Caranya bergerak tanpa bola telah memukau banyak pihak. Polah tingkahnya di lapangan meski tanpa "senjata", kini memantik rasa takut lawan maupun teman. Itulah Gibran.
Hanya pada sosok Gibran, seorang muda (bocil), Walikota dengan jumlah penduduk kurang dari 600.000 jiwa, tiga capres pemilu 2024 paling berpengaruh di negeri ini pun harus merasa perlu untuk menyambanginya.
Anies, Ganjar dan Prabowo tercatat pernah datang menemuinya. Ketiganya, apapun alasannya, mereka pernah merasa harus terlihat dalam satu bingkai bersama.
Dan ketika sesekali bola itu berada dalam penguasaannya, meski bukan dan masih terlalu jauh posisinya dari potensi untuk mencetak gol, gemuruh penonton seperti sudah menjatuhkan vonis, gol seolah sudah didepan mata.
Itu terjadi saat Prabowo datang dengan acara deklarasi. Itu terjadi pada Jumat 19 Mei 2023.
Luar biasa "bocil" itu. Dia memberi definisi baru apa itu fenomenal.
Panik serta marah teman dan atasan yang merasa berada dalam satu tim yang sama serta merta terdengar. Ramai mereka mengutuk hingga memintanya datang demi kejelasan maksud dari penguasaan bola itu.
Tak kurang seorang FX Rudi, Komarudin Watubun hingga Hasto Kristiyanto yang ketiganya adalah para kader senior dan duduk pada posisi tertinggi partai terlihat turut dalam keramaian itu.
FX Rudi adalah sosok sangat dihormati, dia adalah wakil bapaknya saat menjadi Walikota. Komarudin Watubun dan Hasto Kristiyanto, masing2 adalah Ketua DPP & Sekjen partai. Tak butuh debat panjang dan lebar, representasi ketiganya menunjukkan skala genting dan penting masalah itu.
Dan Gibran pun klarifikasi. Itu terjadi pada Senin 22 Mei 2023 saat dia "dipanggil" ke pusat (Jakarta). Dan itu mustahil bukan untuk dimintai keterangan atas maksud dan tujuan deklarasi Prabowo tiga hari sebelumnya.
Ga bisa tidak, itu juga terkait harus searah dengan penetapan bu Mega pada pencapresan Ganjar.
Luar biasanya, pada Selasa 23 Mei 2023 yakni sehari setelah Gibran pulang, setelah sikap Gibran dapat diterjemahkan sudah lagi tegak lurus, Ganjar pun datang ke Solo.
Selasa malam Gibran bertemu Ganjar di Solo dalam acara pembukaan Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah Jawa Tengah di Kusuma Sahid Prince Hotel.
Apa yang dibahas, salah satunya adalah mengenai gerakan sukarelawan. Saat ditanya hasilnya, Ganjar menjawab santai, "Dukung saya".
Dasar bocil bandel, hanya berselang satu hari dari saat bertemu Ganjar, dalam sebuah video, ketika ditanya wartawan apakah dia kudu tegak lurus, dia memang menjawab YA. Tapi dia juga bicara terkait diksi bisa berubah pikiran dan perihal kumpulkan relawan.
Tapi pernyataan dia berikutnya dalam video itu benar - benar identik dgn sikap bocil yg bandel itu sendiri.
"Injiiihh…,lah piye to?" tanya balik Gibran pada wartawan.
"Kan ada kemungkinan untuk tidak… (ga jelas)" sanggah si wartawan.
"Saya takut dilaknat." jawabnya singkat.
"Yo wis yoo…..,dilaknat, dilucknut…." sambungnya seperti sengaja mengarahkan publik pada pernyataan FX Rudi di Jawa Timur sehari setelah Gibran bertemu Prabowo.
Itu semua tidak bisa tidak justru masih menyisakan sisi ambiguitas sikap Gibran itu sendiri.
Dan maka Puan kudu datang. Puan pun sepertinya juga merasa perlu mencari jawab akan makna tegas yang dirasanya tak pernah muncul dari sulung pak Jokowi itu.
Seperti anak kecil yang kudu dijèwèr, ini berkali - kali sudah dilakukan. Oleh tak hanya satu, tapi cukup banyak pembesar partai. Bahkan khusus untuk kunjungan kali ini, Puan pun merasa perlu harus menginap di Solo.
Bahwa konstituennya ada di Solo sempat mengemuka sebagai alasan, itu masih tak menutup celah hadirnya implisit makna bahwa Gibran memang masih butuh diluruskan.
"Apakah ga terlalu berlebihan?"
Bukan pada Gibran dampak itu perlu diantisipasi, tapi pak Jokowi. Belum lama ini beliau sudah berungkap kesal terkait disèrètnya Gibran pada pusaran cawapres.
"Loh, itu sih marah sama Prabowo dong?"
Serius mudah untuk menerjemahkan strategi beliau? Pernyataan bernada marah itu terlalu telanjang bila serta merta diterjemahkan secara eksplisit. Itu sama sekali bukan style Jokowi.
.
.
.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
Pemilu dalam rupa pilkada, pileg dan pilpres kita yang berbiaya amat sangat mahal, itu salah satu alasan yang membuat keberadaan duit menduduki kasta tertinggi. Gak punya barang itu, mimpi bisa duduk di sana. twitter.com/i/web/status/1…
"Serius?"
Ga usah cari bukti yang njelimet apalagi rapet terselimpet, kabar duit 1 triliun dapat membeli posisi cawapres pada 2019 yang lalu masih mudah kan untuk kita googling?
Kalau kabar itu benar pernah ada dan dapat dibuktikan, bukan gak mungkin harga sewa kendaraan itu kini sudah berkali lipat mahalnya. Lima triliun untuk posisi capres misalnya, itu harga murah bagi si kaya..🤭
Bagi Anies and the gang, salah comot data, salah baca data, salah bikin data, salah beneran salah, dia ga peduli. twitter.com/i/web/status/1…
Yang penting ramai, yang penting punya bahan untuk omong apalagi punya celah untuk ngomongin CELA lawan politiknya, itu moment.
.
.
Paling tidak, itu tercermin dari jawaban Hensat, Analis Komunikasi Politik yg selalu mendampinginya.
"Itu PUPR menurut saya klarifikasi ke Katadata saja. Kan Mas Anies cuma membacakan hasil karya jurnalistiknya Katadata, gitu," ujar Hensat saat dihubungi, Rabu (24/5/2023) malam.
Jangan dibawa serius ya..! Ini cuma cara saya mencari tahu tentang kemana arah sebenarnya bangsa ini mau melangkah. twitter.com/i/web/status/1…
Anggap saja di sana ada Anies, Ganjar dan Prabowo. Kira - kira, diantara ketiga capres populer itu, siapa sih paling memenuhi syarat bila tantangan bangsa ini kedepan adalah sbb :
Bu Mega sebagai Ketua BRIN dan Ketua BPIP (bukan partai ya..🤭) pernah bilang bahwa negara butuh pemimpin stratejik. Sementara, apa itu pemimpin stratejik beliau terjemahkan panjang lebar dan meski sedemikian rupa ingin dibuat mudah, tapi itu tetap rumit.
MASIH SOAL REBUTAN DUA SOSOK JOKOWI DAN GIBRAN
.
.
.
Ini seru. Bukan pendukung Ganjar akan head to head dengan pendukung Anies dalam waktu sangat dekat ini, potensi terbesarnya justru dengan pendukung Prabowo. twitter.com/i/web/status/1…
Bila pertanyaannya kenapa, paling masuk akal jawaban adalah rebutan kue dukungan yang saat ini masih mengkristal pada sosok Jokowi.
Ga bisa dinafikkan bahwa relawan Jokowi punya pengaruh luar biasa yang bahkan dalam skala tertentu tidak dimiliki oleh parpol. Dan itu benar adanya berpusat pada Jokowi. Jokowi effect bukan cuma narasi tapi nyata.
TIGA BULAN |sudah lewat. Kejadian sangat tak manusiawi itu sudah terjadi sejak 20 Februari 2023 atau 3 bulan dan 3 hari. Tak pantaskah keluarga korban harus berungkap marah? twitter.com/i/web/status/1…
Konon karena rasa frustasi nya, keluarga korban bahkan sampai minta pelaku dibebaskan saja sekaligus diangkat sebagai Duta Free kick. Ini harus jadi perhatian para penyidik.
Apa alasan yang membuat penyidikan ini jadi lama, konon karena sebab pada kasus ini memerlukan keterlibatan lintas profesi di dalamnya.
"Ya sudah, yang penting, kapan Dandi disidangkan??"
Pada dasarnya, partai politik adalah juga menjadi subjek hukum pada tindak pidana korupsi. Menurut keadaannya, parpol patut dan dapat disebut sebagai korporasi. twitter.com/i/web/status/1…
Menurut Pasal 1 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tertulis : “Korporasi adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisir, baik merupakan badan hukum maupun bukan badan hukum.”
Masuk dong identifikasi bhw Parpol adalah juga korporasi?
Terkait potensi duit korupsi itu mengalir pada partai politik yang juga patut disebut korporasi, teori paling sederhana, ikuti saja kemana uang itu mengalir.