Agama HINDU BALI

Bila kita sepakat bahwa agama warisan tetua Bali adalah agama Tirtha yang meletakkan air suci sebagai unsur utama, mungkin layak merenungkan dalam-dalam sifat air.
Pertama, air itu lentur sehingga bisa melewati semua halangan.
Ini memberi inspirasi, bila Bali mau melewati banyak penghalang, kembalilah ke kelenturan.
Perhatikan lagu anak-anak di desa tua Bali yang berbunyi
“Dabdabang dewa dabdabang, mumpung dewa kari alit”
Nak, dalam hidup jangan lupa tenang, sabar, lentur.
Lebih awal engkau mempelajarinya lebih baik, begitulah kira-kira pesan tetua dalam hal ini.
Kedua, air senantiasa mengalir ke tempat yang rendah. Ia memberi pelajaran tentang kerendahatian. Bukan kebetulan bila anak-anak di desa tua Bali ketika pertama kali belajar bernyanyi diajarkan lagu “eda ngaden awak bisa “yang mengajarkan kerendah-hatian.
Rendah hatilah dan engkau akan ditinggikan, begitu sebagian tetua pernah menyisakan pesan.
Ketiga, secara kimiawi air dibentuk oleh unsur-unsur api. Hidrogen itu api, oksigen adalah yang memungkinkan api terjadi. Namun kendati kedua unsurnya api, begitu diolah rapi ia menjadi lembut, sejuk dan halus.
Ini memberi pelajaran, kehidupan Bali boleh penuh api (bom teroris, gantung diri, rabies, AIDS/HIV dll), namun belajarlah mengolahnya agar jadi lembut, sejuk dan halus. Dan puncak kelembutan dan kehalusan ketemu ketika mengerti dalam-dalam hakekat nyepi dan shanti.
Carlos Castaneda seperti bisa mewakili kearifan tua orang-orang Bali. Dalam The Power of Silence ia menulis: Silent knowledge is something that all of us have. Something that has complete mastery. But it cannot think, it cannot speak of what it knows.
Ini mirip sekali dengan orang-orang Bali dulu yang amat pendiam, murah senyuman, kaya persahabatan.
Semuanya diungkapkan dengan satu bahasa: diam. Bukan sembarang diam, namun diam yang kaya rasa sekaligus kaya makna.
Demikian kayanya hingga tidak ada bahasa manusia yang bisa mewakilinya. Dalam bahasa agama Tirtha, ini disebut manasa Tirtha. Air suci yang dipercikkan di kedalaman batin. Bila mau dijelaskan, lidah mana pun akan kurang panjang untuk bisa menjelaskan manasa Tirtha.
Ezra Bayda dalam At Home in The Muddy Water, jernih sekali dalam hal ini
“Practice is about giving ourselves to others, but like white birds in the snow. “
0rang-orang yang sudah mengalami manasa Tirtha memperlakukan semua kejadian dalam kehidupan (baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan) sebagai latihan spiritual.
Dan puncak latihan spiritual ditemukan ketika hidup hanya berisi pemberian. Mirip dengan burung putih di salju. Bekerja, berkaya, berdoa terus menerus sekali pun tidak kelihatan.
Bila agama diletakkan sebagai kendaraan utk memuaskan ego (praktek saya benar, praktek orang salah kemudian mudah tersinggung), maka sampai kapan pun agama akan menjadi sumber perpecahan.
Bila agama diletakkan sebagai jembatan persahabatan dan pembebasan, ia akan menjadi kendaraan pencerahan.
Bila ada konsep orang yang sulit dimengerti, belum tentu salah, belum tentu jahat. Kerap terjadi, kegagalan mengerti orang lain terjadi karena kita belum berhasil memahaminya.
Bisa saja karena orang mendaki dari arah yang berbeda, bisa juga karena kita berada di tingkatan yang berbeda. Namun di suatu waktu, ketika kita sama-sama sampai di puncak pemahaman, percayalah kita akan berpelukan dengan penuh senyuman.
Om Shanti Shanti Shanti
🙏🏻🙏🏻🙏🏻

@daunsirih5 @IGBagus07 @gusbayu @Eyang__Semar @Cakra_Pasopati @AremaNita__ @AgathaConchita @Adi_niceguy

Ijin copas : -Guruji GedePrama -

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with 🕉 I Dewa Gde Eka Putra 🕉

🕉 I Dewa Gde Eka Putra 🕉 Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @TirthaHarum

17 Oct
RWA BHINEDA

Sama seperti Newton mendalilkan berabad-abad yang lalu.
Setiap tindakan, ada reaksi berlawanan yang sama.
Orang Bali percaya bahwa ada dua kekuatan berlawanan yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan universal.
Itulah konsep Rwa Bhineda
Rwa Bhineda secara harfiah berarti "dua lawan".
Orang Bali percaya bahwa segala sesuatu yang ada sebagai dualitas. Adanya dualitas inilah yang membawa keseimbangan kosmik pada alam semesta
Jadi, jika ada kebaikan, kejahatan harus ada untuk membawa keseimbangan. Kelahiran menyeimbangkan kematian, kegembiraan menyeimbangkan kesedihan, keseimbangan muda tua, keseimbangan positif negatif, kesehatan keseimbangan penyakit, dan sebagainya.
Read 10 tweets
15 Oct
@daunsirih5 @IGBagus07 @gusbayu @Eyang__Semar @Cakra_Pasopati
Ada seorang tua yg sangat beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara yg besar & sangat indah. Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil diatas mutiara
Hatinya terus bergumam, kalau lah tidak ada titik noda hitam, mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia. Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya.
Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dgn menguliti lapisan permukaan mutiara.
Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tsb msh ada. Dia pun segera menguliti lapisan kedua dgn keyakinan titik noda itu akan hilang. Tapi kenyataannya noda tsb msh tetap ada.
Lalu dgn tidak sabar, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir.
Read 8 tweets
14 Oct
@gusbayu @daunsirih5 @IGBagus07 @AgathaConchita

“Tong ngelah karang sawah, karang awake tandurin"

Merupakan kalimat pesan yg sangat mendalam.Jika ditelisik artinya dlm bahasa Indonesia, bermakna jika kamu tdk punya lahan sawah,maka lahan dalam diri (Jiwa) yg harus ditanami.
Kalimat ini merupakan hasil pemikiran seorang rohaniawan sekaligus pengarang besar di Bali, yakni Ida Pedanda Made Sidemen (1858-1984), yang tertuang dalam karya sastranya berjudul "Geguritan Salampah Laku".
Menanami lahan diri memiliki makna yang sangat dalam. Pesan ini sesungguhnya mengajak semua orang untuk introspeksi diri.
Spt halnya menanam lahan sawah, kita diajak merenung Bibit apa yang sudah dan harus ditanam dalam lahan diri? Apakah sudah merawat lahan diri dengan baik?
Read 4 tweets
12 Oct
@daunsirih5 @Adi_niceguy @Jowo_Jawi @Djawa__Dwipa @AremaNita__ @AgathaConchita

Menemukan alasan positif untuk bisa mengubah cara berpikir itu penting ya?

Nasehat leluhur “ketika kita mau melempar seseorang dengan batu panas, yang pertama panas adalah tangan kita sendiri”.
Menyimpan kebencian dalam diri, mengingat kekurangan orang lain, kesalahan, pengharapan, penyesalan, dan selalu melihat jeleknya seseorang adalah alasan-alasan kita mau melempar seseorang dengan batu panas.

Pilihan sikap saat memaafkan juga penting kan?
1. Niat membalas setimpal dengan pengharapan sadar. Maksud ini baik dan berharap keadilan, namun penting kita mencermatinya, sebab (suatu saat pun kita akan menyesal dan ingin mengulang waktu juga,
Read 12 tweets
11 Oct
Rahajeng Rahina Kajeng Kliwon Uwudan...
🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Apa yang Anda persepsikan adalah apa yang Anda PERCAYAI. Bagaimana Anda mempersepsikannya adalah apa yang akan Anda capai.
Akal bawah sadar Anda senang belajar & memadukan gagasan-gagasan baru, menemukan jalan keluar untuk menghapus & mengubah pola-pola lama yg sering Anda lakukan berulang, menjadi tindakan yg baru & dinamis yg membawa Anda maju ke dalam kegembiraan atau peningkatan spiritual Anda.
Anda akan mulai mempelajari cara menerima & melepaskan secara sadar apa yang tidak bisa Anda ubah begitu Anda menyadari bahwa sesuatu tidak berjalan dengan baik.
Ini akan membantu Anda membuat keputusan-keputusan yg jelas yang benar-benar didasarkan pada apa yg mendukung Anda.
Read 6 tweets
10 Oct
KITA PUNYA CAHAYA di dalam diri kita, cahaya sadar-penuh yang dapat menerangi hati setiap saat. Sumber cahaya itu adalah napas, langkah, dan senyum damai kita. Cahaya sadar-penuh akan selalu bersinar terang mengusir kegelapan. Image
Kalau kita bisa menahan kemarahan, kesedihan dan ketakutan kita dengan energi sadar-penuh, kita akan mampu mengenali akar penderitaan. Kita akan dapat mengenali penderitaan dalam diri orang-orang yang kita cintai. Image
Sadar-penuh membantu untuk tidak marah pada orang yang kita cintai, karena ketika sadar-penuh, kita mengerti bahwa orang yang kita cintai juga menderita.

❤️KEBAHAGIAAN ANDA AKAN MENGINSPIRASI ORANG LAIN❤️
Read 4 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!