ku lakukan
Sewaktu bekerja Aku berpapasan dengan seorang pria yang memandangku cukup aneh, lirikan matanya seakan bertanya-tanya siapa Aku ? sambil menggeret sepedanya. Awalnya Aku hanya menganggap biasa saja sampai akhirnya kejadian ini sering Aku alami dan membuatku sedikit was-was
Di kemudian hari Ketika sedang bekerja di ruangan puskesmas Aku dikagetkan dengan suara hentakan yang cukup nyaring dari arah jendela belakang, sontak hal ini membuatku terkaget. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan Aku berlari ke teras dan melihat ke arah samping
Ternyata itu adalah pria yang selama ini menatapku sinis, tak lama hal yang Aku alami ini diketahui Pak Leo. Sewaktu-waktu Pak Leo ketemu dengan pria ini tanpa sengaja dan mengatakan bahwa jangan sekali-kali kamu mengganggu Flow dia adalah keponakanku !
Pria itu hanya mengiyakan perkataan Pak Leo

Pak Leo pernah berkata bahwa di antara mereka dapat berubah seperti Kuyang, Aku yang mendengar hal ini nampak sangat kaget dan merasa harus lebih berhati-hati ketika bertemu pria itu atau yang ada di sampingnya
Di lain waktu pria ini datang berobat diantar oleh istrinya, karena tidak ada perawat lain mau tidak mau Aku harus bersiap mendengar keluhan Mereka. Hal yang membuatku sangat takut adalah tatapan istrinya yang menatapku dengan sinis
Matanya sangat tajam melihatku, tak tahu salah apa Aku di sini. Aku hanya ingin mengabdi dan menjalankan tugasku untuk dapat membantu masyarakat, setiap bertemu dengan pria itu atau istrinya selalu dengan tatapan mereka yang membuatku tak nyaman
Selang beberapa bulan kemudian Ibuku datang, rasa senang menghampiri diriku. Ibu mengajaku untuk berkebun di belakang rumah karena ada lahan kosong untuk kami manfaatkan. Kami tanamlah singkong dan tanaman lainnya, lumayan untuk bisa Aku nikmati nantinya
Saat sedang sibuk bercocok tanam, Istri Pak Leo menghampiri dan menyapa kami untuk sekedar berbincang-bincang. Rasanya nyaman sekali dengan keluarga Pak Leo, Aku seperti dianggap keluarga oleh Mereka.
Tak lama pria dengan tatapan sinis itu melewati jalur samping rumah ini dengan menggiring sepedanya, sontak Istri Pak Leo mengatakan ke Pria misterius itu bahwa Kami adalah orang baru dan jangan mengganggu Mereka. Pria itu hanya mengatakan “Iya”
diiringi dengan senyumannya, lalu pergi begitu saja.
Oh iya Pak Reza yang sebelumnya tidur di rumah ini, jarang sekali tidur di sini. Entahlah mungkin tidak enak karena Aku seorang Wanita, terkadang Dia tidur di rumah temannya atau aula dari salah satu kantor
yang tak jauh dari rumah ini. Hanya keponakan Pak Reza yang lumayan sering tidur di sini, Dia biasa tidur di kamar pertama dekat dengan ruang tamu, kita sebut saja Riko. Malam menjelang sekitar pukul 20.30, kami sudah di kamar masing-masing.
Aku dengan Ibu masih terjaga dan berbincang di kamar di temani cahaya lampu minyak yang kami letakan di kamar Duuaarrrr !! suara yang sangat nyaring berbunyi dari ruang tengah, hentakan seperti benda keras yang jatuh dari ketinggian.
Membuat Aku dan Ibuku terdiam dan saling tatap, keheningan kami pecah ketika mendengar ganggang pintu berbunyi dari salah satu kamar, lekas Aku membuka pintu juga
Sama sekali tidak ada penerangan di ruang tengah hanya cahaya lampu minyak lah yang sedikit keluar kamar sehingga Aku dapat melihat keadaan di luar walau gelap masih mendominasi di ruang tengah
Ternyata itu adalah keponakan Pak Reza yang terlihat di depan pintunya, Ibuku bertanya ke Reza dari muara pintu kamar
Ibu: Riko, tadi itu apa ya?

Riko: Kurang tahu juga Bu, tadi Aku juga kaget dan langsung keluar kamar. Sempat ku lihat sesuatu

Ibu: Apa itu ?

Riko: Berbulu besar Bu, seperti seekor kucing tapi besar sekali. Dia berlari ke arah dapur
Aku yang mendengarnya merasa kaget dan aneh, lalu kuambil senter dan memeriksa dapur yang tepat berhadapan dengan kamarku. Setelah kami cari, tak ada sosok yang dikatakan oleh Riko, apabila itu kucing yang besar tak mungkin rasanya dia kabur melalu pintu
karena sudah tertutup rapat jendela pun demikian. Apa sosok itu keluar melalui ventilasi dapur ? ah tak mungkin, kucing dengan ukuran normal pun tak akan cukup melalui ventilasi itu, penuturan Riko sosok berbulu seperti kucing itu sangat besar
Dan dentuman suara keras yang kami dengar. sepertinya tidak mungkin di hasilkan oleh jatuhnya kucing dari atas atap. Dekkk, sesuatu seperti menyentil pikiranku. Dia jatuh dari mana ? ku cek langit-langit atap sama sekali tidak ada yang bolong atau rusak akibat dari dentuman
atau sesuatu yang jatuh. Lemari di sekitar ruang tengah ini juga tak ada, pun kalo ada tidak mungkin suara benda atau makhluk hidup yang terjatuh dari atasnya menimbulkan suara keras seperti tadi
Malam ini terpaksa kami tidur dengan rasa penasaran akan kejadian hal aneh yang baru saja terjadi, esok harinya kuceritakan hal yang kami alami ke Pak Leo. Pak Leo mengatakan hal ini bisa saja terjadi dikarenakan kami adalah orang baru di sini, ya hal yang aneh dan tak wajar
Apa yang disampaikan barusan, membuat kami memaklumi kejadian kemarin malam dan berusaha tetap dalam kondisi tenang. seiring berjalannya waktu Ibu harus kembali dan kesepian mulai mendatangiku
Tiap sore hari Aku sering ke rumah Pak Leo untuk sekedar berbincang agar mengusir sepiku di rumah, sambil menunggu janji Ibu untuk datang kembali, Pak Reza pun hanya sesekali ke rumah, hanya Keluarga Pak Leo lah yang menemani hari-hariku
Sampailah waktu itu Pak Leo memberikan aku tugas untuk datang ke rumah salah satu pasiennya saat siang hari, bergantian dengan Pak Leo yang telah ke sana pada malam hari. Saat itu Ibu sudah datang kembali menemuiku. Jadi Aku ditemani Ibu ke rumah Bapak itu, sebut saja Pak Dale
Pak Dale ini memiliki sakit gula yang sudah cukup lama, biasanya Pak Leo membantu merawat beliau. akhirnya Aku dan Ibu sampai di rumah Pak Dale dan mulai melakukan perawatan secara medis, mengganti infus, memberikan obat, dll. Sesudahnya Kami berpamitan pulang
Sampailah terdengar kabar kalo Pak Dale ini memiliki ilmu, yang katanya Beliau tidak bisa meninggal sebelum ilmunya diturunkan. Pada akhirnya Ibu mendengar kisah ini dan menyampaikan suatu hal kepadaku
Ibu: Flow, apakah kamu masih berani untuk datang ke Bapak itu, bukankah kamu sedang mengandung? takutnya ada apa-apa juga dengan kandunganmu
Aku: tidak apa-apa Bu, bagaimanapun Aku tetap akan menjalankan tugas ini. Kalo semua tenaga medis takut dan berpikiran seperti itu apakah Mereka akan meninggali pasien-pasiennya di rumah sakit atau puskesmas, rasanya tidak mungkin
Ibu: ya sudah, Flow. Kalo begitu ketika kamu ingin ke rumah Bapak itu, kamu bicara sama anak yang masih kamu kandung. Bilang saja “Nak, saat ini ibu sedang menjalankan tugas ya, semoga tidak terjadi apa-apa ke Kamu dan Ibu”

Aku: Baik, Bu.
Pertemuan Aku yang ke dua dengan Bapak Dale, sama seperti biasanya tidak terjadi apa-apa. Singkat cerita Aku mendengar kabar dari Pak Leo kalo Bapak Dale sudah tiada, kaget dan ada rasa duka ketika mendengar hal tersebut
Pak Leo melanjutkan pembicaraannya yang katanya ilmu yang dipegang beliau sudah diturunkan, entahlah, benar atau tidaknya. Aku tidak tahu sama sekali hal-hal seperti itu di pikiranku
Besoknya, Pak Dale dikuburkan dan sempat ku lihat mereka membawa Pak Dale ke pemakaman di siang hari. Saat menjelang malam tiba, kesunyian kembali menghampiri saat ini Aku tidak mampir ke rumah Pak Leo, hanya beristirahat di rumah saja.
Saat yang bersamaan Pak Leo sedang beristirahat di ruang tamu rumahnya, tak disangka datang sebuah api yang terbang melayang, naik turun naik turun rupanya seperti lampu minyak yang datang dari arah teras ke dalam. Pak Leo dan keluarga lainnya kaget melihat hal tersebut
Api itu terbang mengarah ke kamar mandi dan keluar melalui ventilasi ke arah belakang rumah, Tak berpikir panjang Beliau menyuruh keponakannya cepat mendatangiku untuk datang ke Rumah Pak Leo
Aku yang ingin istirahat dikagetkan dengan suara keponakan Pak Leo
Keponakan: Kak Flow, Kak Flow !

Aku: Iya ada apa Dek? (Aku menghampiri dirinya)

Keponakan: Kak, ayo cepat ke rumah. Pak Leo suruh kakak tidur di rumahnya sekarang

Aku: (Aku nampak kaget) oh iya Dek, Aku segara ke sana
Sesampainya di rumah Pak Leo, Aku tidak melihat sesuatu yang aneh. Pak Leo pun tidak ada membicarakan hal-hal yang bersinggungan dengan kejadian sebelumnya. Ku pikir beliau menyuruhku ke sini karena Aku sendirian di rumah sebab beberapa hari yang lalu Ibuku sudah kembali pulang
Malam pun berlalu, hingga pagi hari ketika Diriku ingin pergi bekerja melihat beberapa warga berkumpul di dekat puskesmas, kok tumben ya ada yang kumpul di situ? Ya sudah lah, syukur rasanya kalo tidak sepi lagi
Sesampaiku di depan puskesmas, Aku mendengar omongan Mereka. Membahas api yang terbang mendatangi rumah warga, Aku sedikit mengernyitkan dahi dan langsung bergabung untuk mendengar
Betapa kagetnya Aku mendengar cerita Mereka, bahwa semalaman warga di situ di datangi sosok berupa api seperti lampu minyak yang melayang-layang ke rumah mereka
Rekan kerjaku di puskesmas pun turut didatangi, ada yang mengatakan api itu adalah sosok Bapak Dale, tak tahu benar apa tidak. Yang pasti hal ini membuatku sampai tidak percaya ini terjadi, bagaimana apabila malam kemarin sosok api itu ada di rumahku ?
Aku hanya seorang diri dan hanya bermodalkan cahaya dari penerangan lampu minyak. Hal ini membuatku Tak habis pikir dan merinding ketika mendengar cerita dari Mereka, mataku nanar ketika mendengarnya, Aku menanyakan kejadian itu ke Pak Leo dan Dia menjawab
hal yang sama dengan warga bahwa sosok itu datang menemuinya. Aku hanya bisa pasrah dan berserah kepada Tuhan, mendengar cerita itu terkadang Aku merasa sedikit was-was ketika berada di puskesmas, apalagi saat berada di rumah
Pada suatu waktu, saat malam menghampiri datanglah hujan deras dengan gemuruh petir yang menghampiri tanpa henti. Aku hanya di kamar seorang diri sedangkan Pak Reza serta Riko keponakannya tidak menginap di rumah ini beberapa hari
Cemasku makin bertambah-tambah, tak ada yang menjadi temanku berbicara. Rasanya Aku tidak mau tidur hanya rebahan di ranjang untuk berjaga-jaga, lampu minyak yang sedari tadi Aku nyalakan di kamar tiba-tiba mati dengan sendirinya
Hal ini membuatku menangis, hanya dari cahaya kilatlah peneranganku berasal dan membuka mata untuk melihat kondisi di sekitar kamarku ketika cahaya kilat datang.
Aku tetap terjaga hingga pagi menjelang barulah Aku bisa dan memberanikan diri untuk tertidur, tidur di pagi hari seakan menjadi obat penghilang rasa takut dan sering ku lakukan
Tak terasa cukup lama Aku di sini, menjalani pekerjaan dan hari-hariku yang penuh dengan perjuangan. Sembari merenung, Pak Leo mengagetkanku dengan ajakan Beliau untuk mengikuti sosialisasi di daerah lain
Tawaran beliau Aku iyakan dan bergegas bersiap-siap ke sana, sembari mengikuti sosialisasi Aku bertemu dengan seorang warga yang menawariku Ikan yang ingin Ia jual, Ikan tersebut cukup besar dan sudah terbagi-bagi agar mudah dibawa.
Karena cukup lama Aku tak makan Ikan, ku belilah Ikan itu untuk ku panggang saja di teras belakang rumah. Kegiatan pun selesai kami kembali pulang, sesampai di rumah aku melanjutkan pekerjaan ke dapur membuat bumbu untuk ikan yang aku beli tadi
Setelah Aku sudah menyiapkan tungku dan barang lainnya yang dapat digunakan untuk memanggang, bekas peninggalan penghuni sebelumnya, Aku mulai untuk menaruh ikan tersebut di atas panggangan. Sambil menunggu ikan masak, Aku ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu
Saat kembali ke teras belakang rumah dekat dapur, ikan yang ku panggang tadi sudah tiada. Ke mana ikan tersebut? Ku cari lah siapa tahu jatuh namun tidak ada dan aku melihat ada seekor anjing di dekat ku, apakah anjing ini yang memakannya?
Namun hal itu terbantahkan ketika aku turun melalui tangga di teras belakang tak ada sisa ikan di bawah, rasanya tidak mungkin juga anjing ini naik ke atas untuk mengambilnya dan memakannya begitu cepat. Tak lebih dari 2 menit Aku ke dalam, aneh rasanya
Terpaksa lah Aku merelakan ikan itu hilang. Saat bertemu Pak Leo, Aku menceritakan kejadian ini. Beliau menjawab “biarlah ikan itu hilang, lain kali kamu harus hati-hati membeli sesuatu. Kita tidak tahu apa yang kita beli, jangan membeli sembarangan” Aku pun hanya meng-iyakan
Beliau juga bercerita di sekitaran daerah sini kita harus berjaga-jaga, waktu itu pernah terdengar kabar bahwa ada kuyang yang berkeliaran dan kuyang ini tidak hanya satu namun ada beberapa, Hal ini terus membuatku berjaga-jaga.
Banyak pengalaman yang aku temui dan lalui baik suka maupun duka, di Desa ini mengajarkanku bahwa dalam kondisi apa pun kita harus siap, sabar, berani, berdoa dan tentunya berserah ke Maha Kuasa untuk diberikan perlindungan
Rasa kangen dengan Desa ini membuatku mengenang masa-masa di sana, pasti sekarang sudah rame dengan penduduk.

SELESAI
Kembali bersamaku, Bang Cuyy. Bagaimana menurut kalian pengalam Kak Flow? Apa kalian punya pengalaman yang sama juga, kalo ada share juga ya.
Aku yang mendengar langsung dari Kak Flow, merasa kagum dengan Beliau. Di usia muda dan sedang mengandung Dia berani untuk menjalankan tugasnya. Bagaimanapun kondisi dan siapa orang itu, Ia tetap merawatnya tanpa pandang bulu Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari Kak Flow
Ia adalah Perawat yang hebat.

Sekian dulu ceritanya, terima kasih banyak buat Kalian yang telah selesai membacanya. Mohon maaf apabila ada salah dalam penulisan, Aku Bang Cuyy pamit undur diri. Sampai ketemu di cerita selanjutnya.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Program Studi Horor

Program Studi Horor Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @bang_cuyy

5 Sep
--- A Thread ---

JE MELAI HUMA

Ada yang mengatakan bahwa rumah ini adalah jalur Mereka, entah penghuni atau hanya lewat namun hal itu disaksikan keluargaku

@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor
#bacahorror #ceritaht #threadhoror
Hallo semua ! seperti yang aku sampaikan waktu itu, Aku akan melanjutkan lagi cerita/pengalaman horor lainnya. Ini adalah salah satunya, cari tempat yang nyaman deh, biar makin nyaman juga bacanya haha. Enjoy !
Kali ini aku bakalan mau bawa cerita dari salah satu Rumah yang pernah kami tinggali, tentunya lokasinya disamarkan. Je Melai Huma artinya “Yang Menempati Rumah”, dari salah satu bahasa Dayak di Kalimantan
Read 68 tweets
5 Sep
--- A Thread ---

SORE HARI

Sore hari berniat untuk bermain, namun dipindahkan ke tempat lain

@bacahorror @ceritaht @IDN_Horor
#bacahorror #threadhoror
Hallo semua, panggi saja aku Bang Cuy, Saya asli dari Kalimantan. Kejadian yang aku alami ini pada saat aku duduk di bangku SD, aku lupa di kelas berapa antara kelas 1 atau 2 SD.
Waktu itu saat sore hari Ibuku memanggil aku untuk mandi, setelah mandi aku pun memasang baju dan tak lupa bedak yang ditampol ke mukaku oleh Ibunda haha. Nah biasanya karena aku orangnya suka main keluar rumah, mau jam berapa pun itu kadang-kadang jam 7 malam pun masih keluar
Read 34 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!