Halo teman-teman apakabar kalian? semoga sehat-sehat aja ya! Kali ini mimin marsel akan menceritakan lagi sebuah kisah dari Bi Sri nih setelah dia keluar dari pesantren. Nah dari pada penasaran langsung simak kecerita yuk~
Setelah aku keluar dari pondok pesantren, kemudian aku mengabdikan diriku sebagai guru mengaji di kampungku. Walaupun uang yang kudapat tidak seberapa, namun aku tetap mengabdikan diriku untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak sekolah dasar. Kegiatan itu aku lakukan
selama hampir 8 tahun, hingga pada suatu ketika aku ditawari oleh salah seorang kerabat lamaku yang sudah sukses menjadi pengusaha ditanah minang. Sebut saja namanya Dewi. Dewi mengajakku untuk bekerja membantu usaha suaminya dalam menjalankan bisnis pakaian di pasar pariaman.
Aku sempat meminta waktu untuk berfikir karena perjalanan yang akan ku tempuh akan memakan waktu yang panjang, sekaligus aku harus sudah siap menghadapi rasa rindu kampung halaman ditanah perantauan. Singkat cerita tepat dibulan Januari tanggal 7 tahun 1980 aku memantapkan hati
untuk menyusul Dewi. Sebenarnya alasanku untuk merantau ke tanah minang sendiri karena belum lama Ibu dan Bapakku telah berpulang ke hadirat Allah SWT, sehingga aku sudah tidak lagi memiliki beban tanggung jawab untuk merawat beliau sebagai bentuk baktiku terhadap orang tua.
Perjalanan darat dan kapal laut menuju padang pariaman aku tempuh kurang lebih sekitar 4 hari 3 malam dikala itu. Maklum saja, moda transportasi pun belum semumpuni saat ini. Sering kali bus yang kutumpangi mogok saat melewati lintas jalur sumatera dan juga ada banyak
medan jalan yang curam, yang mengharuskan si pengemudi menjalankan mobilnya dengan penuh kehati-hatian. Akhirnya dengan melewati perjalanan yang begitu melelahkan, aku tiba juga di kota Pariaman tepat pukul 7 pagi. Aku langsung mencari telepon umum untuk menelpon kerabatku
Dewi, agar segera menjemput ku di terminal Bus. Sialnya, ketika aku berkali-kali menghubungi nya, nomor telepon rumahnya seperti tidak tersambung. Aku yang dilanda rasa lelah habis melewati perjalanan jauh, dan ditambah lagi bingung karena nomor tlpn rumah dewi
tidak bisa dihubungi, sudah tidak kuasa menahan tangis. Disaat aku menangis tersedu di terminal pariaman itu, aku tiba-tiba dihampiri salah satu pemuda yang kutafsir mungkin usianya sebaya dengan ku. Ia menjulurkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya, "Assalamualaikum, saya
Yusman! Uni hendak pergi kemana kah?" tanya nya dengan menggunakan bahasa asli padang dengan cengkok melayu nya yang khas. Aku yang saat itu belum mengerti bahasa minang, tak menjawab pertanyaan lelaki itu. Yusman kemudian berbicara dengan ku dengan bahasa Indonesia, dan
kembali menanyakan ingin kemana tujuan ku. Aku langsung memberikan alamat yang Dewi berikan, tanpa berkata-kata karena aku masih menahan isak tangis. "Oh, mau ke alamat ini yah? Baiklah akan saya antar kamu kesana. Tapi sekarang kamu jangan nangis lagi ya!" Ucap Yusman
sambil bangkit berdiri. Yusman langsung mengambil motor nya dan berhenti di hadapanku, " Ayo, lekas naiklah! Jangan takut! saya bukan orang jahat! " ucapnya kemudian yang entah mengapa membuatku percaya akan perkataan nya. Di perjalan Yusman, banyak menanyaiku tentang,
asal-usul ku, dan tujuan ku datang ke kota pariaman. Dari cara bicara Yusman, aku paham ia adalah lelaki yang jenaka. Seskali aku dibuat tertawa dengan celotehannya. Hingga akhirnya, sekitar 15 menit kemudian motor yusman berhenti pada salah satu rumah papan ala minang.
Kulihat sekitar, ternyata rumah disana semuanya mempunyai bentuk khas daerah yang unik, untuk sesaat aku dibuat terpukau dengan pemandangan itu. Yusman menepuk pundak ku, seketika lamunanku buyar. saat ku menoleh sudah ada Dewi disana yang berdiri menatapku. Sontak saja
aku langsung memeluk erat Dewi dan juga sebaliknya. Dewi sampai menitikan air mata karena merasa bersalah. Sekitar 2 hari yang lalu, saluran telepon rumah Dewi terputus karena terkena kilatan petir. Dewi pun bercerita ia selalu menunggu ku setiap pukul 6 pagi sampai 7 pagi, di
terminal itu untuk menjemput ku. Namun tak jua menemukan aku disana. Beruntunglah aku bertemu dengan Yusman. Segera akupun memperkenalkan Yusman kepada Dewi. Dewi yang sudah fasih berbahasa minang, ia langsung akrab bercakap-cakap dengan Yusman dengan bahasa tersebut.
Sesekali Yusman tersenyum dan menoleh kearah ku. Aku sedikit dibuat tersipu malu oleh Yusman. Setelah ku perhatikan, ternyata yusman ini bisa dibilang lelaki yang tampan. Ia memiliki rambut ikal dan kumisnya yang tebal, badanya tinggi, kuning langsat agak sedikit berotot.
Tak lama Yusman pamit undur diri, dia berjanji akan segera menemui ku kembali 3 hari mendatang. Ada getar rasa cinta untuk Yusman dari saat pandangan pertama. "Sri ! Heh kamu ngelamun aja!! Hayoh, kamu suka ya sama yusman ?!" ucap dewi mengagetkan ku. Dewi menceritakan,
jika tadi yusman memperkenalkan dirinya dan juga memberitahukan jika ia bekerja sebagai supir bus lintas provinsi. Yusman pun berkata jika Yusman tertarik dengan ku. Sontak saja akupun bahagia, mendengar pengakuan yusman walaupun melalui sahabatku Dewi.
Singkat cerita hubungan ku dengan Yusman berjalan dengan baik. Di sisilain aku pun merasa betah bekerja dengan sahabat ku Dewi, dan cocok dengan lingkungan sekitar. Hingga tak terasa sudah 3 tahun aku berada di tanah minang, Yusman memberanikan diri untuk melamarku.
Karena aku yang sudah kepincut dengan Yusman, aku langsung saja menerima tawaran itu. Jarak antara keluarga ku di kampung dan keluarga Yusman di pariaman tidak membuat kendala yang berarti untuk kami tetap melangsungkan pernikahan, walaupun tanpa ada wali dari pihakku.
Diawal pernikahan ku dengan Yusman, semua berjalan dengan baik. Akupun menyayangi kedua orang tua Yusman seperti aku menyayangi kedua orangtuaku sendiri. Kebahagiaan kami ditambah saat aku mengandung anak pertama ku Windy. Saat kandungan ku berumur 7 bulan, sifat
Yusman menjadi berubah 180° .Yusman jadi sering bermabuk-mabukan dan sering tidak pulang. Ia selalu beralasan jika dirinya bekerja menyupiri bus sampai ke pulau jawa. Anehnya, ketika Yusman pulang, sepeserpun ia tidak memberikan ku uang. Yang ada uang dari hasil kerja ku
harus diambil paksa oleh Yusman untuk bermabuk-mabukan. Pernah suatu hari aku memergoki Yusman berada di terminal bus sambil bermabuk-mabukan dan berjudi, tidak hanya sampai disitu Yusman pun tega bermain gila dengan perempuan muda berpakaian seksi--
Aku benar-benar amat terpukul dengan apa yang baru aku lihat. Aku seolah tidak menyangka Yusman bisa dengan tega berbuat demikian. Saat Yusman melihat ku berdiri mematung di terminal bus, Yusman malahan dengan beringas menjambak kerudungku dan membukanya. Entah apa maksud Yusman,
namun perlakuan itu menurut ku sudah sangat keterlaluan. Aku kembali ke rumah orang tua Yusman dengan tak hentinya menitikan air mata. Belum cukup Yusman mempermalukan ku didepan orang banyak, kini Yusman dengan sengaja membawa perempuan itu kepada kedua orangtuanya untuk segera
meminta untuk dinikahkan. Bak tersambar petir disiang bolong, aku bahkan sampai pingsan dibuatnya. Sesaat setelah aku tersadar aku berharap semuanya hanyalah mimpi, namun aku masih melihat Yusman yang duduk disamping wanita itu saling berpangku dan bermesraan.
Dengan sisa tenaga yang aku miliki, aku langsung membereskan pakaian ku dan berniat untuk pulang. Sudah tidak kupikirkan lagi sahabatku Dewi, karena hatiku sudah benar-benar sakit jika tetap bertahan di kota pariaman, mengingat akan perlakuan kejam Yusman. Saat aku
membawa pakaian ku pergi dari rumah, Yusman tak ada sedikitpun rasa bersalah atau menahan ku untuk jangan pergi, malahan wanita sundal itu menghampiriku dan membisikkan ku sesuatu "Selamat menjadi janda ya Uni, sekarang Yusman milikku, dan tidak akan pernah ku biarkan
Yusman kembali kedalam pelukanmu! Oh ya, sebaiknya uni ku nikahkan saja dengan sebuah pohon tua untuk menemani masa tua Uni !" Ucapnya yang kemudian tertawa-tawa. Aku yang sudah sangat kesal ingin menampar nya, namun Yusman bangkit berdiri dan malah menamparku balik.
Dari mulai saat itu sudah tidak lagi mempunyai alasan untuk ku, mempertahankan hubungan dengan Yusman, ditambah kedua orangtuanya yang sangat aku sayangi melihat aku ditampar oleh anaknya sendiri hanya diam membisu. Aku nekat memaksakan diri, sore itu dengan kandungan ku yang
sudah besar mantap melangkahkan kaki menuju terminal bus. Aku langsung menaiki bus jurusan Pandang Pariaman - Jakarta. Sebenarnya aku sendiri buta akan wilayah Jakarta hanya untuk ku transit dan melanjutkan perjalan ke Pangandaran, yah namun mau bagaimana lagi.. Tidak ada
yang ingin benar-benar aku lakukan selain aku bisa segera pulang untuk menemui kakak ku di kampung. Saat sesampainya di Jakarta, benar saja apa yang aku takutkan. Aku terlunta-lunta di terminal bus Kp. rambutan. selama hampir seharian. Untungnya, setelah aku menunggu berjam-jam
mobil bus itupun tiba dan akhirnya aku bisa selamat pulang ke kampung halaman. Pencobaan ku belum lah selesai ternyata, beberapa bulan aku kembali ke kampung sudah banyak yang menggunjing ku jika aku ini hamil diluar nikah dan anak yang dikandung ini adalah anak haram. Setelah
anakku windy lahir, beberapa pemuda dari luar desa berusaha untuk mendekati ku. namun kini keanehan mulai terjadi. Saat beberapa orang diantaranya yang serius membina hubungan dengan ku, tiba-tiba entah mengapa satu persatu hilang tak ada kabar.
Pernah suatu kali, sebut saja namanya Rafli. Pemuda kampung yang letak kampungnya tidak jauh dari tempatku, bahkan sempat meminang ku dan mempersiapkan pernikahan. Tetapi, saat hari H pernikahan Rafli secara sepihak membatalkan pernikahan itu sendiri. Ia tidak menyebutkan
apa alasan pastinya berbuat demikian, namun menurut salah seorang sahabatnya 3 hari menjelang pernikahan Rafli selalu diberi isyarat mimpi jika ia akan mati jika nekat menikahi ku. Sungguh alasan yg diberikan rafli itu, menurut ku diluar dari logika manusia.--
Saat Rafli membatalkan secara sepihak pernikahan itu tepat di hari H acara, entah bagaimana aku menutupi rasa malu. Aku selalu mencoba untuk tetap tegar bertahan, namun bagaimanapun aku adalah seorang wanita yang memiliki perasaan. Setelah kejadian itu, aku menjadi enggan
keluar rumah hanya untuk sekedar pergi ke pasar. Hingga suatu hari, disaat aku sedang berada dirumah kakak perempuan ku, teman suaminya tiba-tiba mengajak ku berkenalan. Aku mencoba bersikap baik dengannya, sebut saja nama orang itu Herman. Semakin hari Herman,
terlihat akan keseriusan nya kepadaku. Herman pun menyayangi windy seperti anaknya. Tetapi, bukannya luluh aku menjadi benci sekali dengan Herman. Entah mengapa setiap ada Herman disisiku aku merasa sangat risih, padahal ia adalah pria yang sangat baik. Herman,
adalah seorang duda yang belum mempunyai anak. Seharusnya, jika saja pikiran ku sehat aku akan memilih Herman sebagai pasanganku, namun aku sendiri tidak mengerti rasa benci pada Herman yang tanpa sebab mengalahkan segalanya. Bisa ditebak dong, bagaimana akhirnya?
Ya! Aku pun memutuskan hubungan dengan Herman dengan dalih tidak adanya kecocokan. Namun setelah Herman berpaling, perasaan benci ku ini berbanding terbalik. Aku hampir frustasi dibuatnya. Tapi apalah daya, mungkin perlakuan ku terhadap Herman saat itu sudah keterlaluan,
hingga Herman benar-benar sudah tidak mau sekedar menjadi sahabatku. Bangkit dari rasa keterpurukan ku, aku kemudian memutuskan untuk menjadi TKW ke Arab Saudi dengan hanya bermodalkan kemampuan bahasa arab ku dulu selagi belajar di pondok pesantren. Aku sadar, aku harus
bekerja keras mencari uang untuk anakku windy yang ku titipkan sementara kepada kakak perempuanku Yati. Sejenak, memang aku berhasil melupakan masalah percintaan ku yg kandas di tanah air. Selama hampir 8tahun aku bekerja di Arab Saudi, tanpa sempat aku memikirkan
percintaan, walaupun tak munafik sebenarnya ada rasa rindu untukku membina keluarga. Hingga pada tahun 1997 aku kembali pulang ke Indonesia. Ditahun yang sama, Dewi sahabat lama ku kemudian menemui ku di kampung bersama dengan Yusman!
Sungguh saat itu kaget melihat Yusman datang bersama dengan Dewi dan suaminya. Yusman meminta ku untuk kembali ke pariaman dan bersumpah akan berlaku baik. Aku memberikan kesempatan kepada Yusman untuk memperbaiki diri, dan membawa serta anak ku windy. Kebetulan saat itu,
bertepan dengan naik-naikan kelas windy dari SD menuju SMP. Selama di perjalanan Yusman berperilaku sangat baik, dan terlihat sangat menyayangi windy. Baru saja hati ku mulai sedikit merasa lega, tepat seminggu aku berada di pariaman perlakuan Yusman kini berubah
menjadi beringas kembali. Aku yang sudah kadung datang di kota pariaman dan menyekolahkan windy disana, dengan terpaksa meminta bantuan dewi dan suaminya untuk memberikan ku pekerjaan sekaligus tempat tinggal. Akhirnya aku kembali bekerja dengan keluarga dewi namun sebagai,
ART dirumahnya karena posisi untuk menjaga toko dipasar sudah terisi oleh orang lain. Setelah Windy lulus SMP aku memutuskan untuk membawa windy pulang ke kampung halaman ku kembali.
Alasannya saat itu aku menerima perjodohan yang di lakukan oleh kakak laki-laki ku. Aku dan Rahmat melakukan perkenalan dengan cara ta'aruf. Semua berjalan dengan lancar, sampai keluargaku memutuskan untuk mengadakan acara pernikahan di hari yang ditentukan.
Namun lagi dan lagi 2 hari sebelum acara pernikahan itu, Rahmat dan keluarganya tiba-tiba kembali membatalkan secara sepihak. Karena malu aku hampir saja bunuh diri,
namun untung saja nyawaku masih bisa terselamatkan. Aku mengalami koma selama 2 hari karena terlalu banyak meminum cairan serangga. Kakak laki-laki ku, Aceng sampai membawakan seorang ustadzah yang ternyata pandai dengan ilmu kebatinan. Awalnya Kang Aceng, meminta
sang ustadzah untuk mendoakan ku dan memberikan ku penghiburan, namun dari beliau lah awal pertama aku menyadari ada hal yang tidak beres ditubuhku ini. Sang Ustadzah berkata untuk, segera dilakukan rukiyah agar mengusir segala guna-guna jahat yang ada ditubuhku--
Setelah aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit, aku dan kang aceng kakak ku segera menemui ustadzah aisyah di kediaman nya. Tanpa basa basi ustadzah aisyah kemudian melakukan ritual rukiyah kepadaku. Aku ingat saat beliau membaca sebuah surah Al-Baqarah dan kemudian surah
al-jin tubuh ku tetiba terasa bergetar hebat! aku langsung tak sadarkan diri, dan aku merasa arwah ku seperti keluar dari tubuhku sendiri yang sedang meronta-ronta. Jinn kafir itu berbicara jika aku adalah perebut kebahagian tuannya, hingga akhirnya sang jinn ditugaskan
untuk mempersulit hidupku! Untungnya sang ustadzah tidak begitu saja percaya akan perkataan si jinn tersebut. Ketahuilah jinn dan sebangsanya ucapan-ucapan nya adalah sebuah kesesatan. Sang ustadzah berkali-kali menanyakan si jinn tersebut dan jika si jinn menjawab
dengan hal yang tidak masuk akal maka ibu ustadazah menempelkan jari telunjuknya ke bagian tulang belikat ku, dan seketika jinn yang merasuki ku meraung-raung kesakitan. Aku pun melihat ada sekitar 4 orang yang memegangi tubuhku karena aku terus-menerus meronta.
Di dalam rasa kepanikan ku, aku berdoa memohon pertolongan kepada Allah dan meminta petunjuknya siapa yang dengan tega melakukan ini kepada ku. baru saja bibir ini mengucap doa, Jinn tersebut berbicara denga suara yang berubah menjadi wanita yang tertawa-tawa.
Jinn wanita itu mengaku penunggu dari pohon tua yang berada di tanah minang. Ia mengetahui jika yang berbuat jahat kepada ku adalah seseorang wanita bertubuh sintal dengan rambutnya yang ikal panjang. Wanita itu datang ke salah satu hutan dan mencari pohon tua untuk
menikahkan batin ku dengan pohon tersebut, agar aku selamanya tidak akan mendapatkan jodoh. Setelah mendapat kan cukup informasi ibu ustadzah aisyah kemudian mengusir dan menetralisir tubuhku. Aku kembali terbangun, dan perlahan ku lihat disekeliling, aku masih berada di rumah
ibu ustadzah aisyah. Aku berkali-kali mengucap syukur karena arwah ku bisa kembali menyatu dengan ragaku. Tak tau mengapa, air mata ku mulai menetes. Ada rasa sesak di dalam hati mengingat pengakuan si jinn wanita tadi. Aku yakin, ini adalah perbuatan si wanita sundal itu.
Akupun tak habis pikir ia benar-benar mengirimkan guna-guna kepada ku, padahal ia sudah berhasil mendapatkan Yusman dari ku. Tak hanya sampai disitu, ibu ustadzah pun berkata jika aku harus melakukan ritual puasa mutih selama 40hari 40malam, beserta niat untuk memohon
pertolongan dari Allah Ta'ala. Akupun langsung menyetujui persyaratan tersebut, bagiku puasa mutih 40 hari 40 malam pernah aku lakukan saat aku berada dipondok pesantren. Keanehan lain mulai terjadi saat 3 hari aku puasa mutih, ada seseorang yang mengetuk2 kamar ku,
dan setelah aku buka pintu ternyata di depan mata ku, telah berdiri sesosok gunderwo hitam yang mengaku suami ku dari bangsa jin. Sontak aku langsung menutup kembali pintu itu dan masuk ke dalam kamar. kejadian itu terus berulang 3x, dan untuk yang terakhir gunderwo itu
datang kedalam mimpi ku dan menalak ku bercerai karena aku sudah tidak bisa ia setubuhi lagi. Aku berfikir keras, "jangan-jangan selama ini jika aku bermimpi sedang bercinta dengan mantan suami ku Yusman ternyata aku sedang .... " Aku kemudian langsung mengucap istighfar berkali-
kali. Aku tidak ingin mengingat kejadian hal-hal yang buruk lagi tentang pohon tua itu. Tepat setelah 40harinya aku berpuasa, aku kembali ke rumah ibu ustadzah aisyah bersama kang aceng. Aku menceritakan semua kejadian menyeramkan selama aku berpuasa 40 hari.
Sang Ustadzah itu tersenyum dan memberikan aku air yang telah didoakan. Ia kemudian berkata "Sudah selesai pernikahan goib itu dengan pohon tua. yang kemarin kamu lakukan adalah cara untuk bisa dicerai batin dari bangsa jinn itu." Langkah terakhir untuk penetapan nya,
aku diminta untuk menalak cerai si pohon tua yang sebenarnya aku sendiri tidak tau bagaimana bentuknya. Aku dengan suara yang lantang mengucapkan talak yang disaksikan oleh kang aceng dan ibu ustadzah.
Singkat cerita sehabis dari peristiwa mistis yang diluar nalar itu, aku kemudian merasa jika hidupku jauh lebih baik, dan berselang 3 bulan kemudian aku berhasil dipersunting oleh seorang jejaka walaupun umurku sudah tak lagi muda. Dari pernikahan ku yang kedua ini,
memang tak berlangsung lama ( kurang lebih 8 tahun ) dan harus kembali kandas ditengah jalan. Namun aku tetap bersyukur kutukan guna guna pada pohon tua itu sudah benar-benar lenyap. Kini dimasa tua ku, aku tidak ingin untuk kembali
merajut asmara lagi. Aku hanya berfokus ingin membahagiakan anak perempuan ku semata wayang, Windy. Nah mungkin inilah pengalaman ku yang bisa aku bagikan untuk teman-teman semua. Pesan dari ku adalah, tetaplah berikhtiar dan memohon kepada Allah. Percayalah kekuatan Allah
lagi maha dahsyat dari segala ilmu guna-guna sihir.

- Selesai -

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Sang Penulis Malam

Sang Penulis Malam Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @PenulisMalam94

11 Jun
Halo temen-temen semua apakabar kalian? Semoga sehat-sehat aja ya ditengah pandemi ini. Nah kali ini mimin marsel, mau menceritakan pembahasan horror kita yaitu merajuk kesebuah tempat ziarah di kabupaten Cilacap. Yuk dari pada penasaran dengan kisah mistis apa sih
yang ada disana, kita langsung simak ke cerita aja ya, tanpa berlama-lama..~
Read 40 tweets
11 Jun
Halo kalian semua apakabar? semoga sehat-sehat aja ya. Di thread kali ini gantian cerita dari salah satu sahabat mimin marsel yang juga pernah dibawain cerita sebelumnya yaitu santet kiriman tetangga . Nah, temen mimin Risno akan kembali menceritakan kisah waktu
ia masih bayi merah. Cuma kali ini cerita akan mimin bawakan dari sudut pandang Ratih kakak perempuan Risno sekaligus saksi dari peristiwa menyeramkan saat Risno bayi dahulu. Nah gimana kelanjutannya langsung simak ke cerita aja yu~
Read 37 tweets
9 Jun
Halo temen-temen semua apa kabar kalian? semoga kalian semua sehat-sehat saja ya di tengah pandemi ini. Anyway, kali ini dalam thread pelet darah haid gantian cerita dari mimin fitri yang kebetulan salah satu temannya menyumbang cerita nih,
buat kalian semua rakyat Twitter tentang kedahsyatan efek dari pelet darah haid tersebut. Nah, daripada berlama-lama langsung kita simak ke cerita nya yuk ~
Read 56 tweets
7 Jun
Halo semua teman-teman mimin, apakabar kalian?! semoga sehat-sehat aja ya dimasa pandemi ini. Nah dithread ini mimin marsel akan bercerita tentang, dahulu mimin tuh pernah punya child fruit atau anak buah waktu kerja di outsourcing parkir Jakarta. Sebut aja namanya Diah,
Diah ini anak baru di perusahaan mimin sebagai Operator cashier ( yang kerjanya di pos bukain palang otomatis pokoknya deh ). Mimin sama Diah ini bisa dibilang deket ( tapi bukan pake tanda kutip ya ) karena mungkin awal Diah masuk kerja, yang training itu mimin.
Read 67 tweets
4 Jun
Halo apakabar semua? semoga kalian dalam keadaan yang baik-baik aja ya! Di cerita kali ini masih dengan kisah mimin marsel yg menjadi saksi bagaimana kedahsyatan pengaruh susuk untuk orang yang mau meninggal. Nah daripada makin penasaran, yuk mending kita langsung ke cerita ya~
Aku Marsel, dan aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku bersama Alm. Ayah tiriku, sebut saja Pak Dedi sewaktu beliau masih hidup. Pak Dedi adalah sosok lelaki yang sangat bertanggung jawab. Pak Dedi menikahi mama ku saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 1. Karena pembawaan
Read 57 tweets
3 Jun
Halo apa kabar kalian semua? semoga baik-baik aja ya! di bagian cerita kali ini mimin marsel akan menceritakan pengalaman mistis dari Bi Sri, setelah ia mencoba mendalami ilmu agama dan bertanya kepada sang Kiai apakah alam goib itu benar-benar nyata adanya? Semuanya berubah
ketika di suatu hari Bi Sri, dipanggil oleh pak Kiai untuk dibuka mata batin nya dan di bawa berkeliling ke "tempat-tempat" yang ramai. Nahh dari pada penasaran apa maksud tempat yang ramai, dan juga selama Bi sri dibuka mata batinnya apa saja sih penampakan
Read 64 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(