PENDULUM KEBANGSAAN
.
.
.
Tuhan Beserta Bangsa Indonesia
.
.
.

Dulu, mudah sekali kita jumpai literatur tentang betapa hebatnya Jokowi sebagai pemain catur.

πŸ“· Sergio Ingravalle

@sherpa701
@Andita_4
Dengan mudah kita membaca bagaimana smart seorang Jokowi dipersepsikan sedang memainkan bidak dengan langkah-langkah brilian seorang master.

Disisi lain, tak ada cerita tentang gubernur santun dgn anekdot ayat dan mayat ini sebagai pemain catur. Sangat mungkin dia hanya bidak.
Jauh dari sebutan menggerakkan atau bahkan hanya sekedar bergerak, sangat mungkin, dia digerakkan.

Diluar sana, ada kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya. Mereka menggerakkan sesuai irama yang mereka mau.

πŸ“· Reframingphotography
Mungkin tidak hanya satu. Yang jelas, pasti bukan perorangan.
.
.
.
Bukankah si santun ahli tata kata itu awalnya bukan siapa-siapa? Tak ada dana, tak ada kendaraan bagi pencalonannya,
dan terlebih lagi, dia bahkan tak punya apapun yang patut dibanggakan bila kapasitas pribadi yang dimiliki adalah ukurannya. Dia nol besar.
.
.
.

Yang pasti, dalam permainan ini hanya butuh seorang sebagai korban yang pernah dibuang oleh Jokowi.

πŸ“· Elemeno P
Tak harus pintar, hanya perlu seseorang yang dapat dijadikan tumbal bagi munculnya skenario Jokowi yang lalim dan zolim.
Sangat mungkin, dia adalah orang yang tepat karena dia memang telah menyiapkan diri untuk bisa menjadi apa saja ketika permintaan itu datang dari mereka yang menyetelnya.

πŸ“· Kristen Morgin
Namun, dia haruslah antitesa dari pribadi seorang Ahok ketika jabatan gubernur DKI adalah target awal bagi cara penyusupannya sebagai langkah pertama.

Arab versus China. Muslim disandingkan non muslim. Santun dilawankan berangasan.
Dan benar..,dia ternyata profil sempurna bagi peran ini.

Itupun masih belum kuat bukan? Maka ayat dan mayat menyelesaikannya. Ahok berakhir di penjara.

"Maksudnya, dia cuma modal dengkul gitu?"

πŸ“· House & Garden Magazine UK
Kini, dia telah duduk dan berada pada pusat pemerintahan dan berkuasa. Tiga tahun sudah serangan telah dilakukan, dan justru dari pusat pemerintahan berdiri. Berjarak hanya sejengkal dan banyak peluru sudah ditembakkan.
Banjiri istana tiap musim hujan dengan konsep naturalisasi dan sunatulloh. Tebang seluruh mahoni penyejuk mata para penghuni istana dalam revitalisasi Monas. Ijinkan demo berjilid-jilid tepat di halaman depan istana, di Monas.

πŸ“· Viator.com
Dia dapat berlaku suka-suka. Dia memiliki kuasa atas hal itu.

Terbaru, pandemi sebagai bencana seharusnya tentang duka bersama, justru dimaknai sebagai anugerah dan peluru baru bagi sebuah serangan baru.
Mungkinkah membuat dan membiarkan Jakarta menjadi red zone dengan segala kebijakannya yang kontroversial adalah cara dia membangun image bahwa Indonesia dibawah Jokowi memang berantakan?

πŸ“· Trakeart.com
Mungkinkah Jakarta yang red zone adalah tentang mengepung istana Presiden dengan virus mematikan itu sehingga kesehatan Presiden dan keluarganya adalah target tak langsung?

Ataukah justru itu yang menjadi salah satu tujuan? Mbuh lahh...!!
Kita masuk pada wilayah dimana nalar manusia normal sulit menerima, namun, rasa bahwa ada aroma konspirasi sepertinya sengaja disisakan.

πŸ“· Dreamstime
Dan ketika semua tak mempan, sepertinya, kebijakan plin plan yang terakhir inipun yakni PSBB susulan adalah cara frustasi yang ingin dia tampilkan.

Selalu tentang bagaimana cara agar pemerintahan sah ini jatuh.
Tak lagi mampu membuat Presiden dan keluarganya terpengaruh virus yang mengepung, demo tak puas atas kinerjanya, mungkin adalah jalan lenggang yang sengaja akan diciptakan.

πŸ“· Detik.com
September adalah waktu sempurna. PKI dengan segala pernak perniknya menjadi semakin berkilau ketika rasa marah kepada Presiden benar dapat dibaurkan dengan demo tak puas atas kinerja Presiden.
Bukankah september adalah akhir kuartal ketiga dan diharapkan pertumbuhan minus membuat Indonesia masuk masa resesi?

Kebetulan atau tentang momen tepat?

πŸ“· Detik com
Yang jelas, PSBB sebagai istilah rem tangan yang harus ditarik karena munculnya kematian yang berkurang dan namun jumlah korban meningkat...πŸ₯Ί

Nah loh ...,blunder sendiri tata katanya hingga seorang Mahfud MD harus berkomentar dengan sandingan tata negara.
"Masa setega itu sih?"

Haruskah soal tega? Haruskah soal tindakan tak berhati kita jadikan rujukan? Ini mslh kekuasaan. Disana, kemanusiaan tdk dikenal apalagi menjadi tujuan. Ini soal eksistensi siapa yg harus berkuasa & disana halal semua cara adlh rumusnya.

πŸ“· Dailymailuk
"Katanya, dia cuma pion, ya?"

Paling tidak, ada sesepuh tajir dan berkuasa yang tiba-tiba muncul dan berdiri didepannya bak ingin tampil seolah benteng kokoh sekaligus sosok guru membela dia yang kini makin terlihat sempoyongan.
"PSBB DKI, itu suatu keharusan!' demikian pak tua itu berucap sebagai sinyal dia datang membantu anak didiknya.

Ya, pak tua yang dulu menariknya dan menaruh dia pada posisi cagub harus datang dan membelanya.

πŸ“· Via Flickr
Serangan bertubi seolah tolol adalah satu-satunya sebutan paling tepat bagi gambar tentang pernyataannya kini di labrak hampir oleh seluruh masyarakat yang waras.

"Apakah benar akan terhubung dengan 30 september?"
Sejak pertama dideklarasikan, KAMI sudah menempatkan isu PKI menjadi bahasan utamanya. Membidik Jokowi dan PDIP sebagai antek perubahan Pancasila adalah poin penting hingga PKI memiliki makna mendalam sebagai bagian tak terpisah.

πŸ“· Hukumonline
Menonton kembali film PKI besutan orde baru yang dulu menjadi ritual tahunan dan selalu jatuh pada akhir bulan september, telah digaungkan. Akan ada hajatan ramai di seluruh negeri dengan menonton bersama film itu.
Akankah semua perkara akan mengerucut kesana, bkn tuduhan kita kedepankan, hati-hati mungkin lebih bijaksana.

Bila benar pertunjukan utama adlh nobar, mungkin pertunjukan pembuka sebagai acara pemanasan hrs sudah disiapkan dari awal september, paling tidak harus dari sekarang.
Tiba-tiba, suara terdengar dari Tasikmalaya. Forum Mujahid Tasikmalaya berencana menggelar pengadilan rakyat.

"Haahh...,pengadilan rakyat??"

Dulu, peristiwa Ahok pernah menjadi contoh berhasil sebuah gerakan massa dengan agama sebagai tunggangannya.
Dengan alasan adanya penanganan kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan Denny Siregar kepada santri dan pesantren Tasikmalaya dianggap tak berjalan, ancaman pengadilan rakyat sengaja mereka gaungkan.

πŸ“· Reportase Indonesia
Pengadilan rakyat akan mereka gelar jika penanganan dari pihak kepolisian tak membuahkan hasil.

Sebuah ancaman dimana apapun masalahnya terduga harus salah. Bila tak ada kesalahan, berarti penyidik pasti berpihak, maka sah hukumnya pengadilan rakyat berlaku.
Mereka merasa telah melaporkan Denny Siregar ke Polda Jabar dan kini mereka bersiap melakukan pengadilan jalanan bila Polda tak segera memenuhi keinginan kelompok mereka.

Apakah Denny akan bernasib sama seperti Ahok, kita lihat saja.

πŸ“· Vauxdevil
Belum suara heboh itu sempat reda, peristiwa penusukan Syeik Ali seolah booster bagi ribut diharapkan. Serta merta isu berbau sara muncul ketika seorang Din dan Rizieq bersuara seolah kriminalisasi pada ulama adalah apa yang harus terjadi.
Rizieq memakai narasi neo PKI semetara Din menggaungkan kriminalisasi ulama demi predikat melekat seolah negara ini adalah negara komunis dimana agama dan para pimpinannya diburu dan dibunuh.

πŸ“· Viajante Clandestino
Tak penting nyambung apa tidak, yang jelas, suara itu harus menjadi bagian riuh agar panggung pada acara pembuka ini seolah telah ramai penonton.

Demikianlah ketika pada akhirnya PSBB jilid 2 diumumkan, seharusnya kita tahu kemana arah akan di buat.
Tak terlalu sulit kita menebak. Telanjang sekaligus miskin gagasan, adalah apa yang gubernur jalankan.

Tidak terlalu berlebihan bila ada tuduhan bahwa gubernur sengaja ingin mengacaukan recovery ekonomi yang telah dan sedang dilakukan pemerintah pusat.
Info 300 triliun langsung melayang tepat ketika pengumuman itu ditetapkan dan gamang para investor setelahnya, berhasil membuat adanya penarikan uang minimal sebesar 250 miliar setiap hari.
Negara dengan sangat terpaksa harus kembali mengais rupiah demi serupiah bagi stabilitas ekonomi apalagi pada akhir september ini adalah penetapan status kita masuk dalam resesi ekonomi atau tidak.

πŸ“· Imgur
Mungkin, tidak terlalu penting apa itu makna kita masuk dalam jurang resesi. Semua negara di dunia sudah lebih dahulu diumumkan dan mereka semua sedang berada didalamnya.
Yang berbeda, mereka bahu membahu demi berat sama dipanggul, ringan sama dijinjing, dan namun, kita tidak..!

Kita justru saling mendorong demi tuduhan bersalah disematkan. Disana ada alasan apapun hanya demi mendapat rasa puas dapat mendongkel kekuasaan seorang Presiden.
"Maksudnya, akan ada panggung besar di akhir september nanti?"

Tak penting panggung itu ada atau tidak. Tak penting pula apakah panggung itu ramai dikunjungi penonton atau hanya akan menjadi bahan tertawaan banyak orang seperti yang sudah-sudah.
Yang jelas bila kerusuhan adalah yang menjadi agendanya, tak ada sedikit pun indah dapat kita ceritakan pada anak cucu kita kelak.

Hanya ada kemarahan dan warna merah darah memuakkan yang tak layak menjadi milik kita sebagai bangsa beradab.

πŸ“· Fastcocreate
Seharusnya, moment ini adalah saat tepat bagi kita saling menjaga. Saling membuat kita berbesar hati ketika duka menyelimuti kehidupan kita bersama.

Saya Indonesia, anda Indonesia, seharusnya tak ada alasan kita saling hujat hanya karena baju dan agama kita berbeda.
Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (MEJIKUHIBINIU) sebagai spektrum cahaya yang menciptakan warna spektakuler pada indahnya pelangi di saat hujan, seharusnya adalah tentang kita dalam Bhineka Tunggal Ika.

πŸ“·via Styleyourselfconfindece
Indah dalam keragaman, menyatu dalam perbedaan pasti bukan dosa.

Itu semua ada karena karya dan karsa agung Sang Maha Sempurna.
Ya ...,seharusnya tak terlalu sulit untuk menjadi waras. Cukup kita mulai dari hal paling sederhana, KITA BERTEMAN.
.
.
.
@PakattDayak
@Andita_4

πŸ“· Firnadi

β€’ β€’ β€’

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
γ€€

Keep Current with NitNot ❘

NitNot ❘ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @__MV_llestari__

17 Sep
BEDA AHOK BEDA JOKOWI
.
.
.
.
.

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun.

Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur menggantikan Jokowi.

Dia telah kembali sembuh namun dari kejauhan, Jokowi menunggu dengan was-was.

@andita
"Koq sembuh? Emang kena...?"

Ahok yang ga nyablak, kaya kurang gimana gitu! Ahok yang bersuara lantang apa adanya harusnya bukan sisi gelap yang harus jadi keberatan siapapun.

Kalau toh dia katain jamban tuh maling, emang kurang pantasnya dimana?
Bandingin maling ayam yang digebukin terus ditelanjangi, sudah gitu masih difoto pulak!

Bandingin tuh sama kelakuan mereka yang mengarak perempuan setengah telanjang keliling kampung hanya karena indikasi selingkuh.
Read 43 tweets
17 Sep
AHOK DATANG CALO BUBAR!
.
.
.
No Wonder
.
.
.

Entahlah ...,sepertinya kita selalu diajarkan mencapai hal tinggi dan hebat. Apa itu hebat selalu terkait dengan hal-hal besar.

Kenapa bukan jujur kita ajarkan?

@Andita_4
Berapa diantara kita yang hanya lulus SMA dan kita dipinggirkan?

Padahal, mereka yang sarjana tak bekerja pada bidangnya, jauh lebih banyak, ya kan?
Kita takjub mendengar seorang anak melantunkan ayat-ayat suci dengan khusuk dan suara merdu tapi lupa diluar sana banyak yang jauh lebih pantas diberi penghargaan karena disela sibuk belajarnya dia membantu orang tua berjualan di pasar misalnya.

πŸ“· Ina Dee
Read 18 tweets
16 Sep
GEOPOLITIK INDONESIA
.
.
.
.
.
.

Tak ada seorangpun mau disaingi, apalagi si pesaing naik gegara mengambil sesuatu yg sangat berharga yg kemarin adalah milik & kelebihan mereka yg akan disusul.

πŸ“· Fstoppers @Andita_4
Mungkinkah karena pandemi ini kita berjalan dengan cara lebih benar sehingga tiba-tiba prediksi yang tadinya adalah di tahun 2030 kita baru akan masuk 5 besar, justru pada 2024 kita sudah akan mencapainya?
.
.
.
.
World Bank dan IMF telah mengeluarkan hasil prediksinya itu, dan kita, Indonesia akan menggeser banyak negara maju seperti Jerman, Perancis, Italia hingga Inggris dalam hal PDB,

πŸ“·Loganzillmer
Read 70 tweets
14 Sep
INDONESIA TERBAIK NO-6 DUNIA DALAM PENANGANAN COVID-19
.
.
.
Lawan Pandemic Bersama
.
.
.
#IndonesiaBukanKalengKaleng

Katanya, mensugesti diri dengan sesuatu yang positif akan membuat kita lebih tangguh menghadapi tantangan.
Menghadirkan suasana gembira pada diri sendiri, membuat tubuh kita lebih siap menghadapi penularan Covid-19 yang tak tahu kapan akan berakhir.

Demikian pula seharusnya bila kehidupan berbangsa adalah ibarat badan kita.
Sebagai bagian dari bangsa ini, saya, anda dan kita semua, seharusnya selalu berpikir positif.

Disana, segala perbedaan berbaur, bercanda dalam satu bingkai yang sama, yakni NKRI.

πŸ“· National Geographic
Read 26 tweets
8 Sep
PUAN MINTA MAAF?
.
.
.
GUNDULMU KUWI ...!!
.
.
.

Bagaimana cara kita berpersepsi bila Balitbang Kementerian Agama RI, dalam laporan akhir tahun 2018 menempatkan Sumatera Barat pada urutan ke 32 propinsi yang tingkat toleransinya mencemaskan?

@Andita_4
Demikian pula bila Hasil survey tentang indeks Kerukunan Umat Beragamanya pada tahun 2019 menempatkan Sumbar dan Aceh pada urutan buntut?

Seharusnya itu bukan tentang tuduhan tak berdasar. Ini adalah tentang data dan sudah selayaknya kita mengelus dada.
Hari gini, masih ada cerita seperti ini.

Terus ketika Puan bicara "Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi & Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yg memang mendukung negara Pancasila," dan kemudian mereka ngamuk??
Read 25 tweets
7 Sep
AHOK EKSPORT ...
.
.
Eh ... Pertamina Eksport Lho
.
.
Edisi Waras
.
.
.

Sepertinya, bukan tentang kita yang harus pintar apalagi jenius bila Indonesia maju adalah apa yang ingin kita tuju.
Kurang apa tanah ini kasih ke kita? Semua ada, komplit, plit..!! Semua terhampar di depan mata kita bahkan sejak kita lahir tanpa kita minta.

Anugerah atau justru jadi kutukan, tentu berpulang pada cara kita melihat. Bila waras adalah milik, hmm...,makmur negeri ini.
"Waduuhh...,kasar ini!! Atas hal apa kita dibilang ga waras??"

Anggap saja anda seorang ibu dari 7 anak dimana suami sangat kaya. Semua kebutuhan rumah dari beras, sayuran, daging hingga bahan mentah apapun selalu disediakan demi anak-anak itu.

πŸ“Έ Gabriel Flores
Read 19 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!