Makbul adalah mantan Wakapolri & pemilik PT Energi Swa Dinamika, perusahaan yg jadi sorotan sbb mendapat izin janggal menambang di hutan lindung. Kasus ini harus seviral tren Budiman, godaan BI Checking, saranjana, poligami, & #MaskGirl.
Makbul merupakan mantan Wakapolri di era SBY dgn masa jabatan 2006-2010. Ia juga menjabat Komut PT Energi Swa Dinamika Mandiri, 1 dari 2 perusahaan yg punya konsesi tambang emas di hutan lindung Bukit Sanggul, Kab. Seluma, Bengkulu.
Blm diketahui sejak kapan ia masuk jajaran direksi di perusahaan yg punya IUP seluas 30.010 ha di Bukit Sanggul itu. Tapi, kendati perusahaannya punya izin, aktivitas penambangan masih terganjal tersebab Bukit Sanggul masuk kawasan hutan lindung.
Anehnya, berdasar aturan bernomor SK.533/Menlhk/Setjen/PLA.2/5/2023 yg baru saja disahkan KemenKLHK, 11.992 ha dari total lahan konsesi perusahaan Makbul itu akan beralih fungsi jadi hutan produksi.
Aturan itu merupakan hasil Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Prov. Bengkulu yg disahkan 25 Mei 2023 lalu. Artinya, Energi Swa Dinamika ke depan leluasa menambang emas di lokasi yg selama ini memiliki peran penting sbg sistem penyangga kehidupan penduduk sekitar.
Dari catatan Genesis Bengkulu, bagi warga di sana, Bukit Sanggul berfungsi sbg area tangkapan air (catchment area), mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, & memelihara kesuburan tanah. Namun, bila fungsi lindungnya dirusak, bencana banjir pun tak bisa dielakkan.
Lagi pun, merujuk data ketinggian & kelerengan BIG, area Bukit Sanggul yg dialihfungsikan jadi hutan produksi memiliki ketinggian wilayah 200-1.800 mdpl dgn tingkat kelerengan 25% (curam)-45% (sangat curam).
Kondisi area yg semacam itu menjadikannya rentan bencana longsor & gerakan tanah, sehingga mengancam keselamatan warga.
Maka itu, apa yg nanti ditambang perusahaan milik Makbul beserta pemerintah yg sdh mengakomodir kerakusan mereka, tentu mengakibatkan kerugian dari berbagai sisi, entah pada kerugian negara maupun perekonomian negara.
Itu blm lagi bila ditambah kerugian dari sudut HAM seperti konflik agraria & intimidasi kpd masyarakat hukum adat setempat. Boleh jadi perusahaan Makbul & pemerintah memang ada sedikit main mata.
Terlebih, dari pengakuan seorang pejabat kementerian terkait, perubahan fungsi menjadi hutan produksi di Bukit Sanggul memang dilatarbelakangi investasi, yg bahkan angkanya cukup mencengangkan, Rp 11 triliun.
Tapi bukan hanya Makbul yg pernah terlibat bisnis haram dlm bisnis pertambangan. Putera kandungnya, Mohamad Heri Surya, sempat disebut memberi iming-iming 'suap' ke H Longki Djanggola, Gub. Sulteng 2 periode 2011-2021.
Di 2015, Longki mengaku pernah digoda agar gegas menerbitkan IUP oleh Surya yg saat itu duduk di kursi Dirut PT Sulteng Mineral Mandiri & PT Sulteng Industri Mandiri. 2 perusahaan itu terlibat aktif dlm bisnis tambang batuan & tembaga.
IUP sedianya akan dipakai perusahaan Surya di sebuah lahan di Morowali. Masalahnya, persis kasus di Bengkulu yg melibatkan Makbul sekarang, sebagian area itu juga berstatus hutan lindung. Terseretnya nama Makbul dlm bisnis haram bukan hanya dlm urusan pertambangan.
Dlm bukti sitaan KPK yg dibacakan ketika sidang di Pengadilan Tipikor Jaksel 2013 lalu, Makbul disinyalir mendapat fulus sebesar Rp 200 juta dari Kompol Legimo dlm korupsi proyek simulator uji kemudi thn anggaran 2011.
Legimo adalah anak buah Irjen (Purn.) Djoko Susilo, mantan Dirlantas Babinkam Polri, yg terbukti nilep dana mega proyek itu & mencucinya dgn membeli aset atas nama orang lain. Blm diketahui betul peran Makbul dlm kasus ini.
Kemudian pada Sept. 2010, Komjen Susno Duadji membuat pengakuan mengejutkan saat hadir sbg saksi dlm sidang dakwaan atas Sjahril Djohan, tersangka mafia pajak & broker kasus.
Mantan Kabareskrim Polri itu menyebut, Makbul terlibat dlm kasus penggelapan modal milik PT Salmah Arowana Lestari (SAL). Uang yg raib itu disinyalir masuk rekening Makbul. Makbul sendiri, kata Susno, adalah pemilik SAL dgn mengempit 50% sahamnya.
Nama Makbul disebut lagi masuk perwira tinggi yg punya rekening gendut. Dari laporan yg bocor ke publik di 2010, Makbul tercatat memiliki jumlah uang tak wajar di rekeningnya senilai Rp 800 miliar. Hingga kini, kasus yg menyeret 17 nama perwira tinggi itu tak berbekas rimbanya.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
The Gunawarman adalah hotel berbintang 5. Di tempat ini, bbrp bisnis ilegal dibahas Robert bersama Kepolisian. Gais, bantu berita ini seviral Komisi Pemilihan Umum, PDIP, rumput GBK hokky buat #TimnasDay, & Komeng nonton RCTI.
Semua kamar dirancang & didekorasi agar tamu merasa sprt di rumah. Kolam renang outdoor, pusat kebugaran, maupun spa hanyalah bbrp dari berbagai fasilitas yg ditawarkan The Gunawarman, hotel berbintang 5 milik Robert Priantono Bonosusatya.
Berada di Jl. Gunawarman di selatan Jakarta, hotel bernuansa klasik yg juga menyediakan restoran ini terletak cuma 1 km dari Mabes Polri. Salah 1 ruangan hotel bahkan disebut rutin dipakai berkumpul Kepolisian, entah yg masih aktif maupun pensiunan jenderal.
Yg dimaksud pria berinisial S itu ternyata Suryo. Aneh, sprt ingin melindungi Dito, Kejagung sekalipun blm pernah memeriksa Suryo.
Gais, bantu berita ini seviral Nasdem khianati perubahan, Vincent & Hercules masuk Geng Tai Depok!
Baru2 ini, sejumlah sumber internal di Korps Adhyaksa mengungkap bhw yg dimaksud pria berinisial S pengantar uang senilai Rp 27 miliar dari Dito Ariotedjo ke kantor Maqdir Ismail adalah Suryo.
Masih dari sumber yg sama, terkuaknya nama Suryo sejatinya berawal dari pengakuan Irwan Hermawan saat masih pemeriksaan. Kendati begitu, sumber saya di internal Korps Adhyaksa ini masih menunggu momen utk menjelaskan dgn detail identitas Suryo.
BUKAN POLITIS, INILAH "JEBAKAN BATMAN" JUBIR AMIN!
[Utas]
DJP & korban penipuan Indra sdh bbrp kali menggunakan pendekatan kekeluargaan. Politiskah? Gais, hempaskan dulu berita Dislepatch Cha Im-in keliling Bali, Sumedang & Japan, juga #aniesbubble rasis krn kedingin.
Sdh ada upaya pendekatan kekeluargaan, dgn mendatangi kediamannya di Kota Wisata Cibubur, Kab. Bogor, trhdp Agustinus Nurindra Bhawono Charismiadji alias Indra Charismiadji, pakar pendidikan yg saat ini sdg menjadi Jubir Timnas Anies Baswedan & Muhaimin Iskandar (AMIN) itu.
Begitu pula trhdp kawan karib sekaligus kaki tangan Indra, Ike Andriani. "Alasannya sdg di luar rumah. Padahal berada di kamar, & akhirnya saya bertengkar hebat dgn suaminya," ujar Leni Marlina, sekitar Juli 2022 lalu.
Kendati jelas disebut dlm persidangan, proses hukum Wahyu Purwanto tdk jelas. Siapa dia? X Twitter please do your magic like Ahok, ordal, siksa neraka, Jaki #kitatantrum, & Kamis #debatcapres oposisi.
Karir Harno Trimadi cukup gemilang di Kemenhub. Pria lulusan Teknik Planologi ITB ini tercatat sempat memikul sejumlah jabatan penting.
Stlh menjadi pimpinan bbrp kali di Ditkapel sepanjang 2018, setahun berikutnya Harno diangkat sbg Kabiro LPPBMN selama 2 thn. Barulah pada thn 2021, Harno menjabat Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub.
Hati-hati, jelang Pilpres, isu Rohingya mulai dieksploitasi. Gais, bantu berita ini biar seviral kabar ISAP & NPWP, Vanesya asal Bangladesh kena KDRT oleh Vagabond yg garang, & asam sulfat.
Maimum Fikri tak sendiri kala menghadang warga Rohingya yg mendarat diam-diam di kawasan pantai Desa Pante Sukon di Kab. Bireun.
Pria berusia 53 thn itu juga tinggal di sekitaran pantai. Bersama warga lainnya, pada dinihari itu Fikri ikut mendorong boat penuh ratusan penduduk Rohingya kembali ke lautan.
Saya jadi ingat sejumlah nama yg pernah dibongkar Setya Novanto. Antara lain adalah Puan & Pramono Anung. Yuklah gais, jgn pedulikan dulu berita Iriana, duit 10 m, Bella Hadid, Kiki Fatmala, & horor kisah nyata Desember.
Tiba sekitar pkl. 11.34 Wib di kantor KPU Jatim pada 9 Mei lalu, Agus Rahardjo diterima hangat Miftahur Rozaq & Nanik Karsini. Komisioner KPU & Sekrt. KPU Jatim itu juga menyambut tim yg menemani mantan Ketua KPK periode 2015-19 tersebut.
Agus & timnya buru-buru menuju lt. 2 gedung itu stlh mengisi formulir kunjungan tamu. Lantai ini adalah tempat penyerahan berkas kepemiluan. Berkas ini nantinya diperiksa tim verifikator. Seusai menyerahkan berkas, Agus pun sempat menyapa Choirul Anam, Ketua KPU Jatim.