BEDA ANTARA PESAN SYEKH ALI JABIR DAN GUS NADIRS

Ada perbedaan antara komentar gus @na_dirs dgn pernyataan syekh Ali Jaber. Syekh Ali berbicara ttg sikap jgn suka menghakimi orang lain. Sedangkan gus @na_dirs berkomentar, jangan menghakimi amalan ibadah atau maksiat orang lain.
Syekah Ali berbicara tentang menghukumi orang, Gus @na_dirs berbicara tentang menghukumi perbuatan. Menghukumi seseorang sbg ahli maksiat dsb, memang tdk baik. Tetapi menghukumi perbuatan, bahwa ini benar menurut Islam dan ini maksiat, asalkan dgn ilmu, itu kebaikan.
Jadi ini dua hal yang berbeda. Misalnya kita ambil contoh ttg wanita dan jilbab. Melihat wanita yg tdk berjilbab, maka seperti yg dikatakan oleh Syekh Ali Jaber, jgn vonis dia wanita yg buruk begitu saja. Boleh jadi ada kebaikan2 tersembunyi yg dia lakukan tdk kita ketahui.
Akan tetapi bhw memakai jilbab/menutup aurat di depan publik bagi wanita adalah wajib dan menanggalkannya berarti meninggalkan kewajiban syariat semestinya harus diyakini setiap muslim. Artinya menilai kewajiban berhijab dan mengingkari sikap melanggarnya adalah keharusan.
Memang ada dua sikap dlm melihat kemunkaran yg patut dievaluasi. Pertama semangat dakwah yg menggiring pada sikap mudah memvonis objek dakwahnya, spt vonis kafir, sesat, ahli neraka, dll. Kedua, sikap permisif yg cenderung mencari pembenaran atas berbagai kemunkaran yg terjadi.
Kelompok yg pertama tdk dipungkiri keberadaannya. Dalam beberapa kasus sering didapatkan, mudah memvonis orang perorang. Akan tetapi sependek pengalaman saya berdakwah, hal ini tdk umum terjadi khususnya di kalangan dai bahkan di kalangan awam sekalipun.
Lihat saja di sekitar kita, perkumpulan2 rt, komunitas2, bahkan dlm satu keluarga, ada saja yg pake jilbab dn yg tdk, umumnya akur2 saja. Di masjid2 banyak wanita yg ingin shalat tdk berjilbab, tdk ada yg usir atau dikatain macam2. Ada satu dua kasus, jgn digeneralisir.
Cuma masalahnya, banyak org menilai, misalnya, kalau ada dai menjelaskan ttg kewajiban berjilbab dan bahwa meninggalkannya berdosa. Atau ada seseorang menasehati kawannya utk menutup aurat karena itu wajib, ini oleh sebagian orang dianggap sebagai tindakan penghakiman.
Lalu yg menyampaikannya dianggap sok suci dan yg disampaikan merasa dirinya dilecehkan atau direndahkan. Itukan soal sudut pandang. Padahal kalau hal itu dilihat sebagai nasehat dari saudaranya yg mencintainya agar dirinya tdk meninggalkan ajaran Allah, kan jadi beda nilainya.
Yang terjadi adalah semacam sikap baper. Alih2 dia menerima nasehat itu dgn lapang dada, yg walaupun dia belum dpt melaksanakannya, tapi dia akui kekurangannya dlm hal tsb, ini malah dia menuduh macam2 org yg ingin menasehatinya, kadang dianggap sok suci, radikal, dll.
Adapun kelompok kedua, ini tdk kalah bahaya. Dgn alasan jgn suka memvonis orang, yg terjadi adalah sikap permisive, mencari pembenaran atas perbuatan maksiat. Pesan syekh Ali Jaber ini oleh kelompok spt ini sangat disukai, krn dianggap sesuai dgn sikap mrk; jgn suka menyalahkan.
Padahal kalau kita lihat contoh Rasulullah saw, betapa beliau sering menegur para sahabat atas kesalahan mereka. Dalam shalat, puasa, haji, berdagang, berhias, berumah tangga, dll. Kalau pake logika gus @na_dirs ini jadi gak boleh. Bahkan maksiat pun gak boleh dihakimi.
Di sisi lain, pesan Syekh Ali Jabir ini harus ditempatkan pada tempatnya. Yaitu orang yang merasa telah berada dalam kebaikan dan ketaatan, jangan suka merendahkan orang lain yg dia anggap tdk sebaik dan setaat dia. Ini sangat bagus.
Tapi pesan ini akan bermasalah jika ditangkap sebagai pembenaran oleh mereka yang meninggalkan sebagian syariat. Bisa jadi akan ada yg merasa tenang walau tdk shalat, tdk berjilbab, krn dia merasa toh saya baik dgn org tua, toh saya suka shalat tahajud, dll. Itu namanya ghurur
Ghurur artinya terpedaya oleh bisikan setan, keburukan dihias seakan bagus. Perkara ini jadi mirip dgn hadits Nabi ttg keutamaan pemberi utang yg memberikan kemudahakn kpd org yg berutang, apakah dianggap lunas atau diberi penangguhan tempo pembayaran.
Pengemplang utang kalau baca hadits ini akan senang, dan akan marah kepada penagihnya dgn anggapan tdk menjalankan pesan Rasulullah saw. Padahal ada banyak hadits ancaman bagi orang yg mengemplang utang jika tdk ada uzur. Nah hadits ini tdk mereka tengok....Wallahu a'lam.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Bela Ulama

Bela  Ulama Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @abdullahhaidir1

23 Feb
Bapak2pun jangan enteng banget mau poligami dgn alasan ingin amalkan sunah. Pertama, poligami itu menurut para ulama, hukum asalnya mubah bukan sunah. Tidak ada hadits yg anjurkan poligami. Kalau anjuran menikah, ada. Kedua, sunah jgn sampai jadi penyebab kemudaratan
Karena tidak ada kemampuan dan persiapan. Apalagi kalau alasannya hanya karena soal jatuh cinta. Sebuah langkah sesat seorang laki2 yg sudah beristri menjalinn hubungan cinta dgn wanita lain. Lalu setelah semakin kuat, dia ingin menikahinya dgn alasan poligami boleh atau sunah.
Akibatnya isteri pertama tidak terima karena suaminya selingkuh, rumahtangga berantakan, anak2 terdampak, akibatnya poligami dpt citra buruk di tengah masyarakat, karena laki2 yg tak bertanggungjawab...
Read 4 tweets
16 Nov 20
Biar lengkap saya sebutkan saja enam perkara 'dibolehkannya ghibah' terhadap seseorang yg disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhushshalihin;

Pertama, dizalimi, dia boleh mengadu kpd siapa yg memiliki wewenang lalu menceritakan kezaliman/keburukan org tertentu kpdnya.
Kedua, Minta tolong utk mencegah kemunkaran kpd yg dia pandang mampu melakukannya. lalu dia ceritakan kemunkaran yg dilakukan seseorang.

Ketiga, Minta fatwa ulama, lalu dia ceritakan keburukan seseorang untuk mendapatkan jawaban yang jelas terkait sikap yg harus diambil.
keempat, memperingatkan sahabat dari keburukan dan bahaya orang tertentu. Seperti mengingatkan teman agar tidak bermuamalah dengan si fulan, karena dia tdk baik, dll.
Read 5 tweets
17 Aug 20
Merdeka itu..... ?

Merdeka itu, engkau tunduk hanya kpd Allah, lalu kau bebas dlm membangun negerimu dan mengelola sebaik2nya segala potensi yg ada…

Merdeka itu, engkau bebas dari cengkraman penjajah, juga bebas dari cengkraman para kacung penjajah….
Merdeka itu, engkau merdeka dari pemikiran dan keyakinan sesat, terhindar dari moral bejat dan selamat dari penipu umat….

Merdeka itu, engkau bebas dlm mewujudkan penghambaan kepada Allah semata, tdk menjadi budak syahwat dan terjerumus arus maksiat.
Merdeka itu, negerimu tdk dijarah imperialis, otakmu tdk dijejali paham liberalis dan dirimu tak termakan rayuan penjahat yg tersenyum manis

Merdeka itu artinya kau mendukung siapa saja yg memperjuangkan negaramu bukan mendukung siapa saja yg siap menggadaikan negaramu..
Read 6 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!