Halo apakabar semua? semoga kalian dalam keadaan yang baik-baik aja ya! Di cerita kali ini masih dengan kisah mimin marsel yg menjadi saksi bagaimana kedahsyatan pengaruh susuk untuk orang yang mau meninggal. Nah daripada makin penasaran, yuk mending kita langsung ke cerita ya~
Aku Marsel, dan aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku bersama Alm. Ayah tiriku, sebut saja Pak Dedi sewaktu beliau masih hidup. Pak Dedi adalah sosok lelaki yang sangat bertanggung jawab. Pak Dedi menikahi mama ku saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 1. Karena pembawaan
beliau yang sangat kharismatik dan santun, akupun langsung setuju saat itu jika mama menikah dengan Pak Dedi apalagi beliau ini memang seorang duda. Singkat cerita setelah awal pernikahan Pak dedi dengan mama, aku langsung diajak pindah ikut ke kota Malang, karena
tugas beliau yang menjabat sebagai kepala daerah salah satu instansi negara. Awalnya mama sendiri tidak menyangka jika Pak Dedi adalah seorang pejabat yang punya kedudukan tinggi, karena saat dahulu masa ta'aruf beliau hanya berkata jika dirinya cuma PNS dengan gaji
pas-pasan saja, namun beliau menjamin akan memenuhi untuk kebutuhan satu anak mama ( Jean saat itu sudah mandiri, dan mikey tinggal bersama papa ). Setelah dijalani hidup bersama, antara aku mama dan alm pak dedi ini memang merasa ada banyak kecocokan. Mungkin saja
mama sebenarnya merindukan calon suami yang satu iman agar bisa menjadi imam sholat nya. Aku pun merasa jika Pak Dedi ini bisa lebih memperhatikan ku daripada papa ku sendiri, hingga aku tidak merasa canggung untuk bercanda dan berbagi cerita dengannya.
Beberapa bulan setelah pernikahan mama dan alm pak dedi berlangsung, ada sedikit keanehan yang dirasakan oleh mama. Pak dedi sering mengeluhkan sakit kepala yang tidak tertahankan. Saat dibawa ke rumah sakit dan medical checkup tidak ditemukan suatu penyakit berbahaya,
hanya saja diagnosis dokter saat itu jika Pak dedi terlalu keletihan karena sering berada lama di balik layar monitor. Tidak hanya sampai disitu, pak dedi pun sampai beberapa kali mengunjungi rumah sakit besar, namun hasilnya sama-sama nihil. Karena menurut Pak Dedi,
rasa sakit di kepalanya kian hari kian memburuk ia memutuskan untuk pulang ke rumah ibu nya di Bandung. ( Pak Dedi ini asli orang Bandung yang dinas kerjanya di jawa timur ya gaes biar gak bingung ). Saat sesampainya Pak Dedi ini di Bandung, ia mengabari mama dan aku
jika dirinya minta didoakan karena sedang diobati secara goib oleh kenalan adik nya yang mencoba menyarankan berobat ke salah seorang Kiai di kota tersebut. Singkat cerita dari hasil pengobatan goib itu Pak Dedi terkena santet oleh salah seorang rekan kerjanya.
Bahkan sempat Pak Dedi menunjukkan foto sebuah paku besar yang dikirim. Mama sangat takut sekaligus khawatir ketika itu, mengingat Pak Dedi ini akan diberi kunjungan dinas ke Sulawesi keesokan harinya. Setelah kejadian santet paku berlalu, tidak pernah ada lagi kejadian-kejadian
yang misterius menimpa Pak Dedi. Hingga tepatnya tahun 2009 kondisi tubuh Pak Dedi tiba-tiba drop. Pak Dedi bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri setelah mengeluarkan banyak darah segar dari lubang anus nya. Setelah pengecekan menyeluruh
dokter memvonis jika Pak Dedi terkena Kanker Usus stadium 3 dan harus segera diambil keputusan tindak operasi. Lambat laun Pak Dedi harus menyerah dengan penyakit kanker yang menggerogoti nya, hingga ia memutuskan untuk pensiun dini serta pindah ke rumah ku yang berada
di kampung atas kemauan beliau. Tahun 2010 kondisi fisik beliau sudah semakin memburuk, ditambah lagi pak Dedi beberapa kali terkena serangan stroke yang membuat setengah tubuhnya lumpuh total. Pak Dedi hanya bisa berbaring dan makan melalui selang dari hidung. Beberapa kali
pak Dedi ini bahkan sempat dinyatakan telah meninggal, karena jantungnya yg sudah berhenti berdetak dan sudah tidak ada nafas. Namun anehnya pada jam jam tertentu ia akan kembali membuka matanya. Menurut pengakuan mama, saat Pak Dedi sedang diam ia sering berbicara sendiri
padahal hal tersebut tidaklah mungkin karena Pak Dedi sudah tidak bisa berbicara. Bahkan mama berkata jika Pak Dedi suka menatap dengan penuh amarah dan seperti merah menyala. Saat menjelang kematiannya ada hal-hal aneh lainnya yang turut aku rasakan, dirumah sering terlihat
sosok bayangan kakek-kakek berbaju serba putih ( seperti baju belanda ) yang matanya merah menyala. Bahkan gilanya, saat aku, mama dan Bi sri sedang makan tiba-tiba gelas mama bergeser-geser sendiri seperti ada yang memainkannya!! Kondisi semakin mencekam saat
bi sri melihat pak Dedi sedang melotot melihat kesuatu titik di rumah dengan mulut yang menganga ( padahal buka mulut udah susah ya gaes karena struk ) . Kami bertiga saling beristighfar dan berdoa merapalkan surat surat pendek yang kami bisa, hingga akhirnya Pak dedi
tertidur. Perlu temen-temen ketahui, saat menjelang akhir wafatnya Pak Dedi, kami sekeluarga belum tau ya kalau Pak dedi ini menggunakan susuk. Kami berfikir gangguan-gangguan itu hal yang wajar karena kami percaya jika 40hari sebelum wafat, banyak para demit yang mengelilingi
karena ada tarikan daya ilmu metafisika yang seperti magnet. Aku sendiri sebenarnya merasa terteror saat aku sedang mengambil air tiba-tiba gelas ku pecah, dan bi sri mengaku ketika mencuci piring ia sering sekali tanganya berdarah karena terkena pecahan piring.
Saat aku, mama dan bi sri sedang asyik menonton TV di ruang keluarga, entah mengapa mama tiba tiba berlari keluar dan bebicara jika dirinya mendengar ada suara ketukan pintu dan suara eraman minta tolong.
Bi Sri kemudian mendekati mama keluar rumah dan sama sekali ia tidak mendengar apapun. Di suatu ketika pernah mama sampai teriak saat ia melihat alm pak dedi ini berdiri tegap seperti orang tidak sakit, dan wajahnya pucat seperti mayat! Aku dan bi sri kemudian berlari
menghampiri mama, namun mama sudah tergeletak pingsan. Seperti layaknya estafet teror itu kini berganti kepada ku. Keesokan hari nya saat aku menonton bola hingga larut malam, tiba-tiba channel TV itu berpindah-pindah sendiri! aku yang sempat bergidik mencoba menenangkan diri
meyakinkan jika itu hanyalah remote tv yang rusak. Aku kemudian matikan tv untuk sekejap, & melanjutkan menonton bola kembali, namun saat keadaan tv yang mati karena adanya efek pantulan cahaya di layar tv tersebut, samar-samar ku lihat trnyt ADA PAK DEDI YANG DUDUK DISAMPINGKU!
Sontak saja aku menoleh namun tidak ada siapa-siapa. aku mengurungkan niat ku untuk menyalakan tv kembali, segera aku beranjak pergi ke kamar ku. Saat aku baru saja ingin memejamkan mata, aku lihat siluet alm. Pak Dedi sedang duduk ditempat tidurku! Aku berkali-kali mengucap
istighfar karena ketakutan sampai aku terlelap tidur. Aku yang sudah merasa terganggu kemudian mengajak mama untuk bicara dari hati ke hati. Aku meminta mama segera memanggil kan pak Ustadz supaya segera mendoakan Alm. Pak Dedi, jika memang sudah waktunya biar
segera nyawanya dicabut oleh sang pemilik kehidupan yaitu Allah Ta'ala agar tak membuat ny pun semakin tersiksa. (bayangin temen-temen alm ini bisa dibilang hampir ada 5x mengalami kematian namun bisa hidup lagi, kebayang kan gimana sakitnya melewati sakaratul maut sebanyak itu?)
Akhirnya bi Sri memangil Pak Ustadz sebut saja Ustadz Udin yang memang beliau ini penuntun orang-orang yang mengalami sakit keras dan menejelang sakaratul maut. Saat Ustadz udin baru saja membuka pintu rumah, ia sudah geleng-geleng kan kepala. Mama dan Bi Sri sempat
menanyakan ada apa? Pak ustadz hanya terdiam dan masuk kedalam kamar tempat dimana Alm. Pak dedi dibaringkan. pak ustadz langsung membisikkan sesuatu di telinga pak dedi. " Assalamualaikum Pak Dedi. Pak Dedi jangan takut, saya cuma ingin mendoakan pak dedi ya. "
Pak dedi hanya mengangguk menandakan ia masih menangkap omongan dari Pak Ustadz dan mendengarkan apa yang Pak Ustadz sampaikan. " Pak Dedi, Pak Dedi harus ikhlas ya jika Allah menghendaki untuk mengambil nyawa Bapak, karena Allah lah yang memiliki kuasa atas semua kehidupan
makhluk di dunia ini. Kematian adalah pasti, semua akan kembali kedalam tanah, hanyalah amal ibadah yang kita bawa untuk bertemu sang pencipta. Jadi, pak dedi ga usah takut yah?" bisik Pak ustadz lembut. mendengar hal itu Pak dedi tiba-tiba menangis terisak. Pak
Ustadz tersenyum dan kemudian berkata, Pak Dedi, saya mohon tolong bapak ikhlaskan dan leburkan semua yang tertanam di tubuh bapak. Allah pasti akan menerima tobat Pak Dedi, karena Allah maha penyayang lagi maha pengampun. " belum selesai pak ustadz berbicara dengan
pak dedi mama seperti memotong pembicaraan " Lho maksud pak ustadz apa ?! apa maksud nya tertanam? apa suami saya kena santet yang ditanam orang pak?" tanya mama. Pak ustadz menjawab dengan tersenyum, maaf bu suami ibu memang saya lihat ada unsur pengaruh guna-guna namun
yang saya bicarakan barusan adalah barang atau susuk yang sengaja ditanam di tubuh Pak Dedi sendiri. Ada sebuah mustika berlian di dahi beliau untuk memencarkan aura kebijaksanaan, dua susuk emas di pundak sebagai lambang kewibawaan, dan satu susuk intan permata di
bibir untuk kecakapan beliau dalam berbicara ( alm ini ya sebagai peneliti sekaligus moderator ya ges jobdesknya, jadi wajar saja jika harus dipasang susuk di bibir, mungkin saat beliau sedang membawakan materi lidahnya supaya tidak kelu dan tidak berbelit-belit
dalam penyampaiannya. ) Mama sangat tidak percaya dengan apa yang pak ustafz katakan, jangankan mama akupun tidak percaya karena pak Dedi yang kami kenal sangat santun dan agamis sekali. Beliau sangat rajin dan tidak sampai ketinggalan sholat 5 waktu dan betul-betul memahami
rukun islam mapun rukun iman. Bagi kami beliau tidak mungkin sampai berbuat musyrik seperti itu. Mama yang tak lgsg percaya ucapan ustadz udin, sampai-sampai menelpon keluarganya di bandung, untuk sekedar mengkonfirmasi kabar tersebut apakah dulu Pak Dedi ini sempat memakai susuk
atau tidak. Dari percakapan via telepon antara Ibu pak Dedi dan mama ditemukan fakta yang mengejutkan bagi kami, yaitu Pak Dedi sebenarnya memang menggunakan susuk. Dari Ibunya Pak Dedi kami pun mengetahui jika alasan beliau memakai susuk adalah sebagai bentuk
rasa ketidak percayaan diri untuk tampil di depan publik, disisi lain alasan beliau menggunakan susuk adalah pak dedi sering diberi guna guna oleh rekan sejawatnya. Sulit bagi kami menerima kenyataan dibalik sosoknya yang kharismatik dan santun ternyata Pak Dedi
bisa menyembunyikan kenyataan lain dari sisi gelapnya. Yah mungkin benar yang dikatakan orang, sebaik-baiknya manusia pasti memiliki keburukan selama di dunia. Mama segera menghampiri Pak Ustadz dan menyampaikan pengakuan dari Ibu Pak Dedi. Pak Ustadz hanya tersenyum,
ia telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena khodam-khodam yang mengisi susuk itu saling berinteraksi kepada kami hanya untuk menunjukkan jika sebenarnya mereka perlu " diberi makan / di charge " oleh Pak Dedi yang sedang terkulai lemas.Pak ustadz pun menambahkan jika
segala bentuk gangguan dirumah adalah efek dari si khodam-khodam susuk untuk mencari "wadah" baru tempat mereka bernaung, karena khodam-khodam itu pun sudah mengetahui jika umur Pak Dedi sudah tidak akan lama lagi. Pak Ustadz langsung merapalkan doa doa dan melantunkan
ayat suci di telinga Pak Dedi, seketika tubuh Pak Dedi mengejang hebat dan dari mulutnya mengeluarkan air liur. Setelah diamati air liur ada kilauan cahaya yang berbentuk pecahan intan kecil , dan beberapa pecahan kecil berlian serta emas. Pak ustadz berkali-kali mengucapkan
syukur kepada Allah SWT karena berhasil mengeluarkan susuk-susuk itu. Seketika Pak Dedi langsung tak sadarkan diri. Dalam keadaan yang masih genting mama tiba-tiba kesurupan dan mulutnya meracau tidak jelas. Berkali-kali ia mengumpat kepada pak ustadz karena sudah mencampuri
urusannya. Ketika kesurupan pun mama berkata jika ia menginginkan wadah baru untuk bersemayam. Sebagai gantinya sosok yang menempel di tubuh mama akan memberikan kemudahan-kemudahan untuk orang yang menggunakan susuk tersebut. " Apa kamu ingin dihormati orang ?!
atau kamu disegani oleh teman-teman mu? tenang saja aku akan membantu mu !" Pak ustadz segera beristighfar dan menjawab " Tak ada satupun di dunia ini yang bisa memberikan syafaat atau kemudahan selain atas izin Allah, apa yang engkau tawarkan bukanlah kemudahan
bagi manusia melainkan kesesatan dan kesia-siaan!" Tak lama,mama langsung tergeletak pingsan. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri benda-benda kecil berkilauan itu juga langsung lenyap ! Tak sampai 3 hari kemudian, Pak Dedi sudah berpulang dengan keadaan yang sudah
bersih dari segala macam susuk yang ditanam. Setelah selesai acara pemakaman, pintu rumah kami diketuk oleh Pak ustadz. Pak ustadz datang kembali untk memberikan pagar goib di sekeliling rumah kami karena menurut beliau, khodam dari susuk itu masih berkeliaran di sekitaran rumah.
Aku yg penasaran, menanyakan sesuatu kepada pak ustadz tentang khodam si pengisi susuk tersebut. sosok itu ternyata adalah kakek-kakek memiliki kedua mata yg merah menyala. Dahulunya kakek itu adalah orang mempunyai ilmu kebatinan tinggi hingga dipakai oleh para petinggi Belanda
sebagai tangan kanannya. Namun karena tubuh si kakek itu telah dipenuhi oleh ilmu hitam, jiwa si kakek tidak bisa berpulang kepada sang Khaliq sehingga ia dipergunakan manusia, sebagai bentuk khodam yang dipasang di tubuh Pak Dedi saat itu. Aku membatin pantas saja
Pak Dedi ucapan dan perilaku nya sangat berwibawa dan berkharisma. Padahal dari segi pendidikan ia sedang mengenyam pendidikan S3, dan juga ia sangat pandai berdiplomasi, namun sayang kemampuan dan keterampilan nya malah menjadikannya orang yang rendah diri sehingga
memutuskan untuk melakukan ritual pemasangan susuk. Dari kisah ini pun aku belajar jika manusia yang dari luar terlihat sempurna, santun, paham akan ilmu agama dan juga taat beribadah pasti memiliki sisi gelap di dalam hidupnya. Begitulah lika-liku perjalanan manusia di dunia,
kita tidak bisa menghindari dosa namun selayaknya kita harus terus mencoba menjadi orang yang baik sebagaimana junjungan rasul / nabi yang kita percayai ( aku bilang seperti karena ya aku percaya semua agama baik adanya ya gaes sesuai kepercayaan masing-masing. ) dan
menghindari diri dari segala bentuk kemusyrikan. Nah mungkin itu tadi sedikit pesan-pesan dari cerita ini yang bisa mimin bagikan buat temen-temen. Disini mimin juga ga ada sedikitpun maksud untuk membuka aib alm, karena nama sudah disamarkan. ( hanya untuk bahan pelajaran saja )
:: penutup :: akhir kata, seperti biasa mimin mau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya buat kalian yang udah meluangkan waktu membaca thread-thead mimin, gak lupa juga mimin meminta maaf jika ada banyak salah penulisan, pemilihan kata yang mungkin kurang pas
ataupun kata-kata mimin yang menyinggung suatu pihak atau golongan tertentu. Wabillahi Taufiq wal hidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Sang Penulis Malam

Sang Penulis Malam Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @PenulisMalam94

3 Jun
Halo apa kabar kalian semua? semoga baik-baik aja ya! di bagian cerita kali ini mimin marsel akan menceritakan pengalaman mistis dari Bi Sri, setelah ia mencoba mendalami ilmu agama dan bertanya kepada sang Kiai apakah alam goib itu benar-benar nyata adanya? Semuanya berubah
ketika di suatu hari Bi Sri, dipanggil oleh pak Kiai untuk dibuka mata batin nya dan di bawa berkeliling ke "tempat-tempat" yang ramai. Nahh dari pada penasaran apa maksud tempat yang ramai, dan juga selama Bi sri dibuka mata batinnya apa saja sih penampakan
Read 64 tweets
2 Jun
Keesokan harinya , Bi sri tak sengaja bertemu dengan kokom saat membeli sayur keliling. Mereka berdua saling menyapa dan entah mengapa kokom membuka percakapan pagi itu yang membuat bi sri agak sedikit bergidik. "Eh bi Sri tau kan Pardi baru meninggal ?? masa sih
bi semalem habis di urus jenazah nya sama bapak , Pardi dateng, bi ke rumah !! Saya tadinya ga percaya, cuma apa iya si bapak bohong ?! " ucap kokom semangat. " Lho emang gimana ceritanya kom? " tanya bi sri penasaran. " Jadi kata bapak , pas bapak mau masukin jenazah
Read 23 tweets
1 Jun
Ketika mereka ber4 sedang membasuh diri di sumur tua, Beno mengucapkan sesuatu " Aku pasti bisa kaya raya ! Bosan rasanya selalu terinjak injak menjadi orang miskin !! " ucap beno sambil mengepalkan tangannya penuh amarah. " Lho ben, bukannya ibu mu itu punya usaha
meminjam-minjamkan uang di kampung ?! pasti duitnya banyak dong Ben ! Kenapa ga minta modal aja dulu Ben ? " tanya Didit penasaran. " Sudah Dit! Bukannya dikasih modal aku malah di marah marahi dan diumpat dengan kasar. kata ibu Aku ini anak tidak berguna, hidup pun
Read 25 tweets
1 Jun
Halo semuanya, Apakabar kalian?? semoga sehat sehat aja ya!! Nah kali ini mimin marsel masih akan mbawakan sebuah cerita dari kampung mimin yg berlatar tahun 2014' an awal deh .. Daripada berlama lama intro yuk langsung keceritanya yaah~
Pagi itu Bi sri ( adik nenek yang paling kecil ) meminta tolong Mang Pardi ( bukan nama sebenarnya ) untuk memperbaiki mesin sanyo air yang mampet. Terlihat wajah mang Pardi tak seperti biasanya ketika ia diberi tugas. ( oh ya mang pardi ini tukang serabutan di kampung ku
Read 25 tweets
30 May
Hallo guyss apakabar kalian ? Semoga sehat sehat aja ya!! Nahh kali ini adalah bagian sekuel cerita dari Lift Angker Univ Swasta di Bandung yang mana kisah ini adalah kisah nyata dari mimin marsel . Kalau kalian belum liat part awalnya, sebaiknya di baca dulu yaa gaes,
karena antara cerita lift angker dan kesurupan kuntilanak ini related . Okay tanpa harus berlama lama yuk kita langsung masuk ke ceritanya yaa!
Read 25 tweets
30 May
Hallo guys , apakabar kalian? semoga sehat sehat aja ya.. kali ini masih di bagian cerita mimin fitri dari kisah lanjutan ( MELANGGAR PINGITAN ) SEPASANG KEKASIH YANG MENINGGAL . Nah biar ga berlama lama intronya yuk deh langsung masuk cerita ya guys~
Mbok Jemiatin atau akrab disebut mbok Jem kembali bercerita kepada 3 pemuda yaitu Herman, Sutoyo ( kakek dari mimin fitri ) , dan Jaka. " Kalian harus berhati - hati. Di kampung kita dan kampung sebelah seperti ada teror sepasang pengantin yang meninggal karena
Read 27 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(