Enrico AG Profile picture
Feb 21 85 tweets 11 min read
Pak Jupriyanto akan menyampaikan dari sisi industri pertahanan #SemarSentinelWebinar
Pak Jupri menyampaikan domain2 yang dihadapi dalam perang, serta tujuan dan strateginya
Tantangan perang, misal terhadap ekspor gandum.
Melihat aspek dampak/perspektif ekonomi kepada Indonesia dan negara2 lain dalam aspek perdagangan, ekspor, energi dll
Aspek2 seperti geopol, geostrat dan geoeko terhadap pengembangan indhan dan pertimbangan pemilihan mitra strategis
(maaf ada himbauan tidak tampilkan materi visual)
Layar SWOT analysis pemilihan mitra strategis
Posisi IND dlm neg2 pro-kontrak ukraine,masuk kuadran perkuat kelemahan dan maksimal kesempatan,utk calon2 partner pengembangan indhan
J: tekno kunci-kritis sulit sekali diberikan begitu saja ke neg lain.
Kebijakan IDKLO sudah bagus utk perkuat weakness dan mendorong oppor mendapatkan tekno diperlukan
Layar teknologi 7 prog prioritas indhan mulai dari propelan sampai pespur
Layar tekno korsel pada pespur KFX,tidak semua tekno bisa diakses dg mudah, termasuk krn dampak perang.
Contoh: AESA Radar, EOTS, MFD, IRST, dan Mission Computer
Tekno kunci sulit diakses
Bahas limitasi tekno US thd bang pespur KFX,tolak transfer 4 tekno kunci:
IRST Leonardo
EO TGO Hanwha
AESA Radar Leonardo
Radio Frequency Jammer LIG Nex1
Paparan Pak Jupriyanto berakhir
Pak Novan Iman Santosa memulai paparan
Paparan Novan:
Satu Tahun Invasi Rusia ke Ukraina
Pelajaran bagi pembangunan sektor pertahanan Indonesia
Layar wrapup situasi terkini UA dari ISW @TheStudyofWar
Apakah Rusia gagal?
Awalnya confident ops cepat,gagal rebut Kiev,apakah setengah hati?
Kerugian pers-mat sgt besar,dibandingkan on paper RU-UA
Alutsista baru:rudal hipersonik
(gelas)Setengah penuh/kosong?
Perang berlarut:
penggunaan Wagner,milisi Chechen,napi,dan komcad
Apakah tingkat disiplin dan keterlatihan Komcad kita setingkat TNI selaku komutama?
Apakah kita(indonesia)punya supply chain yg kuat?
BBM,makanan,obat2an,amunisi,pasokan listrik
Dampak invasi:
sanksi/embargo utk Rusia,dampak ke kita tdk bisa harwat alutsista kita asal Rusia,apakah perlu cari alternatif?atau segera diganti pes baru?ada uangnya?dari neg mana?
Misal Rafale, F-15EX,dll
Ada tekanan eko dunia utamanya energi dan pangan,kedua neg(RU-UA)produsen utama energi dan pangan (gandum,minyak nabati)
Peluang bagi IND scr eko ketika pasokan m.nabati tganggu,utk ekspor m.sawit/batubara/energi lain kita?
Rencana Pertamina impor minyak mentah RU krn murah,sepertinya batal,krn sisi teknis,spek minyak berbeda dg yg biasa dipakai di IND,hrsnya bisa diatur di kilang minyak
Perhatian utama utk IND:
pertahanan pantai&laut-kita perlu AL kuat krn wilayah lbh mudah diterobos lewat laut. Perlu kapsel mumpuni
Hanud-RU krn keterbatasan pakai rudal jelajah antikapal utk serang sasaran darat.Turki kasih bantuan UA drone bersenjata
Payung udara-air sup,SEAD,A2AD,CAS;kemampuan perang udara,ada tulisan purn PA AU India,knp RU tdk gunakan AU scr maks?terfokus AD?kesannya tdk ada koor AD dan AU RU.
Perlu tingkatkan puan elek han,utk radar GPS C4ISR dll
Puan harwat pes, manufaktur sucad pes,apakah sudah hrs ciptakan supply chain sendiri?
Harus modifikasi platform
UA gunakan semua alutsista yg ada,Mi-8 dimodif jd heli serbu,yg penting ada firepower
tulisan PA AU India,opsgab/theater command (kogabwilhan)sgt tidak efektif,kita perlu selalu tingkatkan opsgab antar cab dan antar angkatan utk tingkatkan kom dan koor antar angkatan
Propaganda perang:
perang tidak cuma di medan tempur,byk di cyberspace,bgmn sampaikan/tidak sampaikan info di lap,atau bantah info dr lawan.ini sdh bentuk perang info
Paparan Pak Novan berakhir, dimulai paparan Pak Alman
Dampak invasi Ru pada Ua pada indhan global
Penjelasan instrumen kekuatan nasional
Tradisional Pol Eko Mil
US model DICE
Ada model2 lain
Instkeknas penting krn digunakan dlm invasi RU ke UA dan dampaknya
Suatu neg hny akan kuat kalau instrumen2 ini kuat
Masalah utama:
penyangkalan RU atas statehood UA.Seperti Belanda menyangkal statehood Indonesia sampai akui kedaulatan
UA seperti tidak punya hak sbg negara bangsa
Perluasan NATO 90an-00an turut kontribusi thd perang,tp bukan faktor utama bikin RU nyerang UA
Perluasan NATO selalu ada perdebatan orig member NATO. Di mana batasnya? sampai POL,neg Baltik, atau masukkan UA?Tidak bs dijawab.Paling pamungkas 3 neg Baltik,masa Bush 43.
UA tertinggal krn neg tdk sepakat UA masuk NATO.jd buffer zone?neg netral seperti FIN di CW?
Kegagalan kebijakan reset Obama (perezagruzka) sejak 2009,lgsg tdk lgsg berkontribusi thd perang. Mulai 2012 ketika Putin jd Pres ke 3 setelah diselingi Medvedev.
Dampak serangan RU ke UA:
Neg Barat dukung UA,G7 juga.Byk neg berkembang kesulitan tentukan posisi sikap perang.
RU-CHI lbh kuat relasinya,Iran dukung RU tmsk pasok UAV
Sanksi eko thd RU
SWIFT dlsb. Gangguan GSChain,kekurangan bahan makanan dll
Bahas bantuan neg Barat dan G7 terhadap UA: finansial, kemanusiaan,militer
Dr sisi indhan,ada peningkatan demand utk senjata buatan Barat utk penuhi kebutuhan UA,krn senjata yg dipasok ke UA diambil dr gudang munisi negara pemasok,bukan prod baru,jd butuh penggantian dlm waktu cepat.
RU hadapi masalah kapasitas prod krn kekurangan naker indhan
Pertempuran di UA jd laboratorium lap bagi indhan Barat dan RU.Cth barat belajar ketahui sampai berapa ribu tembakan meriam M777 BAE System akan aus sampai harus diganti
Di sisi lain byk jat RU yg obsolete,peninggalan SOV,misal lapis baja yg sgt gampang dihancurkan rudal AT
CAATSA diikuti berbagai sanksi,hambat puan RU berjualan ke neg lain khususnya neg berkembang.Apalagi CAATSA neg berkembang ga bisa pakai USD utk berbisnis dg RU di bid senjata
Modernisasi RU gagal,jd bulan2an UA dan senjata buatan Barat,krn keyakinan sebelumnya tentara RU punya puan taktis-ops-strat lbh bagus stlh modernisasi.
Di UA,membalikkan semua keyakinan itu.
Invasi UA jd attrition warfare,bukan cuma RU-UA,tp antara RU-Barat
Perang ini jd upaya Barat hancurkan war making capacity RU dalam jangka panjang
Byk alutsista RU hancur,dan puan RU gantikan tidak cepat,begitupun misil,krn masalah ketersediaan semikonduktor
dampak ke Indhan:
terganggunya GSC,misal titanium (ind dirgantara,Airbus pasokan 50% titanium dr RU,ganggu SC di awal perang)
Neon gas mayoritas dr UA,sbg alat bantu prod semikonduktor.
Neg Barat perketat ekspor semikonduktor RU. Tp diduga TUR dan HK jd pintu selundupkan semikonduktor Barat ke RU.
Industri semikonduktor dunia dikontrol US,yg bs produksi skala nano cuma US,Taiwan,JP. China belum bisa samai khususnya utk kepentingan aplikasi militer
Indhan barat harus diversifikasi sumber material jadi krn tdk bs tgantung RU.
Kenaikan harga kontrak pengadaan jat baru,krn imbas kenaikan harga mat bagian dari GSC
Ind munisi ada backlog order besar,krn ind munisi US dituntut segera bs ganti munisi yg dikirim ke UA
Ind pendukung JAVELIN,HIMARS jd wartime production grade
Harga saham Big 5 (Raytheon, Boeing, GD, Northrop Grumman, Lockheed Martin) perusahaan indhan di US
naik krn konflik RU UA.
dampak pada indhan IND:
terganggunya SC dan inflasi,krn datengkan materi dr luar utk diolah di sini
Tdk ada direct impact pd def spending
Order han dr konsumen luar ke indhan kita =tidak ada
Tdk ada perush Barat yg pindahan fasilitas setelah suspend/tutup ops di RU
Ada harapan supaya Boeing yg pindahkan design biro dari Rusia bisa ke Indonesia. Tidak terjadi.
Key Takeaways:
tidak ada kemandirian absolut
indhan kita bisa berdiri dan prod krn GSC
Indhan Indonesia tidak menarik utk investasi langsung asing (FDI)

Paparan Pak Alman berakhir
Pembicara 4: Mbak Curie @curiems
subtema
tantangan dan kesempatan bagi indhan IND
@curiems Mbak curie menulis Lessons learned dari ChatGPT
😁
dan juga tanya asistennya, mas Fendi:
Dr segi tekno,cyber pny peranan penting,intel,satelit dll
Yg lbh penting adl demokratisasi perang,pihak2 non state cukup tentukan arah perang di UA
@curiems Ke depan indhan seperti apa yg bs suplai perang masa depan?
Yg ada kemampuan pengembangan tekno,critical componen yg dukung bang tekno seperti semikonduktor,negara mengakomodir bang emerging tech,baik indhan BUMN dan BUMS
Tantangan dan peluang
Ketua Bid Offset KKIP Pak Yono blg ada peluang dr konflik UA krn embargo ke RU Belarus dll yg ga bs ekspor,krn fokus pemenuhan keb perang,muncul pasar, diisi eksportir lain. Contender pengganti RU plg mungkin US dan CHI
Pola RU UA Ekspor byk arahkan senjata utk neg2 sedang berkonflik. Kajian Tufts Uni bhw ekspor RU UA ada kaitan status perang negara importir (?)
Data ekspor senjata 30 tahun terahir,11 penyuplai utama ke daerah konflik,tbesar GER,lalu RU,plg kecil UA. Dominan ke neg konflik
terlepas dr semua kritik HAM,kita idealis dlm ekspor,PINDAD tdk boleh ekspor ke Yaman krn konflik di sana.Harapan kita bs isi kekosongan indhan RU ini kecil.
Ada peningkatan anggaran mil di bbrp negara,tmsk GER,JP,AUS,menciptakan demand u/jat lbh byk dlm waktu lbh cepat.Mengubah karakter pasar dr buyer's market,jd nego offset dsb,skrg jd pasar menguntungkan pembuat. Utk beli harus antri. Offset dsb lbh sulit.
Kalo dulu kerjasama tekno baru,offshore prod,JV,dll dimotivasi keb eko utk prod cost lbh efektif efisien,skrg pertimbangan aliansi lebih mengemuka
Ada 9 anggota ASEAN konsumen RU,berjuang pertahankan operability+readiness alutsista RU mrk tmsk RU.
Kita msh cari tmpt utk (harwat?),jajaki ke India,Polandia,Vietnam.
Readiness turun. Gagal menerima kiriman kontrak pengadaan.Nunda inisiasi kapabilitas baru.
Neg ASEAN dan IND akan kehilangan otonomi strat utk pilih sumber2 tekno mil dan lakukan diversifikasi (sebelumnya krn lindung nilai)
Indhan IND saat ini,sorotan:
IND punya banyak INDHAN,tiap tahun jumlah bertambah yg registered.
Kapasitas prod tdk merata di tipe teknonya,ind perkapalan punya kemampuan prod lbh baik,kemampuan MRO juga,tp komponen cukup kecil
MRO malah nol.
Utk munisi,tekno tidak terlalu tinggi,tp kemampuan prod kecil.
Apakah ada titik terang indhan IND?
Ada,indhan bdasarkan matra ada siber 13%,bibit tekno emerging yg dibutuhkan utk ops lintas medan.
Aktivitas BUMN kita terbatas.
Banyakan govt visit dan foreign visit dibanding aktivitas diperlukan (riset, prod baru dll)
Neg sudah berupaya promosikan indhan,arahnya didorong international coop,mengatasi keterbatasan dagri
Konsideran utama indhan:
mitra mana dipilih?
ada 5 kerma indhan tahunan dlm bentuk mil coop, jumlah pertemuan tidak sebanding progressnya.
Perlu strat baru pilih mitra ke depan,pertimbangan lbh sulit cari mitra dg pertimbagan eko,ke depannya lbh pol,aliansi-non aliansi
Perlu cara seleksi mitra regional-internasional agar tidak terjebak di ke depan... utk commonality sisjat,dengan kemampuan finansial dan fiskal utk bantu bang puan indhan IND
Propose: Kolaborasi Asteng/ASEAN,internasional ("poros alternatif")
Modalitas kolabo dg ASEAN:
kemiripan keb modernisasi sisjat,utamanya dg tantangan KAM yg sama,misal masalah kam laut,sama2 dg Malaysia.
Ada skala eko kalau pengadaan dikumpulkan jd satu.
Alternatif supplier utk alih tekno
Kolaborasi Asteng kalo dilakukan akan wujudkan kesatuan dan otonomi strat ASEAN via mekanisme minilateral,tdk perlu kesepakatan 11 neg sekaligus
Poros Alternatif Global?
(bukan GMFulcrum)
Melampaui Asean?lbh sulit krn kapasitas def diplo kita cukup minim
Alternatif lain lbh netral: poros Prancis,UAE,India
Ada modalitas: kerma eksisting,tech commonality,sbr pendanaan,kesamaan strat interest
Lessons learned:
Perang jd show puan lintas medan dan kemunculan penyuplai jat kategori modifier/copier (bukan inovator)
Ind harus adaptasi dg buyer's market dan hilagn otonomi strat
Ren indhan IND perlu strat pemilihan mitra strategis

Paparan Mbak Curie berakhir.
Sesi QnA dimulai
Pak Jupri bahas metode peperangan yg belum dilakukan sebelumnya,seperti drone dg granat. Satelit LEO utk deteksi pergerakan pasukan RU.
Dampak ke IND,perlu buat skema/metode/konsep ops yg unik
Tekno yg tidak dedicated utk mil,tekno komersial tnyata aplikasinya efektif (utk perang).

Novan:
sisi kualitas personil,awal perang RU seperti tidak tahu harus berbuat apa
Saat ini ops sgt heavy di darat,payung udara/air cover pergerakan pasukan di darat. di IND,penerbad/penerbal harus lindungi aset bergerak di darat dan laut.Di udara jarak pandang lbh luas.
Alman:
perang UA tunjukkan perlu sekutu.Butuh sekutu bantu eko pol mil.Kepentingan nas harus diamankan,gabungkan idealisme dan pragmatisme
Perang didukung eko,log tdk bs btahan tnp eko,hrs bang eko kuat. Industri bisa dukung upaya perang,min tdk tergantung bantuan luar
Harus lihat apakah doktrin yg dianut TNI saat ini msh relevan/tdk?latihan2 msh relevan dg perang ke depan?apakah betul TNI bs usir invasi dan rebut pulau wil luar seperti skenario latgab,sken sudah teruji?Dlm lat unsur merah lbh lemah dr unsur biru.
Curie:
Harus kaji ulang dan memutakhirkan dok strat peperangan kita,dr lingstrat dll,apakah msh relevan tambah kodam di peperangan masa depan.
Tdk boleh cherry picking,"tekno UAV koq bermanfaat ayo kita beli,ayo jgn beli kapal besar krn liability dihajar misil",tdk bs spt itu.
harus liat keseluruhan sistem,personil, tekno dll
Tdk bs berdiri sendiri, bisa terseret.
Msh punya waktu persiapkan utk konflik masa depan.
Gandeng aktor non perang(cth:elon musk)
Q soal modernisasi alpalhankam di tgh kebutuhan lain (IKN misalnya)
Q soal kemandiran prod alutsista tanpa tergantung neg lain
Curie:
Tinjau ulang lingstrat kita,IKN hadirkan ancaman baru,dinamika lingstrat yg dampak ke kita.Kaji ulang sbg feedback memutakhirkan strat doktrin dan postur. Jgn dibalik prosesnya.
ini yg missing dari ren kita 5 tahun terakhir
Ren berbasis tekno,tidak bisa berbasis bajet.
Pola bajet sulit merencanakan. Emerging tech jd fungsi utk eksploitasi, murah, fleksibel, mudah ditransfer,potensi seimbangkan kek neg yg lbh kuat.
Tidak ada satu negara pun bs independen (prod).Dlm 30 taun lbh tjd globalisasi yg buat neg dunia saling tergantung dlm pola cukup rumit.
Misal kajian RUSI,RU yg dianggap independen byk tgantung komponen neg lain.
Ini tentukan bang tekno.
JP masuk kategori indhan besar dunia krn komponen mrk banyak dipakai negara lain.
Pola globalisasi yg ada didisrupsi US,dipisah paksa (misal ke Myanmar),indhan US tdk akan beli komponen dari CHI,RU dll
Website SIPRI, CHI adl neg paling independen di Asia (utk prod),tp masih 80an% dagri
IND ini rumit.Kita asesmen diversifikasi jat
SING jelas prevalen western, VN ke RU
IND tidak ada supplier melebihi 50%, Dependent ke US,RU, FR.
Dg embargo (RU) apakah bs diversifikasi,tdk juga,terlalu mahal (utk alih)
Alman:
...Gmn ren utk 2025-2029
Tgantung siapa Pres berikutnya
Angg HAN minim?depend,gimana pemahaman angg HAN.tbagi 3 belanja modal,pegawai,barang.
Belanja modal kecil,tp buka TDN,PLN disetujui Kemenkeu,sgt besar.Dlm masa pem ke2 Jokowi,nilai PLN disetujui MEF 1 dan 2
sangat besar dlm 2 tahun terakhir
Pem skrg periode ke-2 membiayai modernisasi han jauh lbh agresif bahkan dibanding SBY periode 2.
Laksanakan saja yg jadi PR pem skarang sampai 2024.
Yg mandiri absolut,cuma mimpi.
Cth anda impor steel bar 4 inch harus izin Dept of Commerce US,di mana mandirinya?
Kita tdk mampu buat bar yg miliki kapasitas seperti itu utk kepentingan komersial.
Cth: aluminum aerospace grade, kita punya tidak?
baja utk memenuhi standar mil, ada?produsen klo ada,apakah akan penuhi?krn pengadaan kecil,tidak ekonomis utk ind buat di sini.
(berhenti dulu yak krn mau renggangin kaki wkwkwkwk)
(izin undur diri karena ada keperluan lagi 🙏)

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Enrico AG

Enrico AG Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @EnricoE39

Feb 19
Perwakilan GEGANA BRIMOB Polri mendapat nomor undian 32 dalam #UAESWATChallenge 2023, kira2 akan ketemu negara mana ya?
instagram.com/p/Co2UYN6Acrb/ Image
Sebanyak 20 personel Korps Brimob Polri menjadi delegasi Kepolisian Republik Indonesia dalam ajang 4th UAE SWAT Challenge 2023
instagram.com/reel/CozcN6lA_…
Delegasi Brimob terbagi atas tim BRIMOB A dan BRIMOB B

Menurut saya di video di atas ada misnomer "kejuaraan polisi dunia",krn yg ikut tidak cuma polisi, tapi elemen jendarme, garda nasional, dll unit yang tidak spesifik "polisi". Image
Read 16 tweets
Mar 7, 2022
Defense Series Webinar "Indonesia Minimum Essential Force 2024" yang diselenggarakan TIDI The Indonesian Democracy Initiative akan dimulai

Tautan Live Streaming:
Sesi Pak Andi Wijayanto dimulai
Pak Andi membahas belum ada lompatan riil penggunaan tekno di pertempuran
Kita masih di kuadran 3 (kanan bawah),ada konsekuensi2 thd modernisasi han,utamanya sisi ekohan
Read 61 tweets
Mar 7, 2022
Satgas Latgab laut jauh PLAN di bawah Komando Teater Selatan menyelesaikan tugas latihan dari 5 Februari-3 Maret, 26 hari mengarungi 7900 nm Laut Cina Selatan,Lautan Hindia bag. timur dan Lautan Pasifik Barat
eng.chinamil.com.cn/view/2022-03/0…
Latihan yg dilaksanakan tdd 20 mata latihan termasuk:
-Hanud
-Ops anti-misil
-Eksplorasi&verifikasi performa peralatan mendasar, kemampuan dukung sistematis satgas kaprang permukaan
-Perbaikan taktik tempur dan metode latihan
Posko satgas tdd personil AL, AU, dan Angkatan Roket yg ditugaskan di Komando Teater Selatan PLA,bersama2 memperbaiki kualitas opsgab dan membentuk susunan proses komando gabungan yg diperbaiki,terstandarisasi dan terprogram
Read 4 tweets
Mar 6, 2022
Diskusi Forum Guru Besar dan Doktor INSAN CITA bertema "Indonesia dan Konflik Rusia-Ukraina" akan dimulai jam 19.30 WIB. Masih ngobrol2 silaturahim peserta 😃 Isinya rektor,profesor,dosen... 😱

Tautan YouTube: youtube.com/channel/UCVnff…
(koq perasaan gw ga enak ya liatin vibe para hadirin... mudah2an salah instingku dan ini menjadi diskusi yg froduktip dan bernas)
Tautan Live Streaming:
Read 137 tweets
Mar 4, 2022
Nonton di rumah nanti ahk

Why is Ukraine the West's Fault? Featuring John Mearsheimer
UnCommon Core: The Causes and Consequences of the Ukraine Crisis
"John J. Mearsheimer, the R. Wendell Harrison Distinguished Service Professor in Political Science and Co-director of the Program on International Security Policy at the University of Chicago, assesses the causes of the present Ukraine crisis, the best way to end it, --
--and its consequences for all of the main actors. A key assumption is that in order to come up with the optimum plan for ending the crisis, it is essential to know what caused the crisis. --
Read 4 tweets
Feb 17, 2022
Silakan berdiskusi dengan santun terkait ide pembelian J-20 bersama Bu Connie di: m.facebook.com/story.php?stor…
saya akan kompilasi pointers diskusi selagi berjalan.
Bu Connie:
J-20 didukung utk akuisisi dlm konteks simulasi akademik belanja alutsista dlm event bersama angkatan.
Salah satu req.=pertahankan polugri bebas aktif
Ada tradeoff i.e. inkompatibilitas,konteks praktis=5th gen belum ada "compatible partner generation" di TNI
(F-16 dg F-15;MiG-29~Su-27;5th Gen F-35 pair dg F-22)
Syarat Bu Connie: Tdk cuma beli tapi via lisensi dg arrangement khusus~Kunci u/compatibility=akan muncul solusi--
Read 15 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(