Halo kalian semua apakabar? semoga sehat-sehat aja ya. Di thread kali ini gantian cerita dari salah satu sahabat mimin marsel yang juga pernah dibawain cerita sebelumnya yaitu santet kiriman tetangga . Nah, temen mimin Risno akan kembali menceritakan kisah waktu
ia masih bayi merah. Cuma kali ini cerita akan mimin bawakan dari sudut pandang Ratih kakak perempuan Risno sekaligus saksi dari peristiwa menyeramkan saat Risno bayi dahulu. Nah gimana kelanjutannya langsung simak ke cerita aja yu~
Kala itu 22 Agustus 1994 tepat pukul 01.00 Dini hari, ada desiran angin kuat di sekeliling rumah. Angin itu semakin kuat berhembus diiringi derap suara langkah kaki yang seperti berjalan-jalan diatas atap rumah ku. Aku yang saat itu sedang menunggui ibu ku,
menjelang kelahiran Risno di kamar bersama dengan dukun bayi berharap-harap cemas, begitu pula dengan Bapak yang berjalan-jalan keluar masuk kamar karena rasa khawatirnya menanti buah hati yang ke 2 akan segera lahir. Diantara rasa cemas, khawatir dan lelah karena menunggu
proses kontraksi dari jam 6 sore sampai menjelang dini hari, kami pun tak hentin-hentinya mengumandangkan doa di bibir kami agar dijauhkan dari segala sesuatu yang tidak diinginkan. Setengah jam kemudian, tubuh ibu mulai mengejang dan ia mengerang sekuat tenaga. Dibantu oleh
komando aba-aba dari si dukun bayi, perlahan-lahan adikku Risno mulai terlihat kepalanya dan akhirnya berhasil terlahir dengan selamat. Seketika tangis haru pecah dari kami semua. "Alhamdulillah bu, anaknya laki-laki sehat." ucap si dukun bayi sembari memberikan Risno bayi
kedalam pelukan ibu. bapak kemudian meminta ku untuk menganti air di dalam ember yang sudah tercampur oleh darah persalinan ibu. Sebenarnya ada rasa takut di dalam hatiku, krn untuk mengganti air tersebut otomatis aku harus menimba dahulu air di sumur belakang yang agak lumayan
gelap. aku dengan sangat tergesa-gesa menuju sumur dan langsung menumpahkan air yang tercampur darah persalinan ibu di sekitar pekarangan belakang rumah. namun, tak lama kemudian aku mendengar suara derap langkah kaki yang aku dengar dari atap rumah kini jelas
terdengar seperti ada di dekat ku. Aku memang agak sedikit bergidik ketakutan, namun aku masih mencoba menghibur diriku sendiri jika itu mungkin hanya seekor kucing yang kebetulan lewat. pandangan ku kembali terfokus ke arah sumur setelah selesai ku tumpahkan air kotor tersebut,
kemudian aku dibuat sangat amat terperanjat di depan ku kini ada sesosok kuntilanak yang rambutnya panjang menjuntai sampai menutupi kaki. mulut kuntilanak itu mengecap-ngecap mengeluarkan air liur yg menetes seperti sedang menyicipi sesuatu. " Hihihihihihihi.... manissss hmmm
sungguh nikmat sekali !!! hihihihhihi.." kuntilanak itu kemudian bersuara dan seketika menunjukkan wujudnya yang ternyata tidak memiliki wajah, hanya mulut nya yang panjang menyeringai serta lidah yang menjulur! Aku yang amat ketakutan langsung berlari masuk kedalam rumah
sambil membawa ember kosong dan segera mengunci pintu. dengan nafas yang masih tersengal-sengal, bapak menghampiri kemudian bertanya "Nak, kok embernya kosong?!" Aku tidak bisa berkata apapun kecuali menangis sejadinya. Melihat aku yang sedang menangis bapak langsung
memelukku sangat erat sekali, bahkan seperti aku hampir tidak bisa bernafas. "Pak, udah pak tolong dilepasin pelukannya!" jawabku pelan. namun, anehnya suara bapak seperti menggeram, dan ketika aku melepaskan pelukan bapak secara paksa TERNYATA YANG AKU PELUK ADALAH
SESOSOK GUNDERWO HITAM BERBULU DENGAN TARING YANG MENYERAMKAN! Dengan sisa tenaga yang aku miliki aku menjerit-jerit sekencang kencangnya. "BAPAK TOLOOONG PAK !!!" Kemudian Bapak yang asli langsung berlari menghampiri ku, yang ternyata aku bukan berada di dalam rumah,
melainkan sedang tertunduk lemas dibawah pohon mangga belakang rumah. Bapak langsung mebopong ku masuk rumah, dan langsung memberikan aku segelas air. Bapak kemudian keluar lagi, menimba air di sumur untuk membersihkan sedikit darah ibu yang masih tercecer di tempat tidur.
Setelah Bapak kembali kedalam rumah, wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar berkeringat dingin. "Astaghfirullah" ucapnya berkali-kali lirih. "Neng, barusan bapak liat ada kuntilanak lagi duduk sambil kedua kakinya berayun-ayun diatas atap!!" Aku langsung memeluk bapak erat,
aku merasa amat ketakutan karena hawa dingin mulai menyeruak di rumah kami. Tak lama kemudian Tok...Tok..Tok... ada ketukan dari pintu depan rumah sangat keras. Sang dukun bayi yang mungkin sedari tadi mendengar kegaduhan dari dalam kamar ibu, kemudian keluar dan
berkata " JANGAN DIBUKA PINTU ITU !! ITU ADALAH DEMIT YANG SEDANG MENGINCAR AMIS DAGING DARAH PERSALINAN ! " Si dukun bayi kemudian menanyakan bapak untuk memberinya garam yang ia taburi di setiap sudut dalam rumah. Selang beberapa menit kemudian, ada suara cakaran hewan di pintu
belakang rumah. suara cakaran itu semakin kencang dan membuat ibu semakin khawatir. Ketika bapak dan aku intip melalui celah jendela dapur, ternyata yang sedang mencakar bukanlah seekor kucing ataupun hewan buas , melainkan sesosok kuntilanak yang sedang mencakar pintu.
kuntilanak itu sepertinya sadar jika kami sedang mengintip lewat celah jendela dapur, segera ia menolehkan wajahnya yang rata, hanya mulutnya yang panjang menyeringai ke arah kami berdua dan tertawa-tawa melengking. Aku dan bapak benar-benar hampir pingsan dibuatnya !!
Belum selesai dengan suara kuku kuntilanak yang mencakar2 pintu maupun dinding mengitari rumah kami, kini giliran ibu yang dari dalam kamar berteriak histeris karena tepat atas kamar nya , ada bunyi suara orang berjalan di atap. Ibu berkali-kali meyakini kami semua jika
itu bukanlh seekor kucing, karena terdengar suara langkah kakinya seperti langkah manusia. Kami menjadi semakin panik karena Risno mulai menangis keras seperti ketakutan akan sesuatu.
Beruntunglah disaat kepanikan kami, sang dukun bayi ternyata memiliki indra ke6 sekaligus paham mengenai makhluk tak kasat mata. Ia kemudian menggendong Risno dan menyenandungkan lagu sampai risno kembali terlelap tidur. Setelah Risno tertidur ia mengambil air yang
sudah dibawakan oleh bapak dan kemudian membasuh wajah ibu serta mengumandangkan lantunan ayat suci Al-Qur'an dengan merdu sampai Ibu merasa tenang. Sang Dukun bayi lalu keluar dari kamar dan menjelaskan jika jangan gegabah saat sesudah persalinan. Karena saat-saat itulah
para demit beramai-ramai berebut untuk memakan darah dan sekaligus memakan janin. Namun tak perlu khawatir , si dukun bayi itupun sudah memagari sekeliling rumah dengan pagar gaib. Si dukun bayi pun meminta agar bapak setiap jam 6 sore , jam 9 malam dan 12 malam,
menaburkan garam kasar ke setiap sudut rumah sambil membacakan ayat kursi, An-Nas , dan Al Falaq. Setelah sedikit berbincang-bincang, sang dukun bayi itu pun pamit untuk pulang. Sempat Bapak berkata " Nek, tunggu saja disini dulu sebentar sampai menjelang subuh.
Nanti saya antar nek." Ucap bapak. Namun sang dukun bayi tetap ingin pulang malam itu sekitar pukul 3 dini hari. Ada hal aneh yg terjadi saat si sang dukun bayi menolak uang yang bapak berikan. Ia berkata jika ikhlas membantu Ibuku yang mau melahirkan, dan itu pun
sebagai bekal untuk diakhirat nanti. Sang dukun bayi kemudian meminta didoakan agar ia bisa kembali pulang dengan selamat dan tidak kekurangan suatu apapun. Bapak sempat berceloteh " Nek, kok ngomong nya kaya mau meninggal?!" namun si dukun bayi hanya tersenyum dan berlalu pergi.
Menjelang ba'da subuh, aku dan bapak mendengar samar-samar pengumuman dari pengeras suara masjid , " Inalilahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke hadirat gusti Allah Almarhumah Nek Yatun..." Sontak saja aku dan bapak saling beradu pandang.
Aku hampir tak menyangka jika Nenek Yatun yang baru saja mengurusi persalinan ibu ternyata sudah meninggal ?! Bapak segera menuju rumah nenek yatun si dukun bayi, sedangkan aku dipinta untuk menjaga ibu dan risno di rumah. Batin ku kemudian bertanya-tanya "apa mungkin nenek yatun
meninggal di jalan saat ia pulang kerumah? ataukah selama persalinan tadi ternyata nenek yatun sudah meninggal ?!" Pertanyaan itu masih kusimpan dalam hati, sampai pada akhirnya Bapak kembali pulang dengan raut wajah yang lesu. Tanpa ku tanya bapak langsung menceritakan
apa yang baru saja terjadi. "Ratih, nenek Yatun ternyata sudah meninggal dari kemarin siang! Bapak sampai dibuat ga percaya !" ucap bapak mengagetkan ku . " Hah, kok bisa pak nek yatun meninggal ?! Kan tadi sore bapak sendiri yang jemput nenek Yatun dirumahnya ?! " jawabku
seolah tak percaya. " Iya, memang pas ba'da magribh bapak jemput nenek yatun si dukun bayi di rumahnya. Cuma saat itu nenek yatun sedang duduk di teras rumah seperti tidak ada tanda-tanda apapun, bapak juga ga sempat masuk kedalam rumah nenek yatun. Nah, ternyata
tadi pagi pas bapak datangi ke rumah nenek yatun, menurut Dirsah anak nenek yatun yang rumahnya gak terlalu jauh dari rumah si ibu bilang, jika Ibunya sudah ga keluar rumah dari kemarin, karena curiga Dirsah kemudian mendobrak pintunya dan menemukan nenek yatun sudah meninggal,
dan tubuhnya sudah kaku membiru."tutup cerita bapak. Aku benar-benar tidak akan pernah melupakan kenangan menyeramkan menjelang adik laki2 ku lahir. Disatu sisi kami merasa senang krn jumlah anggota keluarga kami bertambah, namun kami merasa sedih mengingat kebaikan Nenek Yatun,
sang dukun bayi di akhir hayatnya. Saat siang hari, bapak langsung menguburkan ari-ari Risno dibelakang pekarangan rumah nenek Yatun sang dukun bayi, agar kami selalu mengingat akan jasa beliau.

- Selesai -

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Sang Penulis Malam

Sang Penulis Malam Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @PenulisMalam94

12 Jun
Halo teman-teman apakabar kalian? semoga sehat-sehat aja ya! Kali ini mimin marsel akan menceritakan lagi sebuah kisah dari Bi Sri nih setelah dia keluar dari pesantren. Nah dari pada penasaran langsung simak kecerita yuk~
Setelah aku keluar dari pondok pesantren, kemudian aku mengabdikan diriku sebagai guru mengaji di kampungku. Walaupun uang yang kudapat tidak seberapa, namun aku tetap mengabdikan diriku untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak sekolah dasar. Kegiatan itu aku lakukan
Read 73 tweets
11 Jun
Halo temen-temen semua apakabar kalian? Semoga sehat-sehat aja ya ditengah pandemi ini. Nah kali ini mimin marsel, mau menceritakan pembahasan horror kita yaitu merajuk kesebuah tempat ziarah di kabupaten Cilacap. Yuk dari pada penasaran dengan kisah mistis apa sih
yang ada disana, kita langsung simak ke cerita aja ya, tanpa berlama-lama..~
Read 40 tweets
9 Jun
Halo temen-temen semua apa kabar kalian? semoga kalian semua sehat-sehat saja ya di tengah pandemi ini. Anyway, kali ini dalam thread pelet darah haid gantian cerita dari mimin fitri yang kebetulan salah satu temannya menyumbang cerita nih,
buat kalian semua rakyat Twitter tentang kedahsyatan efek dari pelet darah haid tersebut. Nah, daripada berlama-lama langsung kita simak ke cerita nya yuk ~
Read 56 tweets
7 Jun
Halo semua teman-teman mimin, apakabar kalian?! semoga sehat-sehat aja ya dimasa pandemi ini. Nah dithread ini mimin marsel akan bercerita tentang, dahulu mimin tuh pernah punya child fruit atau anak buah waktu kerja di outsourcing parkir Jakarta. Sebut aja namanya Diah,
Diah ini anak baru di perusahaan mimin sebagai Operator cashier ( yang kerjanya di pos bukain palang otomatis pokoknya deh ). Mimin sama Diah ini bisa dibilang deket ( tapi bukan pake tanda kutip ya ) karena mungkin awal Diah masuk kerja, yang training itu mimin.
Read 67 tweets
4 Jun
Halo apakabar semua? semoga kalian dalam keadaan yang baik-baik aja ya! Di cerita kali ini masih dengan kisah mimin marsel yg menjadi saksi bagaimana kedahsyatan pengaruh susuk untuk orang yang mau meninggal. Nah daripada makin penasaran, yuk mending kita langsung ke cerita ya~
Aku Marsel, dan aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku bersama Alm. Ayah tiriku, sebut saja Pak Dedi sewaktu beliau masih hidup. Pak Dedi adalah sosok lelaki yang sangat bertanggung jawab. Pak Dedi menikahi mama ku saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 1. Karena pembawaan
Read 57 tweets
3 Jun
Halo apa kabar kalian semua? semoga baik-baik aja ya! di bagian cerita kali ini mimin marsel akan menceritakan pengalaman mistis dari Bi Sri, setelah ia mencoba mendalami ilmu agama dan bertanya kepada sang Kiai apakah alam goib itu benar-benar nyata adanya? Semuanya berubah
ketika di suatu hari Bi Sri, dipanggil oleh pak Kiai untuk dibuka mata batin nya dan di bawa berkeliling ke "tempat-tempat" yang ramai. Nahh dari pada penasaran apa maksud tempat yang ramai, dan juga selama Bi sri dibuka mata batinnya apa saja sih penampakan
Read 64 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(