WARUNG POCONG
Based on True Story
(menceritakan tentang sebuah warung yang menggunakan pesugihan pocong)

Penulis : @siskanoviw
Upload : 25 Nov 21

Dilarang mengambil cerita tanpa ijin penulis.

@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht #hororthread #horor #bacahorror #selamathariguru
Niko dan bakri sedang menikmati mata kuliah pagi itu, niko menoleh kearah jendela kaca dikelasnya.

Tampak kelihatan sekali langit dari atas gedung itu. Sudah berwarna abu-abu dan nampak hujan deras akan turun.
Bakri menepuk pundak niko, dirinya paham betul teman satu kamarnya ini sangat tidak tahan sekali untuk tidur ketika suasana alam sudah berganti hujan.

“Heh, ojo ngantuk ae. Dibalang pak sidik spidol loh eruh awakmu gak ngreken pelajarane.”
Ucap bakri kepada niko yang sudah menampakkan wajah yang sendu. (Hey, jangan ngantuk saja. Dilempar pak sidik pakek spidol loh kalau tahu kamu tidak menyimak pelajarannya).
Niko hanya nyengir serta membalas ucapan bakri dengan senyum yang malas. Memang, niko tidak bisa menahan kantuk ketika hujan.

Hujan menurutnya adalah jam untuk tidur serta memakai selimut. Entah, sudah kebiasaan dari kecil dia seperti itu.
Kelas pak sidik berakhir. Hujan sudah mengguyur lebat kampus mereka menimba ilmu. Bakri yang saat itu bingung ingin melakukan apa setelah jam pelajaran pak sidik bertanya kepada niko. “Nik, enak e nangdi ? Kantin a ngopi ?” tanya bakri kepada niko.
(Nik. Enaknya kemana ? Ke kantin kah ngopi ?). Niko masih tetap menguatkan tatapan wajahnya yang mulai tak tahan berkedip. Kelopak matanya ingin sekali jatuh dan tertutup saat tahu hujan mengguyur sangat nikmat di sekelilingnya.
Bakri hanya tertawa melihat tingkah lucu temannya satu ini. Akhirnya, tanpa pikir panjang dirinya menarik tangan niko kemudian mereka berdua pergi ke kantin fakultas.
Niko mulai meniup kopi yang dituang di alas cangkir. Uap dari air kopinya membuat niko bahagia lantaran hujan yang mengguyur saat itu datang membawa ciri khas dinginnya kota Malang. “kri, ndeloken ababku, ngowosss. Adem e ra umum iki, penak turu wayae nok kosan.”
Ucap niko kepada bakri.  (kri lihat nafasku, mengepul. Dinginnya sangat tidak masuk akal ini. Enak tidur saja dikosan).

Bakri hanya tersenyum lagi kepada niko. Hanya bisa memaklumi temannya yang satu ini dengan tingkahnya yang sudah tidak asing lagi baginya.
Bakri melihati langit yang mendung serta hujan lebat yang tadi datang telah berganti menjadi gerimis.

Di sekitarnya hanya terlihat mahasiswa dan mahasiswi yg berlalu lalang menunggu jam kelas berikutnya. Niko masih dgn raut wajah yang sama. Kelas mereka akan dimulai 2 jam lagi.
Kemudian datanglah fiko, teman sekelas mereka. Fiko yang murah senyum itu menyapa bakri dan duduk disamping tempat duduknya. “Wes maeng tah ? Iki lapo niko kok ra enak blas sawangane. Heh, lek ra niat kuliah, matun ae nok omah.
Sakno bpk ibumu nyekolahno dukur² nok kene awakmu malah ngantuk ae.” Ucap fiko bergurau. (Sudah dari tadi tah ? Ini, knp niko tidak enak sekali rupanya. Heh, kalau tdk niat kuliah, buruh tani saja dirumah. Kasian bpk ibumu menyekolahkanmu tinggi² kamu disini hanya ngantuk saja).
Niko yang mendengar fiko berkata itu hanya tersenyum lucu dan berkata “Teko² gremeng ae.” Ucap niko pelan. (Datang2 cerewet aja). Fiko, bakri dan niko kemudian tertawa bersama.
Bakri dan fiko sedang asik mengobrol, niko hanya bisa menyandarkan kepala kemeja kantin yg berada didepannya. Saat mendengar fiko bercerita tentang salah satu warung dekat kampus yg menggunakan pesugihan. Seketika niko kemudian duduk tegak dan mendekati bakri yg duduk didekatnya.
Bakri hanya tersenyum melihat niko seketika bertingkah seperti itu.

Dirinya juga paham bahwa temannya yang satu ini sangatlah penakut jika sudah menyangkut cerita-cerita hantu.

Namun, tidak mau percaya jika tidak terbukti didepan matanya langsung.
“Nah, aku kan sakjane wingi kan ngajak keluargaku ngunu loh mangan soto. Kebetulan pas iku, aku liwat area kene. Dadi mandek aku karo ayah mamaku nok warung soto rawon. Awal e kan aku biasa ae, melbu warung e yo biasa. Cuma adikku, anak e mbakku iki moro nangis.
Jare ketok onok sugus. Eruhkan sugus iku opo ? Pocongan.” Ucap fiko yang serius bercerita kepada niko dan bakri.

(Nah, aku kan sebenarnya kemaren mengajak keluargaku gitu makan soto. Kebetulan juga saat itu, aku lewat area sini.
Jadi berhenti aku sama ayah mamaku di warung soto rawon. Awalnya kan aku biasa saja, masuk warung juga biasa. Cuma adikku, anak kakakku ini seketika menangis. Katanya ngelihat ada sugus. Tahukan sugus itu apa ? Pocongan).
Bakri dan niko hanya serius memperhatikan cerita fiko tentang warung itu. Fiko juga sangat serius menceritakan kejadian itu kepada bakri dan niko. “Mosok toh kri, wes kadung mangan yaa, aku karo ayah pesen soto. Mamaku pesen rawon. Mama iki moro bengok alon nang ayahku.
Ayah tatapane wes kudu mlukok ngunu. Aku kan posisi lungguh mbek adikku, nok ngarep mama karo ayahku. Jadi gaeruh aku mama mbisik opo nang ayah. Tingkah e mama karo ayah iki wes garai aku curiga.” Jelas fiko.
(Masak ya kri, sudah terlanjur makan y, aku sama ayah pesen soto. Mamaku pesen rawon. Mama ini kemudian teriak pelan ke ayahku. Ayah tatapannya sudah kepengen mutah saja. Aku kan posisi duduk degan adikku. Jadi gak tau mama berbisik apa ke ayah.
Tingkah mama dan ayah ini sudah membuat aku curiga).

Adik fiko, dia menolak untuk makan disana. Adiknya hanya memandangi sesuatu yang berada disampingnya. Fiko tidak melihat apa-apa selain meja dan kursi.
Adik fiko hanya memperlihatkan tatapan aneh ke samping dan kemudian kearah mangkok makanan didepannya.

Saat kejadian itu, ayah dan mama fiko mencoba untuk tetap tenang dan tidak berkata apa-apa. Mamanya membayar dan kemudian kembali ke mobil mereka.
Setelah dimobil, barulah mama fiko bercerita dan mual tak henti-hentinya.

Mama fiko ternyata melihat dikuah rawonnya itu tercampur sayap kecoak kemudian diirisan daging rawon terselip ekor cicak. Jelas saja ayah dan mama fiko nampak pucat dan tidak berhenti mual.
Fiko menjadi curiga, bahwa warung itu memakai pesugihan.

Akhirnya, bakri dan niko yang mendengar cerita dari fiko penasaran. Timbul hasrat untuk mencoba apakah betul warung tersebut memakai pesugihan.
Karena kelas berikutnya sudah dimulai, mereka bertiga kemudian meninggalkan kantin dan masuk kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.
Kelaspun hari itu selesai, Fiko kemudian pamit lansung pulang karena nanti malam akan ada acara dirumahnya.

Bakri dan niko masih penasaran dengan cerita fiko tentang warung makan tersebut.
Akhirnya, mereka berdua berniat untuk mencoba makan di warung tersebut. Bakri berjalan ke parkiran untuk mengambil sepeda motornya. Niko menunggu di pos satpam menunggu bakri menjemputnya.
Setelah mengambil motor, mereka langsung berangkat menuju warung tersebut. Tidak jauh sebenarnya lokasi warung tersebut dgn kampus mereka. Dirasa sudah sampai di warung yg disebut Fiko. Bakri memandangi sekeliling warung tersebut dan memang warung tersebut tidak sepi pengunjung.
Namun, beda dengan warung-warung makan disebelahnya. Terlihat sepi dan juga tidak ramai pembelinya. Padahal jika dilihat dari kebersihan, jelas kalah jauh. Bakri kemudian mengajak niko untuk segera masuk warung dan memesan makanan.
Niko dan bakri biasa saja, tidak melihat tanda-tanda adanya sosok pocongan yang diceritakan fiko. Juga tidak ada timbul perasaan merinding saat memasuki warung tersebut. Niko kemudian duduk dan bakri memesan makanan. Niko pesan soto dan bakri rawon.
Kemudian bakri kembali dan duduk dimeja yang dipilih niko. Tampak lalat kemudian datang secara pelan dan merubung meja mereka. Niko hanya heran, kenapa meja mereka saja yang banyak lalat. Padahal dimeja lain yang juga ada pengunjung yang makan tidak dilalui lalat.
Niko risih dan mengibas-ngibaskan tangannya diatas meja. Bakri juga ikut membantu menghilangkan lalat yang entah datang dari mana. Melihat makanan masih belum datang, akhirnya bakri permisi untuk pergi ke toilet.
Bakri meninggalkan niko seorang diri dimeja tersebut. Saat kembali dan bakri membukan pintu toilet, tatapannya menjadi kaku dan kaget dengan apa yang dilihatnya dimejanya. Nampak, sebuah pemandangan yang tidak akan dipercaya oleh bakri saat itu.
Niko yg sedang melahap semangkok soto didepannya tdk menyadari bahwa sosok yang diceritakan fiko itu sedang berdiri membungkuk disampingnya. Bahkan, yg tidak bisa dihindari oleh bakri adlh dia melihat sosok itu meludah tak henti-hentinya kearah mangkok soto yg dimakan oleh niko.
Sekejap, bakri kemudian mengusap wajahnya untuk memastikan sekali lagi bahwa dia tidak sedang bermimpi. Hingga dirinya, istigfar pelan dalam hati dan berjalan mendekati meja makannya.
Dia hanya menatap lemas niko yg makan dgn lahap sotonya sampai habis. Bakri hanya menatapnya dan mendiamkan makanan yg sudah dipesannya tadi. “Gak mangan a kri ? Panganan enak e koyok ngene kok jare pesugihan. Goblok fiko iku.” Ucap niko sembari menghabiskan makanan dimangkoknya.
(Tdk makan kah kri ? Makanan enaknya begini kok katanya pesugihan. Bodoh fiko itu). Bakri hanya menelan ludah dan mencoba menunggu niko menyelesaikan makannya. Setelah habis, bakri kemudian berdiri dan membayar pesanan itu.
Niko tertawa dan bahagia karena makan enak dan ditraktik bakri.

“Ojo salah paham ko, aku mung ra tego dan merasa bersalah.” Ucap bakri kepada niko. (Jangan salah paham ko, aku hanya gak tega dan merasa bersalah). Mendengar ucapan itu niko memandangi bakri dgn tatapan yg heran.
Bakri mengajak Niko untuk segera pergi dari tempat itu. Sesampainya dikosan, Bakri langsung membuat mie rebus dan memakannya dengan lahap. Niko yang melihat bakri hanya terheran-heran. Pesan rawon tapi malah tidak dimakan, sekarang malah masak mie dikosan.
“Nyapo mangan mie kri ? Kok gak mangan rawon maeng ?” tanya niko heran. (Ngapain makan mie kri ? Kok tidak makan rawon tadi ?” tanya niko. Bakri hanya terdiam dan menyelesaikan makan mie sampai habis.
Setelah minum, bakri menceritakan tentang apa yang dilihatnya tadi. Seketika wajah niko menjadi pucat dn mual tk berkesudahan. Hingga bakri kasihan kepada niko, lantaran setelah diceritakan tentang kejadian itu, niko mual selama seharian hingga dia sakit lantaran tdk nafsu makan.
Akhirnya, setelah beberapa hari sakit. Niko sudah agak membaik kondisinya dan kemudian berkata kepada bakri “Kri, mben maneh aku lek kate mangan ngenteni awakmu disek wae. Timbang kejadian koyok wingi maneh.” Ucap niko
(Kri, besok kalau aku mau makan nunggu kamu dulu saja. Timbang kejadian kayak kemaren lagi). Fikri yang mendengar perkataan niko hanya tersenyum dan menepuk pundak temannya itu.
Sekian cerita ini, jika terdapat kesalahan penyebutan dan penulisan mohon dimaafkan.

SEKIAN

SALAM HOROR.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Siska Novi Wulandari

Siska Novi Wulandari Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @siskanoviw

24 Nov
RUMAH BELANDA
Based On True Story

Penulis : @siskanoviw
Upload : 24 Nov 21

Dilarang mengambil cerita tanpa ijin terlebih dahulu.

@bacahorror @IDN_Horor @ceritaht @P_C_HORROR #bacahoror #horor #threadhorror #GenshinImpact #GRAMMYs #UribeAcorralado #cryptoban
Pada tahun 2019, beredar cerita menakutkan disalah satu rumah daerah Kepanjen.

Rumah ini adalah bekas peninggalan belanda. Bentuk bangunannya masih utuh dari dahulu sampai sekarang.
Tetapi siapa sangka, rumah yang memiliki bentuk bangunan yang indah dan sangat membuat hati tersentuh oleh suasana tempo dulu ini menyimpan cerita yang sangat kelam.

Seakan-akan siapapun yang melihatnya ditarik oleh energi entah dari mana dan mengisyaratkan untuk masuk.
Read 81 tweets
22 Jul
DIANG
(Perapian Kecil yang dipakai saat Pagebluk datang)

Penulis @siskanoviw
Upload : 22 Juli 2021

@bacahorror @IDN_Horor
#lampor #kerandaterbang #pagebluk #hororthread #horor #hantu #ceritasiska Image
Hari itu, desa sangat ramai sekali. Banyak orang yang mondar-mandir didepan warung pak tono.

Pak tono adalah seorang lelaki paruh baya yang membuka warung kecil dipinggir jalan desa.

Meskipun kecil, warung selalu laris dan banyak pembeli dari warga maupun orang yang
sedang singgah sebentar ke desanya.

“Alhamdulillah, ya pak. Orang-orang pada panen padi. Bersyukur sekali desa kita kalau udah panen paling rame sendiri. Orang-orangnya juga pada loman (tidak pelit), dadi lek onok rejeki titik iso didom roto
Read 32 tweets
22 Jul
BAYI BAJANG
(Ritual santet yang sering digunakan untuk perebutan sebuah lahan)

Penulis @siskanoviw
Upload : 22 Juli 2021

@HorrorBaca @IDN_Horor @bacahorror @P_C_HORROR @ceritaht @HororNyata

#bacahoror #ceritahoror #hororthread #hantu #santet #bayibajang #ceritasiska Image
Sudah selama ini agus tidak bekerja. Dirinya baru saja diberhentikan dari tempat pekerjaannya, lantaran toko bangunan yang menjadi tempat mengaisnya rupiah lama ini mengalami penurunan jumlah pembeli.
Akhirnya, mau tidak mau pak cik selaku pemilik toko bangunan harus memangkas beberapa pekerja yang mana salah satunya adalah agus.

Dikeheningan pagi itu, tiba-tiba dia melihat pak sumain berjalan didepan rumahnya. Tidak ada yang berani menyapanya dikampung,
Read 72 tweets
8 Jul
KHODAM
(Sosok Pendamping pada manusia)

Penulis @siskanoviw
Upload : Malem jumat legi ( 08 Juli 2021)

@bacahorror @IDN_Horor
#bacahoror #bacahoror #hororthread #horor #memedi #khodam #ceritamistis #ceritahorror #UrbanUpdates
Di malam jumat ini, aku ingin menceritakan beberapa kisah teman, saudaraku yang ternyata punya khodam.

Aku rangkum dalam satu thread agar enak saja dibaca. Semoga bacaan ini bisa menjadi wawasan bagi kalian yang awam sekali dengan khodam.

Atau bisa jadi kalian berkhodam tp gak
tahu, kalau dalam diri kalian itu ada khodam.

Aku milih, membahas khodam karena banyak sekali kemaren yang bertanya. Aku kok kalau malem ngerasa begini, trus aku kok sering mimpi begini..

Yaah, ini thread dibaca sampek habis yaa. Semoga bisa membantu..
Read 52 tweets
7 Jul
Buanyak yang tanya seputar Lampor (Keranda Terbang) yang sedang viral saat ini. Okedehh, aku sakjane ndak mau bahas. Karena juga, suasana saat ini sedang gaduh dengan pandemi yang semakin gede kasus e. Takutnya, ahhh seng ngene, halaaah seng ngunu.

Karena kau bukan org yg suka
banyak omong. Hahahaha, mek timbang dadi berita yang simpang siur. Mari kita bahas, sekarang juga.

Ada foto dan video mbak soal lampor yang ada disingosari. Benar kah ? Sak ngertiku itu emang ada, tetapi gak didaerah itu. Kemudian video yang kesebar luas,
aku sendiri tidak menyakini itu real. Sebab, setahuku dulu pernah gaduh masalah lampor itu ternyata yang direkam adalah layangan.

Sak ngertiku dulu, begitu ya. Kemudian, aku masih inget video yang diambil hampir sama. Tetapi yawislah ya, semisal itu memang lampor..
Read 10 tweets
6 Jul
JEJAWAR
(Petaka yang dialami oleh sepasang kekasih di situs purbakala Jawar)

Penulis @siskanoviw
Upload : 06 Juli 2021

@bacahorror @IDN_Horor
#ceritasiska #bacahorror #bacahoror #ceritahorror #Sejarah #ceritahantu #ceritasejarah #pariwisatakabmalang Image
Cerita ini aku ambil dari kisah sepasang kekasih yang pernah mengalami kejadian mistis dan berujung tragedi menyeramkan yang menimpa mereka.

Kejadian yang tidak akan mereka lupakan selamanya. Kejadian yang menjadi pelajaran hidup, bahwa kesopanan dimanapun itu tetap dijaga.
Kabupaten Malang adalah salah satu kabupaten yang memiliki sejuta keindahan pariwisatanya. Dari pariwisata alam sampai wisata religi.

Karena banyaknya destinasi wisata, hal itu membuat bagas dan amelia selalu menyempatkan waktu diakhir pekan untuk berlibur.
Read 71 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(