Halo semua teman-teman mimin, apakabar kalian?! semoga sehat-sehat aja ya dimasa pandemi ini. Nah dithread ini mimin marsel akan bercerita tentang, dahulu mimin tuh pernah punya child fruit atau anak buah waktu kerja di outsourcing parkir Jakarta. Sebut aja namanya Diah,
Diah ini anak baru di perusahaan mimin sebagai Operator cashier ( yang kerjanya di pos bukain palang otomatis pokoknya deh ). Mimin sama Diah ini bisa dibilang deket ( tapi bukan pake tanda kutip ya ) karena mungkin awal Diah masuk kerja, yang training itu mimin.
Singkat cerita, suatu hari Diah ini matanya sembab banget kaya habis nangis seharian. Karena si Diah ini memang anaknya juga dekat sama temen-temen yang lain akhirnya si Diah ini di ceng-ceng in sama mereka ( atau di brcandain ) kalau Diah semalam nangis karena habis
diputusin pacarnya ( yang emang pacar Diah juga jadi OB di gedung itu. ) Biasanya Diah ini orangnya juga lucu, sebagaimana pun dibercandain gak pernah baper. Cuma, pas hari itu Edo, Fikri, Deni, dan Ilham yang bercandain Diah malah jadi ga enak hati sendiri karena Diah cuma diam
dan malah nangis lagi sesenggukan. Karena dirasa kondisinya ga memungkinkan buat Diah ini melanjutkan kerja, mimin sebagai leader mereka mengambil keputusan untuk Fikri ( oh ya Edo, Fikri, Deni dan Ilham ini petugas area parkir ya) menggantikan Diah untuk jaga pos.
Nah, inilah awal cerita dari santet lutung ya temen-temen, saat Diah tiba-tiba menceritakan apa yang sebenarnya membuat dia menangis sebegitu hebatnya. Yok kita langsung simak ke cerita~~
Diah, hari itu hampir tak henti-hentinya menangis pilu. Ku beri ia sebotol air mineral untuk menenangkan hatinya. Setelah beberapa saat ia puas menumpahkan air matanya, dengan masih tersengal-sengal isak tangis, Diah membuka pembicaraan kepada ku. " Pak, maafin Diah
malah buat keributan ditempat kerja." ucapnya lirih. Aku yang penasaran kemudian menanyakan "Diah, maaf ! apa kamu tersinggung dengan candaan teman-teman mu tadi ?" Diah menggeleng kan kepalanya. "Bukan kok pak, sama sekali ga ada hubungannya dengan mereka." jawab Diah.
Karena aku yang masih belum menemukan jawaban aku kembali menanyakan mengapa Diah menangis sebegitu hebatnya, karena selama Diah bekerja 3 bulan kemarin Diah ini orang yang periang, humoris, dan juga cepat akrab dengan teman-teman maupun semua atasannya termasuk aku.
Diah kmudian mulai bercerita kronologi kejadian saat ia masih dikampungnya Subang, sekitar 5 bulan yang lalu. Diah bercerita sang Ibu Wartinah seringkali terlibat cekcok dengan Tuti, yang bisa dibilang adalah tetangga nya. Awalnya, Diah berfikir jika ibu nya
dan Tuti hanya tersulut emosi, ada rasa saling iri satu sama lain. kian hari pertikaian mulut mereka semakin sering terdengar oleh tetangga yang lain. Karena merasa terganggu akhirnya Pak RT sampai menengahi permasalahan mereka. Saat dalam mediasi kekeluargaan itulah
Diah baru mengetahui jika sebenarnya antara ibu Warti dan Tuti bak kuncing dan anjing sedari dulu. Setelah diusut ternyata Mukhlis ayah Diah yang juga suami warti adalah mantan kekasih Tuti yang dalam hitungan bulan kala dahulu akan melangsungkan pernikahan.
Mukhlis saat dalam persiapan pernikahan itu, kepincut dengan kecantikan Warti yang baru pulang menjadi TKW di Arab Saudi selama bertahun-tahun, akhirnya Mukhlis secara sepihak membatalkan pernikahan antara dirinya dan Tuti saat hanya hitungan minggu saja. Sontak
Tuti merasa amat dipermalukan oleh kelakuan Mukhlis, bukan hanya Tuti, namun orang tua Tuti yang ikut terkena imbasnya karena ada desas-desus jika Mukhlis lebih memilih Warti ketimbang Tuti karena Warti ini anak baik-baik dan Tuti kebalikannya dari Warti. Ayah Tuti merasa jika
warga secara tak langsung ikut menghakimi dirinya yang tidak bisa menjaga kehormatan anak perempuan semata wayangnya menjelang pernikahan. Karena beban pikiran itulah ayah tuti sampai harus sakit diabetes karena gula darahnya naik. Tak sampai disitu saja kepedihan Tuti,
Tuti harus puas menyaksikan warti dan mukhlis menggelar hajat pernikahan karena jarak rumah mereka yang hanya terhalang oleh satu rumah. Amarah Tuti mulai tidak terbendung lagi, baginya terdapat tiga pukulan telak menghujam jantung hatinya. Pertama, Tuti Batal nikah
Kedua, Keluarga Tuti terfitnah yang menyebabkan ayah tuti jatuh sakit, dan yang ketiga Tuti harus puas menyaksikan dengan terpaksa calon suaminya malah bersanding dengan wanita lain. Tuti lantas memutuskan untuk menjadi TKW ke Malaysia, karena menghindari rasa sakit
dan juga traumanya di kampung. Selain itu Tuti masih mempunyai niat yang mulia yaitu, ingin mencari uang agar ayahnya bisa berobat dengan layak. Setelah 2 tahun bekerja di Malaysia, berhembus kabar jika Tuti dipersunting oleh pria asal negeri jiran itu. Dari semenjak
saat Tuti dipersunting ia jarang sekali pulang ke Indonesia. bahkan bisa dibilang hanya 4 tahun sekali, ia baru pulang. Saat ayah Tuti wafat, Tuti pun tidak terlihat batang hidungnya. Mungkin bisa dibilang karena jarak yang jauh dan juga adanya kisah kelam di kampung,
membuat ia merasa enggan pulang ke tempat kelahiran. Singkat waktu, tahun 2015 awal tiba-tiba Tuti pulang ke Indonesia sendiri tanpa membawa suami ataupun anaknya. Nah dari mulai itulah, perselisihan El-classico antara Warti dan Tuti berlanjut. Simpang siur kabar Tuti
saat di malaysia, yaitu ia telah diceraikan suaminya dan hak asuh kedua putrinya jatuh pada suaminya. Tuti yang dalam keadaan frustasi, saat ia pulang ke kampung halaman mau tak mau harus sering beradu pandang dengan warti yang biduk rumah tangganya dengan mukhlis masih
adem ayem. Dari pihak warti, ia mengaku sebenarnya tidak ada masalah apapun dengan Tuti, namun Tuti selalu mencari-cari kesalahan dan sering kali ia membuang sampah di halaman rumah Warti dengan sengaja. Tak hanya sampai disitu Tuti pernah kepergok ingin memutuskan jaringan
listrik dirumah warti dengan menyuruh orang. Begitulah kurang lebih kelakuan absurd Tuti setelah ia pulang dari malaysia, kepada warti dan keluarga sehingga beberapa kali mereka berdua harus melewati jalan mediasi kekeluargaan oleh RT setempat. Beberapa saat setelah
kejadian ribut-ribut terakhir, Tuti seperti nya kapok membuat ulah, ia tidak pernah terlihat lagi menunjukkan batang hidungnya ataupun berperangai yang aneh-aneh. Namun, ada hal yang tidak biasa kini yang mulai terjadi. Setiap malam, atap rumah Diah seperti dipenuhi oleh lutung--
Anehnya, segerombolan lutung hitam itu hanya ada pada atap rumah Diah saja, entahpun darimana asalnya gerombolan lutung itu. Sempat karena maerasa terganggu tidak bisa tidur akibat suara bising si lutung, Mukhlis , ayah Diah menimpuk batu salah satu lutung .
yang sedang bertengger di atas atap rumahnya. Seketika semua lutung itu seperti marah dan matanya mengeluarkan cahaya merah menyala! Karena takut ayah Diah kembali masuk ke dalam rumah dan pasrah membiarkan lutung-lutung itu berada di atas atap. Keesokan harinya,
ayah diah menanyakan kepada Pak Sapri si peronda malam, perihal gerombolan lutung yang ada di atas atapnya, namun Pak Sapri hanya tertawa mendengar pertanyaan Mukhlis. "Khlis, saya itu semalam habis beberapa kali muteri gang rumah mu, lha wong ga ada lutung, jangankan
gerombolan, satu lutung pun tidak ada yang keliatan!!" sambil diiringi gelak tawa. Pak Sapri menerka jika yang dialami oleh Mukhlis adalah sebuah halusinasi saja. Mukhlis yang puas mendapatkan jawaban dari pak Sapri pulang dengan rasa yang berkecamuk . "Aneh,
saya jelas dengar ada riuh suara lutung di atap, dan jelas ada banyak lutung yang bergerombol namun kenapa pak sapri tidak melihat ya?!" batinnya. Saat Mukhlis sampai dirumah dan ingin mengambil makan di dapur, ia kaget di dapur rumahnya sudah ada 4 ekor lutung
sedang memakan lauk pauk yang sudah disajikan Warti untuk makan siang keluarga kecilnya. mukhlis yang kesal ia mengambil balok kayu kecil dibelakang rumahnya dan menggebah lutung-lutung itu supaya keluar, namun dengan sigap lutung-lutung itu menghindari pukulan mukhlis
dan kembali matanya mengeluarkan cahaya merah menyala dan menunjukkan taringnya seolah ingin mengoyak tubuh mukhlis! salah satu dari lutung itu melompat ke arah mukhlis dan langsung menggigit leher muklhis sampai berdarah-darah, setelah ia puas menggigit mukhlis anehnya dengan
cepat kawanan lutung itu menghilang! Diah yang sewaktu itu kebetulan baru pulang dari rumah temannya langsung membawa sang ayah ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan pertama. Segera Mukhlis diberi suntikan anti rabies dan harus menerima 5jahitan di lehernya,
beruntung gigitan lutung itu tidak berakhir fatal. Diah pun mengaku sebenarnya ia pernah merasa ikut terkena teror santet lutung itu. Ketika Diah ingin mengambil wudhu untuk sholat subuh, ia melihat seekor lutung yang besar dan amat menyeramkan ada di balik pintu kamar mandi
sedang menggeram! Diah yang panik ia langsung berteriak sehingga warti dan mukhlis terbangun. Saat Diah melihat kembali bersama-sama ayah dan ibunya tidak ada apapun di balik pintu kamar mandi tersebut. Teror berpindah kepada Warti, Warti ditunjukkan oleh sosok
lutung yang sama seperti yang dilihat oleh Diah, dan namun yang lebih menggelikan bagi Warti adalah si lutung hitam besar itu sampai ( mohon maaf ) seperti menyetubuhi warti di kamar mandi. Mulut warti seperti tidak bisa untuk berbicara dan tubuhnya seperti tertahan sesuatu!
Warti mengucap doa-doa dan memasrahkan semua kedalam tangan yang maha kuasa, hingga akhirnya si sosok lutung besar hitam itu menghilang! Warti yang merasa panik kemudian mengajak mukhlis dan Diah untuk menemui orang pintar. Baru saja mereka bertiga masuk kedalam rumah
si orang pintar, terlihat ada dua ekor lutung yang duduk menatap tajam mereka dari luar rumah si orang pintar. Kemudian orang pintar itu berkata "Kalian lebih baik pulang atau cari orang pintar lain, saya tidak bisa membantu kalian !! Ilmu hitam santet kiriman lutung ini
sangat kuat!" jawab si orang pintar pertama. Mukhlis kemudian mengajak Diah dan Istrinya pergi ke perbatasan antara subang dan bandung. Disana Mukhlis menemui salah satu orang pintar atas rekomendasi ayahnya mukhlis. Dari orang pintar yang kedua itulah baru diketahui
jika penebar teror lutung adalah berasal dari tetangga yang terdekatnya. Mukhlis dan warti tanpa berfikir lama-lama ia langsung menerka jika Tuti lah dalang dari semuanya. Setelah nya Mukhlis-Warti diberi air yang mungkin telah dibacakan doa oleh si orang pintar,
dan diberikan sedikit syarat untuk menempelkan beberapa helai sapu lanang di setiap palang pintu mereka dan dua siung bawang putih. Sehabis berkunjung dari tempat si orang pintar, Mukhlis-warti langsung melakukan apa yang diperintahkan, dan benar saja teror-teror itu seolah
lenyap. Satu bulan kemudian Diah pergi ikut merantau sang paman, adik dari mukhlis untuk bekerja ke Jakarta. singkat ceritanya Diah diterima bekerja di perusahaan ku yah temen-temen, karena memang rekomendasi dari pamannya Diah yang bekerja sebagai security di gedung yng sama.
Beberapa bulan berlalu, sampai pada akhirnya Diah mendapatkan kabar jika Ibunya Warti telah meninggal kemarin. Diah sangat terpukul sekali mendengar ibunya tlah meninggal, sebelumnya ayah Diah dan pamannya masih menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu kan
kepada Diah jika sang Ibu telah berpulang. Ayah Diah dan sang paman pun tidak ingin mengganggu pekerjaan Diah. Diah pun kembali bertutur 3 hari sebelum sang ibu wafat, Ibu warti dimimpikan 2x berturut-turut jika ia
seperti dijemput kawanan lutung yang membawanya kepada tahta raja. Disana yang Ibu warti lihat adalah seseorang pria yang tampan memakai mahkota dan berkata "Selamat datang Istriku! Ini adalah kerajaan ku!" Mendengar ucapan lelaki itu warti kemudian ingat akan sesosok
lutung yang pernah memperkosanya. Seolah-olah bisa mendengar apa yang sedang Warti pikirkan, sesosok lelaki itu kemudian berkata "Maafkan jika saya lancang, namun sayalah yang telah berbuat tidak senonoh kepada dirimu! oleh karena itu saya telah menganggap engkau sebagai
istriku!" Ibunya Diah pun bercerita kepada suaminya jika ia harus kembali ke kerajaan dan menjadi istri dari lutung yang kala itu sudah berwujud manusia dengan menggunakan baju kerajaan jaman dahulu. Mukhlis yang tidak percaya hanya menjawab "sudahlah bu, hanya bunga tidur saja,
toh lagian gangguan dari teror lutung itu sudah tidak pernah muncul lagi!" Ucapan suaminya itu bisa masuk kedalam logika warti, ia menganggap hanyalah mimpi belaka. Namun, naas tepat di hari ke3 Warti sudah meninggal saat Warti sedang tertidur. Mukhlis yang panik segera
membawa warti menuju ke Puskesmas, namun sayang nyawa warti sudah tidak tertolong. Setelah pemakaman warti, Mukhlis yang dirumah sendirian ia didatangi seekor lutung. Mukhlis yang marah kemudian ia mengambil sebilah golok dan menebaskan nya. Namun lagi- lagi lutung itu berhasil
kabur menghindar. Masih amat kesal, Mukhlis langsung merangsek mendobrak pintu rumah Tuti. Mukhlis yakin ini semua ulah perbuatan Tuti, tetapi sayangnya Tuti sudah pergi ke malaysia, sebulan yang lalu. Tidak ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban, karena si tersangka--
sudah terlebih dahulu kabur ke negeri jiran. Malam harinya saat tahlil pertama di rumah Warti, banyak orang-orang yang menyaksikan ada seekor lutung yang tiba tiba masuk ke dalam rumah dan melompat masuk kedalam kamar warti-mukhlis lalu menghilang. Beberapa warga percaya itu
adalah jelmaan Warti yang menjadi lutung karena meninggal diguna-guna, alhasil malam tahlil menjadi buah bibir bagi warga sekampung. Mukhlis yang masih shock dengan peristiwa itu kemudian menutup diri untuk tidak berinteraksi denga warga sekitar. Mukhlis malu menerima kenyataan
istrinya kini telah menjadi lutung jadi-jadian. Mukhlis hanya bisa menceritakan semua keluh kesahnya kepada adiknya yaitu paman Diah, dan lalu pamannya menyampaikan peristiwa yang memilukan itu kepada Diah. Setelah Diah menceritakan semua pengalamannya, aku langsung memanggil
Pak Suhar ( paman Diah ) yang kebetulan saat itu sedang berjaga di lobby tengah gedung. Aku memberitahu kan Pak Suhar, jika sebaiknya Diah hari ini dibebas tugaskan dahulu, melihat kondisinya yang masih sangat terpukul. Atas perembukan bersama rekan-rekannya yang lain,
Diah diberikan despensasi untuk pulang ke kampung halamannya di Subang selama 3 hari dan selama dibebas tugaskan, shiftnya di cover oleh Ilham dan Fikri secara bergantian. Sedikit rasa penasaran ku, aku sempat menanyakan kebenaran cerita yang baru saja Diah ungkapkan
kepada sang paman. Pak Suhar pun mengangguk membenarkan semua cerita keponakannya itu. memang tidak habis pikir jika benar benar terjadi, ada orang yang sampai tega mengirim guna-guna santet kepada keluarga Diah. Akhirnya saat itu juga Diah diantar pulang oleh pamannya,
dan sore hari nya Diah langsung pulang menuju ke Subang. Setelah 3 hari, Diah kembali masuk kerja. Kali ini ia masuk kerja seperti biasanya. Ia terlihat sudah lebih tenang dan mulai bercanda kepada rekan-rekan nya yang lain. Aku kala itu hanya membatin "Syukurlah, kalau Diah
sudah baik-baik saja. Mungkin diah sudh bisa legowo sekarang." Diah kemudian tersenyum menatap ku dan melambaikan tangannya dari pos pintu keluar "Pak, sini Pak ! Saya punya oleh-oleh ini buat Bapak! temen-temen yang lain udah saya bagi satu satu." celoteh nya.
"Duh, jadi repot2 gini Diah. Sebelumnya makasih ya udah bawain saya oleh-oleh." jawabku sungkan. Diah kmudian bercerita "Pak, saya yang seharusnya berterimakasih! Atas kebaikan bapak mengijinkan saya pulang dan temen-temen semua, saya akhirnya bisa bertemu dengan Ibu,
walaupun untuk yang terakhir kalinya." Diah kemudian melanjutkan pembicaraan nya " sehari setelah sampai ke subang, saya langsung ziarah ke makam Ibu, kemudian saya diajak Bapak untuk menemui orang pintar di perbatasan Subang-Bandung untuk menanyakan perihal
lutung yang masih meresahkan Bapak. Dari si paranormal tersebut saya mengetahui jika Ibu saya ternyata di culik secara paksa ke alam jin dan dinikahi oleh si Raja Lutung. Niatan awal dari si tetangga pengirim guna-guna lutung itu agar supaya keluarga bapak
tidak tenang hidupnya dan selalu merasa terterror, namun naasnya si pemimpin lutung menaruh hati kepda Ibu, sehingga menyebabkan Ibu diambil jiwanya ke alam jin." Bahkan menurut pengakuan Diah, Ia dan ayahnya didatangi lutung yang memandangi dari kejauhan sewaktu di makam ibunya.
Terlihat samar-samar si lutung itu menitikan air mata dan kemudian berlalu pergi. "Bu, Ibu yang tenang ya disana jangan lagi Ibu mengkhawatirkan saya dan Bapak. Ibu doakan saya ya bu semoga saya bisa membahagiakan Bapak." Itulah doa terakhir yang Diah panjatkan
diatas nisan Ibunda tercinta nya. Diah dan sang ayah mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi. Ayah Diah , Mukhlis sebenarnya adalah orang yang paling merasa bersalah atas kematian Warti. Andai mungkin saja dahulu ia tidak menyakiti perasaan Tuti, tidak akan sampai
begini ceritanya. Namun itu semua hanyalah andai-andai yang telah menjadi sia-sia. Nah mungkin pesan dari cerita ini adalah berhati-hati lah bersikap, apalagi sampai harus menyakiti perasaan orang lain. Orang yang sakit hati rentan melakukan tindak kejahatan baik yang
terlihat maupun yang tidak terlihat. :: Penutup :: Okay, itulah cerita yang bisa mimin bisa sampaikan dalam thread ini, akhir kata seperti biasa mimin mengucapkan terimakasih untuk semua atensi luar biasa kalian yang sudah meluangkan waktu membaca thread-thread horor mimin,
untuk semua yang sudah like retweet dan juga sudah memfollow mimin. Gak lupa mimin meminta maaf jika ada banyak salah kata atau kurang pasnya penempatan kata dengan baik. Wabillahi taufiq wal hidyah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Sang Penulis Malam

Sang Penulis Malam Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @PenulisMalam94

4 Jun
Halo apakabar semua? semoga kalian dalam keadaan yang baik-baik aja ya! Di cerita kali ini masih dengan kisah mimin marsel yg menjadi saksi bagaimana kedahsyatan pengaruh susuk untuk orang yang mau meninggal. Nah daripada makin penasaran, yuk mending kita langsung ke cerita ya~
Aku Marsel, dan aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku bersama Alm. Ayah tiriku, sebut saja Pak Dedi sewaktu beliau masih hidup. Pak Dedi adalah sosok lelaki yang sangat bertanggung jawab. Pak Dedi menikahi mama ku saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 1. Karena pembawaan
Read 57 tweets
3 Jun
Halo apa kabar kalian semua? semoga baik-baik aja ya! di bagian cerita kali ini mimin marsel akan menceritakan pengalaman mistis dari Bi Sri, setelah ia mencoba mendalami ilmu agama dan bertanya kepada sang Kiai apakah alam goib itu benar-benar nyata adanya? Semuanya berubah
ketika di suatu hari Bi Sri, dipanggil oleh pak Kiai untuk dibuka mata batin nya dan di bawa berkeliling ke "tempat-tempat" yang ramai. Nahh dari pada penasaran apa maksud tempat yang ramai, dan juga selama Bi sri dibuka mata batinnya apa saja sih penampakan
Read 64 tweets
2 Jun
Keesokan harinya , Bi sri tak sengaja bertemu dengan kokom saat membeli sayur keliling. Mereka berdua saling menyapa dan entah mengapa kokom membuka percakapan pagi itu yang membuat bi sri agak sedikit bergidik. "Eh bi Sri tau kan Pardi baru meninggal ?? masa sih
bi semalem habis di urus jenazah nya sama bapak , Pardi dateng, bi ke rumah !! Saya tadinya ga percaya, cuma apa iya si bapak bohong ?! " ucap kokom semangat. " Lho emang gimana ceritanya kom? " tanya bi sri penasaran. " Jadi kata bapak , pas bapak mau masukin jenazah
Read 23 tweets
1 Jun
Ketika mereka ber4 sedang membasuh diri di sumur tua, Beno mengucapkan sesuatu " Aku pasti bisa kaya raya ! Bosan rasanya selalu terinjak injak menjadi orang miskin !! " ucap beno sambil mengepalkan tangannya penuh amarah. " Lho ben, bukannya ibu mu itu punya usaha
meminjam-minjamkan uang di kampung ?! pasti duitnya banyak dong Ben ! Kenapa ga minta modal aja dulu Ben ? " tanya Didit penasaran. " Sudah Dit! Bukannya dikasih modal aku malah di marah marahi dan diumpat dengan kasar. kata ibu Aku ini anak tidak berguna, hidup pun
Read 25 tweets
1 Jun
Halo semuanya, Apakabar kalian?? semoga sehat sehat aja ya!! Nah kali ini mimin marsel masih akan mbawakan sebuah cerita dari kampung mimin yg berlatar tahun 2014' an awal deh .. Daripada berlama lama intro yuk langsung keceritanya yaah~
Pagi itu Bi sri ( adik nenek yang paling kecil ) meminta tolong Mang Pardi ( bukan nama sebenarnya ) untuk memperbaiki mesin sanyo air yang mampet. Terlihat wajah mang Pardi tak seperti biasanya ketika ia diberi tugas. ( oh ya mang pardi ini tukang serabutan di kampung ku
Read 25 tweets
30 May
Hallo guyss apakabar kalian ? Semoga sehat sehat aja ya!! Nahh kali ini adalah bagian sekuel cerita dari Lift Angker Univ Swasta di Bandung yang mana kisah ini adalah kisah nyata dari mimin marsel . Kalau kalian belum liat part awalnya, sebaiknya di baca dulu yaa gaes,
karena antara cerita lift angker dan kesurupan kuntilanak ini related . Okay tanpa harus berlama lama yuk kita langsung masuk ke ceritanya yaa!
Read 25 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(