Lakon Story Profile picture
Dec 25 164 tweets 20 min read Read on X
MALANG 2014
TAHUN BARU DI KAMPUNG HANTU

A THREAD
FULL STORY
BASED ON TRUE STORY

@bacahorror @bacahorror_id
#bacahorror #ceritaserem #lakonstory Image
Jika diajak kembali mengenang pengalaman itu, hingga detik ini aku seolah masih tidak percaya jika semuanya pernah terjadi.
Benar sekali, pengalaman ini bukan hanya tentang gangguan, interaksi dan penampakan makhluk halus yang biasanya kita dengar dari cerita orang.
Tidak sekedar setan, sepertinya waktu itu aku benar-benar melihat semuanya seperti sudah dibangun ulang.
Dan jika difikir kembali, mungkin apa yang selama ini orang bilang ternyata benar jika ditempat tersebut ada sebuah perkampungan setan.
Halusinasi ?.
Tidak sama sekali, karena perlu kalian tau, semua bangunan dan tempatnya, dalam cerita ini benar-benar ada dan bahkan, semuanya sudah ditelusuri secara langsung.
...
Sebenarnya, cerita ini adalah sebuah cerita lama yang dari dulu tidak ingin aku bagikan.
Karena selain sempat membuat trauma, aku dulu juga khawatir dengan dibagikannya cerita ini, membuat banyak hal yang tidak di inginkan bisa terjadi.
Singkat cerita, setelah aku beranjak dewasa, Lakon Story akhirnya ada.
Dan sejak saat itulah, aku mulai memutuskan untuk membagikan cerita ini agar orang diluar sana tidak sampai mengalami apa yang waktu itu aku alami.
Karena perlu kalian tau, Tidak hanya aku, ada beberapa orang yang juga mengaku pernah mengalami cerita ini.
...
"Sampai saat ini saya masih belum bisa memastikan apa yang malam itu saya alami. Bahkan, saya juga seolah masih tidak percaya jika saya akhirnya bisa selamat.
Karena sepertinya, waktu itu saya sudah tidak ada didunia ini. Bahkan, banyak juga orang yang bilang jika saat itu aku dan keluargaku sudah mati." Lakon Story.

Bismillahirrahmanirrahim.
...
HUNIAN TAK BERTUAN
(Semua nama, tempat dan waktu dalam cerita ini di samarkan.
Mohon maaf bila ada kesamaan. Kami sama sekali tidak bermaksud menjelekkan nama instansi atau apapun. Disini kami hanya membagikan sebuah pengalaman tentu saja dengan semuanya yang sudah kami samarkan sedemikian rupa.
Bagi kalian yang sudah tau lokasi asli dalam cerita ini, simpan saja informasinya untuk diri kalian sendiri dan tetaplah berhati-hati).
...
Malang-jawa timur.
18.30 WIB.
..
"Brrsssss..sssss..ssssss"
Suara hujan yang terdengar keras sedang mengguyur kota.
Mengetahui semua itu, bukannya keluar dari rumah, aku malah menarik selimutku meski akupun tau, malam itu adalah malam tahun baru.
"Hemmm, pas banget, malam tahun baru, hujannya malah deras, gak bisa kemana-mana wes", ucapku dengan pandanganku yang terus saja menonton acara televisi kesayanganku.
Belum lama aku menonton acara televisi tersebut, tiba-tiba ponselku berdering nyaring menandakan, jika saat itu ada seseorang yang sedang menghubungiku.
"Krriingg"
Dan tanpa lama-lama lagi, akupun seketika mengangkat telefon tersebut karena akupun tau, waktu itu yang tertera dilayar ponsel adalah nama dari pak Puspo, yang tidak lain dan tidak bukan, pak Puspo adalah customer lamaku dari Banyuwangi.
(Benar sekali mas, saya dulu memang bekerja di bidang tour dan travel. Pak Puspo adalah salah satu Customer saya dari daerah Banyuwangi. Setiap pak Puspo hendak berkunjung ke Malang dan sekitarnya, beliau selalu menghubungi saya.
Dan seperti halnya malam itu, Pak Puspo memang tiba-tiba menghubungi via Ponsel yang tanpa disangka-sangka, Telefon dari pak Puspo itulah yang menjadi awal dimana semua kejadian itu bermula)." lakon Story.
"Halo, selamat malam pak", Ucapku Sopan.
"Malam mas, saya mau ke malang nih, rencana, saya mau tahun baruan disana. Ini saya masih perjalanan, prediksi saya kalau tidak macet saya sampai sana sekitar pukul 21.00 malam. Kalau masnya gak sibuk, bisa nyusul ke Villa saya ya.
Nanti saya kasi tahu tempatnya. Soalnya, saya butuh masnya. hehehe...", Ucap pak Puspo yang terdengar memang sedang didalam perjalanan.
Mendengar hal itu, akupun mengiyakan permintaan pak Puspo karena akupun tau, hubunganku dengan pak Puspo bisa dibilang memang sangat baik.
(Pak Puspo ini adalah salah satu customer yang sangat baik mas, selama di malang, saya lah yang selalu menyiapkan, memandu dan menemaninya ketika keliling kota.
Untuk itulah, ketika beliau meminta pertolongan, saya selalu bilang iya dengan tidak sekalipun berani membantahnya" Lakon Story.
Hingga akhirnya, setelah obrolan ku malam itu, akupun kembali melanjutkan aktifitas ku yaitu menonton acara televisi karena akupun tau, pak Puspo masih belum sampai di kotaku.
Dan singkat cerita, waktupun berlalu begitu saja.
... Malang, 21.30 WIB. ...
Malam itu, pak Puspo sudah sampai di Villa yang sepertinya sudah dipesan sebelumnya.
Namun anehnya, tidak seperti biasanya Jika setiap kunjungannya ke Malang akulah yang menyiapkan Villa dan yang lainnya,
malam itu Pak Puspo ternyata sudah mendapatkan Villa yang akupun tidak tau beliau dapat informasi darimana.
"Mas, saya sudah sampai di Malang, habis ini mas bisa nyusul kesini ya.
Saya mau minta tolong belikan beberapa peralatan buat acara tahun baru keluarga saya."tulis pak Puspo dalam text Sms yang waktu itu terlihat dilayar ponselku.
"Baik pak, bapak di Villa mana, biar saya kesana" tanyaku sopan dengan melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 21.40 malam.
"Saya gak tau e mas nama villa ini apa, yang jelas villa nya ada didalam perumahan, dari arah alun-alun masnya lurus saja, nanti ada pertigaan masnya belok, ikuti terus itu jalannya.
Kalau sampai di area perumahannya, masuk saja, cari Villa lantai dua yang berada tepat disamping mushola". Terang pak Puspo yang pada dasarnya, pak Puspo adalah orang yang cukup tua yang akhirnya,
penjelasan dengan text SMS dari beliau mengenai lokasi villa nya pun, waktu itu cukup membuat aku kebingungan.
Dan puncaknya, setelah mencoba meraba dan memahami maksud dari tulisan pak Puspo tersebut,
akupun menghubungi rekanku agar aku tidak sendirian mendatangi Villa yang ditempati pak Puspo.
Tapi sayangnya, karena malam itu adalah malam tahun baru, semua rekanku terlihat sibuk dengan acaranya masing-masing yang akhirnya,
tidak ada satupun dari mereka yang bersedia menemaniku menemui pak Puspo.
Dan puncaknya, karena waktu yang sudah semakin malam, akhirnya akupun mulai mengeluarkan motorku dan mulai menuju ke Villa pak Puspo tersebut seorang diri.
....
22.30.WIB.
... Sesuai arahan dari pak Puspo sebelumnya, malam itu akupun sampai di Sebuah Komplek perumahan yang terlihat cukup mewah dengan bangunan rumahnya yang terlihat sangat besar.
(Meski saya tinggal di kota yang sama, saya juga baru tau kalau didaerah tersebut ada komplek perumahan yang cukup besar. Karena selain tempatnya terpencil, akses menuju ke perumahan tersebut bisa dibilang sangat sulit dan jauh dari jalan utama.
Hal itulah yang akhirnya membuat saya sama sekali tidak mengetahui jika sebelumnya ada komplek perumahan di daerah tersebut)."Lakon Story.
Disitu, sebelum masuk kedalam komplek perumahan,
tentu saja aku berhenti sejenak di portal satpam dengan niatan ingin meminta ijin sebelum memasuki area perumahan tersebut.
Tapi sayangnya, ketika aku sampai di pos satpam, malam itu aku seolah tidak dihiraukan meski akupun tau,
tepat di depanku ada seorang bapak satpam yang sedang tertidur lelap.
"Pak, permisi pak,,"ucapku sambil mulai turun dari motorku dan berjalan pelan kearah pos satpam tersebut.
Tapi sayangnya, sudah berulang kali aku memanggilnya,
pak Satpam terlihat tetap nyenyak dalam tidurnya dengan suara dengkurannya yang juga sudah terdengar semakin keras saja.
"Rrrrgggg,,,rrrggggggggg,,,rrrgggggg"
Mengetahui semua itu, akupun memutuskan untuk langsung masuk ke area komplek perumahan karena kebetulan,
portal diarea depan perumahan, memang dalam keadaan terbuka.
"Halah masuk saja wes, pak Satpamnya gak bangun-bangun" Ucapku pelan dengan mulai menjalankan kendaraan.
Disitulah, ketika aku baru saja memasuki area perumahan,
fikiranku yang sebelumnya tenang, perlahan mulai keheranan karena malam itu, untuk pertama kalinya aku melihat sebuah komplek perumahan yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
"Buset, di daerah sini ternyata ada perumahan sebesar ini" pikirku terheran-heran dengan terus melajukan kendaraanku yang saat itu sudah semakin jauh masuk kedalam.
Tapi sayangnya, meski memiliki pemandangan yang sangat indah, semakin aku masuk jauh kedalam, pandanganku yang sebelumnya jelas, perlahan mulai terhalang karena kabut yang turun malam itu benar-benar sangat tebal.
Dan tanpa memperdulikan semua itu, akupun terus saja melanjutkan perjalananku mengitari komplek perumahan tersebut dengan sesekali pandanganku yang menoleh ke kanan dan ke kiri.
Disitu, tentu saja akupun mencari ciri-ciri villa yang sesuai dengan apa yang pak Puspo katakan.
Sebuah villa ber lantai 2 dengan adanya mushola yang berdiri disampingnya.
Tapi anehnya, sudah beberapa kali aku memutari komplek perumahan tersebut, aku sama sekali tidak melihat adanya villa dengan ciri-ciri yang sudah disebutkan oleh pak Puspo sebelumnya.
Tidak kehabisan akal, akupun akhirnya berhenti di salah satu perempatan jalan diarea komplek perumahan tersebut, dan dengan sigap, aku kemudian mencoba menghubungi pak Puspo via telepon.
"Tttuuutttt.... tttuuuuuttt.....ttttuuuttttt...."
Tapi sayangnya, sudah beberapa kali aku mencoba menghubungi, semuanya tidak berhasil karena sinyal ponselku yang tiba-tiba ada dan hilang dengan sendirinya.
Dan dengan kondisi masih melamun di perempatan jalan,
pandanganku tiba-tiba teralihkan dengan adanya wanita paruh baya dan seorang laki-laki yang terlihat sedang menari dan berdansa.
Mereka berdua, terlihat jelas didalam salah satu rumah yang berada tepat tidak jauh dari tempatku berhenti.
Dan tidak hanya itu, akupun juga sempat mendengar suara alunan musik klasik yang jika didengar lagi, alunan musik tersebut seperti sebuah alunan musik belanda yang akupun tidak pernah mendengar sebelumnya.
Disitu, karena aku berfikir jika malam itu memang masih dalam moment menyambut taun baru, akhirnya akupun mengganggap jika semua itu adalah hal yang biasa dengan pandanganku yang sesekali menatap layar ponselku dengan besar harapan, pak Puspo segera kembali menghubungiku.
(Malam itu, saya memang sempat berhenti disalah satu perempatan jalan yang ada di dalam perumahan tersebut. Suasananya bisa dibilang sangat ramai dengan adanya suara musik, suara anak kecil berlarian, hingga suara tawa orang yang terdengar riang.
Tapi disitu, diarea jalanan, saya tidak melihat apapun, yang ada hanya kabut tebal yang terus saja membatasi pandangan. Semuanya memang terdengar dan terlihat ramai, tapi didalam rumah masing-masing bukan diluar. )." Lakon Story.
Hingga akhirnya, tidak lama setelah itu, aku tiba-tiba mendengar suara gemerincing lonceng kecil yang setelah ku toleh, dari kejauhan, ternyata nampak pedagang sate ayam yang terlihat sedang mendorong gerobaknya kearahku.
Mengetahui semua itu, akupun sedikit lebih lega karena aku berfikir, jika sampai nanti pak Puspo belum menghubungiku, aku bisa bertanya kepada tukang sate tentang keberadaan mushola di area perumahan tersebut.
"Alhamdulillah, ada tukang sate, mending aku diam disini saja wes, nunggu telfon dari pak Puspo sambil nunggu tukang sate itu sampai disini, kalau sampai sini kan bisa tanya" pikirku dalam hati dengan pandanganku yang terus saja menatap kearah tukang sate tersebut
dari kejauhan yang dimana, tukang sate tersebut terlihat terus saja berjalan sangat pelan kearahku.
"Krincing,,,,krincing,,,,krincing....."
Tapi sayangnya, setelah beberapa saat berjalan kearahku, bukannya lurus dan sampai di tempatku berhenti,
tukang sate tersebut malah terlihat berbelok kearah pertigaan yang ternyata, diseberang tempatku berdiri saat itu, ada lagi sebuah pertigaan jalan.
Mengetahui semua itu, akupun seketika menyalakan kendaraanku dan bergegas mengejar tukang sate tersebut karena yang ada didalam fikiranku, jika aku sampai kehilangan jejaknya, aku pasti kesulitan akan bertanya kepada siapa.
Tapi anehnya, ketika aku berjalan dan sampai di pertigaan tempat terakhir aku melihat tukang sate tersebut berbelok, tiba-tiba jantungku berdetak kencang dengan tubuhku yang juga perlahan mulai bergetar tidak karuan.
Bagaimana tidak, tukang sate yang sebelumnya kulihat dengan mata kepalaku sendiri berbelok, malam itu tiba-tiba menghilang dengan tersisa hanya suara gemerincing lonceng yang terdengar dari kejauhan.
"Krincing,,,,krincing,,,,krincing....."
Mendengar hal itu, akupun kembali mengikuti arah gemerincing lonceng tersebut dengan sedikit mempercepat laju motorku karena aku benar-benar tidak ingin kehilangan bapak-bapak tukang sate tersebut.
Tapi sayangnya, sudah beberapa lama aku mengejar dan mengikuti sumber suara gemerincing yang aku dengar, aku sama sekali tidak berhasil menemukan keberadaan tukang sate tersebut.
Malam itu, aku seolah-olah dipermainkan oleh suara gemerincing loncengnya yang ketika aku sudah berhasil mendekatinya, tiba-tiba suara gemerincing lonceng tersebut terdengar berubah menjadi di kejauhan begitu saja.
Disitu, karena fikiranku yang mulai tidak nyaman, akhirnya aku memandangi setiap rumah yang ada di komplek perumahan tersebut dengan harapan, ada seseorang yang bisa aku tanyai.
(Malam itu, saya sebenarnya mendengar dan melihat adanya orang disetiap rumah yang ada di komplek perumahan tersebut. saya dengar suara anak kecil, saya dengar suara ibu-ibu, saya dengar suara laki-laki dan masih banyak lagi. Dengan terus berjalan perlahan menaiki motor,
saya kembali berkeliling dengan berharap ada rumah yang bisa saya hampiri. karena saat itu, meski suasana terlihat ramai, pintu disetiap rumah tersebut semuanya tertutup dengan tidak adanya satu kendaraan pun yang terlihat terparkir.
Disitu sebenarnya tidak hanya pedagang sate keliling mas, saya juga sempat beberapa kali melihat adanya orang yang berjalan di kejauhan, tapi anehnya setiap saya mendekatinya, orang yang kulihat tersebut selalu menghilang dengan sendirinya.
Malam itu saya benar-benar seperti sedang dipermainkan )." Lakon Story.
"Waduh tanya siapa lagi ini" fikirku.
Hingga akhirnya, setelah beberapa lama berputar-putar, akhirnya aku bertemu laki-laki paruh baya yang terlihat sedang duduk diteras rumahnya.
Laki-laki tersebut, terlihat duduk santai, menghisap sebatang rokok dengan menatap kearahku.
Tanpa melewatkan kesempatan itu, akupun seketika menghentikan motorku dan mulai bertanya kepadanya.
"Selamat malam pak, mohon maaf, mau tanya" ucapku sopan sambil berhenti didepan pagar dengan tidak masuk kedalam rumahnya.
Dan tanpa menjawab perkataanku, laki-laki tersebut hanya diam sambil mulai berdiri perlahan.
Disitulah, perasaanku yang sebelumnya sudah kebingungan, seolah semakin bertambah ketika aku tau, ternyata laki-laki tua tersebut dalam keadaan pincang.
Dan dengan terus tersenyum sopan, akupun hanya diam sambil sesekali melirik kearah rumahnya yang terlihat lebih gelap daripada yang lainnya.
"Mohon maaf pak, di perumahan ini, apakah ada mushola atau masjid ya pak. Kalau ada disebelah mana ?. ". Tanyaku pelan.
Tapi anehnya, Bukannya menjawab pertanyaanku, laki-laki tua tersebut hanya menunjuk kearah timur dengan mulutnya yang terlihat cukup kesusahan untuk berbicara.
"Eeehhhmmmm..eeeehhhmmmm" Ucap laki-laki tua tersebut.
Disitulah, akupun semakin kaget karena ternyata, laki-laki tua tersebut selain pincang, beliau sepertinya tuna wicara (bisu).
Dan dengan mengucapkan terimakasih, dengan sopan akupun mulai menyalakan motorku dan mulai berjalan kearah yang sudah ditunjukan
oleh laki-laki tua tersebut.
Dan puncaknya, setelah beberapa lama berjalan, akhirnya akupun sampai diujung jalan yang dimana, disitulah akhirnya aku melihat adanya sebuah mushola kecil yang terlihat cukup redup lampunya.
(Kalau dilihat dari jalannya, saya sepertinya sudah melewati jalan itu beberapa kali, tapi karena saya tidak tau jika ada mushola ditempat tersebut, akhirnya saya lewati begitu saja. Lokasi musholanya memang agak masuk dari jalan utama mas, kalau dari arah atas,
posisi mushola tersebut bisa dikatakan memang tidak terlihat karena tertutup bangunan villa ).Lakon Story.
"Ya allah ini dia musholanya, pantesan gak kelihatan dari jalan, orang musholanya didalam, kalau lewat sini sih aku tadi sudah beberapa kali" pikirku
dengan melirik kearah jam tanganku yang malam itu sudah menunjukan pukul 23.10 malam.
Singkat cerita setelah motor sudah ku amankan, akupun berjalan masuk ke area villa melalui pintu yang ada disamping bangunan villa tersebut karena saat itu,
hanya pintu samping lah yang terlihat terbuka.
Dan tidak hanya itu, malam itu pandanganku juga sempat melihat kearah dalam mushola yang dimana, waktu itu ada sekitar 4 orang berbaju putih yang terlihat sedang duduk bersila membelakangi ku.
(Didalam mushola aku melihat ada beberapa orang berbaju putih sedang duduk bersila membelakangi ku mas, semuanya duduk menunduk dengan suaranya yang terdengar bergumam seperti orang yang sedang berdoa atau berdzikir.
Tapi disitu, aku juga tidak terlalu bisa mendengarnya dengan jelas karena suara orang didalam mushola, masih kalah dengan suara musik klasik yang terdengar dari dalam Villa ). Lakon Story.
Hingga akhirnya, dengan tidak menghiraukan semua itu, akupun terus saja
berjalan menaiki tangga kecil dan akhirnya, akupun sampai di pintu samping villa tersebut.
"Tok,tok,tok,tok,tok,tok selamat malam, pak Puspo." Ucapku pelan sambil mulai mengetuk Pintu samping villanya.
Disitu, selain mengetuk, aku juga sempat melihat kearah dalam villa karena perlu kalian tau, bentuk pintu dari villa tersebut adalah pintu dengan banyak sekali kaca.
Jadi, meskipun aku belum dibukakan pintu, malam itu aku bisa melihat kearah dalam Villa.
(Pertama kali melihat keadaan dalam villa tersebut, ya biasa-biasa saja mas, ada meja kursi seperti Villa pada umumnya. Namun lampunya, meskipun lampunya dari bohlam warna putih, tapi terlihat redup dengan aroma yang tercium disekitar villa adalah
aroma bunga melati yang cukup kuat), Lakon Story.
Singkat cerita, setelah beberapa saat aku mengetuk pintu, akupun akhirnya dibukakan oleh seorang wanita muda seusiaku yang dimana, aku sama sekali tidak pernah melihatnya sebelumnya.
Jika wanita tersebut adalah istri atau putri dari pak Puspo, seharusnya aku masih bisa mengenalinya, tapi malam itu, aku sama sekali tidak mengenali wanita tersebut.
"Siapa ya" tanya wanita tersebut pelan sambil sedikit tersenyum.
"Oh, anu,,saya cari pak Puspo mbak" ucapku sopan dengan sedikit terbata-bata.
"Oalah iya, silahkan masuk. Dia masih keluar, kamu bisa tunggu didalam sini bersamaku" Ucap wanita tersebut menambahkan.
"Gak usah masuk deh mbak, saya tunggu diluar saja, heheheh " ucapku pelan sambil menolak tawaran dari wanita tersebut.
(Waktu itu saya memang menolak ajakannya untuk masuk kedalam villa mas, entah apa yang saya pikirkan.
Yang jelas, saya merasa kurang enak jika harus masuk kedalam villa yang dimana, disitu ada seorang wanita dengan tidak adanya pak Puspo. Ditambah, waktu itu sudah hampir tengah malam )." Lakon Story.
Singkat cerita, akupun akhirnya berjalan dan duduk di tangga teras mushola yang memang berada tepat disamping Villa tersebut.
Dari arah mushola, aku memang masih bisa melihat kearah dalam villa yang dimana, selain adanya wanita, ternyata di dalam villa tersebut ada nenek-nenek tua yang sedang duduk dikursi roda.
Nenek-nenek tersebut terlihat diam diatas kursi rodanya dengan mendengarkan musik klasik yang berbunyi dari piringan hitam yang terlihat terus saja berputar.
Dan dengan tidak memperdulikan semua itu, akupun tetap duduk dengan mulai menyalakan rokok yang ada di tanganku sembari
sesekali melihat kearah jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 23.30 malam.
Tapi anehnya, belum lama aku duduk, malam itu aku tiba-tiba mencium aroma bunga melati yang tercium dengan cukup kuat.
Dan tidak hanya kuat, sumber aroma bunga melati tersebut, benar-benar tercium dari dalam mushola yang ada di belakangku.
"Waduh kok baunya bunga melati sih" pikirku dengan sesekali menoleh kearah mushola.
Namun disitu, karena aku menganggap jika sumber bau tersebut adalah parfum dari beberapa orang yang ada didalam mushola, akupun akhirnya hanya diam dengan terus menghisap aromanya yang semakin lama sudah tercium dengan sangat kuat saja.
Dan tidak berhenti disitu saja, ketika aku masih duduk menunggu, aku juga sempat beberapa kali melihat ada orang yang lewat begitu saja diarea jalan dari arah timur menuju kearah barat.
Ada perempuan dan laki-laki yang berjalan cepat, ada kakek-kakek yang melintas pelan dan ada juga beberapa gerombolan orang yang terlihat sedang berjalan.
Mengetahui semua itu, akupun akhirnya sedikit tenang, karena aku menganggap, jika area perumahan tersebut ternyata tidak se sepi yang aku pikirkan.
Mengetahui semua itu, akupun akhirnya sedikit tenang, karena aku menganggap, jika area perumahan tersebut ternyata tidak se sepi yang aku pikirkan.
"Hemm, ternyata banyak juga orang yang wara wiri, tadi tak kirain komplek ini sepi. Tapi ya wajar sih, namanya juga mau tahun baru" ucapku dengan telingaku yang terus saja mendengar suara alunan musik klasik ditambah
suara tawa dari anak kecil dan suara obrolan beberapa orang yang terdengar dari arah rumah yang ada disekitar tempat tersebut.
"Mas ngapain.." suara bapak-bapak terdengar mengejutkanku yang setelah kutoleh,
ternyata aku disapa oleh seseorang berbaju putih yang sepertinya orang tersebut adalah orang yang sebelumnya kulihat sedang berdzikir didalam mushola.
"Oh anu pak lagi nunggu orang..heheh" jawabku sopan.
"Mending pulang saja mas, baumu harum, daripada kamu nanti bisa tinggal disini" ucap bapak-bapak tersebut lalu pergi begitu saja meninggalkanku.
Mendengar hal itu, akupun hanya tersenyum dengan fikiran yang masih tidak mengerti apa yang baru saja bapak-bapak tersebut ucapkan.
Singkat cerita, waktu itupun aku terus menunggu sambil perasaanku yang perlahan sudah mulai bosan karena akupun tau, waktu itu malam pergantian tahun sudah hampir sampai pada waktunya.
"Halah, ini kalau pak Puspo gak datang-datang,
aku gak bisa menikmati tahun baru dengan teman-temanku wes" keluhku dengan sesekali menatap aktifitas yang ada didalam Villa sembari sesekali menoleh kearah belakangku yang dimana, didalam mushola masih ada beberapa orang yang duduk bersila dengan terus menunduk diam.
Hingga akhirnya, waktupun benar-benar berlalu begitu saja.
...
00.10 WIB.
Malam itu, aku benar-benar melewati malam tahun baru dengan hanya duduk menunggu didepan mushola.
Anehnya, ketika pergantian tahun tiba, jangankan suara terompet, suara petasan, kembang api atau semacamnya, aku sama sekali tidak melihat ataupun mendengar suaranya.
Padahal seharusnya meski dalam keadaan berkabut,
setidaknya aku masih bisa mendengar adanya suara petasan mengingat, letak perumahan ini memang berada disebuah perbukitan.
Namun saat itu, aku sama sekali tidak melihat adanya apapun selain kabut tebal yang menutupi, ditambah suara musik klasik yang sebelumnya terdengar pelan,
waktu itu tiba-tiba juga sudah tidak lagi terdengar.
(Sekitar lewat tengah malam, saya sudah tidak lagi mendengar suara musik ataupun suara orang di perumahan tersebut.
Bahkan saya juga tidak melihat adanya kembang api menyala ataupun suara petasan yang biasanya selalu terdengar ketika pergantian tahun. Padahal di kota itu, sedang pesta besar menyambut tahun baru, kembang api dimana mana,
petasan berbunyi disetiap sudut kota dengan segala hiruk pikuknya. Tapi anehnya, dari komplek perumahan tersebut, saya tidak mendengar apapun. suara musik dan suara tawa orang penghuni villa yang sebelumnya masih sempat terdengar, waktu itu juga tiba-tiba menghilang,
Ya bisa dikatakan setelah waktu tahun baru sudah lewat, semuanya tiba-tiba hening begitu saja)." Lakon Story.
Singkat cerita, akupun akhirnya memutuskan untuk hendak berpamitan kepada wanita penghuni villa tersebut karena selain mengantuk,
waktu itu aku sudah sangat kelelahan dan kedinginan.
"Waduh, mending aku pulang saja wes, kalau lama-lama disini, aku bisa kedinginan" ucapku dengan aku yang mulai berjalan pelan mendekati pintu villa tersebut.
Tapi sayangnya, ketika aku kembali berteriak memanggilnya,
wanita tersebut tak kunjung ada.
"Mbak, mbak,,saya mau pulang saja mbak..mbak" teriakku.
Tapi anehnya bukannya mendapatkan jawaban, waktu itu pandanganku malah teralihkan dengan adanya nenek-nenek yang sebelumnya duduk dikursi roda,
waktu itu kursi rodanya tiba-tiba terlihat bergerak maju mundur dengan sendirinya seolah sedang didorong oleh seseorang.
"Hah, kok gerak sendiri sih kursi rodanya,,,,,,nek..nenek gak papa ?," teriakku kencang.
Disitulah, dengan perlahan, nenek-nenek yang sedari tadi terlihat terus menunduk tersebut akhirnya menoleh kearahku.
Dan setelah nenek-nenek tersebut menoleh, jantungku langsung berdetak kencang, nafasku tersendak dengan tubuhku yang juga seketika bergetar hebat.
Bagaimana tidak, dengan mata kepalaku, sendiri, aku melihat wajah nenek-nenek tersebut terlihat melepuh seperti orang tersiram air keras.
Dan tidak hanya melepuh, selain mulut dan giginya yang sangat hitam, aku juga melihat banyak sekali benjolan yang ada disekujur leher dan telinganya.
Mengetahui hal itu, dengan tetap menguatkan kesadaran, akupun seketika memalingkan pandanganku dan dengan sigap,
aku berjalan cepat meninggalkan area villa tersebut dengan mulutku yang terus saja berdoa sebisaku.
"Ya allah, ya allah, ya allah, ya allah" ucapku bergetar.
Disitu, perasaanku rasanya sudah tidak lagi bisa jika harus diceritakan, tubuhku bergetar,
nafasku sesak dengan rasa bingung yang sudah bercampur menjadi rasa takut yang sangat menekan.
"Ya allah, ya allah, ya allah, ya allah" ucapku terus-terusan.
Hingga akhirnya, dengan fikiran yang sudah tidak karuan,
akupun mulai meninggalkan villa tersebut dengan tidak lagi berani menoleh kebelakang.
Tapi sayangnya, sudah lama aku berjalan dengan kecepatan yang cukup kencang, malam itu aku tidak kunjung menemukan pos satpam.
Yang ada, hanya mushola yang kembali terlihat menandakan jika aku sepertinya hanya berputar-putar tidak karuan.
(Waktu itu perasaanku bisa dibilang sudah pasrah mas. Rasa takut, bingung, tubuh gemetar, air mata menetes dengan sesekali berteriak meminta pertolongan,
rasanya sudah capek aku lakukan. Aku berputar ditempat tersebut hampir 30 menit mas, semua perempatan jalan sudah kucoba dan hasilnya sama, aku kembali ke tempat itu-itu saja. Dan parahnya, ketika aku masih kebingungan mencari jalan keluar,
kondisi perumahan tersebut tiba-tiba juga berubah menjadi sangat sepi, semua lampu mati dengan orang yang sebelumnya terlihat ramai, waktu itu juga sudah tidak ada). Lakon Story.
Hingga akhirnya, setelah beberapa lama aku terus mengendarai motorku, tiba-tiba aku melihat adanya pedagang sate yang sedang mendorong gerobaknya.
Pedagang sate tersebut, terlihat berjalan pelan di kejauhan dengan sesekali membunyikan lonceng yang sepertinya sudah pernah aku dengar sebelumnya.
"Krincing, krincing, krincing."
"Lah, itu bapak pedagang sate yang tadi " pikirku dengan terus mengendarai motorku.
Mengetahui semua itu, akupun kembali mengejar pedagang sate tersebut dengan harapan, aku diberi tahu jalan untuk pulang.
Hingga akhirnya, setelah aku berhasil mendekati pedagang sate tersebut, bukannya mendapatkan bantuan,
aku malah kembali melihat pemandangan yang sangat menyeramkan.
Bagaimana tidak, ketika motorku sudah sampai disamping gerobaknya, perasaanku yang sebelumnya sudah kebingungan, seolah semakin ketakutan ketika aku tau,
ternyata pedagang sate tersebut memiliki wajah rata dengan tidak adanya mulut, hidung dan juga mata.
(Meski saya tidak bisa melihat dengan jelas, saya masih bisa memastikan jika pedagang sate itu wajahnya rata mas.
dia terus saja mendorong gerobaknya dengan sesekali membunyikan lonceng yang ada di tangannya.) Lakon Story.
Dan dengan perasaan yang sudah tidak lagi bisa diceritakan, akupun akhirnya kembali berteriak dengan tidak lagi berani menoleh kebelakang.
Namun syukurnya, tuhan berkehendak lain.
Setelah aku menyalip gerobak tukang sate itulah, aku akhirnya melihat portal utama perumahan tersebut yang menjadi tanda, jika portal itu adalah pintu masuk utama ke perumahan tersebut.
Mengetahui semua itu, akupun seketika lega meski fikiranku yang masih kemana mana.
(Sebelumnya saya terus saja berputar putar didalam perumahan mas, hampir 30 menit saya mencari jalan keluar, saya tidak berhasil karena sepertinya, waktu itu saya sengaja dipermainkan.
Tapi untungnya, setelah bertemu tukang sate bermuka rata, aku akhirnya menemukan jalan keluarnya. Sepertinya, tukang sate itu sengaja menunjukan jalannya)." Lakon Story.
Hingga akhirnya, akupun sampai di rumahku dengan membawa sebuah pengalaman yang sepertinya
tidak akan pernah bisa aku lupakan untuk selama lamanya.
Dan tidak berhenti disitu saja, semuanya semakin membingungkan ketika sesampainya aku dirumah, aku melihat ponselku sudah banyak sekali laporan panggilan tidak terjawab dari pak Puspo.
Bahkan, dengan sigap, tentu saja waktu itu aku seketika menelepon kembali pak Puspo untuk memastikan dimana keberadaanya.
Tapi sayangnya, pak Puspo tidak menjawabnya karena mungkin, pak Puspo sudah lelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya, karena fikiranku yang masih tidak enak dengan pak Puspo akupun memutuskan untuk kembali mengunjungi Villa tersebut.
Tapi anehnya, semuanya semakin membingungkan ketika sesampainya aku di komplek perumahan tersebut, bukannya seperti sebelumnya, pagi itu aku melihat keadaan komplek perumahan tersebut tiba-tiba sudah dalam keadaan terbengkalai tidak karuan.
Keadaan jalan yang rusak, kondisi pos satpam yang sudah hancur, semua bangunan villa yang terbengkalai, sudah cukup membuat tubuhku kembali bergetar dengan keringatku yang sudah keluar bercucuran.
"Astagfirullah, kok perumahan ini jadi begini sih" pikirku dalam hati dengan pandanganku yang terus saja menatap ke sana dan ke sini.
Dengan menguatkan semuanya, akupun terus saja mengendarai motorku untuk naik kearah villa yang sudah aku datangi sebelumnya.
Dan hasilnya, memang benar, Villa dan mushola tersebut benar-benar sudah terbengkalai dengan bentuk bangunan yang sudah rusak semua.
Dan tidak hanya di villa itu, satu komplek perumahan yang memiliki luas beberapa hektar tersebut benar-benar terbengkalai dengan tidak adanya satupun penghuninya.
Mengetahui semua itu, kakiku seketika lemas, jantungku berdetak dengan nafasku yang seolah tiba-tiba terasa sulit untuk dihembuskan.
Pagi itu, Aku benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang sudah aku alami semalam.
Ditambah, keterangan dari pak Puspo yang ternyata sudah menungguku semalaman, seolah semakin meyakinkanku jika waktu itu aku memang salah jalan.
"Ya allah, terus aku kemarin malam itu dimana" ucapku dengan tubuhku yang terus saja bergetar ketakutan.
Tidak puas dengan semua keadaan itu, akhirnya akupun seketika mencari informasi dengan turun langsung ke desa yang ada disekitar perumahan terbengkalai tersebut.
Dan disitulah, akhirnya aku mendapat informasi jika perumahan tersebut memang terbengkalai sudah sejak dulu kala.
Alasan kenapa perumahan tersebut terbengkalai, selain perumahan dibangun diatas tanah sengketa, banyak sekali kejadian mistis yang akhirnya, membuat semua penghuni perumahan tersebut pergi begitu saja.
Adanya cerita tentang orang gantung diri ditambah adanya cerita tentang satu keluarga yang terbakar hidup-hidup, seolah menjadi salah satu cerita kelam dibalik terbengkalainya perumahan tersebut.
Dan yang paling membuat aku terkejut adalah, menurut informasi dari beberapa warga, di area perumahan terbengkalai tersebut, ada sebuah kerajaan jin atau perkampungan setan yang memang sudah menjadi rahasia umum bagi warga yang tinggal disekitarnya.
Mendengar semua itu, akupun hanya diam dengan tidak mau lagi menceritakan apa yang sudah aku alami sebelumnya karena aku khawatir, jika ceritaku bisa membuat resah warga yang tinggal di sana.
Dan puncaknya, akupun menyimpan erat cerita tersebut dengan tidak sekalipun menceritakannya kepada siapapun.
"Masnya salah jalan itu mas, orang saya nungguin masnya di villa kok, saya gak kemana mana.
Malahan, masnya saya telepon berkali kali gak bisa." Tutup pak Puspo yang ternyata, letak villa pak Puspo sebelumnya cukup jauh dari tempat yang telah ku datangi tersebut.
..
Beberapa tahun kemudian.. Sekitar tahun 2020-2021 ..
"Selamat malam mas, dengan lakon story ?.". Ucap suara perempuan yang ada didalam telepon tersebut.
"Iya kak, ada yang bisa dibantu ?." Sahutku sopan.
"Saya mau cerita pengalaman mistis mas, apakah bisa ?." Sahutnya.
"Oalah, iya kak, bisa banget. Silahkan, kakak punya pengalaman apa nih" jawabku dengan penuh semangat karena saat itu, aku masih merintis dan belajar menulis cerita mistis dari orang-orang.
"Jadi begini mas, perkenalkan nama saya bu Shinta, saya warga asli jogja, dulu saya waktu liburan ke malang, saya dapet penginapan yang ternyata, di keesokan harinya, saya lihat penginapan tersebut ternyata sudah terbengkalai" sahut ibu-ibu tersebut menjelaskan.
"Hah, yang bener bu" sahutku kencang.
"Iya mas, beneran. Malahan saya sampai sekarang masih ingat lokasi dan jalannya, saya cari di goggle map, lokasi penginapan itu juga masih ada" terang ibu-ibu tersebut menambahkan.
Singkat cerita, setelah informasi lokasi penginapan tersebut kudapatkan, jantungku kembali berdetak kencang karena asal kalian tau, letak penginapan tempat bu Shinta menginap adalah di dalam komplek perumahan yang pernah aku datangi sebelumnya..
Dan akhirnya, seiring berjalannya waktu, akupun mulai menuliskan pengalaman tersebut dengan besar harapan, dikemudian hari, tidak ada orang lain lagi yang mengalami hal serupa.
Dengan menyamarkan semuanya aku berharap tidak ada pihak manapun yang dirugikan dan agar semuanya tetap dalam keadaan tentram dan nyaman.
...
Malang, November 2023. 22.30 WIB.
.
"Ini beneran kita mau kesana lagi" tanya pras dengan mulai mengotak atik kameranya.
"Iya, ya biar semuanya tau kalau lokasinya ada ditempat tersebut" ucap Rokim.
"Apapun yang kalian lihat disana nanti, diam saja, jangan berteriak dan jangan berlari. Perlu kalian tau, dengan kita datang kesana, sebenarnya kita sudah mengganggu.
Oleh sebab itu, usahakan kendalikan diri kalian masing-masing, itu wilayah mereka, itu kampung mereka, jangan main-main" ucapku dengan mulai mengikat tali sepatuku.
Singkat cerita, sesampainya kami di komplek perumahan itu kembali, kami mulai melakukan penelusuran selain untuk membenarkan cerita, kami ingin melihat bagaimana keadaan perumahan tersebut untuk saat ini.
Dan hasilnya, selain melihat perumahan yang bisa dikatakan sudah semakin hancur dan terbengkalai, kami juga banyak sekali melihat penampakan yang sepertinya, sudah menjadi penunggu disetiap rumah yang ada ditempat tersebut.
Tidak hanya itu, kami juga sengaja memasuki villa tersebut meski pada akhirnya, kami harus menyerah karena faktor keamanan yang memang perlu kami utamakan.
(Video penelusuran, sudah tersedia dan bisa kalian tonton di channel youtube lakon story).
"Malam itu, malam jumat legi di bulan november 2023. kami kesana, kami masuk dan melihat semuanya. Ada satu fakta unik, menurut keterangan banyak saksi, mushola yang ada didalam cerita,
adalah salah satu tempat ter angker yang ada di wilayah perumahan itu yang setelah kami telusuri, mushola tersebut ternyata diresmikan pada tahun 1999 dan beroperasi hanya beberapa hari." Saksi.
Semoga, dengan adanya cerita ini bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan agar kita lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup.
Terimakasih teman-teman, sampai jumpa di cerita-cerita kami selanjutnya.
...
Ini link youtube pnlusuran crita ini. Bgi yng tau lokasi aslinya, sudah simpan saja untuk diri kalian sndri.

👇

Ini link cerita beberapa tahun yg lalu yg sudah sya bagikan. Cerita dari narasumber jogja yang mengaku pernah masuk kedalam tempat yang sama.

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with Lakon Story

Lakon Story Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @Lakonstory

Dec 23
PESUGIHAN KERA NGUJANG
TULUNGANGUNG.

A THREAD
Snpsis

Bagi masyarakat jawa timur pada khususnya, mungkin mereka sudah tidak asing lagi dengan nama Ngujang. Image
Benar Sekali, Ngujang adalah salah satu nama daerah yang berada di Tulungagung yang memang dikenal sebagai tempat pesugihan.
Entah bagaimana asalnya, yang jelas sejak kami pertama kali mendengar kata Ngujang, yang terucap dari mulut orang-orang adalah sebuah tempat pesugihan.
Read 13 tweets
Nov 20
SUSUK EMAS DIAJENG GENDHIS

A Thread
Full Story
TAMAT

@bacahorror @bacahorror_id
#bacahorror #ceritaserem #lakonstory Image
"Jika diajak kembali mengenang cerita itu, tentu saja aku sama sekali tidak keberatan.
Meski akupun tau, cerita itu tabu dan tidak patut untuk didengarkan.
Dan disini, aku akan mencoba tetap membagikan karena aku berharap,
cerita ini bisa menjadi pelajaran dan tidak ada lagi orang diluar sana yang mengalami kesalahan seperti yang pernah aku lakukan.
Bahkan, sepertinya aku juga akan berusaha tidak sedikitpun menutupi kenyataan yang akhirnya,
Read 127 tweets
Nov 16
Rombongan Ghaib
PARANGKUSUMO

A Thread
Full Story
TAMAT

@bacahorror @bacahorror_id
#bacahorror #ceritaserem #lakonstory Image
Bismillah
Rombongam ghaib parangkusumo.
Malang 2018.

ROMBONGAN GHAIB
PANTAI PARANGKUSUMO
Malang. 2018.
22.30 WIB.
"kriiiiingggg" Suara telpon genggam yang malam itu tiba-tiba berbunyi nyaring.
Mendengar hal itu, Rokim yang sebelumnya tertidur lelap, tentu saja seketika terbangun karena terkejut dengan suara nada dering tersebut.
"Waduh siapa sih, malam-malam kok telefon" fikir Rokim dengan tangannya yang mulai mengambil Ponselnya.
Read 103 tweets
Nov 10
Laki - Laki
Berselendang Merah

A Thread
Full Story
Tamat

Desa Mati Putuk Asri

@bacahorror @bacahorror_id
#bacahorror #ceritaserem #lakonstory Image
Jika mengenang kembali cerita itu, tentu saja bisa dikatakan kami akan sedikit keberatan.

Karena kenapa, selain merupakan sebuah sejarah kelam dari desa ini, sejak adanya cerita itu, kami warga desa akhirnya mengerti,
jika perbuatan kami dahulu adalah salah dan tidak patut untuk ditiru.

Untuk itu, dengan dibagikannya cerita ini, semoga menjadi pelajaran keras agar kasus semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi.
Read 119 tweets
Oct 31
Menarik ini sih, kami punya cerita horror yang wajib kalian baca dan sepertinya, cerita ini sangat penting untuk kami bagikan.
Terutama buat jomblo akut yg hngg kini masih blm ketemu jodohnya. Serem bgt nih, bhy jg klo klia gak ngeh sm hal2 kya gni.

A THREAD
FULL STORY
TAMAT
Image
...
SANTET
....
Ya kalau kita ngomongin santet, otomatis fikiran kita akan mengarah ke salah satu cabang ilmu hitam yang tujuannya memang mencelakai orang.
Tapi taukah kalian, selain digunakan untuk mencelakai orang secara fisik, santet juga bisa digunakan untuk menutup rejeki dan Jodoh seseorang loh.
Read 113 tweets
Sep 22
Sekte Kanibal

A Thread
Full Story Tamat.

(setiap potngan tbuh tsb bnr2 kulihat dimsukkan satu2 kdlm air mnddih. Dan slnjtnya, dg lahap mrk mmkan hbs semuanya). Saksi

@bacahorror @BacahorrorCom
@SimpleM81378523 @diosetta @JeroPoint @BriiStory

#lakonstory #ceritaserem Image
Karena Asih menganggap jika permintaannya tidak dituruti, akhirnya Asihpun hanya diam sambil terus memandangi Ibunya yang waktu itu terus saja melangkah pergi.
....
Setelah Bu Retno pergi, tentu saja Asih kembali menjalani hari yang cukup membosankan.
Setiap harinya, waktu hanya dihabiskan di dalam kamarnya dengan sesekali mendengarkan cerita dari mbok Ginem tentang asal usul keluarganya yang ternyata, Asihpun baru mengetahui jika memang keluarganya tersebut masih keturunan Belanda.
Read 100 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Don't want to be a Premium member but still want to support us?

Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Or Donate anonymously using crypto!

Ethereum

0xfe58350B80634f60Fa6Dc149a72b4DFbc17D341E copy

Bitcoin

3ATGMxNzCUFzxpMCHL5sWSt4DVtS8UqXpi copy

Thank you for your support!

Follow Us!

:(