Gua pernah cerita ya.

Jd kuliah di kedokteran itu sebenarnya gk terlalu penting dimana. Karena pas lulus ada ujian board nasionalnya.

Jd standar minimal kebutuhan negara ya sama
Lalu kenapa masuk UI? Ya namanya bisa lulus. % tertinggi SNMPTN dan sekolahnya murah.

Tapi bukan berarti lulusannya pasti lebih hebat dari yg lain.

Ya kalau di FKUI nya juara 165, klu dibandingin juara 1 Trisakti ya kalah pintar hahaha
Makanya saya dulu pernah bilang, kedokteran kita berubah jd pabrik. Pakai standar mutu.

Yg jenius justru akan tertekan. Karena ya sama. Lulusannya pakai standar ujian board nasional.

Makanya sy bilang, klu anak saya pintar, ya gak bakal sy kuliahkan kedokteran hehe
Krena karirnya gk akan kelihatan yg pintar mana, yg hebat mana, atau lulusan dari mana.

Benar ada perbedaan yg jago banget sama yg biasa. Tp kedokteran itu soal art juga.

Feel nya yg diasah. Dengan jumlah kasus. Dengan baca.

Asal ini masih dipegang, ya jd dokter baik2 saja
Makanya klu ujian masuk PPDS justru yg dilihat attitude hehe.

Ada yg menjilatnya luar biasa. Kelihatan baik. Tapi baru lulus aja menghina2 konsulennya.

Ada.

Murid gua juga ada gini. Tp ya klu sudah lulus, kita cuma bisa doain yg baik2 saja.
Jadi ya memang gk ada ukuran sempurna.

Sebagai guru kita berharap murid begini begitu. Kita saring attitude, tapi manusia bisa berubah.

Sebagai manusia kita harus selalu siap dikhianati.
Sebagai penutup, gua punya anak magang 5 dari Yarsi, 1 dari Unsoed. Sisanya dari UI

Mereka sangat luar biasa.

Jadi gak ada masalah asal Universitas mana.

Ini saya terapkan pas terima dokter tuk masuk RSUI.

Idealnya anak UI semua. Tp gk cukup. Dan RSUI baik2 saja GPnya
Dan klu ada spesialis lulusan luar negeri.

Tahan dulu kagumnya.

Alasan keluar negerinya apa.

Ikut suami atau merasa FK di Indonesia gk cukup hebat bagi dia, atau ya gak bisa lulus masuk PPDS disini hehehe.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Tokugawa Ieyasu

Tokugawa Ieyasu Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @dayatia

5 Apr
Habis nonton Ottoman.

3 episode pertama jalan buntu semua haha.

Tp baru nyadar. Sebenarnya Konstatinopel sudah dikelilingi kerajaan Turki dari sebelum2nya.

Klu cm ada 9000 tentara didalamnya, tinggal nunggu jatuh aja harusnya.

Dan selama itu, ya negara boneka saja
Konstatinopel istimewa karena penyebrangan asia ke eropa terdekat dibawah 1 km.

Dan tentu saja perlambang sisa2 kekuasaan romawi.

Tapi Romawi abad ke 3, beda sama Romawi abad ke 7 jaman Rasul. Apalagi abad ke 15. Sisa2 aja
Tp jd ingat cerita 100 tokoh.

Berandai2.

Jika tidak ada Muhammad Al Fatih, konstatinopel akan takluk dalam berapa tahun?

Ya 30-40 tahun juga runtuh. Wong udah dikepung Turki dari segala penjuru.
Read 4 tweets
4 Apr
Ikuti nasihat dokter.

Bukan ikuti gaya hidup dokter.

Ini nasehat berlaku sejak zaman Hippocrates kok hahaha
Namanya nasehat.

Berdasarkan keilmuan

Yang baik2 dan bagus2lah.

Kyk kita sama anak.

Kan bukan berarti kita sempurna. Cuma udah tahu ooo gini toh risikonya kalau kita bandel.

Begitu juga dokter. Dalam rangka ilmiah
Misalnya saya.

Gini2 kan konsultan Stroke. Fellownya kateterisasi otak.

Bicaranya dislipidemia, sindrom metabolik

Berat badan IMT hampir 30 hahaha.

Tp ya apa yg sy bicarakan bukan membenarkan IMT 30 hahahaha
Read 12 tweets
3 Apr
Lihat PPDS ujian board nasional.

Gini rasanya ya jd dosen. Rasanya baru kemarin minta rekomendasi hahaha
Lha itu yg ppds baru malah tahunya sejak jaman KKD dulu.

Jd dosen ya gitu ya.

Lihatin orang2 tumbuh dan berkembang, dan kemudian baru sadar kitanya makin tua haha
Dan selasa gua ada jadwal DSA guru gua.

Yg fotonya bareng pas bimbingan angkatan kami koass tinjauan ke Pabrik 16-17 tahun lalu hahaha
Read 5 tweets
1 Feb
Kalau DKI bisa berpikir untuk menjalankan 3T, maka besok pagi ada 70 ribu-100 ribu yg diswab.

Nanti akan dapat sekitar 18-20 ribu yang positif.

Maka 2 hari lagi ada 100 ribu lg di swab & yg positif sekitar 6000-9000.

3 hari lagi swab 20 ribu. Dan akan dapat 300-600 orang saja.
Dalam 2 minggu, kasus Covid DKI akan konstan 500-600an saja perhari.
Problemnya satu.

Punya otak wajib.

Berpikir tidak wajib.

Cuma koar2 kami sudah sesuai WHO saja sudah cukup memuaskan hasrat hahaha
Read 9 tweets
31 Jan
Gua mau twit bentar.

Gak panjang2 deh.

Jd ini situasi ekstrim kiri ektrim kanan.

Termasuk membahas siapa yg harusnya jd Menkes
Jd gini.

Covid ini 2 sisi.

Epidemiolog dan Klinisi.

Disisi lain perlu manajerial juga.

Problemnya negara mempercayai Ekonom sebagai komandan manajerial penganan Covid
Maka kita tahu apa yg jd prioritas negara.

Setahun, ya kita tahu hasilnya.
Read 11 tweets
31 Jan
Kebayang kalau India pakai buzzer.

Sudah hampir 97% yg sembuh Covid lho. Kurang serius apa Pemerintah dalam menangani Covid ini
Kemudian buzzer Pemda DKI New Delhi akan teriak2 kami sudah melakukan testing melewati kapasitas WHO. 1 per 1000 penduduk perminggu.

Kami hebat. Daerah lain tidak bisa kyk kami.

Kasus tinggi krena jumlah tes kami banyak. Bukan karena kami tolol lho.

Pokoknya kami udah hebat
Kalau di Provinsi Kerala pas ada yg komentar banyak amat Covidnya, langsung ditanyain KTP mu darimana om? Minta nomor teleponmu
Read 6 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!