Anak Tangsi Profile picture
16 Oct, 27 tweets, 5 min read
°
°

Tan Malaka dan Angkatan Laut di Surabaya

1. Nama Tan Malaka umum dikenal lebih dulu ketimbang sosoknya.
Ide-ide perjuangannya menginspirasi banyak pemuda, termasuk Hamzah Tuppu dari Angkatan Laut.

Oleh M.F. Mukthi | 15 Okt 2020
2. Usai aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung bentrok pada Selasa (6/10/20), nama Tan Malaka kembali menjadi pembicaraan.

Bermula dari Banten.
Aparat kepolisian daerah menangkap 14 orang peserta aksi di mana delapan di antaranya merupakan mahasiswa.
3. Dari salah seorang mahasiswa, aparat menyita buku Merdeka 100 Persen karya Tan Malaka.
“Buku (Tan Malaka) kita dapatkan saat kita melakukan penggeledahan tersangka OA.
Kita kembangkan, yang bersangkutan kita kenakan pasal 212 (KUHP), menyembunyikan...
4. menyembunyikan buku itu, salah satu objek penelitian,” kata Wakil Direkture (Wadir) Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Banten AKBP Dedi Supriadi sebagaimana diberitakan suara.com, Minggu (11/10/20).
5. Tindakan aparat Polda Banten itu menuai kritik dari berbagai pihak. Sejarawan Bonnie Triyana, salah satunya.
Menurutnya, sebagaimana diberitakan suara.com, “Sebaiknya polisi baca juga buku Tan Malaka yang mereka sita....
6. Orang bisa dihukum karena melakukan tindak kejahatan. Membaca buku bukanlah sebuah kejahatan, apalagi baca buku Tan Malaka.”

Meski sudah lebih dari 70 tahun meninggal dunia, Tan masih jadi tokoh yang kerap diperbincangkan.
7. Situasinya mungkin mirip dengan ketika Tan memulai perjuangannya di masa kolonial.

Meski tulisan-tulisannya saat itu telah dibaca banyak orang termasuk Sukarno, fisik Tan masih tak diketahui keberadaannya.
8. Nama Tan begitu melegenda sampai kisahnya diromankan Hasbullah Parinduri dalam Pacar Merah Indonesia di samping banyak orang mengaku sebagai Tan Malaka.

Pengalaman membaca karya-karya Tan tanpa mengetahui orangnya itu juga dialami Kolonel Laut (Purn.)
A. Hamzah Tuppu,....
9. Kolonel Laut (Purn.) A. Hamzah Tuppu, salah satu perintis Angkatan Laut Republik Indonesia.
Jauh sebelum mengetahui karya-karya Tan apalagi sosoknya, Hamzah sudah mendengar nama Tan.
Buku pertama Tan yang dibacanya adalah Naar de Republiek Indonesie.
10. “Itulah buku pertama Tan Malaka yg saya baca, kendatipun saya sudah mendengar namanya diperbincangkan orang, didewa-dewakan orang,” kata Hamzah dlm testimoninya, “Bersama Bung Karni di Balik Kawat Berduri di Kamp Garut”, yg termuat di buku Sukarni dlm Kenangan Teman-Temannya.
11. Hamzah pertamakali membaca karya Tan saat ditahan aparat Hindia Belanda di Garut menjelang pendudukan Jepang.
Di sana dia berkenalan dng sesama tahanan, Sukarni (rajin meminjaminya buku2 karya Tan), tokoh pemuda 1945 yg menculik Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok.
12. “Setiap kali datang ke tempat saya Bung Karni selalu membawa ‘sesuatu yang baru’,” sambungnya.

Buku-buku Tan membuka kesadaran Hamzah akan perjuangan kemerdekaan.
“Dari sinilah saya baru sadar bahwa tujuan perjuangan akhir bangsa Indonesia ialah menuju kemerdekaan,...
13. suatu negara berbentuk Republik. Dulu hal itu kan belum ada yang memikirkan, orang hanya mau merdeka saja.
Inilah pertama kali saya mendengar perkataan Republik, dari buku yang dibawa oleh Bung Karni ke kamar saya,” kata Hamzah.
14. Meski hanya bisa membaca buku2 itu dng mencicil saat Sukarni datang kepadanya, toh Hamzah dapat menamatkan beberapa buku karena Sukarni rajin mendatanginya.

Jauh setelah meminjami buku-buku Tan, Sukarni -yang menjadi orang kepercayaan Tan- memperkenalkan Hamzah kepada Tan.
15. Perkenalan itu terjadi setelah proklamasi, ketika para pemuda Menteng 31 tak lagi meragukan sosok Tan lantaran banyaknya Tan palsu di masa Jepang.
Dalam pertemuan di rumah lama Sukarni di Jalan Minangkabau, Jakarta itu, hadir beberapa pemuda.
16. “Hamzah Tuppu menyebut pertemuan itu bersama Abidin Effendi, kakak Roestam Effendi, anggota Tweede Kamer Belanda sebagai wakil kaum komunis, Nurut, Pandoe Kartawigoena, Tjeq Mamad, Sjamsu Harja Udaja, dan Abdul Djalil Muluk.
17. Maka mungkin sekali peristiwa kenal-mengenal itu terjadi dalam masa sekitar tanggal 8 sampai 15 Semptember, setelah Tan Malaka kembali dari perjalanannya ke Banten dan bersama para pemuda diserap dalam pengorganisasian sebuah demonstrasi besar,” tulis...
18. tulis Harry A. Poeze dalam Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia: Agustus 1945-Maret 1946.
.
19. Hamzah agak kaget begitu bertemu Tan lantaran tampilan fisiknya jauh dari yang dia bayangkan. “Kok rambutnya kelihatannya keras, kupingnya sebelah kecil, lehernya kelihatan keras. Itu selalu saya perhatikan,” kata Hamzah.
20. Perhatian Hamzah pada fisik Tan hanya sesaat karena obrolan segera mengalir & banyak orang yg hadir.
Tan segera mengajak bicara semua tamunya dng akrab.
Kepada Hamzah, Tan langsung mengajak bicara serius dng pembukaan berupa pertanyaan soal kekuatan perjuangan di Makassar.
21. “Tan Malaka kemudian tanyakan juga kekuatan divisi saya & hal2 lain. Saya memang aktif di Peta jurusan Angkatan Laut ketika itu,” kata Hamzah.

Obrolan mengerucut soal perang gerilya, Dari teori dasar hingga taktik & strategi Tan beberkan kpd Hamzah (terpukau mendengarkan)
22. “’Wah, hebat cara ini,’ pikir saya. ‘Itulah tuntunan Tan Malaka yang tidak pernah saya lupakan,’” kenang Hamzah yang mengaku mulai mengagumi Tan setelah membaca Naar de Republiek Indonesie.

Tak lama setelah pertemuan itu, Hamzah berangkat ke Surabaya.
23. Menurut Poeze, Sukarni yang mengirimnya. “Soekarni mengirim Hamzah Tuppu bersama Sjamsu, Abidin Effendi, dan kakaknya Deibel Effendi ke Surabaya untuk melakukan aksi politik, khususnya dengan para pelaut di sana,” kata Poeze.
24. Di Surabaya, Hamzah dan kawan-kawan mengorganisir pemuda-pelaut dari Djawa Unko Kaisha, Akatsuki Butai, Heiho Laut, pelajar sekolah pelayaran, buruh pelabuhan, dan bekas anggota Koninklijke Marine ke dalam sebuah pasukan yang kemudian menjadi BKR Laut.
25. “Ada dua orang opsir Peta bagian laut yang berasal dari Sulawesi Selatan, bernama M. Aris dan Hamzah Tuppu, seorang keturunan Karaeng Galesong. Keduanya ini bersama-sama dengan J. Tamboto, Tuege, J. Bolang, Luntungan, Sutrisno, Muchtar dll. membentuk BKR laut...
26. yang kemudian menjadi TKR laut, di samping organisasi PRIAL (Pemuda Republik Indonesia Angkatan Laut) di Surabaya,” tulis Lahadjdji Patang dalam Sulawesi dan Pahlawan2nya : Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Anak Tangsi

Anak Tangsi Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @bwarmed

17 Oct
°
°

Ulasan | ✍️ Wahyu Sutono

UNTUK ADIK-ADIK MAHASISWA
"Siapkan Lamaran Kerjamu"

1. Kami yang senior sungguh senang dengan semangat adik-adik mahasiswa dalam beraspirasi. Namun yang kami sesalkan mengapa harus memaksakan kehendak. Ingat, kami pun dulu mahasiswa seperti kalian. ImageImageImage
2. Yang membedakan adalah dulu kami tidak pernah mengatasnamakan siapa pun,
yakni murni gerakan moral guna menuntut yang memang seharusnya perlu kami tuntut untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Coba renungkanlah adik-adiku sekalian.

Pertama apakah adik-adik yang nota bene adalah intelektual muda bukankah seharusnya ikut bahu membahu memerangi Covid-19, sehingga protokol kesehatan begitu penting.
Read 20 tweets
16 Oct
°
°

✍️ Fauzan Alkatiri

Kelebihan Jokowi
dibanding Donald Trump

1. Yang jelas ini tidak ada kaitannya dengan nasib sial Donal Trump yang terpaksa harus berkolaborasi dengan Covid-19 yang mulai bersarang di tubuhnya.
2. Karena sebagai warga negara yg sering telat bayar pajak, saya pribadi harus mengakui kalau prestasi Pak Jokowi (baca: Presiden kita) akhir2 ini cukup sukses dng tangan besinya yg mampu melumpuhkan para petarung yg biasanya cekakak cekikik sambil duduk manis diteras gedung DPR.
3. Mereka pikir akan semakin terbantu jika setiap kebijakan yang di kumandangkan Pak Jokowi agar segera di tanda tangani dengan cara seksama dan dalam tempo yang juga diluar dugaan.
Read 7 tweets
16 Oct
°
°
Simak Kawan
°
°

KUDETA
dan
PELARANGAN HIZBUT TAHRIR
di berbagai NEGARA

facebook.com/Mediahijau/vid…

🎬 1
°
°
Simak Kawan
°
°

KUDETA
dan
PELARANGAN HIZBUT TAHRIR
di berbagai NEGARA

facebook.com/Mediahijau/vid…

🎬 2
°
°
Simak Kawan
°
°

KUDETA
dan
PELARANGAN HIZBUT TAHRIR
di berbagai NEGARA

facebook.com/Mediahijau/vid…

🎬 3
Read 7 tweets
16 Oct
°
°

Polemik Angkatan Kelima

1. Berdalih mengikutsertakan kekuatan buruh dan tani dalam misi pengganyangan kaum Nekolim,
PKI mengusulkan kepada Bung Karno untuk membentuk matra baru.

Oleh Hendi Johari | 14 Okt 2020
2. Memasuki thn 1965, demam pengganyangan Malaysia semakin merajalela di seluruh Indonesia. Pendaftaran menjadi sukarelawan Dwikora diikuti hampir semua kalangan: dari rakyat biasa hingga mahasiswa.
Latihan militer menjadi kebiasaan. Semangat bela negara pun mencapai puncaknya.
3. “Sebagai pemuda, saat itu rasanya malu kalau kita tidak mengikuti seruan Bung Karno utk ikut mengganyang Malaysia,” kenang Ishak (76), eks anggota Gerakan Pemuda Marhaen (GPM).
Read 20 tweets
16 Oct
°
°

NU batal gugat UU Cipta Kerja

1. Nahdlatul Ulama (NU), dalam hal ini Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, tidak akan mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Cipta Kerja.

beritasatu.com/irawati-diah-a…
2. Pasalnya, NU menggugat pemberlakuan izin usaha pendidikan secara umum.

Namun ternyata menurut pemerintah, aturan itu hanya berlaku untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) dan tidak wajib.
3. Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), Arifin Junaidi kepada Suara Pembaruan,
Kamis (14/10/2020).

Namun, ia mengajukan syarat bahwa naskah UU Cipta Kerja yg dikeluarkan dari SekNeg harus persis seperti yg dijelaskan Presiden Jokowi.
Read 5 tweets
16 Oct
°

Ulasan | ✍️ Birgaldo Sinaga

ANSAR BUPATIPRENEUR

"Bangsa yang maju adalah Bangsa yang kreatif".

1. Saya ingat betul kata2 di atas. Diucapkan oleh Ir. Ciputra.

Di negeri ini banyak pengusaha besar tumbuh.
Salah satunya Ciputra.
Biasa dipanggil Pak Ci.
2. Ciputra berbeda dari kebanyakan pengusaha Tionghoa seperti Liem Sio Liong atau Eka Tjipta Wijaya.

Om Liem memulai usaha dari gerobak sayur.

Om Eka hampir sama dari jualan kopra.
3. Tapi Pak Ci memulai dari keahliannya sebagai seorang insinyur sipil dari ITB.
Ia orang terdidik tapi bernaluri bisnis yang kuat.

Bermula dari tantangan Gubernur Sumarmo padanya.
Membangun Pasar Senin.
Tapi pemda DKI tidak memberi modal.
Read 20 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!