1. #sahabatfalakiyah awal waktu Shubuh di Indonesia kembali hangat akhir² ini. @nahdlatululama melalui Lembaga Falakiyah PBNU telah mengkaji awal waktu Shubuh di Indonesia secara berkesinambungan dr sudut pandang fiqih & falak.
2. Berdasar kajian itu disimpulkan bahwa awal waktu Shubuh di Indonesia tetap dapat menggunakan tinggi Matahari negatif 20º dari ufuk timur. Landasan fiqih-nya kuat, menurut jumhur ulama terbitnya fajar shadiq adlh awal waktu Shubuh & terbitnya fajar shadiq terjadi saat gholas.
3. Dan terbitnya fajar shadiq adlh saat cahaya samar yg bukan fajar kadzib telah mulai merembang di ufuk timur, merujuk Imam Fakhrudin ar-Razi (lihat Mafatihul Ghoib juz 5 hal. 273).
Landasan ilmu falaknya jg kuat. Berdasarkan observasi 2010 s.d 2020 M yg memproduksi 249 data..
4. .. disertai reduksi data & analisis statistik, maka ketampakan fajar kadzib (cahaya zodiak) berperanan penting penentuan terbitnya fajar shadiq. Berdasarkan faktor fajar kadzib maka disimpulkan terbitnya fajar shadiq terjadi pada tinggi Matahari negatif 20º dari ufuk timur.
5. Berikut adalah serial tulisan populer tentang Waktu Shubuh di Indonesia yang mengacu kajian berkesinambungan Lembaga Falakiyah PBNU & kami publikasikan di Kompas.com. #repost