MALAM DI RUMAH PANGGUNG

A Thread

by Kisah Tanah Jawa
Kelahiranku di dunia manusia memang tidak pernah diharapkan, sebab itu kemudian aku tumbuh dan berkembang di alam gaib, di rumah panggung. Disana aku tidak sendiri, kami berteman dengan anak-anak lain, anak-anak yang juga mati dari keguguran.
Orang tua kami, menguburkan kami di dekat rumah panggung ini, dan pada saat malam tiba, pada saat orang tua kami sedang tidur dengan pulas, kami sering datang masuk ke dalam mimpi mereka.
Aku sering datang dengan wujud sebagai pemuda tampan, berkulit putih dengan rambut keriting mirip seperti Bapakku, berhidung mancung dan memiliki lesung pipi mirip seperti Ibuku.
Kedatanganku tak lain hanya untuk bertemu dengan Ibuku, sosok yang sering aku rindukan, terkadang dalam mimpi aku sering meminta sesuatu kepada Ibu, aku minta dibelikan pakaian baru, topi, dan jaket yang tebal.
Awalnya aku berpikir bahwa Ibu tidak akan mengerti dengan maksud kedatanganku masuk ke dalam mimpinya, namun akhirnya Ibu mau datang juga, Ibu datang ke tempat dimana aku dikuburkan.
Ibu datang sambil membawa semua barang yang aku minta, Ibu menaruh semua itu diatas kuburanku, Ibu kemudian mendoakan keselamatanku, saat itu aku merasakan kehangatan energi yang membantuku merasa bahagia.
Namun itu tidak berlangsung lama, entah mengapa aku mulai kesulitan masuk ke dalam mimpi Ibuku, aku pikir di alam sana, Ibu sudah tidak lagi merindukanku, mungkin Ibu sudah melupakanku, Ibu sudah tidak lagi pernah mengirimkan doanya lagi untukku.
Terakhir yang aku ingat, saat aku berhasil masuk ke dalam mimpi Ibuku, adalah saat dimana aku meminta sebuah nama pada Ibuku, nama untuk anak kandungnya sendiri, nama yang indah untukku, nama anak lelakinya.
Memang pada saat itu Ibu akhirnya mau memberiku sebuah nama, pemberian nama yang tidak sembarangan, karena Ibu melakukan pemberian nama, lewat ritual selamatan tradisi bancakan, tradisi bagi-bagi nasi kepada anak-anak sekampung.
Nasi putih yang dihidangkan bersama kluban yaitu urap, aneka sayuran hijau yang direbus, diberi parutan kelapa berbumbu, dengan ditambahi beberapa lauk, yang kemudian dibungkus menggunakan daun pisang.
Aku memang sudah tidak lagi bisa berkomunikasi dengan Ibu lewat mimpi, karena itu aku mencoba menemui Ibu langsung dengan menampakkan diri, aku tidak bermaksud untuk membuat Ibu ketakutan.
Tapi penampakan pada malam hari itu, cukup membuat Ibu menceritakan peristiwa itu kepada salah satu sesepuh di kampung kami, Mbah Tejo akhirnya melakukan ritual, memanggilku untuk datang berdialog dengannya.
Sebelum aku diminta bercerita, Mbah Tejo tampaknya sudah tahu siapa diriku sebenarnya, Mbah Tejo memintaku untuk tidak menampakkan diri kepada Ibuku lagi, dengan sedikit kesal dan marah, aku menjelaskan bahwa aku sama sekali tidak bermaksud untuk menampakkan diri.
Aku hanya ingin Ibu tidak lupa dengan keberadaanku, tidak lupa mengirimkan doanya untukku, dan aku pun masih ingin meminta permohonan yang terakhir kepada Ibu.
Dalam dimensi kami, yang tak beda dengan dimensi manusia, kami bisa tumbuh seperti manusia, bahkan bisa kawin, dan beranak pinak, aku cerita banyak soal itu kepada Mbah Tejo, tentang keinginanku dan permintaan terakhirku kepada Ibu.
Jika semua itu terpenuhi, aku berjanji tidak akan menampakkan diri kepada Ibuku, atau kepada siapapun itu, kami akhirnya bersepakat, dan Mbah Tejo akan segera menyampaikan itu semua kepada Ibu.
Sejak dialog dengan Mbah Tejo itu selesai, aku bisa kembali masuk ke dalam mimpi Ibu, tampaknya Ibu sudah kembali mendoakan keselamatanku, dan sudah mau mengabulkan permohonanku yang terakhir.
Sebab pada saat malam itu tiba, di rumah panggung, di dalam bekas wahana permainan anak itu, Ibu datang kembali, sambil membawakan sesuatu yang aku minta, sepasang cincin untuk kami tunangan.

Kontributor: Deli Putra
Ilustrator: Kakak Day

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with The Lost Book

The Lost Book Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @kisahtanahjawa

9 Sep
MENGHIAS RUMAH HANTU

A Thread

By Kisah Tanah Jawa
Bukan seperti mengisi ruangan pada umumnya, tentu saja, karena ini adalah rumah hantu. Tentunya hiasan atau dekorasinya akan dibuat semenakutkan mungkin, hingga kalian akan berpikir ulang untuk menikmati wahana ini.
Itulah yang terlintas di pikiranku saat itu. Aku adalah salah satu staff manager di tempat hiburan yang menciptakan rumah hantu pertama di Semarang kala itu.
Read 20 tweets
8 Sep
WAHANA DUNIA GAIB

A Thread

By Kisah Tanah Jawa
Kenangan masa kecil akan terus membekas hingga saat ini, kejadian yang terjadi pada saat kita masih kecil, tak akan mudah dilupakan begitu saja.
Selalu saja ada potongan-potongan masa kecil yang menyelinap masuk dalam ingatan kita, tentang rasa sedih atau bahagia, yang sering tanpa kita sadari.
Read 20 tweets
1 Sep
KEHIDUPAN YANG BERULANG

A Thread

By Kisah Tanah Jawa
Bagaimana reinkarnasi bisa menjadi sebuah kesatuan makna dalam perjalanan hidup setiap manusia di bumi? Karena reinkarnasi berangkat dari sebuah pemikiran, yang didasari dari prinsip teologi.
Seperti yang pernah dikemukakan Descartes “saya berpikir, maka saya ada,” menandakan keberadaan atau eksistensi kita, dengan cara kita berpikir.
Read 18 tweets
25 Aug
PEREMPUAN DARI MASA LALU

A thread

by Kisah Tanah Jawa Image
Waktu adalah ilusi nan menakjubkan, ia dikelilingi kemisteriusan, yang mendorong kita dengan kuat, ke dalam lingkaran tanpa akhir, kita akan terus berputar-putar, tanpa henti di dalam sana, melewati kelahiran, dan kematian berkali-kali.
Dalam dimensi ruang dan waktu yang berbeda-beda, sebelum akhirnya kita mencapai pada kesempurnaan sejati. Sunan Kalijaga dalam ajaran asli Jawa kuno menamai ini sebagai “Perjalanan batin menuju kesempurnaan”.
Read 20 tweets
19 Aug
KUNTAT-KUNTET SANTET

A Thread

By Kisah Tanah Jawa
Hidup hanya menunda kekalahan demi kekalahan, segala apa yang kita punya, pada akhirnya akan kembali pada asalnya.
Namun terkadang manusia tidak mau begitu saja menerima kekalahan, ada rasa sakit yang harus dibalas dengan rasa sakit yang jauh lebih hebat, dendam kesumat semacam itu, bisa mendatangkan ajal, yang mencengkam dari belakang, ketika kita tidak melihat.
Read 19 tweets
8 Jul
PETAKA DI TANAH DURJANA

A Thread

By Kisah Tanah Jawa
Tak asing di ingatan ketika kita kembali diingatkan oleh sebuah kisah tentang sebuah desa yang dikutuk karena kemaksiatan penduduknya. Layaknya kisah kota Gomorrah yang dihancurkan karena kemurkaan Tuhan, seperti yang tercantum pada kitab samawi.
Juga sangat mendekati kisah kota Pompeii yang habis dilahap muntahan Gunung Vesuvius akibat perkara yang tak jauh beda, kemaksiatan penduduknya.
Read 19 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!