Kesaksian langsung dari satu satunya survivor tragedi tersebut, pak Alex Poerwo
Kejadian ini sempat heboh karena masuk banyak berita di jamannya
Di tahun 1985 pernah terjadi sebuah tragedi dimana hilangnya 3 orang pendaki yang merupakan mahasiswa IKIP Semarang. Dan dari 3 orang hanya ada seorang saja yang selamat, yakni Alex Puji Winarto.
Ketika itu Alex dan kedua orang temannya pergi untuk melakukan pendakian ke gunung Slamet. Namun sebelum pendakian tersebut, entah apa mereka seperti diberi sebuah firasat aneh dimana Iqbal Latif, teman dari Alex sempat berkata tidak ingin mendaki lagi.
Singkatnya mereka memulai pendakian dari Desa Bambangan. Sepanjang perjalanan menuju pos Samaranthu hanya terlihat hutan rimbun dan semak belukar yang membentuk terowongan panjang.
Dan karena saat itu sedang bulan purnama, Alex tidak sekalipun menggunakan senter pada pendakian tersebut. Namun ketika itu Alex selalu saja melihat seperti ada bangunan-bangunan aneh berwarna putih dengan desain menyerupai cungkup.
Akan tetapi ketika disorot oleh senter sahabatnya bangunan tersebut menghilang.
Lanjut kembali, semuanya lancar-lancar saja hingga tiba-tiba ada kabut tebal turun ketika di puncak. Dan dari sinilah awal mereka tersesat selama 14 di Gunung Slamet.
Saat tersesat itu Alex bersama teman-temannya mencari jalan keluar dengan menyusuri sungai yang mana hal itu akhirnya malah membawa mereka ke sebuah tragedi yang mereka tidak duga sebelumnya. Iqbal terpeleset, jatuh ke jurang yang sangat dalam
Badan Iqbal tidak bisa digerakan sama sekali dan inilah momen-momen terakhir Alex bersama Iqbal saat tersesat sebelum akhirnya Iqbal meninggal dunia..
Setelah menerima kenyataan pahit itu Alex terus berupaya mencari jalan keluar dan tentunya untuk segera mencari bantuan…
Tonton video wawancara langsung pak Alex bersama Pak Alex Poerwo
di Youtube Channel RJL 5
cc @therealadhitya @RJL5_official
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Tau ga, dulu Menteri Agama RI pernah ngegali area sekitar prasasti Batu Tulis Bogor buat cari harta karun yang konon bisa lunasin hutang negara. Tapi dia ngelakuin itu cuma berlandaskan omongan dukun yang dia percaya.
sebuah utas
Selama ini, kita mendengar banyak masyarakat umum yang menjadi korban penipuan dukun atau paranormal yang mengaku dapat melakukan ini dan itu.
Rendahnya pengetahuan, himpitan ekonomi dan sugesti kuat seringkali jadi alasan para korban mudah terpikat janji manis para dukun.
Tapi gimana kalau korban penipuan dukun adalah seorang Menteri Agama Republik Indonesia yang masih menjabat? Dan parahnya lagi ia sampai merusak situs peninggalan sejarah demi mencari harta terpendam yang dijanjikan sang dukun?
Wanita di kiri bawah foto ini adalah nenek Asyani. Ia bersimpuh, menangis dan memohon ampun kepada hakim agar tidak dipenjara karena dituduh mencuri 7 batang kayu jati "milik" Perhutani.
sebuah utas
Nenek Asyani atau yang bernama asli Muaris adalah seorang lansia 63 tahun yang tinggal di Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur. Sehari hari, beliau bertahan hidup sebagai tukang pijat.
Nenek Asyani membuka praktek itu di rumahnya, sebuah rumah petak 6x5 meter sederhana bantuan dari pemerintah kabupaten karena pada 2004 dahulu nenek Asyani menjadi korban banjir bandang parah di dusun asalnya, Secangan.
Tubuhnya tak besar, wajahnya murah senyum dan ramah. Namun ia berhasil mengalahkan dan mengusir Hercules, preman paling ditakuti kala itu, dari Tanah Abang.
Inilah kisah Bang Ucu Kambing, Panglima Perang Betawi yang legendaris.
sebuah utas
Hercules atau yang bernama asli Rosario de Marshall belakangan kembali diperbincangkan setelah organisasi yang ia pimpin dan bentuk, GRIB JAYA mengalami masalah dengan terlibat beberapa keributan.
Hercules sendiri bukanlah nama yang baru, ia sudah sejak dulu terkenal sebagai salah satu pimpinan preman paling ditakuti di Jakarta pada era 90an.
Rizkil Watoni, seorang ASN yang BD akibat depresi setelah diperas oknum polisi belasan hingga puluhan juta agar kasus salah pahamnya tidak dibawa ke persidangan.
Setelah memotong kemaluan korban hidup hidup dan menampung d4rahnya untuk diminum, pelaku memut1l4si dan menjual daging korban dengan kedok daging sapi. Salah satu pembelinya bahkan sudah mengonsumsinya sebagai olahan rendang hati.
a thread
M. Delfi adalah seorang pemuda yang tinggal bersama ayahnya, Basri Tanjung, di Kabupaten Siak, Riau. Sehari hari, ia bekerja serabutan. Terkadang ia membantu ayahnya berjualan sate, kadang mengambil upah sebagai buruh bangunan.
Hingga akhirnya ia menjadi karyawan sebuah usaha isi ulang galon. Saat usianya masih sangat muda, 19 tahun, pada Februari 2013 ia menikah dengan Dita yang juga berumur sama dengannya. Namun pernikahan ini kandas hanya 8 bulan setelahnya tanpa sempat memiliki keturunan.