Note-taking itu skill penting, tapi sayangnya blm banyak orang yg mencatat waktu meeting / belajar / dsb

Padahal note-taking yg efektif bisa membantu mengingat, merapihkan pikiran yg ruwet, dan mengurangi stress, loh

Ini beberapa tips utk meningkatkan skill note-taking kamu:
Ketika lagi team meeting, coba untuk mencatat poin-poin berikut:

1. Fact ✅ : Progress yang sudah terlaksana, siapa yang mengerjakan apa, resource yang kita miliki, dst.

2. Issues❗️: Segala sesuatu yang kemungkinan akan menghambat atau sudah menghambat progress
3. Pertanyaan❓: Pertanyaan yang muncul saat meeting, & bagaimana menjawab pertanyaan tersebut (jika blm terjawab)

4. Decision 🤔: Keputusan apa saja yg akan diambil untuk menyelesaikan Issue (2)

5. Action Plan 🎯: Siapa yang akan melakukan Apa, & kapan? X akan membeli Y, besok
Itu tadi tips kalau meeting dengan team, yg masih kuliah juga bisa diterapin untuk meeting kepanitian, dsb

Kalau one-on-one meeting apakah perlu mencatat? Perlu. Dengan mencatat, menurutku lawan bicara akan merasa lebih dihargai, asal mencatatnya ga sampai distracting, ya
Kalau lagi interview, coba untuk mencatat poin pertanyaan dari interviewer, Biar ga lupa, dan ngebantuin merapihkan pikiran

Ketika menginterview, aku juga suka mencatat hal-hal menarik dari kandidat, etc. Sekalian juga mencatat apa yg perlu diperbaiki dari proses interview
Kalau lagi brainstorming: kamu jg bisa pake apps khusus kayak @MiroHQ / @WhimsicalPowers utk mencatat & mengkombinasikan ide

Kalau untuk personal: bisa pake kertas (bagus utk retaining information) atau digital (Notion, Evernote, etc) Kalau aku pakenya Roam (terlampir)+ Notion
Masih tentang mencatat untuk diri sendiri, salah satu fungsi note-taking untuk diri sendiri adalah untuk merefleksikan apa yang sudah kita alami, menumpahkan isi pikiran, dan membuat personal planning.

Bisa menggunakan format berikut:
Note-taking juga penting kalau kita lagi belajar hal baru (nonton youtube, dengerin workshop, baca buku).

Mencatat akan membantu kita mengingat, dan mengurangi dampak forgetting curve (Tweet Terlampir)
Kalau pake kertas, bisa pake metode Cornell. jadi kertasnya dibagi menjadi 2 bagian, satu untuk "cue" dan satunya untuk "notes".

Setelah mencatat di kolom "notes", usahakan untuk merangkum kembali setelah sesi selesai di kolom "cue"
Tambahan: Melakukan note-taking saat meeting dengan orang lain juga penting untuk mencatat kesepakatan antara dua-pihak, jadi ketika dikemudian hari ada perbedaan pendapat bisa merujuk kembali pada catatatn yang sudah dibuat.
Tambahan 2: ide cemerlang seringkali datang di saat dan tempat yang ga terduga. Untuk mencatat ide secara cepat, kamu bisa menggunakan telegram:
Next Thread (atau suatu hari nanti), aku mau ngebahas tentang metode note-taking yang efektif untuk merangkum sesuatu, namanya: progressive summarization.

Stay tune di @MFaizGhifari untuk tetap update. Selamat mencatat!

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Faiz Ghifari

Faiz Ghifari Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @MFaizGhifari

9 Jun
Ga semua keputusan itu setara, ada keputusan yg sifatnya bisa jadi 'lahan belajar', tapi ada juga yg krusial dan ga boleh salah.

Gimana membedakan keputusan dalam hidup? Kita coba bahas dgn 2 kuadran berikut:
1. Reversible vs Irreversible
2. Consequential vs Inconsequential
Sebelum masuk pembahasan, kita mulai dengan definisi dulu ya:

Reversible, maksudnya adalah keputusan yg bisa diperbaiki atau dikembalikan ke keadaan awal. Misal: salah ambil belokan waktu naik kendaraan, masih bisa puter balik. Irreversible berarti sebaliknya: sifatnya permanen
Consequential, adalah keputusan yang konsekuensinya berdampak besar bagi dirimu. Misal: Nikah sama A atau B?

Inconsequential, adalah sebaliknya, yaitu keputusan yang tidak berdampak besar bagi dirimu.
Read 10 tweets
8 Jun
Twitter penuh dengan orang yang beradu argumentasi, tapi sayangnya banyak argumen yg dilontarkan, tidak berkualitas dan malah menyerang si penulis argumen, bukan argumennya. Capek sendiri.

Oleh karena itu, aku pingin berbagi konsep hierarchy of disagrement oleh Paul Graham. Utas
Kita mulai dari yang paling level paling dasar dan paling ga bermutu ya (Tapi sayangnya paling sering terjadi):

H0. Name-calling

Menyerang orang lain dengan hinaan, baik secara kasar atau halus. Contoh:

"Eh bac*t ya kamu"

"Halah Fafifu wasweswos"

"Si paling pinter"
H1. Ad Hominem

Pada Ad Hominem yg diserang adalah karakter atau otoritas penulis. Padahal harusnya kita ngomongin argumennya, bukan penulisnya.

Contoh:
"ya iyalah dia bakal bilang kayak gitu, kan dia Nakes"

"Kamu kan penuh privilege, tau apa soal kemiskinan struktural?"
Read 11 tweets
7 Jun
Pernah ngerasain bangun tidur tapi masih capek, atau ngerasa pagi harinya kurang produktif?

Bisa jadi itu karena kamu belum punya rutinitas menjelang tidur yg baik

Kita coba bahas beberapa rutinitas yg bisa bikin kamu lebih berenergi, bahagia, & produktif keesokan harinya, yuk
1/ Targetkan jam berapa kamu harus tidur & bangun

Kalau ga di set waktunya, kita jadi mudah terganggu oleh faktor eksternal (kerjaan tambahan, tugas kuliah, film baru release, dst) dan akhirnya tidur kemaleman. Tau-tau udah jam 2 pagi aja, padahal besok pagi ada meeting.
2/ Set hal yang kamu perlukan sebelum tidur

Contohnya kalau mau olahraga pagi, ya siapin dulu sepatunya. Kalau mau kerja, ya siapin dulu peralatan kerjanya, dst.

Terlihat sepele, tapi Ini sangat menghemat energi mental kita di pagi hari loh gais
Read 13 tweets
1 Jun
Berapa banyak meaningful relationship yang dapat kamu miliki dalam satu waktu? Menurut Robin Dunbar jawabannya adalah 150

Jadi jangan merasa bersalah kalau kamu tidak bisa berteman dekat dengan banyak orang ya, bahkan kata Dunbar kita cuman bisa punya 5 temen deket saja
Intimate: Pasangan (Suami/Istri)

Close Friend: Temen yang bisa jadi tempat curhat sampek nangis. They are the ones who will drop everything to support us when our world falls apart.

Best friend: Circle social Terbaik kita. Kamu bisa percayain nitipin anak ke mereka
Robin Dunbar juga bilang bahwa pertemanan kita akan berfluktuasi sesuai tempat dan kondisi kita

Jadi ya wajar aja misalnya kalau udah lulus kuliah, hubungan kamu dengan temen deketmu dulu jadi agak merenggang. That's perfectly fine.
Read 5 tweets
30 May
Tadi siang diminta ngisi pembekalan untuk peserta KKN ITB 2021, tentang critical thinking

Aku coba share dikit satu bagian dari materi tadi ya, yaitu perbedaan antara Strategic, Critical, & Creative Thinking. Soalnya sering ketuker nih. Thread
1/ Critical Thinking

Critical thinking ini ngomongin hal seperti: kualitas informasi & relevansinya dengan konteks.

Contoh pertanyaannya kritis itu seperti:
-Apakah sumber informasi ini kredibel?
-Apa sih definisi dari istilah ini?
-Apa konteks ketika statement ini dibuat?
2/ Creative Thinking

Beda dengan critical thinking, kalau creative thinking lebih berfokus tentang bagaimana melihat sesuatu dengan persepektif yang berbeda (Thinking out of the box) sehingga bisa menghasilkan ide & solusi baru. Toolsnya: Design Thinking, etc
Read 9 tweets
28 May
Ternyata semakin pintar, kita jadi semakin sulit untuk merubah pendapat/perspektif kita, loh.

Padahal di dunia yg cepat berubah, penting untuk jadi orang yang ga kaku. Banyak perusahaan bangkrut/ tokoh yg jadi ga relevan, karena tidak mampu memperbaharui pendapat mereka. Thread.
Bahkan riset menunjukan, semakin tinggi IQ yang kamu miliki, semakin mudah juga untuk jatuh ke stereotype. Hal ini karena orang yang IQ nya tinggi jadi makin mudah mengenali pola, dan kita hanya memilih pola yang sudah kita percayai sebelumnya, ini namanya confirmation bias.
Jadi sebanyak apapun informasi yang kita punya, kalau confirmation bias kita ga dikontrol ya jadi percuma.

Justru kita akan menggunakan banyaknya informasi tersebut untuk memperkuat argumen kita (padahal salah) dibanding membuka pikiran kita terhadap argumen yang berseberangan.
Read 13 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(