ㅤㅤㅤㅤ
Flashback -
25 Sept 2017, Bordeaux.
Louis Flanders ; NPC ; Plot
┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
𝐅𝐞𝐢𝐠𝐧 :
Plot ini dibuat untuk mendukung cerita dari masa lalu Shaenette yang dapat menjelaskan konflik konflik hidupnya karena keluarga yang ia miliki.

Keyword : Fantasi, Sihir, Penyihir, Muggle, Obliviate
ㅤㅤㅤㅤ
Berhubungan dengan seorang Muggle adalah hal terlarang bagi keluarga Wylie. Itulah yang menyebabkan Shaenette tak pernah hidup bahagia di sekitar ayah dan ibunya.

Perjodohan. Selalu begitu. Hanya untuk terus mendapatkan keturunan yang sama. Pureblood. Kebiasaan para penyihir.
Namun tanpa diketahui oleh keluarga besar Wylie, Shaenette sudah 2 tahun menjalin hubungan dengan manusia yang ia cintai.

Laki laki asli Perancis, Louis Flanders.
Pertemuan mereka diawali dari sang gadis yang berada di perpustakaan yang sama setiap harinya.
Tepat dimana hari Shaenette berulang tahun ini adalah hari jadi mereka pula yang kedua tahun.

Shaenette dan Louis berjanji untuk bertemu di salah satu taman, melakukan hal yang puan itu sukai, Piknik.
Louis Flanders adalah laki laki sepantaran dengannya. Cenderung hangat dan mengerti akan kondisi keluarga Shaenette.

Juga, satu satunya Muggle yang mengetahui kalau Shaenette adalah seorang.. Penyihir.

Namun, status penyihir yang dimiliki Shaenette tidak membuat -
- Louis takut ataupun menggunakan Shaenette untuk kepentingannya sendiri. Malah membuat Louis melindungi gadis itu setiap kali hal hal berat terjadi pada Shaenette.

"Selamat pagi, nona Wylie." sapaan hangat diucapkan sang tuan ke arah gadis yang sudah terlebih dahulu -
- duduk di atas kain pikniknya. Dengan bunga mawar berwarna putih di tangan kanannya, ia serahkan pada sang puan.

"Ini untukmu. Selamat ulang tahun!" ucapan Louis membuat senyuman di wajah Shaenette. Kecupan di pipi pun membuat pipi gadis itu merona.
"Apakah kecupan kecupan di tempat umum adalah hal biasa untuk manusia, Lou? Aku sungguh belum terbiasa." ucapnya, bibirnya mengerucut.

Louis duduk di sampingnya, terkekeh mendengar perkataan Shaenette. Sudah 2 tahun, gadis itu masih kaku.
"Bukankah harusnya kau mulai terbiasa?" balas Louis, kembali mengecupi pipi Shaenette.

Orang orang di sekitar mereka tersenyum saat melihat, membuat Shaenette salah tingkah dan menyembunyikan wajahnya.
Sang tuan tidak perduli dan tertawa, ia merubah posisinya. Kepalanya saat ini berada di paha puannya, menatap wajah Shaenette dan langit biru bergantian.

"Kalau keluarga mu tahu, bukankah mengerikan?" gumam sang tuan. Shaenette menatapnya.
"Mereka tidak akan membuat ku lupa dengan mu kan?" pertanyaan yang membuat gadis dengan surai coklat itu memaksakan senyumannya.

"Tidak akan."

"𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪.."
Louis tersenyum. Setidaknya kalaupun mereka ketahuan, ia harap dirinya tidak akan lupa bagaimana 2 tahun ini berjalan.

"Je vous aime."

"Je vous ai--"
"SHAENETTE WYLIE." bentakan seseorang membuat kalimatnya terputus.

Shaenette menengok ke arah belakang, matanya terbelalak menatap kedua orang tua juga beberapa keluarga lainnya ada di sana.

"Lari, Louis. Lari." ucapnya. Tubuhnya gemetar. Gawat. Bahaya.
Ia menepuk lengan Louis, meminta laki laki itu untuk segera lari dan meninggalkannya segera.

Tangan kanannya sudah siap dengan tongkat sihir yang selalu ia bawa.

"Sortez vite d'ici!" serunya. Namun Louis tetap diam di tempat, hanya tersenyum.
Ntah sejak kapan taman itu sudah sepi. Hanya tersisa dirinya, Louis dan beberapa anggota keluarga besar.

Shaenette punya perasaan buruk akan hal itu. Keluarga Wylie cenderung nekat. Ntah kenapa keluarganya itu kebal akan peraturan dunia sihir.
Shaenette berdiri, di depan tubuh Louis. Menghalangi keluarganya untuk mendekat ke arah sang tuan.

"Shaenette Wylie. bouge de là." sang ayah memberi perintah. Matanya menatap tajam.

"Je ne le ferai pas, papa." jawabnya tak ingin kalah.
Tangan tuan yang dua tahun ini menjadi kekasihnya membuat Shaenette terdiam. Laki laki itu menepuk bahunya.

"Tidak apa apa. Aku akan mengenalkan diriku. Aku yakin kamu bisa melindungi ku."

𝘉𝘰𝘥𝘰𝘩. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢.
Louis maju ke arah depan, kini laki laki itulah yang menghalanginya. Masih dengan senyuman di wajah, laki laki itu menundukan tubuhnya di depan sang ayah.

"Perkenalkan, tuan. Saya Louis Flanders. Anak kedua keluarga Flanders. Kekasih anakmu selama dua tahun ini."
Napas Shaenette tercekat. Sang ayah dan keluarga besar lainnya terlihat geram. Bukan dirinya yang ia khawatirkan, namun Louis.

"Saya seorang manusia dan mengetahui kalau putrimu adalah seorang penyihir. Namun, apa bisa saya tetap mendapatkan izin untuk menjadi kekasihnya?"
Kaki Adelard maju sebanyak dua langkah, tubuh tegaknya itu kini tak jauh berada di hadapan Louis. Shaenette menarik tangan Louis mundur, namun sang tuan tak bergeming.

Yang menjadi perhatian Shaenette adalah.. Tongkat sihir yang ayahnya genggam saat ini.
"Kalau papa berani macam macam dengannya. Aku tak akan pernah kembali ke keluarga Wylie. Aku tak peduli."

Ucapannya membuat Louis menatapnya dengan mata terbuka lebar. Apa yang gadis itu katakan sungguh membuatnya tak percaya.
"Je ne lui donnerai jamais la permission." jawaban tajam ia dan Louis dapatkan dari Adelard.

Gila. Mereka baru berumur 17 tahun saat itu dan keluarga Wylie rasanya sudah seperti Shaenette ingin menikah dengan Louis secara diam diam.

Shaenette tertawa miris.
"Je vais effacer la mémoire. Vous devez vous séparer."

Ancaman sang ayah membuat kedua mata Louis maupun Shaenette membesar. Laki laki tua itu sudah gila. Shaenette mengacungkan tongkat sihirnya, berada di depan tubuh laki laki itu kembali.

"Jangan membuat ku -
- melawan mu. Sampai saat ini, aku masih menghargai kalian sebagai keluarga ku. Bahkan saat kalian tidak memberikan ku kasih sayang yang sebenarnya."

Berbagai rapalan mantra yang ia kuasai sendiri untuk melindungi dirinya sudah berada di kepalanya dari tadi.
Sudah tak peduli. Lagipula selama ini keluarganya itu tak memperlakukannya sebagai keluarga. Shaenette sudah lelah.

Salah satu pamannya maju, membantu ayahnya untuk menarik dan menjauhkannya dari Louis.

"fli-PEN-doh!" rapalnya, sedetik kemudian pamannya itu jatuh.
"Kau. Sudah berani melawan rupanya? Anak sepertimu tidak pernah kuharapkan untuk lahir." seru sang ayah.

Baik Shaenette maupun Louis tertegun. Louis tak pernah mengira kalau hubungan kekasihnya dengan ayah juga ibunya separah itu. Bagaikan kaca yang pecah.
Tak akan pernah bisa kembali menjadi sempurna walaupun sudah diperbaiki berulang kali. Itulah, keluarga Wylie.

Sekejap, sang ayah juga merapalkan mantra yang sama padanya. Shaenette terlempar ke belakang. Menyisakan Louis berdiri di antara mereka.
"Ku harap kau tidak pernah mengingat kami lagi."

Kata kata Adelard membuat Shaenette menggelengkan kepala. Ia tahu apa yang ayahnya itu akan perbuat pada Louis. Membuat laki laki itu benar benar kehilangan ingatan tentang dirinya.

Baru saja ia bangkit, rapalan mantra terucap.
"oh-BLI-vee-ate"

Hancur. Saat keluarga Wylie tersenyum lebar menatap Louis yang kini kebingungan, Shaenette menangis dan berteriak.

Kaki sang pria melangkah jauh, ia hanya mengingat hidupnya sendiri, tanpa Shaenette di dalamnya.

"Va te faire foutre!" umpatnya.
Hanya suara tertawa yang ia dengar, tidak memperdulikan dirinya yang hancur melihat bagaimana laki laki yang ia cintai itu benar benar lupa dengannya.

"Aku tak pernah main main dengan kata kata ku, papa. Aku tak akan pernah kembali sebagai bagian dari keluarga Wylie. -
- Aku bukan lagi anakmu. Apparate."

Hilang. Shaenette menghilang. Sejak saat itu, putri tunggal keluarga itu tak pernah lagi terlihat di kediaman besar keluarga Wylie.

Shaenette memilih pergi. Sejauh mungkin. Bahkan bila ia kembali ke Bordeaux, ia tak sudi untuk berkunjung.
ㅤㅤㅤㅤ
END
Louis Flanders ; Shae's First Love
┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉┉
ㅤㅤㅤㅤ
@UnrollHelper unroll

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Shaenette.

Shaenette. Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(