-thread
TOLERANSI 2 HATI ❤ BEDA KEYAKINA (CANDI PLAOSAN)
Berdasarkan prasasti Cri Kaluhunan (842M) Candi Plaosan dibangun Ratu Cri Kaluhunan Pramodyawardhani putri Raja Samaratungga dr Wangsa Syailendra, yg dimaksud Cri (Raja) adl Rakai Pikatan
Rakai Pikatan dr Wangsa Sanjaya Dlm sejarah Mataram Kuno, Wangsa Syailendra adl pengikut setia agama Budha sedangkan Wangsa Sanjaya pengikut setia agama Hindu, mereka menikah saling mencintai dan masih mempertahankan kesetiaannya pd agama masing2
Perbedaan agama dan ideologi tidak lalu memisahkan mereka, tetapi justru saling mendukung dan menguatkan satu dengan yang lain. Rasa cinta mereka tertuang dalam arsitektur acandi Plaosan
Candi Budha yg mendapatkan nuansa arsitektur Hindu
Dua Candi Kembar beserta relief laki2 & perempuan yg melambangkan kesetiaan itu bhkan ada hingg kini
Stlh mengunjungi Candi Plaosan kita menyaksikan sndr bukti kesetiaan cinta Rakai Pikatan utk Permaisurinya walau beda agama dan ideologi
Candi Plaosan adl Kisah Candi Paling Romantis, sebuah Monumen Cinta Yang Mampu Merekatkan Perbedaan, konon bhkan sblm cerita Romeo & Juliet diciptkan oleh William Shakespeare
Sungguh sebuah Mahakarya nenek moyang Nusantara kita tercinta
Karena berasal dr peristiwa yg bersejarah inilah masyarakatpun percaya bila ada pasangan yg berkunjung ke Candi Plaosan ini maka hubungan keduanya akn langgeng
Yang pasti moment sunsent di Candi Plaosan indah & romantis
Sekaten bukan sekedar Pasar Malam
Sekaten merupakan Hajatan Rakyat
Sekaten yang berasal dari kata Syahadatain merupakan perhelatan besar tahunan bagi masyarakat Jawa
Sekaten sebuah pencampuran nilai Religi dan Budaya, pengaruhnya sangat besar dalam proses penglslaman Nusantara
Sekaten dimulai sejak jauh pada zaman Kasultanan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah/ Fattah, bersama para wali songo beliau merumuskan strategi untuk melakukan syiar agama islam yang bersifat besar dan menarik perhatian masyarakat banyak waktu itu
Kemudian dibuatkanlah Gamelan
Gamelan Sekaten yang ukurannya lebih besar daripada ukuran yang biasa yang tujuannya lebih nyaring suaranya daripada gamelan sebelumnya demung, bonang, kenong, gong dan bedug merupakan instrumen pokok dari gamelan sekaten
Gamelan Sekaten ditabuh pada bulan Mulud atau Rabbiul Awal