GEOPOLITIK INDONESIA
.
.
.
.
.
.

Tak ada seorangpun mau disaingi, apalagi si pesaing naik gegara mengambil sesuatu yg sangat berharga yg kemarin adalah milik & kelebihan mereka yg akan disusul.

📷 Fstoppers @Andita_4
Mungkinkah karena pandemi ini kita berjalan dengan cara lebih benar sehingga tiba-tiba prediksi yang tadinya adalah di tahun 2030 kita baru akan masuk 5 besar, justru pada 2024 kita sudah akan mencapainya?
.
.
.
.
World Bank dan IMF telah mengeluarkan hasil prediksinya itu, dan kita, Indonesia akan menggeser banyak negara maju seperti Jerman, Perancis, Italia hingga Inggris dalam hal PDB,

📷Loganzillmer
dan itu akan terjadi pada tahun 2024 nanti bila konsistensi pencapaian kerja kita dpt terus bertahan seperti saat ini.

Sebelumnya, dibawah Jokowi, setelah dia memegang komando selama 4 tahun, pada 2018 byk negara tetangga terkaget heran bercampur iri sekaligus khawatir.
.
.
.
Indonesia meroket masuk dan menjadi negara dengan PDB diatas 1 triliun dolar, masuk menjadi bagian elit sedikit negara yang berpenghasilan lebih dari 1 triliun dolar.

📷via dani58.wordpress
AS yang sejak perang dunia ke 2 berakhir selalu menjadi terdepan dalam hampir semua hal, kali ini harus mulai bersiap, dia akan digeser oleh China dalam kekayaan.
AS masih akan berada pada urutan nomor 2 pada 2024, namun pada 2050 dia akan semakin jauh, AS diprediksi hanya pada urutan ke 3 di bawah China dan India. Indonesia akan berada pada urutan ke 4 setelah AS.

"Relakah AS?"

📷Artush Voskanyan
Menjadi kaya adalah tentang dominasi dalam banyak hal. Mampu membeli apapun yang tak mungkin dapat dilakukan orang lain. Mampu membuat banyak hal yang bahkan sebelum orang lain sempat berpikir. Intinya, dengan mudah dia akan semakin meninggalkan para pesaingnya dalam segala hal.
Relakah AS akan tersaingi dalam teknologi militer dari China contohnya, tentu tidak. China masih akan butuh waktu lama menyaingi teknologi milik AS.

Namun hanya waktu saja yang menjadi pemisahnya. Suatu saat, pasti akan terkejar.
China akan memiliki sisa uang lebih banyak untuk mengejar ketertinggalan itu. China akan lebih unggul, bila itu dibiarkan terjadi. Maka, usaha menghambat, dan bila perlu menghancurkannya sebelum semua terlambat, bukan sesuatu yang mustahil kan?
Demikian pula dengan Indonesia, negara antah berantah bagi banyak orang sebelum tahun 2000-an. Banyak orang diluar sana lebih kenal Bali dan Soekarno dibanding apa dan siapa Indonesia.

"Maksudnya, Indonesia pun akan dibidik dan dihalangi untuk menjadi maju?"
Banyak kepentingan AS terusir dari Indonesia karena Jokowi bukan dongeng. Bukan pula kenyataan yang mudah diterima begitu saja meski ekspresi senyum AS masih terlihat ramah dengan kalimat santun nya yang masih terucap.
Lain di bibir lain di hati, demikian pepatah pernah kita dengar.

Siapa tak marah bila pundi-pundi kekayaannya diambil paksa, apalagi gara-gara hal tersebut dia menjadi terkejar dan kemudian tertinggal oleh pesaing terdekatnya.

📷 Steven Kin
AS pasti marah dan tak suka dengan cara kita merampas privilege yang telah dinikmatinya selama lebih dari 50 tahun di Indonesia.

Gunung emas di Papua dan kolam minyak di Aceh dua terbesar dari banyak miliknya diambil paksa oleh Jokowi.
Freeport dan Exxon sang raksasa sebagai mesin kapitalis penghasil pundi-pundi kemewahan itu dibongkar dan dipreteli oleh seorang Presiden culun yang tak pernah dianggapnya.
Dulu, untuk mendapatkan itu semua, AS harus mendongkel Soekarno & meletakkan boneka bernama Soeharto dengan korban jutaan orang dlm rusuh pemberontakan PKI.

Dengan melibatkan CIA, AS dan Soeharto meluluh lantakkan Indonesia hingga bekas luka itu masih sangat terasa hingga kini.
Bahkan hingga hari ini, akibat luka itu kita masih terbelah dan percaya sesuatu yang tidak benar-benar nyata.
Atas jasa mereka, Soeharto dan dibantu oleh Prof. Sadli, Prof. Wijoyo Niti Sastro, dan sejumlah profesor ekonomi lulusan Berkeley University AS mengesahkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967.
Tak berlebihan bila dikatakan mereka sepakat mengkavling-kavling bumi Nusantara dan memberikannya kepada pengusaha-pengusaha AS. Gunung emas di Papua diserahkan kepada Freeport, ladang minyak di Aceh kepada Exxon,

📷 via Historia
Sejak saat itu, sejarah penjajahan ekonomi dan sumber daya alam kita dimulai. Sekali lagi kita mengalami masa tak lagi berdaulat atas tanah yang kita pijak sama saat Belanda menjajah bumi Nusantara sebelum 1945.
Kekayaan alam kita dikeruk tanpa kenal apa itu istirahat. 32 tahun berkuasa tanpa gangguan sekaligus usaha menumpuk kekayaan tak pernah kenyang adalah upah bagi Soeharto dan kroninya.

"Trus apa hubungannya dengan AS yang ga rela dengan Jokowi?"

📷 CNnIndonesia
Melihat kegaduhan di dalam negeri tanpa melibatkan kacamata geopolitik, mungkin ibarat pepatah seperti katak dalam tempurung. Kita melihat dan kemudian ngomong hanya dari ruang terbatas.
Kita berdebat rasa panas di dalam rumah dan saling ngotot adu gagasan bagaimana teori pemanasan global dengan segala dalilnya padahal rumah tetangga sebelah sudah beralih fungsi menjadi tempat pemanggangan roti contohnya.

📷Writtenbyananya.wordpress
Bukankah perseteruan di antara negara-negara “besar”. China, Rusia hingga Iran dengan AS dan kemudian meluasnya isu komunis hingga Syiah tak mungkin berdiri sendiri?
Bukankah sesama saudara, tiba-tiba kita saling maki dam bahkan sudah saling gebuk demi isu yang sama Komunis dan Syiah?

Kita masih sibuk berdebat betapa anehnya rasa panas tak wajar itu namun tak mau menengok apa yang sedang terjadi di luar sana.
Kita merasa pintar karena memiliki banyak dalil dan teori.

Pernah dengar Global War On Terrorism atau GWOT? Itu adalah kebijakan baru yang dibuat oleh AS pada saat pemerintahan Bush.
Secara sederhana, GWOT adalah UU yang lahir karena sebab WTC runtuh ditabrak pesawat yang dikendalikan oleh teroris pada 911 dan maka, teori serang dulu sarang teroris sebelum mereka sempat serang AS perlu dibuat.
Intinya, bisa saja suatu saat isu terorisme yang sengaja dimunculkan, merupakan alat legitimasi AS untuk mengacak-acak suatu negara berdaulat.
Bila suatu negara tidak sesuai dengan garis kebijakan Washington, maka negara tersebut akan dengan mudahnya dicap sebagai negara sponsor terorisme.

Sebagai contoh, tak senang dengan Indonesia, dan lalu ingin serang Indonesia,

📷MARV6671 Devianart
buat saja seolah Indonesia adalah sebagai sarang teroris, maka UU dan rakyat AS mengijinkan hal itu.

Lihat kejadian di Irak, Suriah, Yaman, Libya, Bosnia dan banyak kasus di mana AS terlibat dalam perang di luar negaranya.
Bukankah selalu tentang terorisme? Dan terorisme selalu terkait agama?

Artinya sangat jelas, jangan beri kesempatan AS menilai negara kita adalah sebagai sarang terorisme. Isu Syiah vs Sunni biasanya adalah tanda paling sederhana.
Maka hati-hati adalah ketika isu itu sudah beredar.

Itu adalah awal dari bencana. Itu terjadi di manapun AS terlibat. Ga percaya? Tanya Suriah dan Yaman.

Apakah AS akan dipersalahkan dengan tuduhan intervensi contohnya, sejarah ga ada mencatat yang seperti itu.
AS sah berbuat itu karena UU memerintahkannya.

Seandainya menyerang langsung negara yang belum nyata-nyata terbukti dukung terorisme dan AS tak punya alasan menyerang misalnya, membuat UU yang akan memberi sanksi sekaligus embargo telah mereka buat.
Menggolongkan Rusia, China dan Iran adalah sebagai negara pendukung Terorisme, membuat AS memiliki alasan membuat UU tentang pemberian sanksi bagi siapapun yang berhubungan dengan ke tiga negara itu.
Siapapun ngobrol apa lagi berhubungan dagang dgn kelompok negara pendukung terorisme adalah "salah"! Sanksi atau embargo dgn mudah dibenarkan secara hukum kepada negara itu.

Masih ga percaya? Tanya pak Menhan dah..!

Hai ... Pak Menhan ...,berasa kan galaknya paklik Sam?😁
Ingat rencana pembelian jet tempur SU 35 kita ke Rusia? AS mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia, bila tetap membeli perlengkapan militer dari Rusia.

Dan anehnya, tanpa malu AS menawarkan F 16 dan namun menolak ketika kita minta F 35.
Countering America's Adversaries Through Sanctions Act atau CAATSA dibuat khusus untuk tujuan seperti ini.

Secara sederhana, CAATSA adalah alat legitimasi bagi AS untuk menghukum siapapun yang berhubungan dengan China. Rusia dan Iran.

Sadis ...?
"Adakah tanda-tanda bahwa Indonesia sedang dibidik?"

Indonesia yang berjalan pada track benar di bawah Jokowi memang telah membuat banyak negara terhenyak kagum.
Menjadi negara dengan GDP terbesar no 5 dunia pada 2024, seharusnya bukan sekedar rasa bangga kita bersorak.

Was-was dan hati-hati, dan terutama persatuan kita sebagai bangsa kita pererat, adalah kemutlakan yang harus menjadi arah kemana kita melangkah.
Ramai isu PKI dan Syiah seharusnya cukup bagi kita paham, bahwa ada kekuatan asing sedang ingin bermain. Bukan paranoid kita kedepankan, namun contoh dari banyak kejadian di luar sana sungguh telah berbicara demikian.
Membuat sesama anak bangsa bertengkar demi perbedaan digaungkan telah membuat banyak tenaga kita terbuang percuma.

Sia-sia kita berteriak bahkan seandainya tanganpun terlibat, perbedaan tak akan menjadi indah justru ketika dibuat serupa.
Perbedaan itulah yang kini sedang dijadikan titik lemah kita.

Mereka yang melihat peluang itu tahu apa yang harus mereka lakukan.

Mempertajam dan kemudian mengirim pasokan bagi apa kebutuhan itu agar semakin tajam dengan senang hati pasti dilakukan.
Belum lama ini, AS serta merta menolak usulan Indonesia sebagai Presiden Dewan Keamanan tak tetap PBB.

AS memveto rancangan resolusi yang digagas Indonesia terkait “penuntutan, rehabilitasi, dan reintegrasi (PRR) teroris”.
Indonesia sebagai pimpinan tidak tetap Dewan Keamanan PBB menginginkan adanya perlakuan yang fair terhadap eks kombatan Isis dengan cara dituntut, direhabilitasi dan kemudian adanya reintegrasi.
Jawaban AS sederhana dan lugas, " jemput dan bawa pulang eks kombatan ISIS ke negara dimana dulu dia berasal".

AS keberatan bila eks ISIS itu harus dituntut, di rehabilitasi dan kemudian di reintegrasi di Suriah.
Ya ...,disini tampak dengan jelas bagaimana kerangka berpikir AS.

AS ingin para kombatan eks Isis berkarya di negara asal.

AS ingin Indonesia menjemput pulang eks Isis asal Indonesia.
Siapa di belakang ISIS, semua mafhum. Ada jejak tak dapat ditolak AS atas Al qaeda dan kemudian untuk apa ISIS dibangun.

Kini setelah kalah, mereka merasa rugi bila harus dibuat nganggur.
Militan yang telah tercuci otaknya itu selalu berguna bagi terpecahnya sebuah negara yang mereka bidik.

Sangat mudah kita bayangkan bila mereka pulang. Isu Komunis dan Syiah yang ditabur siapapun, akan langsung membakar negara kita tanpa ada peluang bagaimana membuat padam.
Sementara, kita semua paham bagaimana kondisi negara kita saat ini. Tindakan provokatif dipamerkan mereka para kaum intoleran yang entah datang karena apa hanya demi panas suasana kehidupan berbangsa dan bernegara sejak Jokowi menjabat Presiden.
Ada tendensi bahwa hal itu memang disengaja demi rusuh suasana akibat segala kebijakan Presiden yang satu itu. Kebijakannya telah membuat banyak pihak terancam dan namun secara pengecut mereka tak berani menunjukkan diri.
Selalu tentang rakyat yang seolah tak setuju dengan Presiden. Selalu memakai rakyat tak terdidik menjadi tameng.

"Waduuhh, harus hati-hati dong sama AS ya?"

Menuduh pemerintah AS ada dibalik semua ini, jelas ngawur.
Sebagai negara, AS adalah negara utama pendukung demokrasi.

Di sana HAM menjadi garda terdepan bagi kehidupan yang lebih baik.

AS adalah negara utama dan terdepan dalam memerangi banyak ketimpangan yang terjadi di dunia.
AS sebagai negara, tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu.

Sama dengan kita dan pasangan kita. Melirik, menggoda dan kemudian melacurkan suci ikatan pernikahan kita demi seseorang yang kita anggap lebih OK, adalah awal kehancuran rumah tangga.
Genit kita kepada orang lain demi rasa tak puas kita terhadap pasangan kita bukan tentang pihak luar yang kemudian mendekati kita yang bersalah. Kitalah sumber masalahnya.
Melacurkan diri dengan rela menjadi budak asing karena tak puas dengan pemerintah sah dan kemudian mendapat bantuan demi kekuasaan, bukan tentang siapa asing harus kita hajar, kitalah sumber ketamakan itu.
Soeharto benar pernah mendapat bantuan AS demi menumbangkan Soekarno, namun bukan berarti AS adalah penjahat yang harus kita hancurkan.

Disana kesungguhan kita sebagai insan pertiwi yang lahir di bumi Indonesia ini justru yang diminta untuk mengerti siapa seharusnya kita.
Siapapun diluar sana, selalu tentang untung dan rugi. Bukan hanya AS, negara manapun akan membuka tangan lebar-lebar bagi para calon sekutunya sepanjang itu menguntungkan.
Bahwa hari ini AS akan membuka tangan lebar-lebar dari para pengkhianat bangsa, tak dapat dipungkiri. Mereka akan bertanya, "apa yang kami dapat? Freeport? Morowali? Atau apa yang pantas. Sebutkan..!!"

📷 My Modern Mat
Sementara semua sedang didiskusikan, penyusupan dilakukan. Bahwa kekerasan agama yang dimulai dari isu tolak Komunis dan Syiah seolah identik dengan cara-cara AS, tetap saja itu bukan salah AS.
Salah kita bermental pengecut dan penghianat meski berbaju demi ini dan demi itu seolah niat baik layak ditukar dengan semua kebusukan itu.

📷 Justin Peters
China, India, dan Indonesia mungkin akan terus dihalangi dan diganggu sebagai calon peringkat 1,3 dan 5 dunia pada 2024 nanti dengan banyak cara agar tak merebut posisi mereka yang saat ini masih bertengger sebagai juara.
Apapun akan mereka lakukan demi menjadi nomor urut 1 negara terhebat di planet ini.

Menjadikan Indonesia jaya, bukan tentang memusuhi dan menghajar mereka yang akan mengganggu kita, ini tentang keIndonesiaan kita yang sedang diuji.

📷 WeHeartit
Benar adanya, jalan pintas lebih mudah, namun keindahan adalah tentang proses. Berpolitik lah secara benar karena hakikat kita berpolitik dan berkuasa adalah tentang menjadi seorang pemimpin demi rakyat banyak dan Indonesia jaya. Bukan yang lain-lain.
Mengorbankan rakyat, meski hanya satu dari 270 juta yang ada, itu sudah salah, apalagi mengorbankan jutaan nyawa. Itu pernah terjadi dan sampai hari ini kita masih trauma.
Dan ingat, di luar sana ada negara yang sedang galau dan namun memiliki undang-undang yang dengan mudah akan melakukan intervensi bila kita terkesan mengundangnya.
Dia akan mudah menggunakan Countering America's Adversaries Through Sanctions Act atau CAATSA dan mengembargo kita ketika kita salah gaul dengan China atau Rusia.
Dia akan mudah intervensi bahkan pasukannya masuk dengan alasan Keamanan Nasionalnya yang terganggu oleh teroris dan dengan alasan memiliki hukum sebagai perintah dari UU yang harus dijalankan yakni Global War On Terrorism.
Dapatkah kita ngeyel? Seharusnya dapat. Dan hanya dengan satu cara, jangan beri peluang dan alasan, apalagi mengundangnya.
Indonesia adalah tentang saya, anda tanpa embel-embel eksklusif Jawa hingga Papua, Islam hingga Hindu, atau apapun tentang latar belakang kita. Kita satu Indonesia yang tak seharusnya kita tawar lagi meski langit harus runtuh.

Dah gitu aja...
.
.
.
Koreksi : di reintegrasi

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with NitNot ❘

NitNot ❘ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @__MV_llestari__

25 Sep
"KUASAI NIKEL, MAKA KAU AKAN KUASAI DUNIA"
.
.
.
Seri: Jokowi
.
.
.

Siapa menguasai minyak, dia menguasai dunia …. Itu masa yang sedang kita tinggalkan Image
Masa yang akan kita tuju adalah "Siapa menguasai nikel, dia menguasai dunia." Mungkin sebagian orang langsung mencibir dan bilang "Ni orang lebay banget ."

Ga percaya? Buat apa negara besar macam EU dan US sibuk keroyok kita saat ini? Masih ga percaya juga?
Sadar ga sampai sekarang pun kita masih dan sedang direcokin kafir-mengkafirkan sesama anak bangsa?

Terus apa kaitannya sama keroyokan tadi? Tanda-tandanya nyata ...,perhatikan Suriah, Irak, Libya.

Awalnya, sama seperti di Indonesia saat ini. Image
Read 38 tweets
24 Sep
MENGINTIP LANGKAH PRESIDEN
.
.
.

Siapa yang paling paham bahwa dalam dua atau tiga bulan kedepan akan terjadi panen raya atau biasa-biasa saja, tentu petani.

@Andita_4 Image
Meski tampaknya diam, pohon-pohon itu berbicara, dan hanya mereka yang menanamnya yang mengerti bahasa itu.

Apa yang disampaikan dan dibutuhkan oleh tanaman itu agar dua bulan kedepan panen raya benar maksimal, telah diketahui oleh petani tersebut.
Berapa modal harus kembali disuntik, tentu merupakan keputusan prosesional yang bukan ranah tukang ledeng PDAM dapat turut memperdebatkannya. Image
Read 45 tweets
23 Sep
SEPTEMBER MUSIM RAMBUTAN DAN BUKAN MUSIM PKI
.
.
.

Pernah ditanya tentang rasa takut? Terus apa kira-kira hal yang dapat membuat kita takut sekaligus ngeri?

Setan ..., atau darah mungkin?

Bagaimana kalau keduanya sekaligus?

@Andita_4 Image
Skala ketakutan sangat subyektif, selalu bergantung pada masing-masing individu.

Tak ada ukuran pasti apa penyebab dari ketakutan apalagi yang menimbulkan kengerian.
Bagaimana bila setan membuat kita takut? Terus bagaimana pula bila ceceran darah hingga lolongan teriak rasa sakit hingga kematian adalah lebih menyenangkan bagi sang korban? Image
Read 24 tweets
23 Sep
JOKOWI : "SIAPKAN LAWYER TERBAIK!!"
.
.
.
.
.

Kemarin dulu setiap kali ladang panen, pasti langsung diambil.

Saya seneng. Ga usah tunggu lama singkong masih basah tanah diambil buru-buru ma pembeli.

@Andita_4
Lama-lama saya bingung sekaligus curiga (plus ngiri juga sih) kenapa ini orang tajir amat, padahal dia kan sama dengan saya, jualan singkong. Bedanya dia ga tanam, tapi langsung jual.
Selidik punya selidik, ternyataini orang ga jualan singkong. Dia jualan keripik, lepet, dan aneka kue dari bahan dasar singkong.

Ga mau kalah, saya belajar. Dan ternyata benar, singkong dan turunannya dapat dibuat menjadi banyak sekali produk.
Read 28 tweets
22 Sep
MENJEMPUT ASA
.
.
.
.
.

Kenapa makanan di hotel bintang 5, rumah makan dengan bintang Michelin atau restauran ternama selalu dibuat terlihat sempurna?

Enakkah?

📷Herman Damar @Andita_4
Seharusnya sih enak pakai banget dan ga' berlebihan kalau itu dibilang sempurna. Tidak mungkin hanya sekedar bentuk dan warna mampu menggantikan keutamaan apa itu makanan seharusnya, enak.
Yang jelas, ada proses panjang, ada pola trial dan error hingga standar mutu prima untuk hidangan itu boleh tampil disana.

Namun selalu tentang tujuan menjadi paling "enak" adalah apa target utamanya.

Kenapa dijamin pasti enak?

@Amy_Anwar

📷 Budi "ccline"
Read 24 tweets
21 Sep
PERURI
.
.
.
Kog Harus Ahok
.
.
.
????

Sepertinya, Ahok moment perlahan tapi pasti akan mulai menjadi bagian atmosfir kita bersama.

Kritis ide dengan bingar suara yang terkadang membuat para disasar punya telinga memerah, jelas akan membuat tuaian riuh jawab.

@Andita_4
Marah dan kemudian cacian China hingga kafir tak pelak bakal bersliweran dalam bising ruang kita hidup. Ahok is back.

Gugatan tak biasa demi Pertamina yang dianggap telah jauh melenceng terdengar dan kita kembali dibuat sibuk ingin tahu, kemana ini semua akan berjalan.
Hanya keributan semata hingga riak dan buih adalah hasil akhir dituai, atau jernih air didapat?

Siapa tak tau Pertamina? Oase uang yang tak pernah kering hingga ribut dan munafik diperjual belikan demi nikmat disana?
Read 30 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!