Tanda Hitam di Jidat

Sebagian muslim memiliki tanda hitam di jidat. Sebagian mereka menganggapnya sebagai tanda kesalehan karena dianggap bukti banyak sujud.

Tapi tentu ada yang tidak demikian, melainkan menganggapnya sebagai tanda natural saja karena sering shalat.

-utas
Dan, ada juga orang yang rajin shalat, tapi tidak punya tanda hitam di jidatnya.
Saya aka bahas soal mereka yang menyengaja menghitamkan jidatnya, karena termotifasi oleh surat Al-Fath ayat 29:
سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ
“tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.”
Ada hadits yang bisa membantu kita mendapatka kejelasan soal perkara tanda hitam di jidat ini:
Dari Salim ibn an-Nadhar yang berkata, bahwa pernah ada seseorang yang datang kepada Ibnu Umar, memberi salam, kemudian Ibnu Umar bertanya kepada orang itu, “Siapa kamu?” Orang itu menjawab, “Aku adalah anak asuhmu, si fulan.”
Ibnu Umar melihat tanda hidam di jidat orang itu, kemudian bertanya, “Apa tanda yang ada di antara dua matamu itu? Aku telah menemani Rasulullah Saw, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, apakah kamu lihat ada tanda hitam di dahiku ini?” (HR. Bayhaqi, dalam Sunan Kubra no. 3698).
Dalam hadits lain dijelaskan bahwa Humaid sedang bersama As-Saib ibn Yazid, kemudian datang seseorang bernama Az-Zubair ibn Suhail yang memiliki tanda hitam di dahinya. As-Saib ibn Yazid lantas berkata, “Dia telah merusak wajahnya.
Demi Allah, itu bukan yang dimaksud tanda sujud (dalam surat Al-Fath ayat 29). Demi Allah, aku telah melaksanakan shalat sekian lama, tapi tidak ada tanda (hitam) di dahiku.” (HR. Bayhaqi, Sunan Kubra, 1073).
Syaikh ash-Shawi, dalam kitab Tafsirnya menjelaskan soal apa yang dimaksud dengan tanda sujud dalam surat Al-Fath ayat 29.
Katanya, “Soal tanda sujud ini, ada beberapa pendapat ulama:
ada yang menyatakan bahwa tanda sujud itu adalah wajah yang bercahaya seperti bulan purnama pada hari kiamat (di akhirat). Ada juga yang menyatakan bahwa tanda sujud yang dimaksud adalah wajah yang pucat karena kurang tidur akibat bergadang mengerjakan shalat di malam hari.
Ada juga yang menyatakan bahwa tanda sujud adalah keantengan tubuh hingga tampak seperti orang sakit, padahal tidak sakit.
Yang jelas, tanda sujud (yang dimaksud dalam ayat di atas) bukan seperti yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dan suka pamer (riya’), yaitu tanda hitam di dahi. Perbuatan itu adalah perbuatan orang-orang Khawarij. (Hasyiah Ash-Shawi, juz 4, hal. 98).
Jadi begitulah duduk perkara soal tanda hitam di dahi atau jidat. Wallahu a’lam…

Selamat malam....

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Taufik Damas

Taufik Damas Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @TaufikDamas

10 Jun
Atas Nama Allah

Beberapa tahun yang lalu, Ahok dituduh menista Al-Quran karena ucapannya, “dibohongin pake Al-Maidah.” Akibatnya, terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran hingga Ahok akhirnya divonis penjara.

-utas Image
Padahal, dalam Al-Quran ada kalimat yang hampir mirip seperti itu, yaitu ayat 5 surah Fatir. Mari kita bahas ayat ini.

Tertipu oleh kehidupan dunia itu gampang dipahami. Tidak perlu bernalar terlalu dalam; mudah sekali mamahami kalimat "tertipu oleh kehidupan dunia".
Ada jenis ketertipuan lain yang sering tidak disadari oleh manusia. Jenis ketertipuan ini malah membuat korbannya tidak merasa bersalah sama sekali.
Read 9 tweets
7 Jun
Indonesia Milik Allah

Para pengasong khilafahisme selalu mengumandangkan jargon "Indonesia Milik Allah." Jargon itu benar seratus persen.

-Utas
Namun dalam sejarah, model jargon seperti itu pernah dikumandangkan oleh kelompok Khawarij yang menentang keputusan sahabat Ali Ra. ketika menerima arbitrase (tahkim) dengan Muawiyah ibn Abi Sufyan Ra.
Khawarij menolak tahkim sambil beralasan bahwa "tidak ada hukum selain hukum Allah (in al-hukmu illa lillah)." Ungkapan Khawarij ini kemudian dibalas oleh Ali dengan menyatakan "kalimatnya benar tapi yang dikehendaki adalah kebatilan (kalimatu haqqin wa uriida biha al-bathil)."
Read 4 tweets
5 Jun
Ibu, dari benua ke benua...
Read 6 tweets
5 Jun
Mabrur Tanpa Haji

Dalam kajian tasawuf, ada kisah terkenal tentang mimpi Ibnu Mubarak ketika berhaji. Ia mimpi melihat dua malaikat berdialog soal siapa yang hajinya diterima (mabrur) dari 600 ribu jamaah haji ketika itu.
Tenyata hanya satu orang yang mendapat haji mabrur...
Dialah Ibnu Muwafaq. Uniknya, Ibnu Muwafaq ternyata tidak ada dalam rombongan jamaah haji ketika itu.

Setelah ditelusuri, Ibnu Muwafaq tidak jadi melakukan haji karena lebih memilih menyedekahkan biaya hajinya untuk sebuah kampung miskin.
Padahal, Ibnu Muwafaq mengumpulkan biaya hajinya selama 30 tahun dengan bekerja sebagai tukang sol sepatu.

Berkat mabrur-nya ini, Allah menerima haji semua jamaah haji ketika itu.

Dalam riwayat lain, yang mendapatkan gelar haji mabrur ada 6 orang.
Read 4 tweets
3 Jun
Ada yg DM kirim pertanyaan: Benarkah dari sekian banyak golongan dalam Islam, yang masuk surga cuma satu golongan, yang lain masuk neraka?

Jawab:
Memang ada hadits yg menyatakan bhw umat Islam terpecah menjadi 73 golongan. Semua masuk neraka, kecuali satu golongan. Ketika ditanya satu golongan yg masuk surga, Nabi Saw. menjawab, mereka yang berada di jalanku dan para sahabatku (ما أَنا علَيهِ وأَصحابي). --HR. Thabrani.--
Tdk ada penjelasan yg tegas soal 73 golongan ini. Kriterianya pun tidak pernah ditegaskan. Saya pribadi memahami jumlah keterpecahan ini sebagai afirmasi bahwa umat Islam memang beragam, baik firqah, mazhab, dan alirannya. Faktanya memang demikian, bahkan sejak masa awal2 Islam.
Read 16 tweets
2 Jun
Iblis Ingin Tobat

Alkisah Iblis ingin tobat. Datanglah ia kepada seorang tokoh agama yang dikenal sangat alim dan dihormati.
Malam, sang tokoh agama (sebut saja sang alim) sedang duduk di kamar kerjanya membaca dan mengkaji berbagai masalah agama yang diajukan kepadanya. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu, segera ia menghampiri pintu rumahnya dan membuka.
Dilihatnya sosok yang tidak pernah ia kenal, namun langsung ia persilakan untuk masuk. Setelah tamu itu duduk, sang alim bertanya, “Anda siapa, dan ada keperluan apa malam-malam datang ke sini?”
Read 15 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(