Kalimasada Murca ~ Cerita Wayang

- A Thread -

Thread kali ini bercerita tentang para Pandawa yg tengah meninggalkan Kerajaan Amarta dan berkumpul bersama para pejabat kerajaan membangun Candi Sapta Arga, dan yg ditinggal di Amarta hanya para istri Pandawa.
Bermula di Candi Sapta Arga, dimana para Pandawa beserta para pejabat petinggi Kerajaan Amarta / Indraprasta bekerja sama membangun candi. Mereka membangun Candi Sapta Arga guna memuliakan para leluhur Pandawa yg telah mendahului mereka.
Lalu yg berada di Kerajaan Amarta hanyalah para istri Pandawa yg dipimpin oleh Ratu Drupadi. Pusaka Kerajaan Amarta, yakni Jamus Kalimasada berada di tangan Ratu Drupadi.

Ratu Drupadi
Sementara itu di tempat lain tepatnya di Kerajaan Manimantaka / Ima Imantaka, Prabu Bumiloka tengah berada di Balairung Istana dan dihadap oleh adik perempuannya yg bernama Dewi Mustakaweni, hadir pula guru mereka yakni Resi Kalasabda.

Prabu Bumiloka, Mustakaweni, Kalasabda
‼️Thread lanjut besok‼️
Lanjut,

Sebelumnya maaf nih ya, kalo ada tulisan "‼️ Thread lanjut besok ‼️" ya harusnya udah tau dong kalo lagi gua stop trus lanjutnya besok. Masa harus dikasih tau lagi? 🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️😌
Prabu Bumiloka dan adiknya, Dewi Mustakaweni tampak menyimpan dendam kesumat pada Raden Arjuna, ksatria Panengah Pandawa yg telah membunuh ayahnya, Prabu Niwatakawaca yg dulu pernah menyerang Kahyangan Suralaya karena lamarannya pada Dewi Supraba ditolak oleh para dewa.
Dewi Mustakaweni ingin sekali membalas dendam atas kematian ayahnya itu. Atas petunjuk dari Begawan Kalasabda, bahwa Pandawa memiliki pusaka yg sangat ampuh dan sakti berupa Pusaka Jamus Kalimasada. Dengan pusaka itu nanti maka Mustakaweni bisa mengalahkan Pandawa.
Begawan Kalasabda berkata, Mustakaweni harus menyamar dulu bila ingin mencuri Pusaka Jamus Kalimasada itu, Dewi Mustakaweni menurut, ia lalu diubah wujudnya oleh Begawan Kalasabda menjadi Gatotkaca palsu yg akan mendatangi Kerajaan Amarta.

Gatotkaca palsu
Lalu berangkatlah Gatotkaca palsu itu menuju ke Kerajaan Amarta untuk meminta Pusaka Jamus Kalimasada dari Ratu Drupadi. Prabu Bumiloka membawa beberapa pasukan untuk membuntuti adiknya itu.
Di Kerajaan Amarta, para prajurit wanita tengah berlatih perang bersama Dewi Wara Srikandi, karena para prianya tengah berkumpul di Candi Sapta Arga, maka Dewi Wara Srikandi lah yg bertanggung jawab atas keamanan Kerajaan Amarta.

Dewi Wara Srikandi
Dewi Wara Srikandi berpesan pada para prajurit wanita Kerajaan Amarta agar selalu bersiaga setiap saat demi menjaga keamanan Kerajaan Amarta dari serangan musuh.
Sementara itu, di Taman istana Amarta, Ratu Drupadi tampak sedang bercengkrama dengan para istri Pandawa yg lainnya, mereka adalah Ratu Arimbi, Dewi Nagagini, Dewi Urangayu, Dewi Wara Sembadra, Larasati, Manuhara, Sulastri, Ulupi, Ratri, Srengganawati, Rasawulan
Karena Prabu Puntadewa berada di Candi Sapta Arga, maka yg memegang pemerintahan Kerajaan Amarta untuk sementara adalah Ratu Drupadi, tentunya ia dibantu oleh Ratu Arimbi dan juga para istri Pandawa yg lainnya. Tanpa diduga, datang Raden Gatotkaca palsu ke taman istana.
Sontak saja para istri Pandawa terkejut karena kedatangan sang putra Bima itu, segeralah Ratu Drupadi bertanya apa keperluan Gatotkaca datang ke istana Amarta secara mendadak, seperti ada hal yg sangat penting yg ingin disampaikan oleh Gatotkaca.
Gatotkaca palsu itu lalu bertingkah layaknya Gatotkaca yg asli, ia berkata kalau dia datang ke istana Amarta diutus oleh Prabu Puntadewa / Yudhistira untuk membawa pusaka Jamus Kalimasada sebagai syarat penyelesaian pembangunan Candi Sapta Arga.
Ratu Drupadi yg mendengar itu sama sekali tidak menaruh curiga pada Gatotkaca palsu itu, ia tahu apa yg menjadi perintah dari Prabu Puntadewa itu pastilah untuk kebaikan para Pandawa, maka Ratu Drupadi mengizinkan Gatotkaca membawa Pusaka Jamus Kalimasada.
Ratu Drupadi lalu menyematkan Pusaka Jamus Kalimasada yg tadinya ia sematkan di mahkotanya ke mahkota yg dipakai oleh Gatotkaca. Ratu Drupadi berpesan agar Pusaka Jamus Kalimasada jangan dibawa dengan tangan kosong, karena Pusaka ini bukan pusaka sembarangan.
Setelah mendapatkan Pusaka Jamus Kalimasada, Gatotkaca palsu itu segera pamit dan ketika sampai didekat gerbang istana ia dicegah oleh Srikandi dan para prajurit wanita.
Srikandi bertanya pada Gatotkaca palsu itu apa yg sudah ia lakukan di istana Amarta? Gatotkaca palsu menjawab kalau kedatangannya ke Amarta diutus oleh Prabu Puntadewa guna membawa Pusaka Jamus Kalimasada sebagai syarat pembangunan Candi Sapta Arga.
Srikandi berkata kalau Pusaka Jamus Kalimasada tidak boleh dibawa keluar istana. Lalu ia meminta agar Pusaka Jamus Kalimasada diserahkan kembali, Gatotkaca palsu menolak, karena kehilangan kesabaran, Srikandi memerintahkan para prajurit wanita untuk menangkap Gatotkaca palsu itu.
Gatotkaca palsu itu mampu memporak porandakan barisan prajurit wanita yg ingin menangkapnya, Srikandi lalu turun tangan dan melepas panah Ardadedali, seketika panah itu mengenai Gatotkaca palsu dan berubah kewujud aslinya sebagai Mustakaweni.

Srikandi - Mustakaweni
Srikandi lalu bertempur dengan Mustakaweni, yg ternyata sama sama pintar dalam olah senjata, keduanya imbang hingga belum ada yg menang maupun kalah, akhirnya Mustakaweni terdesak dan terbang ke langit, Srikandi panik lalu segera lari mengejar Mustakaweni.
Next we move to another place, di Pertapaan Glagahwangi tempat tinggal Begawan Sidhiwaspada, ia dihadap oleh putrinya, Dewi Widawati dan cucunya Bambang Priyambada. Hadir pula para Punakawan disitu.

Begawan Sidhiwaspada, Widawati, Priyambada
Bambang Priyambada ingin sekali mengetahui siapa ayahnya, oleh Begawan Sidhiwaspada ia diberi petunjuk kalau ayah dari Bambang Priyambada adalah Raden Arjuna, seorang ksatria Panengah Pandawa. Dewi Widawati juga menambahkan kalau Arjuna tinggal di Kasatriyan Madukara.
Setelah mendapat petunjuk dari kakeknya, Begawan Sidhiwaspada, Bambang Priyambada memohon pamit pada ibu dan kakeknya untuk menemui Arjuna guna menghaturkan sembah baktinya pada sang ayah, para Punakawan bersedia menemani Priyambada ke Kasatrian Madukara.
Lalu berangkatlah Priyambada bersama Punakawan itu mencari Arjuna. Ketika di tengah perjalanan, Priyambada bertemu dengan Dewi Wara Srikandi. Srikandi mengira pemuda yg ia temui adalah Irawan, putra Arjuna yg lain. Semar memberitahu kalau pemuda ini juga putra Arjuna.
Priyambada lalu diperkenalkan pada Srikandi, lalu Priyambada berkata kalau ia ingin menghaturkan sembah bakti pada Arjuna di Kasatriyan Madukara, Srikandi berkata kalau saat ini para Pandawa sedang berada di Candi Sapta Arga
Kalau Priyambada ingin menghaturkan sembah baktinya pada Arjuna maka Priyambada harus bisa menangkap pencuri Pusaka Jamus Kalimasada, karena pusaka itu tengah dicuri. Barulah Srikandi akan mengantarkan Priyambada ke Arjuna.
Priyambada bersedia, ia lalu menggunakan pusaka Cermin Kaca Paesan yg diberikan oleh kakeknya, dengan pusaka itu ia bisa melihat siapa pencuri Pusaka Jamus Kalimasada. Setelah dilihat ternyata pencurinya adalah Dewi Mustakaweni.
Priyambada lalu mengatur siasat, ia merubah wujudnya menjadi Prabu Bumiloka palsu, dan merapal Ajian Puter Giling, dengan ajian itu ia mampu menarik Dewi Mustakaweni dan segera tiba di hadapannya.
Prabu Bumiloka palsu itu mengatakan kalau ia ingin sekali melihat seperti apa bentuk dari Pusaka Jamus Kalimasada, lalu Mustakaweni memberikan pusaka itu dan dilihatnya oleh Prabu Bumiloka, seketika ia berubah menjadi Bambang Priyambada dan kabur.
Mustakaweni panik lalu memanggil para raksasa anak buahnya untuk mengejar Priyambada. Namun para raksasa itu bukanlah tandingan Priyambada, dengan mudahnya Priyambada mengalahkan para raksasa itu dan segera pergi.
Tiba tiba datang Dewi Srikandi yg tampak sangat senang melihat Priyambada membawa kembali Pusaka Jamus Kalimasada, lalu Srikandi meminta pusaka itu, seketika ia berubah menjadi Mustakaweni kembali dan lari membawa pusaka Jamus Kalimasada lagi.
Langkah terakhir yg diambil oleh Priyambada adalah menyamar menjadi Begawan Kalasabda guru dari Mustakaweni, ia berhasil bertemu Mustakaweni yg sedang beristirahat ditepi sungai karena kelelahan.
Mustakaweni senang karena bertemu dengan sang guru, lalu Begawan Kalasabda meminta agar Mustakaweni menitipkan Pusaka Jamus Kalimasada itu padanya agar tidak dicuri lagi. Mustakaweni hanya menurut. Ehh tau tau ternyata itu hanya tiruan, Begawan Kalasabda berubah jadi Priyambada
Priyambada lalu ditantang oleh Mustakaweni untuk bertarung dengannya, Priyambada lalu menjawab kalau sia sia jika ia bertarung dengan putri secantik Mustakaweni, Mustakaweni tanpa pikir panjang langsung menyerang Priyambada, Priyambada hanya menghindar tanpa membalas
Ia hanya menangkis setiap serangan Mustakaweni. Hingga secara tak sadar, Mustakaweni menampar wajah Priyambada dan membuatnya marah. Priyambada lalu melepas panah Hardha Asmara dan terkena pakaian Mustakaweni terlepas dan seketika Mustakaweni menceburkan diri ke sungai.
Mustakaweni meminta agar Priyambada mengembalikan pakaiannya, Priyambada mau tapi dengan syarat Mustakaweni harus mau menjadi istrinya. Mustakaweni hanya menurut saja, lalu Priyambada melepaskan panah Hardha Asmara kembali dan membuat pakaian Mustakaweni utuh kembali.
Priyambada lalu meminta agar Semar mengantarkannya menuju ke Candi Sapta Arga untuk menemui Pandawa. Segeralah mereka bergegas menuju ke Candi Sapta Arga, ehh dimana Pusaka Jamus Kalimasada? Pusaka itu malah dititipkan pada Petruk...
Petruk yg membawa pusaka Jamus Kalimasada itu tampak sangat terkesima, ia berpikir kalau dia memakai pusaka itu pasti akan membawa perubahan besar pada hidupnya
Di Candi Sapta Arga, para Pandawa tengah berkumpul, mereka sebenarnya hendak menyelesaikan pembangunan Candi, namun hanya tinggal meletakkan cundhuk meru atau atap candi, tapi tetap saja gagal. Meski sudah melakukan berbagai cara atap candi gagal dipasang.
Para Pandawa semakin bingung akan apa yg terjadi, mereka kemudian hanya menunggu kedatangan Prabu Kresna yg akan memberi pencerahan akan hal ini. Yang ditunggu telah datang, Prabu Kresna bersama Prabu Baladewa datang ke Candi Sapta Arga.
Prabu Kresna lalu bertanya pada Prabu Puntadewa, apa tujuan dari pembangunan Candi Sapta Arga? Prabu Puntadewa menjawab bahwa mereka membangun Candi Sapta Arga guna memuliakan para leluhur Pandawa yg telah tiada.
Prabu Kresna tersenyum mendengar itu, ia lalu bertanya mengapa para Pandawa tampak murung selama pembangunan Candi? Arjuna lalu menjelaskan kalau pembangunan Candi sebenarnya hampir selesai, hanya tinggal meletakkan cundhuk meru saja tapi gagal.
Mendengar jawaban itu, Prabu Kresna berkata kalaupun pembangunan Candi Sapta Arga hampir selesai tapi gagal karena pemasangan cundhuk meru, maka itu menjadi sebuah pesan dari Yang Maha Kuasa.
Karena kalau sekarang Pandawa terburu buru ingin melaksanakan dharma mereka sebagai brahmana itu tidak tepat, dan kini tugas Pandawa adalah menjalankan darma mereka sebagai ksatria. Mendengar hal itu para Pandawa meminta maaf pada Prabu Kresna.
Baru saja mereka mendapat pencerahan dari Prabu Kresna, tanpa diduga datang Dewi Wara Srikandi yg lari tergopoh gopoh sambil menangis. Ia lalu melaporkan kalau Pusaka Jamus Kalimasada hilang dari Kerajaan Amarta. Namun beruntungnya ada pemuda yg akan menangkap pencurinya.
Benar saja, datang Bambang Priyambada bersama Dewi Mustakaweni. Srikandi lalu memperkenalkan Priyambada pada para Pandawa dan juga yg lainnya, Priyambada lalu memberikan sembah baktinya pada Arjuna.
Srikandi lalu bertanya, dimana Pusaka Jamus Kalimasada yg tadi dicuri oleh Mustakaweni? Priyambada baru ngeh dong, dia baru keinget kalo Pusaka Jamus Kalimasada dititipin ke Petruk.
Para Pandawa semakin cemas, bila sampai Pusaka Jamus Kalimasada jatuh ke tangan orang yg tidak tepat bisa menjadi celaka, baru saja mereka berbicara tiba tiba datang Prabu Bumiloka dan pasukannya
Lanjut nanti ya

Lanjut nanti. Understand?
Serangan dadakan itu mampu diatasi oleh Bima dan Arjuna, Prabu Bumiloka dan pasukannya terpukul mundur. Kini para Pandawa bingung bagaimana cara mencari keberadaan Pusaka Jamus Kalimasada yg dibawa Petruk.
Sementara itu, Petruk mendatangi Kerajaan Loji Tengara, sebuah kerajaan kecil yg dulunya adalah bekas taklukan Kerajaan Amarta. Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Jayasentika.

Prabu Jayasentika
Prabu Jayasentika ketika itu hendak melakukan kudeta dan ingin berdiri sendiri sebagai kerajaan yg mandiri. Petruk yg datang ke istana itu disambut baik, malah Petruk ditawari agar mau menjadi salah seorang prajurit.
Petruk menolak, ia berkata kalau dia lebih baik menjadi raja saja di Kerajaan Loji Tengara. Prabu Jayasentika marah dan memerintahkan para pasukannya untuk menyerang Petruk, tapi karena Petruk membawa Pusaka Jamus Kalimasada maka mereka malah takluk dan Prabu Jayasentika juga.
Lalu dengan membawa Pusaka Jamus Kalimasada, Petruk mengatakan kalau mulai hari itu ia menjadi raja baru Kerajaan Loji Tengara berjuluk Prabu Tongtongsot alias Prabu Belgeduwelbeh.

Petruk raja / Prabu Belgeduwelbeh
Raja baru ini kemudian disuruh oleh Prabu Jayasentika yg kemudian menjadi raja wakil untuk memilih salah satu diantara para selir Prabu Jayasentika, Petruk tidak tertarik dengan para selir itu, ia malah memilih Jemunak, seorang abdi taman Kaputren dan dijadikan permaisuri
Prabu Belgeduwelbeh ingin menaklukkan 3 kerajaan besar yg saat itu sedang mengalami kejayaan yaitu Kerajaan Amarta, Dwarawati, dan Mandura. Ia mengirim surat tantangan perang agar mau takluk dibawah bendera Kerajaan Loji Tengara.
Prabu Baladewa raja Mandura merasa tersinggung dan mengajak Prabu Kresna serta Prabu Puntadewa untuk menyerang Kerajaan Loji Tengara, Prabu Kresna hanya menurut saja namun ia tidak ingin ikut terjun dalam pertempuran, ia memilih jalan lain.
Maka Prabu Baladewa mengerahkan seluruh balatentara 3 Kerajaan yaitu Amarta, Mandura dan Dwarawati untuk menggempur Kerajaan Loji Tengara. Pihak Kerajaan Loji Tengara juga mengetahui kalau mereka akan diserang oleh barisan prajurit yg jumlahnya sedemikian banyaknya
Prabu Jayasentika lalu meminta agar dirinya yg maju sebagai Senopati, Prabu Belgeduwelbeh mengizinkannya, tapi jika nanti Prabu Jayasentika kewalahan baru ia akan membantunya. Berangkatlah Prabu Jayasentika bersama pasukannya menghadang musuh yg sudah sampai alun alun istana
Prabu Baladewa sesumbar / mengolok olok kalau Kerajaan Loji Tengara ternyata luasnya hanya seperempat lebih kecil dari Kerajaan Amarta, hanya sekali serangan dari 3 pasukan gabungan maka Kerajaan Loji Tengara akan hancur.

Prabu Baladewa
Tanpa diduga, dua barisan pasukan itu bertemu dan terjadilah pertempuran sengit antara barisan pasukan Loji Tengara dan pasukan dari 3 kerajaan. Prabu Jayasentika sempat kalah menghadapi Arjuna dan membuat Prabu Belgeduwelbeh turun tangan.
Prabu Belgeduwelbeh lalu menggunakan Jamus Kalimasada dan Arjuna terkena daya pusaka itu seketika tubuhnya lemas, ia lalu dibawa oleh para prajurit Loji Tengara dan dibawa ke istana. Prabu Belgeduwelbeh senang karena berhasil menundukkan Arjuna.
⚠️⚠️ THREAD LANJUT BESOK GW PANTAU⚠️⚠️

Lanjut besok, berarti besok. Thanks.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Handsen_widagdo

Handsen_widagdo Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Handoko_SenoW

10 Feb
Dewi Winata, ibu Garuda

- A Thread -

Dewi Winata adalah putri Sang Hyang Daksa dengan Dewi Prasuti, ia memiliki 49 saudara kandung yg sebagian besar diantaranya adalah perempuan. Ia menikah dengan Resi Kasyapa, keturunan Sang Hyang Pancaresi.
Diantara banyak saudaranya yg dikenal dalam cerita Pewayangan Jawa adalah Dewi Aditi (ibu para dewa), Dewi Diti (ibu para Ditya / yaksa), Dewi Muni (ibu Dewi Mumpuni istri Batara Yama), dan Dewi Kadru (ibu para ular / naga).

Dewi Aditi, Dewi Diti, Dewi Muni, Dewi Kadru
Dewi Winata beserta keduabelas saudara kandungnya menjadi istri Resi Kasyapa. Dari pernikahannya dengan Resi Kasyapa, Dewi Winata memperoleh dua orang putra berwujud burung garuda masing-masing bernama; Garuda Aruna dan Garuda Aruni/Suwarna/Brihawan.

Maharesi Kasyapa
Read 30 tweets
10 Feb
Batari Dersanala, ibu Wisanggeni

- A Thread -

Dewi Dersanala adalah putri dari Batara Brama, dewa api dengan istrinya Dewi Rarasati. Ia menikah dengan Arjuna, salah seorang ksatria Pandawa sebagai hadiah atas keberhasilannya mengalahkan Prabu Niwatakawaca.
Ada pula versi lain yg mengatakan kalau Dewi Dersanala diberikan pada Arjuna sebagai istrinya karena jasa Arjuna yg telah membantu Batara Brama membakar Hutan Kandawaprastha yg dihuni raja naga kembar Prabu Nagagombang dan Prabu Naga Taksaka.
Dewi Dersanala memiliki banyak saudara kandung seayah dan seibu, mereka diantaranya adalah Dewi Bramanisri yang dianugerahkan kepada Garuda Brihawan/Suwarna/Aruni dan menurunkan golongan garuda.

Dewi Bramanisri & Garuda Brihawan
Read 22 tweets
10 Feb
Dewi Gangga / Jahnawi, ibu Bisma

- A Thread -

Dewi Gangga atau Batari Ganggawati / Jahnawi adalah seorang bidadari Kahyangan keturunan Sang Hyang Taya, ia adalah ibu dari Bisma / Dewabrata yg merupakan putranya dengan Prabu Sentanu, Raja Kerajaan Hastinapura.
Dewi Gangga dalam versi Mahabharata dikenal sebagai Dewi yg mendiami Sungai Gangga, dan sering digambarkan mengendarai Makara, yaitu makhluk setengah buaya setengah gajah.
Ia juga pernah menjalani kutukan dari Batara Brama karena suatu hal, yaitu ketika suatu hari Batara Brama mengadakan pertemuan dan diantara para dewa yg hadir ada pula Dewi Gangga, namun angin kencang yg berhembus membuat sebagian kain yg dipakai Dewi Gangga diterpa angin
Read 16 tweets
7 Jan
Kerajaan Dwarawati / Dwaraka

- A Thread -

Dwarawati atau Dwaraka adalah sebuah kerajaan besar milik Prabu Sri Batara Kresna, seorang raja titisan Batara Wisnu, kerajaan ini disebut juga kota emas karena bangunannya yg serba megah.
Banyak versi cerita tentang awal mula berdirinya kerajaan ini, tapi gua mau pake versi gua sendiri ya (baca dulu nih ya, gua pake versi gua sendiri)
Kerajaan Dwarawati didirikan oleh Prabu Yudakalakresna yg berujud raksasa, ada pula versi lain yg menjadi raja di Dwarawati adalah Prabu Narasinga (hadeuhh bikin gua makin pusing dah -__-)
Read 36 tweets
21 Dec 20
Resi Jembawan / Kapi Jembawan, Juru Kunci Astana Gadamadana

- A Thread -

Kapi Jembawan / Resi Jembawan adalah seorang brahmana yg tinggal di Pertapaan Gadamadana dan berwujud kera, dalam versi India dia berwujud beruang. Ia adalah salah satu tokoh Wiracarita Ramayana.
Dalam Pewayangan Jawa, Jembawan adalah putra dari Resi Pulastya dan mengabdi pada Resi Gotama yg tinggal di Pertapaan Grastina / Agrastina dan menjadi pengasuh dari anak anak Resi Gotama yaitu Anjani, Guwarsa, dan Guwarsi.

Anjani, Guwarsa, Guwarsi
Pada saat ketiga anak Resi Gotama itu saling rebutan Cupu Manik Astagina, Jembawan ikut mengejar mereka agar tidak saling berebutan, hingga akhirnya Cupu Manik Astagina dilempar jauh oleh Resi Gotama dan tenggelam di Telaga Nirmala.
Read 15 tweets
21 Dec 20
Pada hari itu juga, Lengkung Kusuma diiringi oleh Petruk, Prantawati, Prabu Kresna dan Arjuna datang ke Karang Kadempel untuk melangsungkan pernikahan. Nalawati juga sudah dirias secantik mungkin.
Kedua mempelai dipertemukan dan akhirnya mereka sah sebagai suami istri, Lengkung Kusuma dan Nalawati lalu meminta restu pada Prabu Kresna dan Arjuna, dilanjutkan pada kedua orangtua mereka masing masing.

Lengkung Kusuma & Nalawati
Acara berjalan lancar dan tiba tiba Prabu Boma datang dan terkejut karena yg menikah dengan Nalawati adalah Lengkung Kusuma. Ia menangis pada ayahnya, Prabu Kresna, ia berkata kalau seharusnya Prabu Kresna memberikan Bunga Wijayakusuma padanya bukan Lengkung Kusuma
Read 10 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!