PENGEN MAKMUR ....?
.
.
.
Ikut Yang Waras Dong
.
.
.

Dua puluh tahun yang lalu, orang tua kami meninggalkan deposito sebesar 20 miliar untuk kami anak-anaknya yang berjumlah 9 orang. Dengan bunga 6% per tahun, masing-masing dari kami mendapatkan Rp. 10 juta setiap bulannya.
.
.
.
Setahun lebih kami menikmati hasil itu, sampai suatu hari om, pak de, keponakan hingga tetangga menawarkan diri mengelola uang tersebut dengan janji hasil 10% per tahun, 4% lebih besar dibanding bunga bank.
Kami sepakat dan apalagi sebagian dari kami diangkat menjadi komisaris perusahaan tersebut.
.
.
.
Sejak saat itu, setiap bulan tak kurang dari 18 juta rupiah tiap bulan kami terima. Di sisi lain, banyak dari saudara kami masih mendapat penghasilan lebih atas peran mereka dalam perusahaan-perusahaan tersebut.
Saya sebagai anak tertua tentu bersyukur dapat berperan cukup bagi 8 adik-adik saya.

Hidup mereka berkecukupan dengan penghasilan sebesar itu.
Itu 20 tahun yang lalu. Hari ini, harga beras termurah Rp 10 ribu/kg, padahal 20 tahun yang lalu maksimal Rp 3.000. Uang kami tetap namun daya belinya turun.
Mereka yang memanfaatkan uang kami semakin kaya, sedangkan kami, si pemilik pokoknya tetap saja tak berubah, bahkan daya belinya justru menurun.
Benar, aset kami tetap 20 miliar dan masih memberi kontribusi bunga 10% setiap tahun, namun aset mereka sepertinya sudah lebih besar dari pokok yang pernah kami pinjamkan.

Mereka sekarang lebih kaya dibanding kami yang dahulu memberi hak pakai atas uang kami.
Beberapa kali saya sebagai kakak tertua mencoba berbicara dengan adik-adik untuk menarik semua aset yang pernah kami pinjamkan tersebut, namun selalu gagal.

Selalu ada cara dan alasan dari adik-adik yang menjadi komisaris atau karyawan pada perusahaan itu.
Mereka menolak karena kepentingannya terganggu, dan namun anehnya tak peduli dengan saya sebagai kakak tertua yang memiliki wewenang atas surat waris tersebut.
Apabila seluruh aset dapat saya tarik, kekayaan kami masih sangat besar, sangat cukup untuk membuat kami maju lebih cepat dibanding mereka yang meminjam kemarin. Modal yang kami satukan, akan membuat daya tawar kami lebih besar.
Hari ini, Malaysia, Singapore hingga AS dan Eropa sedang berusaha menahan Indonesia mengambil kembali apa yang sudah lebih dari 50 tahun dibiarkan mengelola banyak hal yang seharusnya sejak dulu kita kelola.
Fasilitas pelabuhan hingga pengaturan wilayah udara kita pinjamkan kepada Singapore. Sawit kita serahkan kepada Malaysia dan banyak tambang kita pinjamkan kepada AS hingga Eropa itu yang kini akan kita minta kembali dan mereka tak suka.
Jokowi sebagai kakak tertua kita hari ini hanya sedang mencari cara agar semua yang pernah negara ini pinjamkan ditarik kembali.
Siapa yang tak suka dan marah, sudah pasti adalah mereka yang memiliki kepentingan dan yang selama ini telah menjadi komisaris dan apapun seperti adik-adik saya tadi.
Terserah anda semua, mau mendukung Jokowi dan kita semua menuju arah yang benar, atau termakan janji-janji mereka yang sudah kenyang namun sedang terancam?

Isu apapun akan mereka keluarkan hanya demi mempertahankan kemyamanan mereka yang sebentar lagi diambil.
Lebih jauh lagi, Jokowi sebagai kakak tertua akan mereka gulingkan, bukan cerita mustahil bila marah dan fruatasi tinggal menjadi satu-satunya pilihan.
Ngamuk dan tak peduli atas akibat yang akan dihasilkannya, bukankah orang kesetanan selalu seperti itu?

Monggo, mau ikut MEREKA YANG KESETANAN ATAU YANG WARAS….😌

.
.
.
@Andita_4

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with NitNot ❘

NitNot ❘ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @__MV_llestari__

16 Oct
THE JOKOWI SUPREMACY
.
.
.
.

Soto bang! Nasinya dipisah."

"Saya dicampur."

Kami berdua makan soto yang sama dengan cara berbeda.

🖌️Jeffrey G. Batchelor. @Andita_4
Bukan tentang lebih enak yang dicampur atau dipisah, ini tentang hidangan sederhana dengan citarasa sederhana pula. Di situ ada sensasi keaslian rasa nasi yg belum dimasuki unsur asin, manis, asam dan pedasnya kuah ayam sehingga rasa masing-masing terjaga.
Sementara mereka yang lebih senang nasi langsung dicampur, sangat mungkin rasa bumbu dalam kuah yang sudah meresap dalam nasi, jauh lebih nikmat.

Baik campur maupun pisah, keduanya masih dengan sangat mudah membedakan mana rasa kuah dan mana nasi.
Read 45 tweets
15 Oct
SIAPA DI BALIK RUSUH UU CIPTAKER?

.
.
.

Sangat sedikit, bahkan hanya satu persen orang saja di Indonesia adalah penguasa 50 persen aset nasional.

@Andita_4
Mari kita naikkan menjadi 10 persen. Hmm ternyata 10 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia tercatat menguasai 70 persen dari milik negara ini.

Artinya 90 persen penduduk lainnya hanya sedang berebut 30 persen yang tersisa. Miris? Dan itu terjadi di negeri Pancasila.
Dari kelompok mereka pulalah penguasaan atas sebagian besar tanah di Indonesia yang berkeadilan sosial ini berasal.

Mereka sudah berkuasa sejak Orde baru dan tak sedikitpun berkurang pada jaman SBY memerintah selama 10 tahun.
Read 20 tweets
14 Oct
T I D A K

.
.
.

.....JOKOWI TAK HARUS SEPERTI ANDA

.
.
.

Ya, benar..,pak Jokowi suatu saat benar akan kembali ke masyarakat. Dia akan balik ke Solo dan berkumpul kembali dengan orang-orang biasa. Dia tahu dari mana berasal dan tahu kemana harus pulang.

@Andita_4
Dia tahu kapan harus berhenti. Dia juga tahu kapan saat tepat menutup mulut.

Benar pak, pak Jokowi pasti akan kembali ke masyarakat dan menjadi bagian masyarakat biasa, bukan merasa masih menjadi bagian elit sebuah masyarakat, apalagi sesepuh yang rindu didengar nasehatnya.
Namun berbicara apa legacy nya, hmm... beliau akan selalu menjadi ingatan bangga akan salah satu Presiden terbesar yang pernah bangsa ini miliki hingga ratusan tahun ke depan.
Read 6 tweets
13 Oct
S E K A R A N G !!

.
.

Kalau tidak, kapan lagi....?

.
.
.
14.44

September, PKI jadi celah mereka omong. Berbusa dan ludah muncrat-muncrat menghias ekspresi tamak muka penuh dengki dan narasi kebencian terdengar keluar berebut dengan suara ludah menjijikkan.

@Andita_4 Image
Pemerintahan dianggap zolim dan berpihak pada komunis.

Seperti siang lelaki malam berubah sexy, 180 derajat Kapitalis sebagai antitesa komunis tiba-tiba disematkan pada pemerintah. Omnibus law adalah baju kapitalis yang dengan cara pandang juling mereka coba sematkan. Image
Bangga telah mampu membakar banyak kota, isu pemerintah memusuhi ulama menjadi baju lain untuk sekali lagi disematkan. Sekali lagi, usaha mereka membakar semangat para militannya tampaknya berhasil.

🎨 @AnakKolong_ Image
Read 28 tweets
12 Oct
HARUSKAH PRESIDEN KIBARKAN BENDERA PUTIH?

.
.
.

Menurut info yang berkembang, demo lebih besar dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas akan digelar mulai Selasa 13 Oktober 2020.

@Andita_4
"Adakah hal salah sudah dibuat oleh negara sehingga mereka kembali beraksi?"

Bila ukurannya adalah cara penanganan demo rusuh beberapa saat yang lalu, tak terlalu berlebihan.
📽️@ditsamaptapmj
Pemerintah yang tak punya tersangka atas bakar-bakar kemarin telah melahirkan gerakan baru yang lebih besar.

Read 30 tweets
12 Oct
KALAU BISA RUMIT
.
.
.
Kenapa harus dipermudah?
.
.
.
Seri : Omnibus Law

.
.

Bila anda adalah teknisi, apa yang terlintas dalam benak anda ketika melihat kabel dalam keadaan sangat kacau seperti dalam ilustrasi gambar dibawah?
Anda pusing? Stres dan kemudian dalam pikiran anda ada usaha untuk mencoba membuat kabel-kabel itu disusun ulang atau paling tidak dibuat lebih rapi?

Bila ya, selamat! Anda benar seorang teknisi. Anda berpikir dengan cara yang seharusnya seorang teknisi.

📷SaatchiArt
Namun bagaimana bila anda adalah orang yang sebaliknya? Anda justru senang dan bahkan berusaha untuk mempertahankan kondisi seperti itu terus terjadi.

Sesaat, pikiran sehat kita mengatakan, "ga mungkin ada orang seperti itu".

📷DesignStack
Read 18 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!