Mari kita bicara ttg sepotong steak (atau rambut yg bisa dibelah lebih dr 7). Fisika Partikel mencari kebenaran dlm unit terkecil (spt di video). Fisika Kuantum melihat kebenaran pd perilaku yg terkecil. Reduksionis. Tp "tidak" kalau kata @DavidDeutschOxf
Dalam buku "Struktur Realitas", fisika kuantum cuma salah 1 kebenaran (walau YANG TERPENTING & PALING MENENTUKAN) dr 4 untai kebenaran di tiap level (makro hingga mikro): fisika kuantum, biologi evolusulioner, teori komoutasi & filsafat pengetahuan
Bgm perilaku atom & sub atom berubah jd gelombang & kekosongan, bgm evolusi gen membawa pesan informasi dr makhluk bersel 1 hingga trilyunan (kita manusia!), bgm logika matematika bekerja dipicu mesin & arus listrik serta kebenaran ilmiah jatuh bangun di otak manusia
Kuasai keempat untai kebenaran di atas (setidaknya salah satunya secara kokoh & 3 yg lain cukup dipahami cara berpikir & bekerjanya), maka kamu akan menyadari bhw SATU2NYA ALASAN manusia itu istimewa di alam raya karena jd produsen ilmu pengetahuan!
Untuk mulai memahami posisinya di tengah ALAM raya, kuminta putriku membaca ALAM raya kuantum (monograf "Quantum Universe" terbitan High Enegy Physics Advisory Panel) & ALAT simulasi kuantum (utk "memindahkan" ALAM kuantum secara presisi ke kotak KOMPUTER).
2 buku td mengenalkan 2 untai kebenaran: fisika kuantum & komputasi. Kuharap putriku (dan siapapun yg membaca kombinasi 2 kebenaran itu dr buku apapun), mengalami moment Popperian ini setelahnya. Untuk evolusinya, cukup baca "Sungai dari Eden" & "Gen Egois"
Filsafat pengetahuannya Karl Popper, fisika kuantum (Tafsir Banyak Dunia) o/ Hugh Everett III, teori komputasi/mesin Turing & biologi evlosioner-nya @RichardDawkins itu SERIUS BANGET dipelajari u/ memahami STRUKTUR REALITAS, kata @DavidDeutschOxf di bukunya
@RichardDawkins @DavidDeutschOxf Dengan begitu tuips (atau anak2 & adik2nya) bisa mendalami 4 untaian kebenaran itu dgn berkuliah & riset di bidang2 ini=>
Fisika kuantum: mekanika kuantum, teori medan kuantum, informasi kuantum, kosmologi kuantum, teori dawai, gravitasi kuantum simpul dll https://t.co/qH9h34C6NEtwitter.com/i/web/status/1…
@RichardDawkins @DavidDeutschOxf Ilmu & teknik komputer (klasik & kuantum): #KecerdasanBuatan, Machine Learning, komputer kuantum, teknik elektro, simulator kuantum, computational manufacturing dll
Dari SDA ke pengolahan..2 tahap 25 tahun pasca Perang Dunia II (50 tahun ke 1): siapa yg memenangkan dunia adalah yg menguasai SDA & pengolahan. Telat? Gak apa2, ayo pak @jokowi, kita uber ke era Rekayasa Keuangan & Data (50 thn ke 2) cnbcindonesia.com/news/202306171…
Tantangan dr negara2 maju utk mengejar kemajuan kita itu tak kecil & tak sedikit, kata pak @jokowi kemarin saat pidato dlm peringatan 1 Dekade BARA JP. Indonesia digugat!
Jangan takut! news.detik.com/pemilu/d-67798…
Dalam 10 tahun ke depan kita menghadapi krisis geopolitik & geoekonomi di mana kawan bisa jadi lawan (dan sebaliknya) di level global & saat bersamaan kita harus meningkatkan SDM kita dgn memanfaatkan bonus demografi 13 tahun ke depan. news.detik.com/pemilu/d-67795…
Menghadiri acara 1 Dekade BARA JP yg dihadiri pak @jokowi di Bogor.
Dimulai dr kisah bahwa perjalanan yg paling berat adalah menghadapi COVID 19: tak ada 1 pun negara yg berpengalaman (vaksin, masker & obat jd rebutan dunia)..melakukan sesuatu yg mustahil
"Dalam 5 sampai 10 tahun dunia masih akan dilanda krisis. Pertumbuhan melambat, pergeseran geoekonomi & geopolitik di mana di level global kawan akan jd lawan, lawan akan jd kawan. Karena itu jangan salah memilih pemimpin" (@jokowi)
Bersama Pemuda Pemudi Nusantara dalam peringatan 1 Dekade BARA JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden)
Menarik jika pernyataan ini diurai sebab2nya; 1. Era kerajaan: China buat Tembok Besar, Nusantara buat Borobudur (seimbang) 2. Era revolusi: Tentara Merah long march, Siliwangi long march dr Jabar ke Yogya (militansi seimbang, walau jarak kita pendek)..
3. Era Mao & Bung Karno: sama2 melakukan reforma agraria, menyatukan China (dgn masuk Tibet) & menyatukan Indonesia dgn memasukan Irian/Papua (seimbang, Indonesia sedikit unggul karena Taiwan gak bisa diambil RRC))
4. Akhir 1960an: China masuk revolusi kebudayaan mengikis feodalisme & birokratisme secara ekstrim, Indonesia masuk developmentalism Orba yg mengukuhkan birokratisme (beda arah: China ke ekstrim kiri, Indonesia ke Kanan)
India adalah 1 negara yg banyak SDM potensialnya berkarir hebat di AS & Eropa (ilmuwan2 di universitas2 top dunia & CEO di perusahaan2 teknologi). Tp kok transportasi publiknya spt ini? Ini krn mereka TAK membangun EKOSISTEM MAJU DI NEGERINYA. Kita jgn begini
Orang2 muda potensial Indonesia yg belajar di luar negeri harus pulang u/ jadi organisator & pembangun ekosistem ilmiah masyarakat negaranya di SEMUA LEVEL. Kecerdasan individu orang Indonesia (APAPUN ilmunya) harus berdampak pd kecerdasan kolektif Indonesia
Pd skala yg lebih kecil, ini terjadi juga dgn beberapa kampus top Indonesia (tak perlu saya sebut) yg gagal membangun ekosistem kemajuan kotanya. Kampus sbg tempat pemikiran bebas & ilmiah tak berdampak pd kotanya yg malah keukeuh konservatif (kolot).
Buku ini akhirnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Buku ini berpengaruh dlm dunia filsafat & sains teknologi karena pendekatannya lintas ilmu (fisika kuantum, komputer, biologi evolusioner & filsafat pengetahuan) walau basisnya tetap Fisika Kuantum.
Putriku di imigrasi sehingga hari ini tak mengikuti lanjutan latihan mengerjakan problem2 Olimpiade Fisika Asia. Setelah ini mau mengulangi belajar mengamati partikel dlm sebaran gelombang kuantum (finite square well, scattering states). Belajar otodidak, baru paham 55%
Karena selama ini putriku belajar Mekanika Kuantum secara otodidak lewat video2, pemahamannya masih berkisar 45% sampai 60%.
Sudah butuh mentor khusus u/ membimbingnya berdiskusi
Sbg orang yg ingin tahu banyak hal, aku nitip juga aspirasiku ke putriku, "Tolong bantu ayah mengintip hal2 superkecil di bawah sana, di alam kuantum. Kata Richard Feynman, di bawah sana banyak ruang. Selama ini ayah cuma bisa lihat yg emergent (brojolan)"