Masya Allah , Kh Solahuddin Munsif , saya biasa memanggil sahabat saya ini “Gus Solah” adalah seorang Allamah , ulama muda yang sangat Alim, khusyu’, wira’i, beliau sangat tsiqoh ilman wa amalan
Beliau ini Alim (menguasai hampir semua fan disiplin ilmu Agama) tapi beliau “khumul” menghindari kemasyhuran, serta sangat tawadhu’. Hidupnya hanya mengabdi pada ilmu dan pesantren yang di Asuhnya @alba_kencong
Gus Solah yang juga cucu mbah fadhol senori ini , adalah murid kesayangan & andalan Abuya Al-Muhaddits Assayyid Muhammad Al-Malikiy Al-Hasaniy. Mekkah, sebelumnya beliau nyantri di Mbah Moen Sarang & Kh Najih Maimoen (yg juga seniornya di Abuya al-Malikiy)
Tidak hanya mengajar, gus Solah Munsif juga seorang pegarang kitab yang produktif. Entah sudah berapa puluh kitab karangan beliau, baik dalam bentuk Ta’lif , syarah & ta’liqot baik nadzom maupun natsar
Sejak nyanyri di Melkah, hingga saat ini setiap Kitab Abuya Assayyid Muhammad Bin Alawiy Almalikiy akan dicetak , beliau lah yang diminta oleh putra gurunya (Assayyid Ahmad) untuk Mentashih dan memberi ta’liq, (catatan kaki) sebagian disyarahi oleh beliau
Termasuk sebagian kitab2 karya KH Najih Maimoen. Saya kesulitan menggambarkan sahabat saya yang Allamah ini. Konon dulu gurunya Abuya Al-Malikiy sangat mencintainya hingga pernah berkata kepadanya “Saabni laka Ma’hadan” (aku akan membangunkan pesantren untukmu)
Bahkan saya pernah mendengar kisah , Abuya Assayyid Muhammad Al-Malikiy permah berkata “Man Faaroqo Solah faqod faaroqoniy” siapa yang berpisah dengan solah berarti berpisah denganku. Wallahu A’lam kepada siapa Abuya mengatakan itu
Kiai muda yang Allamah ini, sangat jauh dari hiruk pikuk dunia luar, bahkan saking polosnya (tuhu: kata orang jawa) beliau tidak kenal medsos dan yang sejenisnya, tutur bahasanya lembut dan apa adanya, benar2 “lillahi Ta’ala”
Di zaman seperti ini, sudah langka & sulit sekali menemukan orang dengan kepribadiandan karakter seperti beliau ini, Allamah, Khusyu’, Ikhlas, tawadhu’, wira’i semua ada pada dirinya. Beliau jauh dari hal-hal yang bersifat Syubuhat
Semoga sahabat & guru saya Kh Solahuddin Munsif (Gus Solah) dipanjangkan umurnya, dianugerahi kesehatan yang prima, karena ummat di zaman seperti ini sangat butuh figur ulama’ 2 seperti beliau ini dan semoga kita mendapat keberkahannya. Amiin

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Abubakar Assegaf

Abubakar Assegaf Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @abubakarsegaf

15 Sep
(Info penting) kepada tweeps, terutama yang kenal akun ini @Bianisme dan biasa manggil dia habib Syarif, khususon gus @zaada92 gus @msholehzain gus @UbaidilMuhaimin dll yang tdk bisa saya sebut satu persatu
Sebagai pelajaran berharga untuk siapa saja , bahwa akun ini adalah habib palsu. Berdasar info yang saya terima beberapa hari ini, mulai dr yg bersangkutan, sampai ke Rabithah jatim, rabitah malang utara (lawang), hingga ke almamaternya PP Darunnasyiin (Lawang)
Awalnya saya sempat tanya by phone menanyakan apa benar nama dia Syarif Alhadi ? Dia menjawab iya, tp kemudian diralat by wa & phone dengan mengatakan binmuhammad bin Hadi, katanya yg dia dengar dr sy tanya bin Hadi bkn Alhadi (Marga)
Read 12 tweets
4 Jun
1.kita sering mendengar ungkapan dari tokoh2 NU “Bahwa Aqidah Ahlussunnah waljamaah “ (Aswaja) tidak akan kokoh jika tidak diwadahi dalam jam’iyyah/ormas, tentunya yg dimaksud disini adalah NU
2. Saya tidak dalam posisi menyalahkan para pembuat penyataan ini, namun sayangnya narasi2 seperti ini justru menimbulkan “ta’assub” (fanastisme berlebihan) yang tidak semestinya, hingga keluar kalimat : “kalau ga NU salah semua”
3. Padahal “Ta’assub” semacam ini justru ditentang / dilarang oleh pendiri NU sendiri Hadrotusyyekh KH Hasyim Asy’ari Rahimahullah dalam risalahnya
Read 16 tweets
7 May
Ini Nasihat2 Kh Hasyim Asy’ari kepada para ulama yang fanatik tapi tidaknpada tempatnya #Thread
1. Wahai para ulama’ yg “ta’assub” (fanatik) pada sebagian madzhab atau pendapat2 ulama , tinggalkan lah fanatisme kalian pada urusan2 furu’iyyah (yg tidak menyamgkut Aqidah) , yg para ulama memiliki beda pendapat , atau 2 pendapat misalnya dalam masalah2 furu’iyyah
2.yang satu berpendapat bahwa setiap yg berijtihad, pasti benar dan sebagian lagi berkata yg benar ijtihadnya mendapat satu pahala yg salah dlm ijtihadnya tetap mendapat pahala. Tinggalkan fanatisme semacam ini & jauhilah jurang yg merusak itu
Read 13 tweets
13 Apr
Wa’alaikumussalam wr wb. Hadits yg dikutip dalam meme itu memang benar, ada juga dlm mustadroknya imam al-Hakim. Lafadz haditsnya 👇 ini ma’nanya sesuai yg ada di meme ini.
Ada hadits lain yg harusnya di kutip seperti hadits dalam mustadrok alhakim juga , dan juga dalam Sahih Bukhari spt berikut ini :👇
Intinya memang batasan tdk boleh lg makan, minum dst / Imsak (Imsak itu sendiri=puasa secara bahasa) adalah masuknya waktu subuh yg ditandai dg adzannya ibnu ummi maktum, krn adzannya bilal itu bukan penanda masuknya wkt subuh (ini pada ramadhan di masa itu (masa Rasulullah SAW)
Read 6 tweets
10 Apr
Terkait ibarat Ta’minul Muslim ala du’air Rahib, Memang benar, riwayat Hassan bin ‘Athiyyah dikutip dalam Musnad Ishaq bin Rahuyah, dan Mushonnaf Ibn Abi Syaibah namun menurut hasil pembahasan kami dg para masyayikh Rahib yang dimaksud dalam teks tersebut harus ditakwili:
Yakno Rahib tempo dulu, yang kebanyakan khusyu’, banyak ibadah, dan yang terpenting dalam do’anya, ia berucap, Ya Allah atau Ya Rabbi, bukan kok menyebut wahai Yesus Anak Tuhan dst...
مسند إسحاق بن راهويه 3/969
1686 - أخبرنا عيسى بن يونس نا الأوزاعي عن حسان بن عطية قال : لا بأس أن تؤمن على دعاء الراهب إذا دعا لك فقال إنه يستجاب لهم فينا ولا يستجاب لهم في أنفسهم
Read 25 tweets
15 Jun 19
Perbedaan / Perbandingan antara perintah sujud (Ta’dzim) kepada Nabi Adam a.s dg perintah sholawat kepada Nabi Muhammad Saw: penjelasan 👇 yang menarik dan kaya kandungan ilmu. Saya akan coba terjemahkan semampu saya, semoga bermanfaat 🙏
Dalam video tersebut , Abuya profesor doktor Assayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki menjelaskan perbedaan Maqom Nabi Adam a.s. Dg Maqom Nabi Muhammad Saw
1. Perintah sujud (ta’dzim/penghormatan) kepada Nabi Adam a.s. Hanya berlaku sekali (hanya pada saat perintah itu disampaikan oleh Allah, artinya perintah sujud itu hanya sekali tidak berulang terus menerus)
Read 18 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(