Jalan dr. Otten.

Seruas jalan di Bandung ini memakai nama direktur Pasteur Institute, dokter Louis Otten, yang antaranya pada 1934 menemukan vaksin sampar/pes.

Bersama langkah pengendalian lain, vaksin ini kelak mengakhiri gelombang wabah yang mencengkeram Jawa sejak 1911.
Otten resmi jadi dokter paruh 1910 – sembari mengasisteni ahli bakteriologi Leiden, Prof. van Calcar.

Sementara itu di seberang lautan kasus sampar pertama ditemui di Malang. Saat wabah meluas, Otten memutuskan mundur kerja dan berlayar ke Jawa, Mei 1911.
Tiba di Batavia Oktober 1911, Otten bergerilya mengunjungi desa-desa yang terjangkit sampar di Malang.

9 bulan di lapangan, Otten pulang untuk kuliah doktoral. Studinya menemukan peran kutu tikus sebagai pembawa bakteri sampar. Dg gelar baru, Otten mengejar karirnya di Hindia.
Sepanjang 1914-34 Otten berkecimpung sepenuhnya di bidang epidemiologi. Tangan dan pikirannya berada di antara laboratorium dan dinas-dinas terkait.

1926 misal, ia sukses mengembangkan vaksin kering untuk cacar yang memudahkan pengiriman ke wilayah jauh.
Menariknya, meski lama menggeluti wabah, Otten menyebut penemuan varian bakteri yang lalu dilemahkan dan dijadikan vaksin itu mirip kebetulan. Pun kelar dalam 3 tahun saja.

Setelah ujicoba ke hewan sukses, vaksin diujikan ke 50 orang pada Oktober 1934.
Selesainya vaksin Otten bersamaan dg mengganasnya wabah sampar di Priangan.

Jadilah vaksinasi massal pertama dilakukan untuk 45 ribuan penduduk onderdistrict Banjaran dan Batujajar di barat Bandung. Dari sini gerakan vaksinasi bergerak ke tempat lain dg target 3 juta penerima.
Sepanjang 1935-36 vaksin Otten menghampiri daerah yang masih didekap wabah. Dari Priangan, Garut, hingga Magelang dan Wonosobo.

Di masa sama, pelbagai pihak juga memacu pemerintah Hindia dalam menuntaskan langkah pengendalian lain. Karena kalau tidak, vaksin pun tiada guna.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Potret Lawas

Potret Lawas Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @potretlawas

13 Jan
Vaksinasi, kemungkinan, cacar di Batavia circa 1910. Arsip Leiden University Library.

Menurut DH Ooms (1922), orang awam saat itu umumnya tahu bahwa "orang jang disoentik tjatjar, terlindoenglah maréka dari pada penjakit tjatjar, atau meskipoen diserang, tetapi tiada keras..."
Apakah masa itu pro-kontra vaksin juga sudah ada? Sudah, tentu saja. Penolakan muncul terutama dari kelompok agama.

Sebagian orang Kristen misal beranggapan vaksin menodai kesucian manusia. Ada juga orang Islam yang meyakini disuntik vaksin bisa membuatnya murtad.
Itu sebabnya, tenaga lokal dilibatkan sebanyak-banyaknya dalam proses vaksinasi, terutama untuk memberikan penerangan.

Dinas Kesehatan Rakyat juga merilis iklan-iklan yang menonjolkan citra bahwa suntik vaksin bukanlah proses yang menyusahkan.
Read 5 tweets
12 Jan
10 Nov 1971. Pesawat Vickers Viscount milik Merpati Nusantara jatuh ke lautan Hindia, sesaat sebelum tiba di Tabing, Padang.

69 orang meninggal dalam kecelakaan pesawat komersil Indonesia pertama yang terjadi di laut ini. Pilot sempat mengirim sinyal bahaya akibat cuaca buruk. Image
Pesawat bernama Sabang ini sedianya akan melayani rute mingguan Jakarta-Kuala Lumpur dg pemberhentian di Padang, Medan, dan Penang.

Meninggalkan lapangan terbang Kemayoran pukul 07.00 pagi, ia dilaporkan hilang sekira 7 menit sebelum dijadwalkan mendarat di Padang pukul 09.25.
Selang 2 hari, serpihan pesawat dan baju ditemukan di sekitar pulau Katangkatang, 60-an mil dari Padang. Jasad 62 penumpang dan 7 awak kapal tak pernah dijumpai.

Usai penemuan inilah pemerintah merilis informasi sinyal bahaya yang diterima petugas lalu lintas udara di Palembang.
Read 6 tweets
31 Dec 20
Meski 2020 bukan tahun yang mudah buat kita semua, kami gembira karena masih cukup waras untuk tetap berbagi potret dan cerita.

Terima kasih untuk semua yang membaca. Moga twit-twit kami bisa jadi pemantik keinginan untuk kembali mengkaji dan melihat sejarah lebih dekat. 🙏 Image
Karena pandemi, akses ke perpustakaan dan layanan konsultasi arsip amat terbatas. Kami banyak menyelongkar dan membagikan kembali tulisan lama. Dibandingkan tahun lalu twit kami juga lebih pendek, kebanyakan tak lebih dari 3 bagian.
1) Melihat kembali 3 gelombang wabah pes/sampar yang pernah membuat pulau Jawa layaknya kuburan massal sepanjang 3 dekade pertama abad 20.

Orang dikarantina, rumah dibongkar dan diasapi, tikus diburu. Perlu belasan tahun sebelum ditemukan vaksin.
Read 20 tweets
29 Dec 20
Jakarta penghujung 1945 dari balik lensa fotografer majalah Life, John Florea.

Pesepeda dan bocah-bocah di Rijswijkstraat, atau yang dinamai Yamato Basi Minari Doori oleh penguasa Jepang dan kelak diubah jadi jalan Majapahit.

Dulunya ini Kini begini
Amat berbeda karena bangunannya dibongkari. Berjendela tinggi di sudut kiri itu gedung Harmonie, dirobohkan demi perluasan jalan dan lahan parkir Sekretariat Negara, Maret 1985. Pun rumah farmasi Rathkamp di kanan, dibongkar setelah 1966. Arsip Leiden University Library, ca 1930.
Kita pun masih bisa lihat rel trem di jalan. Zaman kolonial, jalan tsb dilewati lin Senen-Tanah Abang-Harmonie yang pada 1950 dipecah dua: Tanah Abang-Harmonie-Pasar Ikan dan Senen-Tanah Abang.

Soal trem yang kelak digusur 1958-62 pernah kita obrolkan di:
Read 4 tweets
26 Dec 20
Susah melewatkan Natal tanpa menyebut orang yang dieksekusi bangsanya sendiri ini, 6 hari sebelum Natal 1948 di Ngalihan. Tanpa diadili, dituduh dalang peristiwa Madiun. Dg Injil di tangan, ia menyanyi Indonesia Raya, sesaat sebelum peluru menerjang. Amir Sjarifuddin Harahap 🥀. Image
Amir menghayati Kristen sejak 1931 .

Baginya Natal adalah pengantar pesan. Natal 1942 misal, Amir mengingatkan umat Kristen agar tak saja giat ibadah. Namun juga ikut berdiri di masyarakat yang sedang bergolak, seperti saat Musa memerdekakan bangsa Israel.
Juga Natal 1947, yang ternyata jadi Natal terakhirnya. Amir, saat itu perdana menteri, menghabiskan masa jelang Natal untuk negosiasi dg Belanda – kelak melahirkan perjanjian Renville. Sebagai sesama Kristen, konfrontasi Belanda atas kemerdekaan Indonesia amat mengganggu Amir.
Read 5 tweets
18 Dec 20
Datu raja Luwu, We Kambo Daeng Risompa, difoto oleh etnolog Albert Grubauer di Palopo 1911.

Sementara di banyak tempat kepemimpinan perempuan masih tabu, ceritanya berbeda di wilayah selatan Sulawesi – tahun itu saja setidaknya ada 9 perempuan yang memegang kendali pemerintahan. We Kambo Daeng Risompa, dat...
Adat yang memungkinkan perempuan bertahta ini bisa ditelusuri hingga berabad sebelumnya. Awal abad 16 misal ada We Banri Gau di Bone dan Karaeng Tumanurung di Gowa.

Tradisi inilah yang bertahan, bahkan setelah kontrak-kontrak politik dg Hindia Belanda kelal diteken.
Selain We Kambo di Luwu, pada 1911 di selatan Sulawesi juga berkuasa:
I Tjoma, Batulappa
I Boea Bara, Kassa
I Pantjaitana Aroe Pantjana, Tanette
Siti Saenab Aroe Lapadjoeng, Soppeng
I Latta, Pambawang
Andi Simatana, Malusetasi
We Tanri, Rappang
Pantjaitana Boenga Wali E, Enrekang
Read 4 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!