๐’๐ข๐š๐ฌ๐š๐ญ ๐†๐ž๐ฅ๐š๐ฉ ๐๐ข ๐Š๐š๐ฆ๐š๐ซ ๐Ÿ๐Ÿ–๐ŸŽ๐Ÿ

โ€œArtinya, kalau berkesempatan memegang Demokrat dan target kita tiga besar, insyaallah tercapai,โ€ kata Moeldoko.

sudah ada yang baca story ini dari detik? kalo belum saya ceritakan?
oke saya ceritain disini yah.. ini mirip dengan info ayy, tapi kalo saya sengaja tidak lengkap
Kamar 2801 Hotel Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Januari 2021, malam itu terisi belasan orang. Di dalamnya, sembilan ketua dewan pimpinan cabang Partai Demokrat Kalimantan Selatan dikumpulkan & diajak bicara oleh Kepala KSP Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko
Sembilan orang itu adalah Ketua DPC Demokrat Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, Kotabaru, Tapin, dan Tanah Bumbu.
Kepada mereka, Moeldoko disebut-sebut berbicara mengenai kesiapannya menjadi Ketum Demokrat, menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Di sudut kamar, berdasarkan cerita sumber detikX yang menyaksikan jalannya pertemuan tersebut, Moeldoko duduk di sofa mengenakan jaket kulit abu-abu berdampingan dengan bekas Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin, yang mengenakan kemeja batik hitam.
Sedangkan sembilan ketua DPC Demokrat Kalsel duduk di kursi, di hadapan Moeldoko dan Nazaruddin. Ada pula anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Demokrat Jhoni Allen Marbun dan mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Kalsel Alamsyah dalam persamuhan malam itu.
Moeldoko adalah orang yang direncanakan menggeser AHY dari kursi Ketua Umum Partai. Di kamar tersebut, dirinya meyakinkan para politikus Demokrat Kalsel bahwa dirinya memiliki jaringan kuat, karena dia adalah Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Bapak Bidan Desa Indonesia.
โ€œ๐—”๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ, ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐——๐—ฒ๐—บ๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐˜ ๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ, ๐—ถ๐—ป๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ,โ€

kata sumber ini menirukan pernyataan Moeldoko.
Diceritakannya, Moeldoko juga mengaku telah dua kali bertemu dengan SBY dan menyiratkan keinginan untuk memimpin Demokrat, tetapi SBY belum merestui. Moeldoko menyampaikan hatinya sudah lama ada untuk Demokrat.
Dua ketua DPC Kalsel dalam pertemuan itu yang tak mau disebutkan namanya mengaku tak pernah menyangka bakal ada pembicaraan tentang hal tersebut. Sembilan dari 13 ketua DPC Kalsel itu berangkat ke Jakarta karena dijanjikan bakal mendapat bantuan sosial.
Kala itu, Kalsel memang tengah dilanda banjir parah, yang berdampak pada 11 kabupaten/kota.
Pertemuan itu diduga telah direncanakan secara matang. Sebab, di sela-sela pertemuan tersebut, seorang berinisial Y memberi informasi bahwa salah satu politikus Demokrat belum lama ini meninggal dunia.
Politikus itu disebut turut terlibat dalam terlaksananya pertemuan malam itu. โ€œIzin, Jenderal,โ€ kata sumber ini, meniru ucapan Y kepada Moeldoko. โ€œDua hari lalu Ihwan Datu Adam meninggal dunia. Alhamdulillah, perjuangan beliau bisa terlaksana malam ini.โ€
Ihwan Datu Adam adalah politikus senior Demokrat dan anggota Fraksi Demokrat di DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur periode 2014-2019. Dia meninggal dua hari sebelum pertemuan malam itu atau Senin, 25 Januari 2021.
Sembilan ketua DPC Demokrat Kalsel, sebelum bertemu Moeldoko, dikumpulkan di kamar 2805. Bersama mantan Ketua DPD Demokrat Kalsel Alamsyah, mereka bertemu dengan Nazaruddin dan Jhoni Allen Marbun.
Kepada mereka, Jhoni menjelaskan tentang kemunduran Demokrat, di antaranya mengenai rating partai yang berada di peringkat bawah. Karena itu, partai perlu diselamatkan agar bisa ikut pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.
Jhoni mendorong adanya sosok baru sebagai pemimpin untuk menyelamatkan Demokrat. Dia juga menjanjikan akan mengembalikan AD/ART partai untuk memberikan kewenangan yang lebih luas kepada DPD dan DPC berkaitan dengan pilkada.
Sebab, AD/ART selama ini disebutnya terlalu memberi porsi kewenangan besar kepada Dewan Pimpinan Pusat dalam konteks pilkada.
Sementara itu, Nazaruddin menjelaskan rencana kongres luar biasa (KLB) sebagai skenario untuk menjatuhkan AHY dari kursi Ketua Umum Partai. Nazaruddin bebas dari penjara pada 13 Agustus 2020.
Dia divonis bersalah dalam dua perkara, yaitu korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang pada 2012 dan pencucian uang pada 2016. Nazaruddin mendapat total hukuman 13 tahun penjara yang dia jalani sejak 2012.
Dia bebas tahun lalu. โ€œSaya ini sudah alergi dengan politik,โ€ kata sumber ini, menirukan ucapan Nazaruddin. โ€œ๐๐š๐ฆ๐ฎ๐ง, ๐ค๐š๐ซ๐ž๐ง๐š ๐ข๐ง๐ข ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ญ๐ฎ ๐๐š๐ซ๐ข โ€˜๐๐š๐ค ๐‹๐ฎ๐ซ๐š๐กโ€™, saya memberanikan diri terjun lagi ke politik.โ€
Nazaruddin menyebutkan gerakan melengserkan AHY dan menggantinya dengan Moeldoko itu sudah direstui โ€˜Pak Lurahโ€™. โ€˜Pak Lurahโ€™ yang dimaksud Nazaruddin dalam pertemuan di kamar 2805 itu adalah Presiden Joko Widodo. Para ketua DPC mendapat penjelasan itu dari Jhoni Allen Marbun.
Di kamar itu juga, Nazaruddin mengklaim sudah mendapatkan 260 kekuatan yang berasal dari DPD dan DPC. Untuk menggelar KLB, targetnya adalah 360 kekuatan.
Sembilan DPC dalam pertemuan itu dijanjikan uang Rp 100 juta dengan Rp 30 juta sebagai uang muka. Sisanya bakal dibayarkan di pertemuan lanjutan yang direncanakan terjadi setelah KLB.
Para pimpinan DPC menerima uang muka, yang saat ini menjadi barang bukti di lingkup internal partai setelah pertemuan dengan Moeldoko.
Dalam berita acara pemeriksaan salah satu saksi yang dibuat Dewan Pimpinan Pusat Demokrat, disebutkan Moeldoko ingin menjadi ketua umum partai berlambang logo Mercy tersebut. Saksi mendengar Moeldoko mengatakan diminta bersabar oleh SBY ketika dua kali menyampaikan niat tersebut.
tim detikX mencoba menghubungi Nazaruddin, Jhoni Allen Marbun, dan Alamsyah untuk meminta penjelasan mengenai cerita ini. Namun, sampai tulisan ini diterbitkan, keduanya belum memberi respons.
Sementara itu, Moeldoko sudah menggelar dua kali jumpa pers setelah pertemuan di hotel terungkap. Dia mengaku memang beberapa kali sempat bertemu dengan kader Demokrat, baik di rumahnya maupun di hotel. Namun pertemuannya hanya untuk ngopi-ngopi.
โ€œOrang ngopi-ngopi kok bisa ramai gini. Apalagi ada yang grogi lagi. Apa sih urusannya ini? Saya itu kan ngopi-ngopi saja. Beberapa kali di sini, ya di luar, biasa. Kerjaan saya bicara kanan-kiri,โ€ kata Moeldoko, Rabu, 3 Februari 2021

(hati2, begal partai bermodus ngopi santai๐Ÿ˜
Moeldoko mengaku bukan siapa-siapa. Sedangkan di Demokrat terdapat tokoh besar SBY dan AHY, yang dipilih sebagai ketua umum secara aklamasi pada 2020, sehingga seharusnya tidak perlu merasa takut. Dinamika dalam sebuah partai adalah sesuatu yang biasa.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun, kata dia, sempat didatangi oleh eks kader Demokrat, namun tidak ramai seperti sekarang ini. โ€œMoeldoko mau kudeta? Lah, kudeta apaan? Jangan lucu-lucuan begitulah,โ€ kata Moeldoko.
โ€œAjakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketum PD tersebut dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung.
Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang,โ€ kata AHY kala itu.
Pertemuan senyap yang dihadiri Moeldoko itu mulanya tak diketahui DPP Partai Demokrat. Para petinggi partai baru mengetahuinya sehari setelah pertemuan karena para ketua DPC yang bertemu Moeldoko itu membuat laporan ke DPP.
โ€œSaya salut dengan anak buah saya, yang ketika diajak hal yang nggak benar, dia menyampaikan dan melaporkan,โ€ kata Ketua DPD Kalsel Rusian. Rusian menjelaskan, para ketua DPC berangkat ke Jakarta tanpa sepengetahuannya.
Dia pun mengaku, beberapa hari sebelum pertemuan itu, Jhoni Allen Marbun menghubunginya. Jhoni mengajak Rusian bertemu di luar kota. Namun Rusian tak mengindahkan ajakan Jhoni karena, biasanya, undangan ke luar kota hanya dia dapat dari AHY atau SBY.
Ketua DPC Banjarbaru Sumedi dan Ketua DPC Banjar Masrur Auf Jaโ€™far mengaku juga sempat mendapat ajakan ke Jakarta. Mereka menolak memberitahukan nama yang mengajaknya. Tetapi, yang jelas, keduanya memutuskan menuruti ajakan itu karena terasa aneh.
โ€œDiminta kumpul dengan agenda penyerahan bansos terkait dengan banjir di Kalsel,โ€ kata Jaโ€™far. โ€œTapi saya pikir ini kok agak janggal. Kalau memang peduli banjir, kenapa nggak langsung datang ke lokasi? Kenapa nggak penyerahan di tempat bencana?
Dua politikus Demokrat di Kalsel yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada detikX, sembilan DPC Demokrat Kalsel berangkat ke Jakarta setelah diajak Ketua DPC Tanah Bumbu Roni Reza Haleng. Roni membenarkan hal tersebut, tetapi membantah bila dirinya disebut koordinator.
โ€œSaya coba menghubungi teman-teman ketua DPC yang lainnya dengan alasan bansos penanganan pascabanjir Kalsel, dan tidak ada membicarakan masalah kudeta (pengambilalihan kepemimpinan partai),โ€ kata Roni.
โ€œBukan mengkoordinasi, tapi kami semua ketua DPC diundang ke Jakarta untuk mendapatkan dana bantuan penanganan pascabanjir di Kalsel.โ€
Roni melakukan tindakan itu bukan karena keinginannya sendiri. Roni diminta seseorang yang enggan dia sebut namanya. Namun, ketika detikX menyebut nama Ihwan Datu Adam, dia membenarkannya.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan memang ada yang mengkoordinasi kedatangan sembilan DPC Kalsel ke Jakarta. Menurut Zaky, rencana pengambilalihan kursi Ketua Umum Partai sudah direncanakan secara sistematis.
โ€œSaya belum bisa menyampaikan siapa yang mengkoordinasi. Tapi benar ada yang mengkoordinasi,โ€ kata Zaky. โ€œDi daerah ada yang mengkoordinasi, dibawa ke Jakarta, dibiayai ke pesawat, kemudian ada yang menjemput, lalu dibawa ke hotel. Setelah itu dipertemukan dengan Pak Moeldoko.โ€
Informasi dari sumber detikX dan dari BAP internal partai, sembilan ketua DPC Demokrat di Kalsel berangkat ke Jakarta dan dijemput di Bandara Soekarno-Hatta oleh mantan Ketua DPD Kalsel Alamsyah.
Alamsyah mengajak mereka makan di sebuah restoran di Sabang, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya bertemu dengan Moeldoko di Hotel Aston Rasuna, Jakarta Selatan, kamar 2801.

โ€ข โ€ข โ€ข

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
ใ€€

Keep Current with OrangDalamIstana

OrangDalamIstana Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @DalamIstana

10 Feb
๐Š๐Ž๐๐’๐๐ˆ๐‘๐€๐’๐ˆ ๐“๐ˆ๐†๐€ ๐‰๐„๐๐ƒ๐„๐‘๐€๐‹ ๐”๐๐“๐”๐Š ๐’๐„๐‹๐€๐Œ๐€๐“๐Š๐€๐ ๐Œ๐€๐ƒ๐€๐Œ ๐๐€๐๐’๐Ž๐’

cerita @DalamIstana
Istilah hukum tajam ke semua bajingan di Indonesia cuma bulshit! Kalau sudah menyangkut penguasa apalagi petinggi PDIP, hukum bakalan bengkok juga. Saat ini sedang dijalankan skenario buat menyelamatkan Madam Bansos.
Skenario ini melibatkan 3 Jendral yaitu TitoK, menteri berlatarbelakang polisi, dan BudiWan, kepala telik sandi negara, plus komisioner KPK Komjen FirBah.
Read 18 tweets
31 Jan
PERMUFAKATAN JAHAT KAKAK PEMBINA, UPAYA MAKAR DI DEMOKRAT

Oleh: @DalamIstana

Mohon informasi ini di cerna baik2..
Divide et impera! Pecah belah lalui kuasai adalah siasat terhebat dan terjahat untuk mengekalkan penjajahan di Nusantara. Ketika Belanda terusir dari Indonesia, siasat ini diadopsi oleh elit penguasa di tanah air.
Pada era Jokowi, elite penguasa kompak menghalalkan penerapan siasat ini untuk menumpas kelompok oposisi. Pasti Jokowi sudah membacanya. Namun, karena menguntungkan posisi politiknya, Jokowi memilih tutup mata.
Read 31 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!