Mengais kisah di balik tragedi Bom Bali I [12 Oktober 2002]

Sebuah utas.

Sumber foto: gettyimages
Mari mulai kisah ini dgn 3 bersaudara biadab yg menginisiasi aksi terorisme terbesar sepnjang sejarah Indonesia.

Ali Ghufron, Amrozi, Ali Imron

Nama" yg selalu tersiar di TV, radio, & media cetak th 2002. Nama" yg berhasil hancurkan Kuta & mnghentikan denyut Bali kala itu.
Ali Ghufron (Muklhas) adalah anggota Mujahidin Militer Afghanistan, ia berlatih di sana selama 6th mulai 1984-1990.

Bgitu pula dgn saudaranya Ali Imron, menempuh pelatihan militer & ilmu perakitan bom di sana sejak 1990-1996.

Beda dgn Amrozi, ia tetap tinggal di Indonesia &
hanya mndapat ilmu radikal dari kedua saudaranya trutama, Muklhas.

Kepulangan mreka ke Indonesia tdk karna rindu dgn tanah kelahiran melainkan menjalankan pesan Osama Bin Laden.

Mereka hrus melakukan amaliah jihad di Indonesia, membenci AS & sekutunya dgn cara aksi terorisme.
Tahun 2000, awal mula Muklhas menyebut kata Bali sbg sasaran & membicarakan pendanaan untuk aksi terornya. Namun tdk kunjung terealisasi, rencana tsb dianggap tak serius.

Tahun berikutnya, 2001. Muklhas tak main" dgn niatnya, ia prgi ke Kahandar, Afghanistan brtemu Bin Laden.
Didanai ia sebesar 30 USD oleh Bin Laden untuk merancang pengeboman di Asia Tenggara, khususnya Indonesia

Menginjak Juli 2002, Muklhas menggaet Amrozi adiknya untk ikut dlm aksi terorisme yg akan dilakukan. Kini Amrozi yg meyakinkan, yaitu dipilihnya Bali sbg sasaran yg tepat.
Alasannya begitu dangkal. Bali dianggap tempat berkuasanya para asing kulit putih trutama Amerika di Indonesia, Bali mjd destinasi wisatawan mancanegara hal tsb menjadi simbol" yg mewakili Amerika & sekutunya yg berada di Bali shg aksi ini akan menjadi perhatian dunia.
Keyakinan aksi ini semakin memuncak dilakukanlah sebuah prtemuan di Solo, pada Agustus 2002.

Terdiri dari nama" biadab lainnya; Dulmatin (pemilik rmh yg dijadikan tmpat pertemuan), Amrozi, Umar Patek, Sawad, Idris, Imam Samudra, Ali Imron, Abdul Ghoni, & Muklhas sndiri.
Pertemuan ini dipimpin oleh Imam Samudra, ia disebut sbg aktor intelektual krna sbg pimpinan serangan & mengatur job desc.

Hasil prtemuan ini mmbentuk skenario sbb:

Amrozi & Ali Imron brtugas mmbeli mobil Mitsubizhi L-300 bserta potasium florat, belerang & bubuk aluminium.
Dulmatin, Ghoni, Patek, Sawad meracik & merakit bom serta menyiapkan perintilan bom lainnya.

Idris brtugas untuk menyiapkan dana & akomodasi selama tinggal di Bali.

Jimi & Iqbal sbg "pengantin" bom nantinya.
Awalnya dlm pertemuan ini Muklhas mengungkapkan keinginan untk melakukan aksi ini tepat pada tgl 11 September 2002, agar tepat setahun serangan teroris terhadap World Trade Center di New York, AS (9/11).

Tapi keinginan itu diprotes oleh Amrozi & Dulmatin mreka mrasa tdk sanggup
melakukan persiapan itu dlm waktu satu bln. Terlebih anggota dlm tim ini mengingkan efek eksplosif yg sangat besar & mematikan.

Berangkat dari keinginan tsb, aksi ini begitu detail dipersiapkan.
Mulai dari penggunaan plat Bali (DK) dalam mobilisasi kendaraan, penggunaan ID palsu selama di Bali, skenario pemboman, hingga persiapan map reading lokasi untuk mengetahui denah dari lokasi yg diincar scr rinci.
8 September 2002.
Rencana telah ditetapkan. Samudra, Dulmatin, & Idris mnjemput Amrozi di kediamannya di Lamongan untuk mengantarnya ke Bali.

Hal ini dilakukan untuk melakukan cek lokasi pengebomam yg tepat & menjadikan Samudra & Idris
sbg 2 org pertama yg akan berkeliling di Bali. Inilah fungsi sentral Imam Samudra sbg pimpinan dalam klp ini.

Akhir September 2002. Muncul nama baru, yaitu Dr. Azahari & Noordin M. Top. Mereka adalah warga negara Malaysia yg terlibat banyak kasus ledakan bom di beberapa daerah
Mereka jg diketahui berafiliasi dgn jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI), akibat pemerintah Malaysia menghancurkan gerakan Islamic radikal mereka berdua melarikan diri keluar dari negaranya & mengendus gerakan rencana peledakan bom di Bali.
Dua legend terorist ini menemui Amrozi di Pekalongan, awalnya tdk ada keterkaitan mereka dlm aksi peledakan bom di Bali namun karna sdh menemui Amrozi scr lsg akhirnya mereka diajak untuk memperkuat aksi ini.

Tdk diragukan lagi,
Dr. Azhari yg dianggap piawai dlm melarikan diri sbg terorist & insinyur jenius dipercaya sbg yg berwenang untuk perakitan bom. Di sisi lain Noordin M. Top bertugas sbg penanggung jawab lapangan & penentu strategi eksekusi pengeboman.
Tim tsb semakin kuat & semakin yakin atas aksi ini, keinginan mereka melakukan pengebomam dgn daya eksplosif tinggi seakan tak terbantahkan.
4 Oktober 2002.
Para teroris ini melakukan prjalanan menuju Bali untuk melaksanakan aksinya. Dulmatin, Ghoni, Dr. Azhari, & Imron menggunakan sebuah mobil lain untuk brgkat. Sdgkan Amrozi & Mubarok menggunakan Mitsubishi L-300 dalam perjalanannya.
Mereka menyewa & tinggal di salah satu kamar kos di Jalan Pulau Menjangan, Kota Denpasar. Tempat tsb dijadikan lokasi untuk perakitan bom.

Selama kurun waktu 6-10 Oktober mereka menyelesaikan perakitan bahan" peledak & mondar mandir guna menetapkan lokasi final peledakan bom.
Tiga jenis bom berhasil lahir dari tangan" makhluk berani mati mengatasnamakan pembelaan agama. Satu bom mobil seberat 1 ton, satu bom rompi dgn berat 6kg, & satu bom kotak dgn berat 6kg.
Sabtu, 12 Oktober 2002.

Pukul 13.00 WITA persiapan memasukan bom ke dalam mobil Mitsubishi L-300 oleh Jimi & Iqbal, bom ini direncanakan untuk diledakan di daerah Legian, Kuta.

Mobil L-300 yg dipakai hrs tahan mengangkut bom dgn berat mencapai 1 ton, bayangkan.
Pukul 20.45 WITA
Ali Imron menyiapkan bom kotak dgn berat sekitar 6 kg yg telah dipasang sistem remote ponsel. Artinya bom itu diledakkan dari jarak jauh menggunakan ponsel.

Bom tsb dibawa Ali Imron menggunakan sepeda motor Yamaha,
diletakkan di trotoar sebelah kanan kantor Konsulat Amerika Serikat, Renon Denpasar. Seharusnya bom tsb diletakan di pagar namun akhirnya diletakan di dekat tong sampah.

Usai dgn urusannya di sana, ia beranjak menuju Sari Club dan Paddy's Pub
untuk memantau situasi serta lalu lintas di sekitar. Imron selanjutnya kembali ke rumah kost.

Pukul 22.30 WITA, Imron bersama dua pelaku bom bunuh diri, yakni Jimi & Iqbal pergi menuju Legian dgn menggunakan Mitshubishi L-300. Idris, mengikuti mereka dgn motor Yamaha.
Sesampai di Legian, Imron mengintruksikan Jimi untk menggabungkan kabel" dari detonator ke kotak switch bom mobil L-300. Ia begitu yakin merakit benda tsb, padahal kemarin Jimi nampak gelisah karna alasan blm pandai menyetir mobil.
Jimi akan melancarkan bom bunuh diri menggunakan mobil L-300 di Sari Club. Di wktu yg bersamaan Imron menyuruh Iqbal untuk menggunakan bom rompi, ia akan melancarkan aksinya sbg pengantin bom di dalam Paddy's Pub.
Ada kejadian menyesakan saat terparkirnya mobil L-300 menuju Sari Club. Beberapa turis Australia melihat sebuan van putih menghalangi jalan masuk ke arah Sari Club, agar tdk terjadi macet berkepanjangan turis" ini mendorong van yg dianggap mogok ini.
Padahal van tsb adalah mobil pengangkut bahan peledak, entah karena beratnya muatan di dlm van atau sdg memantau situasi sebelum peledakan bom.

Pukul 23.05
Rampung dgn semua persiapan, Imron turun dari mobil yg kemudian dijemput Idris untuk menuju Jalan Imam Bonjol, Denpasar.
Berlalunya Imron, giliran Iqbal melangkah memasuki Paddy's Pub yg dipenuhi oleh pengunjung menghabiskan akhir pekan mereka. Tanpa rasa belas kasihan, ia menjemput kematiannya & memaksa org" di dalam pub terenggut nyawanya. Bom rompi yg dikenakan Iqbal meledak di dlm Paddy's Pub.
Dentuman & efek eksplosifnya melukai para pengunjung, suasana mjd panik semua berhamburan menyelamatkan diri keluar dari dalam pub.

Keadaan begitu chaos & menegangkan.

23.05.20 WITA
Kepanikan & riuh org" tak terkendali malah menjadi alarm untuk Jimi. Ia hrs menunaikan tugas,
ia bersiap dgn mobil L-300 berwarna putih yg memuat bom dgn daya ledak tinggi seberat 1 ton itu.

Org" yg keluar dari pub seakan disambut oleh Jimi, sang pengantin meledakan bom mobil tsb tepat di dpn Sari Club.
Ledakannya membakar seluruh bangunan Sari Club. Api juga berkobar di atap Sari Club yang berbahan jerami. Atap-atap bangunan sekitar ledakan runtuh & menimpa orang-orang di bawahnya. Radius kerusakan yg diakibatkan ledakannya hingga 20 Km.
23.06.05 WITA

Mendengar 2 dentuman keras dari arah Legian, Imron yg masih dalam perjalanannya menekan ponselnya untuk meledakan bom selanjutnya. Meledaklah sebuah bom dekat Konsulat AS, di Renon Denpasar.

Pohon & sebuah tong sampah hangus akibat bom tsb.
Efek dari ketiga bom tsb & time line penangkapan para pelaku bakal saya lanjutin esok saja. Agak memanes bedik & emosional menulis kisah ini kembali.

Sumber" dari utas ini akan disertakan jika sdh rampung. Terima kasih sdh menyempatkan membaca tulisan saya✨
Sudah 19th berlalu tragedi menyakitkan itu. Malam ini berkunjung, membesarkan hati, menahan isak, mendoakan mereka yg hrs pergi karna ego & kekejian sekelompok makhluk tanpa perasaan.

Semoga mendapatkan tempat yg terbaik di sana🌷

Moksartham jagadhita ya ca iti dharma.
Para pelaku bom telah berhasil melakukan tugasnya, tak hayal tiga bom meledak dgn kurun waktu beda beberapa menit shg kesannya meledak bersamaan.

Efeknya ternyata melebihi ekspektasi Imron, ia tdk menyangka radius kerusakan yg ditimbulkan bom mobil hinga berpuluh kilometer.
Ketiga bom yg meledak hari itu bertepatan dgn 1 tahun, 1 bulan, 1 hari peringatan 9/11 di AS.

Bali terguncang. Waktu seakan berhenti sejenak di Legian kala itu. Suara dentuman bom yg dahsyat mengejutkan penduduk sekitar. Paddy's Pub, terlebih Sari Club hancur lebur.
Suasana panik, riuh ramai tak terkendali, kemampuan jiwa dlm menyelamatkan diri dari ancaman luar timbul dgn seketika. Org" berlarian acak menjauhi Legian. Terlihat pula ada yg berusaha menolong temannya yg terkapar padahal tubuhnya sendiri sdh koyak & penuh darah beserta luka.
"Help, ambulance, quick ambulance, help!"

Pekikan & erangan saling menyahut. Ratusan org bergelimpangan kesakitan di antara puing" bangunan yg hancur. Entah itu suara org yg masih mampu diselamatkan atau kata" terakhirnya. Potongan organ dari tubuh" pengunjung memenuhi area itu
bau darah tercium lekat, suara kobaran api terdengar jelas melahap benda" yg dilaluinya. Kuta mencekam malam itu.

Bom berjenis TNT & RDX yg meledak malam itu telah merenggut 202 nyawa. Sekitar 209 org lainnya mendapati dirinya penuh dgn luka-luka serius.
40 bangunan hancur, kaca" hotel & restaurant pecah berserakan, atap bangunan roboh menjuntai, bangunan Panin Bank dekat dgn Sari Club terlihat rata dgn tanah dibuatnya. Blm lagi banyak kendaraan hangus sepanjang jalan dekat lokasi peledakan bom.
12 Oktber 2002, pukul 23.30 WITA.

Legian hancur. Jeritan korban menggema dimana-mana. Tiba puluhan mobil pemadam kebakaran & ambulans. Tampak pula Gubernur Bali, Dewa Made Beratha, Pangdam IX Udayana Agoes Suyitno, dan Kapolda Bali Brigjen Budi Setyawan
beserta sejumlah polisi dan tentara dalam rombongan itu.

23.35 WITA
Pemadaman mulai dilakukan, warga sekitar nampak membantu dgn ember" pribadinya. Evakuasi blm bisa dilakukan, mengingat besarnya kobaran api msh menggeliat di puluhan bangunan. Listrik di Legian padam saat itu
24.00 WITA

Evakuasi korban mulai dilakukan, ratusan relawan mengerahkan diri. Ambulance, tim kesehatan dari RS Sanglah, & PMI sdh bersiap. Mereka hrs menyembunyikan tegang, sedih, & dukanya selama proses pengevakuasian.

Banyak wajah org" nampak hangus tak dapat dikenali
beberapa potongan organ yg blm teridentifikasi dibungkus kain putih & dimasukan ke plastik hitam.

Mayat" & potongan organ dikumpulkan dalam satu lokasi, dijejerkan di dpn teras Toko Laguna sbelum dikirim menuju RS Sanglah. Ratusan relawan & petugas menguatkan satu sama lain.
13 Oktober 2002
Evakuasi trus dilakukan, sekitar pukul 09.15 sejumlah relawan berhasil menyelamatkan seorg wanita yg merupakan WNA, ia masih hidup & ditemukan di kamar mandi lantai 1 di Sari Club.
Sepanjang hari itu petugas & relawan tak hentinya melakukan evakuasi, beberapa org nampak sibuk membersihkan areal dari puing" yg mengganggu rute evakuasi.

11.30 WITA
Evakuasi hampir rampung dilakukan, pejabat kepolisian meninjau kembali lokasi & bergerak menuju RS Sanglah.
Mengutip Wikipedia, korban" yg meninggal teridentifikasi sbb:

Korban terbanyak berkewarnegaraan Australia yg kemudian selanjutnya adalah warga negara Indonesia.

Efek gelombang kejut, panas, & penghancuran dari bom di 12 Oktober 2002 merenggut 202 nyawa.
Selanjutnya ditunggu ya, utas ini blm berakhir saya akan membahas mengenai dampak tragedi ini & time line penangkapan gembong & pelaku" yg terlibat.

Seharusnya 30.000 USD jumlah dana yg diterima oleh Muklhas, maaf typo. Dana ini jg akan saya bahas nanti.
Masih di tgl 13 Oktober 2021. Pukul 18.00 WITA.

Chaos akibat tragedi ini tdk terjadi di Legian saja, Bandara Ngurah Rai seketika penuh sesak didatangi oleh turis". Mreka berbondong" ingin meninggalkan Bali. Ketakutan mereka sdh tdk dpt dibendung lagi, mereka hrs plg ke negaranya
Berita di TV silih berganti melaporkan tragedi & siaran eksklusif lsg dari lokasi peledakan. Tak kalah paniknya, jurnalis luar negeri terlebih media Australia ikut membagikan berita duka ini di negaranya.

Seluruh mata di dunia menuju pada Bali. Bali dilumpuhkan dalam semalam.
Terima kasih tmn" antusias & beberapa revisinya, sempat membaca kembali sumber" mengenai radius ledakan bom dgn jmlh mencapai 1 ton bahan peledak, bom ini meledakan bangunan yg beradius 200-300 meter. Efek dentuman dari gelombang kejutnya terasa hingga kurang lbh 20 kilometer.
Bom yg meledak di Sari Club selain mengakibatkan hancurnya puluhan bangunan di daerah Legian, jg meninggalkan jejak kubangan sedalam 3-4 meter dgn diameter 80 cm.

Jika ada typo & miss bisa lsg diberitahu ya, saya hrs menelaah bnyak sumber untuk mnjaga validitas utas ini.
Mari kita beranjak menuju pekan selanjutnya setelah bom meledak.

Proses pengungkapan pelaku" Bom Bali I terbilang panjang & sulit. Polisi hrs bekerja bgitu keras, apalagi saat itu Presiden Megawati memberi deadline atas tragedi ini hrs rampung November 2002.
Kepolisian Indonesia sama sekali belum mendapatkan gambaran mengenai aktivitas terorisme di Indonesia. Belum adanya peralatan & pengetahuan yg mumpuni, hal ini jg mengharuskan kepolisian Indonesia bekerjasama dgn kepolisian negara lain.
Commissioner AFP McKeelty, menghubungi Kapolri Da'i Bachtiar untuk menawarkan bantuan kerjasama.

17 Oktober 2002

Da’i Bachtiar & McKeelty menandatangani kesepakatan pembentukan tim investigasi gabungan scr resmi.
I Made Mangku Pastika & Graham Ashton ditunjuk sebagai komandan gabungan.

Federal Agent Tim Morris yang bertindak selaku kepala unit kontra-terorisme Australia menegaskan bahwa investigasi gabungan ini milik Indonesia, Australia hanya berperan untuk membantu.
AFP mmbentuk pos komando sbg wadah koordinasi dengan POLRI. Di posko tsb tergabung investigator yg bekerja di Bali, tim DVI, forensik, intelijen, media, administrasi, keamanan, IT, & komunikasi. Selain itu juga berfungsi untuk memberi perkembangan terkini kpd pejabat AFP.
5 November 2002

Angin segar berhembus melewati sekat" penantian keluarga korban & masyarakat Indonesia. Bertempat di Tenggulun, Jawa Timur, Amrozi berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Penangkapan ini berhasil dilakukan setelah menelusuri jejak kepemilikian L- 300 yang digunakan.
Mobil L-300 ini dibeli melalui perantara makelar bernama Suharsono, tetangga yg ia kenal di Lamongan. Suharsono mengajak Amrozi bertemu Azwar Anas tukang jual beli mobil. Dibelinya mobil tsb seharga 30jt. Suharsono diberi komisi 450k.
Keterlibatan Suharsono hanya sampai di situ, ia org naas yg hrs diterbangkan ke Bali ditunjuk mjd saksi.

Penangkapan Amrozi mjd cikal bakal terkuaknya profil" pelaku yg terlibat secara langsung dlm peledakan bom.
Berdasar keterangan Amrozi nama" berikut yg berperan aktif andil dalam peledakan bom: Dulmatin, Imam Samudera, Ali Imron, Idris, Abdul Ghani, dan Umar Patek. Sumber lainnya, menyebutkan Amrozi mengungkap keterlibatan Dr. Azahari.
Jumlah tsb diungkap berdasar makhluk yg terlibat dlm peledakan bom, masih ada belasan yg berperan menyiapkan mengenai perakitan bom serta puluhan nama lainnya yg berperan menyembunyikan para buronan.

Mereka ada, besar & tumbuh di Indonesia.
6 November s/d 11 November 2002

Dilakukan banyak penangkapan & pengungkapan pelaku yg terlibat. 10 org terlibat ditangkap di Pulau Jawa, Amrozi diterbangkan ke Bali, pengungkapan keterlibatan Abu Bakar Ba'asyir, ditangkapnya Qomarudin petugas kehutanan yg membantu meracik bom.
19 November 2002

Penangkapan thd Abdul Rauf berhasil dilakukan. Sejumlah keterangan dari Rauf membantu polisi melacak keberadaan Imam Samudera, si pimpinan lapangan.
21 November 2002

Polisi berhasil menangkap Samudera. Saat ditangkap ia membawa sebuah paspor palsu & sebuah laptop. Pakar IT Australia memeriksa laptop Samudera, laptop tsb memuat banyak foto porno wanita barat, foto Abu Bakar Ba'asyir & foto" korban Bom Bali.
4 Desember 2002
Kepolisian Indonesia tdk berhenti bergerak, Muklhas akhirnya berhasil ditangkap di Klaten, Jawa Tengah.

16 Desember 2002
Polisi menangkap Atang, siswa SMU di Lamongan. Tim juga sukses menemukan 20 dus berisi bahan kimia jenis potassium klorat seberat satu ton
bahan kimia tsb diduga milik Amrozi.

18 Desember 2002
Msk penghujung tahun, Tim Investigasi Gabungan Polri-polisi Australia membeberkan Dokumen Solo, sebuah dokumen yang dipunyai Mukhlas. Dlm dokumen tsb berisi kelola cara membuat senjata, racun, & merakit bom.
Dokumen itu juga memuat buku" tentang Jamaah Islamiah (JI) & topografi sebuah kawasan serta sebanyak rencana gerakan yang akan diterapkannya.

Saya deg-degan mengetik bagian ini, entah terbuat dari apa makhluk ini, ia merencanakan banyak hal untuk aksi" sejenis.
13 Januari 2003
Ali Imron tertangkap di sebuah pulau tak berpenghuni di kawasan Berukang, Kaltim. Adapun laporan AFP menyebutkan Ali Imron ditangkap tgl 12 Januari 2003.

15 Januari 2015
Semua tersangka yang tertangkap di Kaltim di bawa ke Bali. Mereka adalah Ali Imron, Mubarok,
Firmansyah, Mujarod, Eko Hadi, Mustakim, Sofyan Hadi, Hamzah Baya, Samsul Arifin, Muhammad Yunus, Hartono, Imam Susanto, Marzuki, Abdullah Salam, & Sukastopo.
8 Februari 2003
Digelarnya rekonstruksi pertama untuk Bom Bali. Rekonstruksi bayangan ini bersifat tertutup digelar di dpn gedung reserse & kriminalitas Polda Bali. Reka ulang tsb memperagakan mencampur bahan" & peracikan bom saat tinggal di kamar kost yg disewa para pelaku
12 Mei 2003
Sidang perdana Amrozi dilaksanakan di Gedung Nari Graha, Denpasar yang dipimpin oleh ketua majelis hakim PN Denpasar, I Made Karna. JPU, Urip Tri Gunawan mendakwa Amrozi melanggar
Pasal 14 jo pasal 6 Perpu No. 1 Th 2002 jo Pasal 1 UU No. 15 Th 2003 Pasal 1 Perpu No 2 Tahun 2002 jo Pasal 1 UU No. 16 Tahun 2003 tntang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Ia juga melanggar Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP, krn dgn sengaja menggunakan kekerasan &
ancaman kekerasan shg menimbulkan suasana teror, menimbulkan korban scr massal dgn merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa & harta benda orang lain.

Pada akhirnya, Amrozi dituntut bersalah & bertanggung jawab akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati.
Agustus - Oktober 2003

Sidang terhadap para trsangka lain mulai dilakukan. Imam Samudera & Mukhlas kemudian divonis hukuman mati. Ali Imron divonis seumur hidup krna bersifat koorperatif, mengaku menyesal & bersedia bekerjasama dgn polri terkait pengungkapan tersangka lain.
9 November 2005

Dua th berlalu semenjak kejadian malam mencekam itu, pengungkapan pelaku" Bom Bali I menginjak babak baru.

Sebuah rmh di Jln. Flamboyan A1 Nomor 7, Kelurahan Songgokerto, Batu, Malang, Jatim mjd target pengamatan tim Densus 88 Antiteror Polri.
Rmh itu telah diamati lama. Dalam misi rahasia ini polisi hrs sampai menyewa 3 villa terdekat, 4 mobil & 15 motor. Penyamaran jg dilakukan untk memantau gerak-gerik penghuni rmh tsb.

Semakin diyakini Azhari berada di rmh tsb setelah ditangkapnya Cholily di Demak, murid Azhari.
Drama adu tembak hrs terjadi saat itu, sang gembong teroris tak gentar melawan polisi" yg sdh mmbentuk barikade. Sempat ia memilih untuk keluar.

Namun ada kejanggalan dari tubuh Azhari, ia menggunakan rompi yg menggelembung & mengacungkan senjata ke arah polisi.
"Hai Polis, kalau berani masuk sini!"

Usai itu, ia mundur & msk ke dlm rmh menutup pintu sambil mngarahkan senjata dari tgn kanannya ke arah petugas. Momen ini tidak disia"kan oleh Iptu Bram. Ia memerintahkan Brigadir Fran yg berada tepat lurus di pintu rmh, untk menembak Azhari
15.45 WIB

Tembakan Brigadir Fran tepat sasaran. Trdengar suara tubuh manusia mnghantam lantai. Azhari roboh bersimbah darah. Pria bernama lengkap Azahari bin Husin itu tewas di tangan Tim Walet Hitam.
Saya menyesal mngatakan Azhari adalah manusia. Ia cuma benda hidup tanpa rasa kiranya.

Sebenarnya Maret, 2003.
Abu Bakar Ba'asyir dinyatakan bersalah & divonis 2,5 th penjara atas serangan Bom Bali. Ia ditenggarai sbg pemimpin spiritual klp teroris & membantu merekrut org".
Januari 2007 - Oktober 2008

Waktu trs berlalu, kasak-kusuk Amrozi cs mengajukan peninjauan kembali. Peninjauan kembali yg diajukan para tersangka ditolak hingga tiga kali pengajuan. MK menolak uji materi UU No. 2/Pnps/1964 yg berisi tata cara eksekusi mati yg diajukan.
9 November 2008

Amrozi, Imam Samudera, Muklhas

Begitulah posisi mereka saat ditempatkan di tiang kematian. Dua kakak beradik itu mengapit si pimpinan lapangan dlm peledakan bom Bali.

Mereka di eksekusi mati di Bukit Nirbaya, Nusakambangan tanpa penutup mata.
Mereka enggan ditutup matanya karna ingin menjemput kematiannya dgn mata terbuka & melihat sang eksekutor menembak.

Sebelumnya mereka dipindah dari sel isolasi Super Maximum Security (SMS) LP Batu, Nusakambangan menuju mobil milik polisi Toyota Strada warna hitam.
Jarak masing" tiang, skitar 7 meter. Setelah diikat, Brimob berdiri di blkg terpidana. Regu eksekutor berdiri di dpn siap memulai prosesi eksekusi.

Teroris ini merenggut hidup ratusan org di Legian malam hari kala itu, kini biarkan malam pula yg membawakan maut untk mereka.
00.15 WIB

Diiringi deburan ombak Samudera Hindia yg berada di balik Nusakambangan, timah panas diluncurkan tepat pada jantung mreka.

Setelah itu semua kembali sunyi menanti menit-menit menegangkan hingga akhirnya mereka benar-benar tak bergerak lagi.
Panjang bgt ya utasnya? Tp terima kasih masih bersedia membaca hingga di twit ini.

Tiga mastermind telah tewas, tp pengungkapan kelompok pelaku bom Bali trs dilakukan.

9 Maret 2010
Ingat dgn nama Dulmatin? Ia tewas dalam sergapan Densus 88 Antiteror di Pamulang.
11 Agustus 2011

Umar Patek tiba di Indonesia. Ia adalah buronan internasional seharga 1 Juta USD. Setelah bom Bali I, Umar Patek berpindah" lokasi untk menghindari penangkapan.

Intelejen percaya ia aset penting untk mengungkap jaringan al-Qaida & afiliasinya di Asia Tenggara.
Peran penting ini mmbuat pemerintah Indonesia brsikeras untk membawa kmbali Umar Patek ke Jakarta stelah ditangkap di Abbottabad, tanggal 25 Januari 2011.

Ia berperan sbg peracik & perangkai Bom Bali I, memantau kondisi lapangan, mnggambar denah lokasi, mencocokkan wkt & tmpat.
12 Juni 2012
Umar Patek dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

10 Desember 2020
Kita tengah sibuk dgn pandemi, tp Densus 88 berhasil melakukan penangkapan heroik. Zulkarnaen, teroris yg sdh selama 18th buron berhasil ditangkap di Lampung Timur. Ia berperan sbg perancang bom,
mantan panglima Jemaah Islamiyah (JI) & sbg koordinator tim khusus JI.

Adapula nama Hambali, ia ditangkap 1th stelah tragedi bom Bali yaitu 2003 di Thailand. Hambali ditangkap brsama 2 warga negara Malaysia, ia merupakan mantan pimpinan JI. Th 2006 ia dipindah ke Guantanamo Bay
Kala itu, Hambali adalah buronan nomor satu di Asia Tenggara. Ia dituding sbg otak utama di balik serangkaian serangan teror di Asia Tenggara, khususnya bom Bali. Tgl 30 Agustus 2021 lalu, ia disidang untuk pertama kalinya semenjak 18th ditahan. Pengajuan pembebasannya ditolak.
9 Januari 2021
Abu Bakar Ba'asyir bebas dari LP Gunung Sindur, Jawa Barat.
Terkait dana aliran dari pimpinan al-Qaeda, Osama Bin Laden.

Pada liputan yg terekam tgl 11 Februari 2003, Ali Imron menegaskan, pelaku pengeboman adalah klompoknya & tdk melibatkan organisasi atau pihak lain. Tdk ada yg menunggangi atau menyokong spt yg diberitakan.
Begitu kelakarnya, banyak yg meragukan pernyataan Imron. Padahal keterkaitan dgn Ba'asyir & Bin Laden teorinya mengalir deras. Aliran dana dari Osama Bin Laden untuk pembiayaan bom Bali I terungkap dlm sidang yg digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dgn terdakwa Umar Patek.
Hal tsb terungkap saat Idris mjd saksi di persidangan untuk terdakwa Umar Patek, 26 Maret 2012.

Sebanyak 30.000 USD dikucurkan oleh Bin Laden scra bertahap kpd Muklhas. Dana tsb lalu digunakan untuk mendanai pengeboman di Bali.
Begitulah akhir para pelaku ditangkap & diadili. Polisi trus memburu org" yg terlibat dgn tragedi ini. Meski rasanya mreka begitu piawai brsembunyi & berbaur dgn sekitar.

Terorisme, radikalisme adalah bahaya laten, mereka hanya tertdr & bisa bangkit kmbali. Tetaplah mawas diri.
Dari tragedi Bom Bali I, Indonesia berbenah & belajar banyak hal, berikut trivia setelah tragedi tsb:

Terbentuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) 24 Agustus 2004. Angka 88 berasal dari kata A.T.A. (Anti-Terrorism Act) jika dlm Bhs. Inggris berbunyi Ei Ti Ekt.
Pelafalan ini terdengar spt Eighty Eight. Jadi arti angka 88 bkn representasi dari jmlh korban WNI insiden Bom Bali serta bukan representasi dari sebuah borgol.

***
Saat menangani korban bom sbagian besar dievakuasi, diidentifikasi & dirawat di RSUP Sanglah.
Dgn menggunakan fasilitas seadanya & pengalaman yg kurang dlm penanganan korban bom, RSUP Sanglah mampu menangani pasien korban bom dengan baik. Atas hal tsb, Pemerintah Pusat & Pemerintah Australia memberikan penghargaan
dgn mmbangun fasilitas pelayanan kesehatan bertaraf Internasional di RSUP Sanglah seperti Burns Unit dan Wings Internasional. Burns Unit sndiri difungsikan untk pasien rawat inap dgn luka bakar & bedah plastik.

***
Puing" sisa ledakan bom tdk lsg dibersihkan, dilakukan upacara
Tawur Agung Pamarisudha Karipubhaya terlebih dahulu, yaitu pembersihan secara niskala thd arwah korban, pembersihan dari hawa negatif akibat peledakan bom & membersihkan lingkungan agar pariwisata cepat pulih.
Dua hari setelah upacara, baru kemudian puing" tsb dibuang ke laut.
Pembuangan dilakukan 10 mil ke arah selatan dari Pelabuhan Benoa. Pembuangan tsb dilakukan pada tempat yg memiliki kedalaman 150-200 mil laut shg tdk mengganggu pelayaran.

***

Ali Imron, napi terorisme (napiter) Bom Bali I kini aktif mengkampanyekan program deradikalisasi
sbg upaya menanggulangi aksi terorisme di Indonesia. Kampanye deradikalisasi mjd kesehariannya yg kini msh mendekam di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta.
Maaf saya terlewat membahas penangkapan Noordin M. Top.

16 September 2009
Puji Prabowo & Sukono ditangkap di Pasar Gading, Solo. Setelah diinterogasi, mreka mengaku bhwa di sebuah rmh di Kampung Kepuh Sari, Kel. Mojosongo, Kec. Jebres, Solo, Jateng ada bberapa pelaku teror
23.30 WIB
Polisi melakukan penggerebekan. Saat dikepung, pelaku di dlm rumah memberondong polisi dengan tembakan. Aksi baku tembak pun berlangsung hingga dini hari. Tak elak sepeda motor yg ada di ruang tamu rmh tsb hingga terbakar akibat adu tembak tsb.
Menjelang subuh, Densus 88 menjebol tembok kamar mandi. Setelah 7 jam proses penyergapan tsb, para pelaku berhasil dilumpuhkan.

17 September 2009
Msk proses evakuasi & identifikasi. Polisi baru mengetahui bahwa salah seorang pelaku yang tewas adalah
Noordin M Top, setelah hasil tes sidik jari keluar, 14 titik kesamaan yg identik ditemukan sesuai dgn buronan 7th itu.

Bagian blkg kepalanya hancur & terdapat bberapa lubang bekas tembakan peluru di tubuhnya.
Link-link video terkait Bom Bali I :
Keadaan korban & bangunan, cuplikan latihan teroris serta kata" dari Ba'asyir

Keadaan korban & kondisi sesaat setelah bom meledak


Kronologi & vonis hukuman

Putusan sidang Imam Samudera

Putusan sidang Amrozi

Putusan sidang Mukhlas
Meet the terorists part 1
Meet the terorists part 2
Victims meet the perpetrators
The survivors
Ali Imron di acara ROSI
Untuk mengenang para korban dibangunlah sebuah monumen di bekas bangunan Paddy's Pub. Bangunan itu diberi nama Monumen Panca Benua, namun lbh terkenal dgn sebuatan Ground Zero.

Bangunan itu rampung dibangun th 2003 & diresmikan pada 12 Oktober 2004.
Di monumen tsb terdapat unsur seperti altar, prasasti, tiang bendera, kayonan, tugu, tri kona nemu gelang, dan kolam semuanya memiliki makna tersendiri.

Monumen ini dibangun jg dgn harapan mampu memancarkan kedamaian & perdamaian ke seluruh penjuru mata angin.
Sbg krama Bali, rasa sakit tiap mengingat kejadian ini selalu sama. Luka akibat tragedi ini serasa tdk bisa sembuh dgn sempurna, lukanya tetap menganga tdk tahu apa penawarnya, mungkin waktu? Tp sdh 19th terlewati, blm jg berhasil merasa biasa saja saat melewati 12 Oktober.
Semoga dgn adanya utas ini membuka kembali mata" yg mulai goyah untuk tertutup karna hampir percaya kekuatan kata para radikalisme di luar sana.

Semoga Indonesia damai dari dalam, rukun penghuni"nya, tak mudah dipecah belah.
Banyak semoga lainnya. Harapan lain jg pandemi sgera berakhir, gejolak perekonomian & status kesehatan Indonesia agar trs meningkat.

Kehabisan kata" kiranya saya, karna dari memulai utas ini harapan baik tersirat mengikutinya. Semoga kalian yg membaca ikut mengamini.

Sekian.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with 🧛🏻‍♀️

🧛🏻‍♀️ Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @dystinnn

30 Mar
Cerita ini dituturkan oleh ibu saya sendiri, entah karna hal apa td pagi ia terbangun & mengatakan memimpikan ninik-ninik (nenek-nenek) yg ditemuinya wkt KKN dulu di Tabanan sekitar tahun 1988. Ninik-ninik yg bisa..
- N G E L E K A S -
**Saya akan menggunakan bhs agak baku dalam menceritakan kisah ini, selain terlihat lbh sopan rasanya akan lebih enak dibaca**

**Yg kenal saya di RL, mengetahui org yg terlibat, lokasi, & semua yg saya ceritakan di sini agar kiranya bijak menghormati mereka**
Siang tadi, saya sdg mengobrol kecil dgn ibu. Ia bercerita bnyak hal mulai dari kisahnya mengerjai guru matematika yg killer saat SD, cerita memodif knalpot motornya wkt kuliah, hingga cerita wkt ia KKN di sebuah desa di Tabanan. Topik yg terakhir menarik perhatian saya.
Read 66 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(