Senjata Api "plastik" rakyat, yang dipakai untuk melawan pemerintahan Junta Militer di Myanmar, namanya FGC-9! F*ck Gun Control 9x19mm atau FGC-9 adalah pistol caliber carbine/submachine gun yang dibuat dengan mesin printer 3D dan digunakan rakyat Myanmar yang menentang kudeta...
oleh Junta Militer Myanmar. Beberapa dari mereka memutar otak untuk bisa melawan balik pihak militer, dan dengan mesin printer 3D, bahan baku dari toko perkakas/bangunan, dan design yang tersedia di internet, mereka memproduksi senapan FGC-9 dalam jumlah yang tidak sedikit!
FGC-9 pertama kali dibuat oleh seorang warga sipil di Jerman, yang menentang kebijakan pemerintah dalam tidak membiarkan rakyatnya membela diri dengan senjata api, hingga akhirnya ia menciptakan design FGC-9 ini (ia wafat setelah rumahnya diserbu polisi). Senapan yang sederhana..
Yes, ini senapan dengan receiver plastik (filament, nylon, apapun yang kuat dan bisa digunakan mesin 3D printer normal) dan dengan laras dengan rifling homa-made. Memakai magazine Glock asli atau hasil 3D-printed juga. Normalnya semi-auto only, tapi bisa dimodifikasi full-auto.
Senapan ini benar-benar memaksimalkan potensi printer 3D untuk membuat senjata api dan JANGAN KALIAN LAKUKAN DI INDONESIA! 😤 Ini sangat berbahaya jika dilakukan oleh siapapun itu apalagi mereka yang mempunyai otak kriminal. Ingat, akses terhadap FGC-9 sangat diawasi, just don't!
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Fakta yang mungkin banyak orang belum tau, kapal induk pertama Amerika Serikat, USS Langley (CV-1), mengakhiri kariernya setelah tenggelam di pesisir Pulau Jawa, tepatnya di dekat Cilacap, pada 27 Februari 1942. Saat itu USS Langley sedang membawa "kargo" berupa 32 unit pesawat-
tempur P-40E "Warhawk", untuk di-drop demi memperkuat usaha Sekutu melawan Jepang di Cilacap, Hindia Belanda (saat itu). Sialnya, USS Langley yang kurang pengawalan harus menghadapi serangan dari belasan unit bomber Mitsubishi G4M "Betty" dan belasan unit pesawat tempur pengawal-
mereka, yaitu Mitsubishi A6M2 "Reisen/Zero" yang terbang dari Denpasar, Bali. Hasil dari serangan ini adalah rusaknya USS Langley karena kena hantaman beberapa bom, mengharuskan kaptennya untuk mengumumkan perintah meninggalkan kapal. Setelah seluruh kru USS Langley dievakuasi-
KEKUATAN MILITER INDONESIA ITU MASIH LEMAH, saya harus capslock pernyataan tegas itu supaya kalian semua tak terlena dengan segala bentuk pemeringkatan kekuatan militer online yang parameter datanya sangat tumpul dan tak melihat realita di lapangan. Konyol jika ada yang percaya.
Kekuatan militer tiap negara tidak bisa dibuat peringkat secara gamblang dan saya berpegang teguh ke pernyataan tadi karena ada terlalu banyak variabel yang tidak bisa diperhitungkan oleh lembaga "ranking online" manapun. Cara terbaik untuk bisa menilai kesiapan tempur, kekuatan-
militer sebuah negara, adalah dengan membaca kajian atau data yang di-publish oleh sumber terpercaya, seperti SIPRI, Janes, dll, yang kemudian diolah lagi secara kritis, mempertimbangkan "riwayat" militer negara tersebut, intensitas melakukan latihan proper, atau malah operasi.
Beli alutsista tidak seperti beli bakso, itu sudah sering saya jelaskan, tidak bisa kalian bawa uangnya, lalu bilang ke produsen "Pak, saya mau beli 24 unit jet tempur Dassault Rafale F4, antarkan ke negara saya langsung ya", prosesnya panjang karena perihal alutsista strategis.
Pertama proses pengkajian dari user, apa yang user butuhkan, lalu dicari produk mana yang cocok, lalu ada faktor geopolitik, politik antara negara pembeli dan penjual, kalau baik ya lanjut ke negosiasi terkait paket pembelian, apa mau pesawatnya saja, atau dengan senjatanya juga.
Kemudian ada proses penganggaran dana yang sebenarnya bisa dilakukan sejak awal dan disesuaikan seiring berjalannya negosiasi hingga berujung pada kontrak, sampai titik ini bisa memakan waktu satu tahun atau bahkan lebih, tergantung dengan keputusan pemangku kebijakan, dll, juga.
Sistem pertahanan udara untuk melindungi negara dari serangan musuh! Ini foto ikonik saat rudal interceptor dari sishanud "Iron Dome" milik Israel yang berhasil mencegat roket Badr-3 milik milisi Palestina yang diluncurkan dari jalur Gaza, dan mengincar area yang diduduki Israel.
Penggunakan alutsista sistem pertahanan udara seperti Iron Dome harusnya bisa membuka mata masyarakat Indonesia akan pentingnya memiliki pertahanan udara berbasis rudal yang canggih, sesuatu yang Indonesia belum miliki dalam jumlah banyak. Lalu bagaimana cara kerja alutsista ini?
Iron Dome adalah rudal, peluru kendali, dan sebagai sishanud, ia menjalankan tugasnya untuk menjatuhkan ancaman yang berada di udara, misalnya roket musuh, rudal musuh, drone musuh yang berukuran "besar", pesawat musuh, helikopter musuh, dll. Iron Dome terintegrasi dengan radar-
Rekomendasi film/TV series bertema militer yang saya sarankan untuk kalian saksikan! Tidak harus 100% akurat secara sejarah atau dari segi teknis, karena ini hanyalah film, bukan dokumenter 😄👍. Mencangkup film yang bertemakan perang, konflik, atau yang agak sci-fi, yuk simak!
1. Band of Brothers
Ini adalah TV-series yang terdiri dari 10 episode, menceritakan perjalanan pasukan penerjun payung Amerika Serikat saat memulai petualangan mereka mengalahkan pasukan Jerman saat perang dunia kedua. Diangkat dari kisah nyata, saya bisa nangis karena film ini.
2. Das Boot (1981)
Walaupun film tua, namun Das Boot bisa membawa kalian "berpetualang" seakan-akan kalian adalah kru kapal selam Jerman saat perang dunia kedua! Film ini berdurasi 3 jam 2 menit, dan kalian benar-benar bisa merasakan segala situasi yang dihadapi oleh kru kapal!
Hitler wafat di Indonesia, adalah salah satu sejarah tersembunyi yang diyakini oleh banyak orang! Yup, apakah kalian tau kalau tokoh penting yang pernah memimpin Jerman saat perang dunia kedua ini ternyata bisa melarikan diri ke Indonesia untuk menghindari kejaran tentara Sekutu!
Transportasi yang Hitler pilih untuk bisa melarikan diri ke Indonesia adalah kapal selam, atau U-Boot dalam bahasa Jerman! Hitler mendirikan Monsun Gruppe sejak fase pertengahan perang, "grup" kapal selam Jerman yang aktif beroperasi di Malaysia, Jakarta, Pasifik dan Laut Jawa!
Indonesia dipilih oleh Hitler karena Argentina dan banyak negara Amerika Selatan lainnya sudah terlalu mainstream, tipikal untuk digunakan petinggi Jerman lainnya saat melarikan diri, apalagi saat Jerman sudah di ambang kekalahan, Jepang masih berkuasa di Indonesia, cocok sudah.