PERMUFAKATAN JAHAT KAKAK PEMBINA, UPAYA MAKAR DI DEMOKRAT

Oleh: @DalamIstana

Mohon informasi ini di cerna baik2..
Divide et impera! Pecah belah lalui kuasai adalah siasat terhebat dan terjahat untuk mengekalkan penjajahan di Nusantara. Ketika Belanda terusir dari Indonesia, siasat ini diadopsi oleh elit penguasa di tanah air.
Pada era Jokowi, elite penguasa kompak menghalalkan penerapan siasat ini untuk menumpas kelompok oposisi. Pasti Jokowi sudah membacanya. Namun, karena menguntungkan posisi politiknya, Jokowi memilih tutup mata.
𝐄𝐫𝐚 𝐊𝐢𝐬𝐫𝐮𝐡 𝐏𝐚𝐫𝐩𝐨𝐥

Kisruh hebat di internal parpol pasca reformasi marak terjadi di era pemerintahan Jokowi. Mulai dari PPP, Golkar, Hanura, PKS, Partai Berkarya, terakhir PAN. Kisruh ini mencopot gigi taring parpol.
Akibatnya parpol-parpol itu, kecuali PKS, cenderung membebek kepada pemerintah. Semua ini merupakan imbas siasat divide et impera.
PKS remuk redam dihajar siasat ini. Memanfaatkan faksi sakit hati, PKS digebuki habis-habisan. Dilancarkan aksi makar, yang disponsori elite penguasa, terhadap Sohibul Iman. Alhamdulillah, PKS selamat. Barisan sakit hati itu terusir. Mereka kini banyak berlabuh di Partai Gelora.
Praktis, parpol di luar pemerintah yang masih sehat-wal’afiat tinggal Demokrat. Namun, bukan berarti tombak permufakatan jahat masuk peti. Sebaliknya, serangan makin bertubi-tubi. Peduli setan kalau harus memakai N3 (Narasi Nabrak Nalar).
Sebagaimana nasib parpol2 yg lebih dahulu dipecah-belah, serangan terhadap Demokrat dilancarkan lewat udara & darat. Ada operasi media gila-gilaan. Ada amplifikasi secara terstruktur, sistematis, masif di medsos yg dikendalikan oleh Denny Siregar, Teddy Gusnaidi dan Dewi Tanjung.
Profesor yang sedang mengemis jabatan, Yusuf Henuk, tidak dihitung tersebab cuma ibarat bocah badung yang kebetulan lewat.
Jadi, jangan kaget. Ketika Indonesia sedang heboh soal penanganan pandemi gagal, ekonomi hancur, dan utang ugal-ugalan, ujug-ujug naik fitnah SBY dalang demo RUU Cipta Kerja dan AHY berselingkuh.
𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐫 𝐓𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐀𝐇𝐘

Hari ini operasi masif sedang digencarkan. Sejak dua minggu terakhir, saban pagi selalu muncul tagar di Twitter yang mengasosiasikan Demokrat dengan kadrun. Serangan ini ditujukan kepada SBY.
Jalan “nasionalis-religius” yang dibentangkan SBY dituding antipancasila. Benar-benar Narasi Nabrak Nalar.
Pasalnya, PDIP yang mengaku pancasialis justru tegak bersama rezim yang gagal menangani pandemi, membikin perekonomian hancur, dan menarik utang secara ugal-ugalan. Bahkan, bansos Covid-19 pun tega mereka korupsi.
Ada pula Narasi Nabrak Nalar soal AHY gagal memimpin Demokrat. Padahal, Demokrat justru makin bersinar pada era kepemimpinan AHY. Tren elektabilitas Demokrat naik terus. Bahkan sejumlah lembaga survei mencatat elektabilitas Demokrat ada di peringkat tiga, setelah PDIP dan Golkar.
Pencapaian Demokrat dalam Pilkada 2020 juga melebihi Pilkada 2018. Terakhir, nama AHY selalu masuk lima besar calon pemimpin masa depan dalam berbagai survei. Hanya Prabowo dan AHY, yang berstatus ketua umum Parpol, yang masuk bursa lima besar itu.
Serangan darat lebih jahat lagi. Ini bentuk eksekusi nyata untuk makar terhadap kepemimpinan AHY yang sah di Demokrat. Gagal mendorong Subur Sembiring cs, elite penguasa mencari pion baru. Muncul Nazarudin, koruptor besar yang sempat membikin Demokrat terpuruk.
𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗽𝗮𝗵𝗮𝗺 𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗡𝗮𝘇𝗮𝗿𝘂𝗱𝗱𝗶𝗻 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗺𝗮𝘀𝘀𝗮 𝗰𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗻𝘆𝗮𝗽. !!!!
Baru-baru ini barisan Nazarudin cs mengundang sejumlah Ketua DPC Demokrat ke Jakarta. Ada pula yang didatangi langsung ke daerah. Para Ketua DPC Demokrat ini diiming-imingi uang dan jabatan. Dibujuk-rayu untuk makar terhadap AHY.
Narasi yang dibangun adalah, lagi-lagi, AHY gagal memimpin Demokrat.
Namun, elite penguasa keliru jika menilai Demokrat seperti sejumlah parpol yang sukses mereka percundangi. Bujuk rayu itu gagal total. Pengurus dan kader Partai Demokrat bukan hanya solid mendukung AHY, melainkan marah besar atas permufakatan jahat itu.
Saking marahnya sampai-sampai soal internal Demokrat ini bocor ke luar.

saya menangkap sinyal itu. makanya saya coba jabarkan apa yang terjadi. itung2 rasa kekecewaan saya sedikit terbalaskan
𝐊𝐚𝐤𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐧𝐚

Siapa elite penguasa di balik upaya makar kepada AHY di Demokrat? Dia adalah Kakak Pembina. Sudah rahasia umum kalau Kakak Pembina ngebet mau mengambil alih Demokrat.
Dia gagal merecoki Kongres Demokrat Maret 2020. Kali ini, dia mencoba lagi. Dia mengambil momen setahun kepemimpinan AHY.
Makar terhadap AHY harus dilakukan karena posisi Kakak Pembina makin lemah di mata Jokowi. Cermati saja. Dulu, menjelang Pilpres 2019, Kakak Pembina sempat digadang-gadang sebagai bakal cawapres Jokowi. Pamornya turun pasca Jokowi menang Pilpres.
𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐜𝐚𝐥𝐨𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐤𝐨 𝐏𝐨𝐥𝐡𝐮𝐤𝐚𝐦, 𝐚𝐧𝐣𝐥𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐜𝐚𝐥𝐨𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐧. 𝐌𝐚𝐬𝐮𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐨𝐰𝐨 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐤𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐧𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐩𝐮𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐣𝐚𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧.
Alasan kedua, Kakak Pembina masih punya ambisi di Pilpres 2024. Dia butuh kendaraan politik. Yang paling gampang sebenarnya ambil Hanura, tapi Kakak Pembina berpikir kalau Hanura sudah tidak punya masa depan.
Membawahi ribuan buzzer, tidak efektif mengangkat elektabilitas Kakak Pembina. Alih-alih, masuk bursa pemimpin masa depan, Kakak Pembina cuma tersohor sebagai komandan centeng rezim untuk urusan medsos.
Operasi makar di Demokrat pasti butuh biaya besar, terus duitnya dari mana? Kakak Pembina sudah menyiapkannya jauh-jauh hari. Ingat Hary Prasetyo yang menggarong dana Jiwasraya? Amati saja.
Pola korupsinya mirip dengan ASABRI; perusahaan asuransi yang menyasar keluarga TNI. TNI, institusi yang membesarkan Kakak Pembina hingga mencapai puncak karier militernya.
Kalau kami boleh kasih nasihat, sebaiknya Kakak Pembina sudahi saja upaya makar kepada AHY di Demokrat. Pasti bakal gagal total. Demokrat sedang panen besar sejak naiknya AHY. Lebih baik Kakak Pembina fokus selamatkan Abu Janda yang lagi kompak digebuki rakyat Indonesia.
Bisa gawat kalau Abu Janda sampai nyanyi soal terorisme medsos gara-gara merasa tidak dibela Kakak Pembina! Ujung-ujungnya, Jokowi lagi yang repot.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with OrangDalamIstana

OrangDalamIstana Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!