AKHIR TRAGIS SEORANG MAHASISWA SAAT MENDAKI PUNCAK MERAPI
“Team rescue bisa selamat menolong ke kawah itu hanya 20 persen peluangnya…”
Kesaksian Seorang Pria Asal Boyolali Yang Turun Ke Kawah Merapi Sedalam 200 Meter
A Thread
@IDN_Horor #rjl5 #gunung #bacahorror
Waduh ditinggal tanggal merah sehari udah sejuta lebih threadnya >< Karena rame banget yang nanyain “min lanjutinnya mana nih?”, “woi lanjutin dong”. Nih gue lanjutin buat part 2 nya, makasih banyak buat klean-klean yang udah ngikutin dan meramaikan thread ini love u guys <3..
Sebelum Kita lanjut mari kita bacakan surah Al fatihah untuk almarhum Eri Yunanto semoga damai di surga senantiasa mengiringi kehidupan baru almarhum di alam sana Aamiin…
Melihat warga sekampung yang berkerumun di hadapannya itu membuat Lahar sadar, jika ini bukanlah misi penyelamatan yang biasa. Proses evakuasi ini akan sangat menantang dan mempertaruhkan banyak hal, terutama mereka-mereka yang nantinya akan turun ke dasar kawah.
Jam 9 malam Lahar beserta 6-7 anggota timnya itu mulai naik ke Gunung Merapi, namun entah mengapa pendakian mereka saat itu terasa berbeda dan menguras tenaga. Baru sesampainya di pos satu hampir seluruh anggota tim merasa kelelahan dan kehabisan tenaga.
Perlu diketahui, Lahar dan anggota SAR Barameru telah naik ke Gunung Merapi sebanyak ribuan kali! bukan ratusan. Maka dari itu ia merasa keheranan mengapa saat itu seluruh anggota tim merasa K.O alias kelelahan padahal baru sampai di pos satu.
Cuaca di pos satu pada malam itu terlihat mendung tebal disertai awan hitam yang pekat. Benar saja tak lama berselang gerimis pun mulai turun, karena tak ingin memaksakan keadaan Lahar dan keenam anggota timnya memutuskan untuk beristirahat lebih dulu di pos satu.
Seumur-umur mendaki ke Gunung Merapi baru kali itu Lahar betul-betul tepar, fisiknya benar-benar terkuras habis. Di tengah-tengah istirahat Lahar sempat menyampaikan pesan ke seluruh anggota tim..
“Kalau ini hujan deras dan cuaca benar-benar tidak memungkinkan lagi, maka kita turun saja, Evakuasi kita hentikan sampai disini.”, ucap Lahar.
Namun takdir berkata lain, berselang sepuluh menit dari waktu istirahat tiba-tiba saja cuaca yang tadinya hujan itu seketika berhenti.
Di tengah-tengah waktu beristirahat itu Lahar sempat tertidur mungkin hanya kisaran menit, ketika terbangun nafasnya langsung terengah-engah seperti orang yang sedang terkejut..
Dalam tidurnya itu Lahar bermimpi bertemu dengan ribuan orang yang menggunakan pakaian adat Jawa, orang-orang itu terlihat sedang berbaris di sisi kanan dan kiri seperti hendak menyambut Lahar. Kemudian orang-orang itu mengatakan sesuatu kepada lahar..
“Kalau memang ingin diambil ya silahkan, yang penting harus kamu dan dirimu tidak boleh kencing disini.”
Setelah itu Lahar langsung terbangun dan menyadari jika itu adalah mimpi.
Malam itu dihabiskan Lahar dan anggota timnya untuk kembali tidur dan beristirahat, barulah pada pagi harinya mereka terbangun. Sekitar jam setengah lima subuh, pagi itu merupakan hari Senin 18 Mei 2015, cuaca di pos satu Gunung Merapi benar-benar cerah.
Sang maha kuasa sepertinya memang betul-betul merestui proses evakuasi ini, Lahar dan anggota tim segera kembali berkemas untuk melanjutkan pendakian menuju ke pasar bubrah. Nantinya disana mereka akan bertemu dengan tim lain yang sudah stand by lebih dulu.
Sekitar pukul enam pagi Lahar dan keenam anggota timnya tiba di pasar bubrah, sesampainya disana mereka lebih dulu disuguhi sarapan dan berbagai macam minuman yang telah disediakan. Selama perjalanan Lahar dan anggota tim lain yang memang saling berkoordinasi menggunakan radio.
Kondisi pasar bubrah saat itu telah dipadati oleh kurang lebih sekitar ratusan orang, disini juga masing-masing organisasi yang telah terlibat untuk melakukan proses evakuasi mengirimkan orang-orang terbaiknya.
Sehingga bisa dikatakan kalau pada saat itu mereka-mereka yang terlibat didalam proses evakuasi almarhum Eri merupakan orang-orang yang expert dan terlatih di bidangnya. Setelah semua pihak berkumpul dan saling berkoordinasi satu sama lain briefing pun dimulai.
Di tengah momen genting dan krusial itu Lahar menyampaikan pendapatnya kepada ratusan orang di hadapannya…
“Baiklah rekan-rekan saya putuskan bahwa saya siap untuk turun ke kawah mengambil jenazah almarhum.”
“Saya juga siap untuk menjadi leader dari proses evakuasi ini, namun saya juga bersedia untuk menjadi pengikut bilamana ada leader lain yang akan memimpin.”
Seumpama Lahar yang akan menjadi leader dari proses evakuasi itu, maka seluruh rekan-rekan yang ada diminta untuk mengikuti dan mematuhi segala prosedur yang telah ditentukan oleh Lahar. Namun bila ada leader lain yang ingin memimpin maka hal sebaliknya juga berlaku bagi Lahar..
Sebuah keputusan akhirnya disepakati, masing-masing anggota dari tiap organisasi dan seluruh pihak terkait yang ada sepakat jika Lahar yang akan menjadi leader pada proses evakuasi itu. Dengan pertimbangan karena Lahar merupakan satu-satunya orang yang pernah turun ke kawah.
Artinya hanya Lahar yang mempunyai pengalaman dan juga mengetahui gambaran persis terhadap situasi di dasar kawah Merapi.
Selepas itu Lahar mengatakan bahwa dirinya juga butuh ditemani oleh orang-orang yang betul-betul terlatih dan expert di bidangnya. Meskipun tanpa mengurangi rasa hormat Lahar tau jika seluruh personil yang hadir di pasar bubrah pada saat itu merupakan orang-orang yang mumpuni.
Namun karena ingin memastikan keamanan dan keselamatan menjadi tujuan nomor satu, Lahar meminta untuk ditemani oleh orang-orang yang memang dirinya kenal baik secara pribadi ataupun luas. Maka ditunjuklah lima orang dari Tim SAR DIY yang kemudian akan memenani Lahar.
Mereka adalah Mas Endro, Muchsin, Tato, Rahmadiono, Ridho dan Lahar. Tim gabungan inilah yang resmi ditunjuk untuk melakukan proses evakuasi terhadap jenazah almarhum Eri. Dua diantaranya yang akan turun langsung ke dasar kawah, mereka adalah Mas Endro dan Lahar.
Tim ini nantinya juga akan saling berkoordinasi dengan tim penyelamat lain yaitu diantaranya adalah tim pemantau suhu dan tim pemantau tekanan gas yang ada di dasar kawah. Semua tim akan saling berjuang untuk memberikan hasil yang terbaik dan semaksimal mungkin…
Setelah anggota tim ditentukan dan masing-masing pihak lain stand by untuk melakukan tugasnya, Lahar terlebih dahulu memberikan penjelasan, pemetaan dan mitigasi-mitigasi lain yang akan dilakukan mulai dari proses turun ke kawah sampai kembali lagi ke atas puncak dan lanjut turun
“Baiklah rekan-rekan kita akan memulai proses evakuasi untuk turun ke kawah pada jam 11 siang ya.”, ucap Lahar.
Lucunya setelah Lahar mengatakan itu beberapa anggota tim sempat kebingungan bahkan sebagian dari mereka menyangkut pautkan ini dengan klenik…
Ternyata arahan yang diberikan oleh Lahar membuktikan jam terbangnya sebagai seorang penyelamat dan pendaki senior. Ada alasan dan makna dibalik arahannya itu untuk turun ke kawah tepat di jam 11 siang..
Yakni karena gas CO2 hanya bisa hilang oleh panasnya sinar matahari. Oleh sebab itu jika seseorang hendak memasuki daerah gunung berapi yang memiliki kandungan gas CO2 yang pekat, maka pastikan untuk melewatinya ketika sinar matahari sedang terik.
Kelima anggota tim yang mendengar penjelasan itu langsung berdecak kagum, mereka langsung memberikan gemuruh tepukan tangan kepada Lahar. Tak berselang lama dari situ Lahar, Endro, Tato, Muchsin, Ridho dan Rahmadiono langsung bergegas naik ke puncak Merapi…
Beberapa saat sebelum Lahar hendak turun ke dasar kawah, beberapa teman-temannya yang lain ternyata salah memasang alat keamanan tambahan berupa tali. Lahar sangat amat maklum dengan hal itu karena memang teman-teman yang lain belum mengetahui medan.
Jadi tali yang akan digunakan oleh tim penyelamat untuk turun ke dasar kawah terdapat dua tali. Tali utama merupakan tali yang akan digunakan oleh Lahar dan teman-temannya untuk turun dan kembali naik, sedangkan tali kedua sebagai jalur untuk mengangkat jenazah almarhum.
Sekitar pukul 11 siang Lahar menjadi orang pertama yang mulai turun kemudian disusul lima anggota timnya yang lain. Namun lima orang tersebut tidak betul-betul turun sampai ke dasar, sementara Lahar terus turun kebawah melalui tali yang sudah terpasang di batu-batu dinding gunung
Lahar terus turun kebawah sampai di kedalaman 50 meter baru ia berhenti sejenak, sementara satu persatu dari lima orang timnya mulai ikut menuruni dinding-dinding batu yang terjal itu menuju ke bawah. Kedalaman 50 meter ini dinamakan oleh Lahar sebagai ‘blank zone’.
Karena menurut Lahar kedalaman tersebut adalah batas akhir untuk siapapun yang hendak turun ke dasar kawah Merapi. Posisinya pun ekstrim, dinding batu semakin curam dan terjal, selain itu tingkat kemiringan nya pun semakin tegak lurus alias vertikal..
Kelima orang tersebut yakni Endro, Muchsin, Tato, Ridho dan Rahmadiono menunggu di kedalaman tersebut yakni 50 meter dari atas puncak Gunung Merapi. Sementara Lahar melanjutkan untuk terus turun kebawah seorang diri…
Total kurang lebih satu jam Lahar akhirnya tiba di dasar kawah saat itu ia dalam keadaan full safety dengan menggendong tabung oksigen.
Keadaan di dasar kawah dipenuhi oleh bebatuan-bebatuan besar yang kira-kira ukurannya sebesar rumah. Artinya saat itu Lahar tidak mengetahui dimana letak jenazah almarhum Eri meskipun ia telah berada di dasar kawah.
Karena terhubung dengan saluran komunikasi Lahar langsung mengontak tim penyelamat lain yang ada di atas puncak Gunung Merapi. Mereka adalah tim pemandu yang menggunakan teropong dan kamera thermal..
Sehingga saat itu Lahar langsung berjalan menyusuri kawah dengan mengikuti arahan tim pemandu dari atas puncak. Tim pemandu juga memberikan informasi terkait suhu-suhu lokasi yang akan disisir oleh Lahar.
Saat matahari sedang terik-teriknya Lahar memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kelelahan. Kebetulan ia membawa bekal satu batang rokok, sebotol air minum kecil dan sebatang coklat sebagai amunisinya.
Nah disela-sela waktu istirahatnya inilah Lahar mendapati ada sesosok sesepuh yang kemudian datang menghampirinya. Sosok ini yang sering ditemui oleh Lahar sejak ia pertama kali mendaki gunung Merapi bertahun-tahun silam…
Beliau kemudian bertanya kepada Lahar..
“Mau apa Le?, anak kurang ajar seperti itu ngapain kamu ambil kesini??”.
Kemudian Lahar menyahut untuk bertanya..
"Lho Mbah, kurang ajarnya memang bagaimana?".
"Ya itu orang mahkota ku diinjak-injak sama dia.", sahut si Mbah itu.
Lahar kembali menjawab pernyataan si Mbah tersebut.
“Maaf Mbah saya tetap harus ambil karena nanti akan bau, terus pihak keluarganya sudah menunggu di bawah.”
Kemudian si Mbah menjawab,
"Kalau memang mau kamu ambil silahkan, yang penting ada yang kamu sisakan.."
Sosok dari mbah tersebut merupakan seorang laki-laki yang sudah tua, rambutnya panjang, membawa tongkat dan mengenakan sorban di lehernya. Setelah sempat berkomunikasi tadi sosok si Mbah tersebut kemudian menghilang, tiba-tiba terdengar bunyi ramai-ramai dari saluran radio.
Ternyata Lahar sempat kehilangan kontak dengan teman-teman lain yang berada di atas puncak, mereka bahkan melihat kabut tebal di bawah kawah. Padahal tidak ada hal apapun yang terjadi dengan Lahar dibawah, ia pun langsung mengkonfirmasi keberadaannya melalui saluran radio.
Setelah kembali terhubung dengan tim ia langsung menuju ke jenazah almarhum Eri. Lahar sangat amat terkejut saat pertama kali melihat kondisi mayat dari Eri, sebuah pemandangan yang sangat-sangat tidak mengenakan tersaji di hadapannya. Namun ia harus mengambil mayat tersebut…
Jika kalian bertanya-tanya bagaimana kondisi jenazah ketika pertama kali ditemukan oleh Lahar, kalian cukup bayangkan ketika seorang manusia terjatuh dari ketinggian 200 meter lalu menghantam bebatuan-bebatuan yang berukuran besar di bawahnya seperti apa kira-kira??
DISCLAIMER!
Ini adalah kondisi jenazah dari almarhum Eri ketika pertama kali ditemukan oleh Lahar, ada beberapa bagian yang mungkin tidak bisa gue jelaskan secara menyeluruh. Lagi dan lagi semua untuk menghargai pihak keluarga almarhum dan orang-orang terdekatnya…
Semua berawal ketika Lahar melihat sebuah pemandangan berwarna merah di sebuah bebatuan besar. Setelah ia dekati ternyata itu merupakan salah satu bagian dari organ tubuh Eri yakni usus…
Jadi yang saat itu dilihat oleh Lahar adalah potongan usus dari almarhum yang terurai panjang melingkar di bebatuan tersebut… Selain itu beberapa bagian dari organ tubuh yang lain juga berceceran di sekitar situ…
Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un…
Lahar saat itu betul-betul merasa terkejut dan kebingungan, ia kebingungan lantaran harus memulai proses evakuasi jenazah dari mana. Akhirnya Lahar mulai menutupi wajah almarhum terlebih dahulu baru kemudian membereskan bagian-bagian dari organ tubuh yang berceceran.
Kita semua bisa membayangkan bagaimana mental dari Lahar pada saat itu. Dari kedalaman 200 meter ia berada di dasar kawah yang dipenuhi oleh gas beracun dan karbon dioksida. Beliau hanya seorang diri mengevakuasi jenazah almarhum Eri yang sudah sangat mengenaskan...
Setelah beberapa saat melakukan proses evakuasi terhadap jenazah almarhum Lahar merasa kesulitan saat hendak memasukan jenazah ke dalam kantong mayat. Alhasil ia kemudian meminta bantuan rekannya yaitu Endro untuk memasukan jenazah ke kantong mayat..
Endro yang dihubungi oleh Lahar melalui saluran radio langsung sigap untuk turun, setelah tiba di dasar kawah ia yang dikenal sudah terbiasa menghadapi mayat-mayat ketika melakukan evakuasi ternyata ciut juga ketika melihat langsung kondisi mayat dari almarhum Eri.
Ternyata tubuh dari almarhum Eri ini cukup gemuk, tubuhnya yang agak gempal membuat Lahar kesulitan untuk mengevakuasi seorang diri. Setelah almarhum dan semua bagian-bagian organ tubuhnya telah dimasukan ke dalam kantong mayat, Endro dan Lahar mensterilkan area tersebut.
Setelah di cek kembali area di sekitar tempat jenazah almarhum ditemukan sudah bersih dan tidak ada satupun yang tersisa. Setelah dikemas kantong mayat tersebut langsung diikat dengan tali untuk segera dibawa naik ke atas.
Sementara hari mulai semakin gelap, Lahar dan Endro harus bertarung dengan waktu sebelum malam tiba karena memang proses evakuasi tidak diizinkan sampai malam mengingat faktor keamanan menjadi alasan utama…
Singkat cerita jenazah almarhum Eri mulai dibawa naik ke atas secara perlahan-lahan. Anggota tim penyelamat yang diisi oleh hampir ratusan personel itu mulai menarik kantong mayat almarhum secara bersama-sama dari puncak Gunung Merapi menggunakan tali yang telah diikat.
Sementara Endro dan Lahar masih berada di dasar kawah karena memang jalur yang akan mereka naiki berbeda dengan jalur evakuasi kantong mayat almarhum Eri. Ketika Endro dan Lahar hendak naik ke atas untuk kembali tiba-tiba dari jarak sekitar 30-40 meter Lahar melihat sesuatu…
Ternyata ada satu bagian tubuh dari almarhum yang tertinggal, Endro yang kebingungan karena kantong mayat dari Eri telah dinaikkan ke atas sempat bertanya kepada Lahar.
“Terus gimana ini Mas?, kantong mayatnya sudah diatas itu..”
“Wes gapapa, kamu naik duluan sana biar ini aku yang kubur.”, sahut Lahar.
Bisa saja bagian tubuh almarhum Eri yang tertinggal itu lalu di kubur ada hubungannya dengan ucapan si Mbah tadi yang tiba-tiba menghampiri Lahar. Mbah tersebut sempat meminta untuk ‘menyisakan’ terhadap Lahar…
Setelah dikubur Endro mulai naik ke atas disusul Lahar setelahnya yang jaraknya tidak begitu jauh dengan Endro.
Mereka berdua tiba di atas puncak Gunung Merapi beberapa saat setelah waktu maghrib. Sementara kantong mayat terus ditarik dan mengalami kendala yakni tersangkut di pertengahan jalur evakuasi…
Endro dan Lahar turun lebih dulu dari puncak gunung menuju ke pasar bubrah, sementara sisanya stand by di puncak untuk memberikan tali tambahan agar kantong mayat tersebut tergantung dan baru akan ditarik kembali keesokan harinya.
Mengingat hari yang sudah gelap dan malam telah tiba kantong mayat almarhum yang tersangkut di tengah-tengah jalur evakuasi dibiarkan menggantung sekitar satu malam.
Barulah pada hari Selasa 19 Mei 2015, kantong mayat yang berisi jenazah dari almarhum Eri tiba di puncak gunung merapi pada pagi menjelang siang. Kantong mayat itu kemudian terus dibawa turun sampai ke basecamp hingga kelak di kubur oleh pihak keluarga.
Cerita ini selesai sampai disini guys, jika ada bagian-bagian yang ga gue ceritain secara detail semuanya bertujuan agar menjaga perasaan dan menghargai pihak keluarga almarhum Eri. Semoga kisah ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua perihal pentingnya menjaga keselamatan.
• • •
Missing some Tweet in this thread? You can try to
force a refresh
AKHIR TRAGIS SEORANG MAHASISWA SAAT MENDAKI PUNCAK MERAPI
“Team rescue bisa selamat menolong ke kawah itu hanya 20 persen peluangnya…”
Kesaksian Seorang Pria Asal Boyolali Yang Turun Ke Kawah Merapi Sedalam 200 Meter
A Thread
@IDN_Horor @bacahorror #RJL5 #bacahorror #gunung
Siapa diantara kalian yang masih ingat dengan Eri Yunanto? Beliau merupakan seorang pendaki yang harus kehilangan nyawanya akibat terjatuh dari puncak Gunung Merapi pada Mei 2015 silam. Kepergiannya meninggalkan banyak catatan-catatan penting perihal prosedur keselamatan.
Eri Yunanto merupakan seorang mahasiswa asal Universitas Atmajaya Yogyakarta yang saat itu berusia 21 tahun. Ia kemudian pergi mendaki bersama beberapa temannya ke Gunung Merapi untuk mewujudkan salah satu angannya berfoto di ‘Puncak Garuda’ yang terkenal cantik.
CERITA HOROR PALING SERAM WANITA MUDIK DARI LAMPUNG KE BEKASI
Saya melihat di bis itu ramai, ramai sekali orang dengan koper hitamnya, sampai akhirnya pacar saya menelpon kalau ternyata di bis itu tidak ada siapa-siapa...
A Thread
@Ceritaht @bacahorror @IDN_Horor #ceritaserem
Cerita ini terjadi pada tahun 2019 dan dialami oleh seorang perempuan yang bernama Aisyah, saat itu Aisyah masih duduk dibangku sekolah menengah kejuruan di kelas sebelas.
Saat itu dirinya tengah pindah rumah dari Lampung ke Bekasi, tetapi karena ada keperluan mendesak. Aisyah memutuskan untuk pulang ke kampungnya itu sendirian, ia pergi kesana untuk mengambil ijazah.
Ada banyak jenis binatang buas yang masih berkeliaran di Pulau Nusakambangan, kondisi pulau yang masih asri membuat satwa liar masih berkeliaran, mulai dari reptil hingga macan.
A Thread
Keberadaan mereka mulai jadi momok tersendiri yang menyulitkan orang untuk keluar-masuk dengan mudah dari Nusakambangan.
VIRAL! BAYI INI BARU LAHIR NAMUN HARUS PERGI KE 99 GUNUNG DAN PANTAI
Ada yang masih ingat dengan Aini ibu hamil yang beberapa waktu lalu viral?? kini ia telah melahirkan bayi perempuannya.
A Thread
@bacahorror @IDN_Horor #rjl5 #bacahorror #ceritaserem
Kisah tentang Aini ini sempat viral karena ketika tengah hamil dirinya harus mengunjungi 99 pantai, gunung dan kuburan. Perintah tersebut diberikan oleh ‘sosok’ leluhurnya dari Pulo Majeti.
Kini Aini telah melahirkan anaknya yang berjenis kelamin perempuan pada Minggu 18 Februari 2024, kemudian anaknya itu diberi nama La Sea. Namun anehnya anaknya yang masih baru lahir itu sudah mengalami beberapa kejadian aneh yang terkesan horor…
HEBOH TEREKAM SUARA KUNTILANAK DARI REKAMAN CCTV DI SALAH SATU RUMAH WANITA INI!
Kira-kira itu suara apaan ya? kok bisa suara kaya gitu kerekam jelas di kamera pengawas menurut kalian asal suara itu dari mana??
A Thread
@bacahorror @IDN_Horor #rjl5 #ceritaserem #bacahorror
Ada yang pernah denger kisahnya Uwi Tamsil? beberapa tahun ke belakang kisahnya tentang sebuah kontrakan horor yang mengganggu kehidupan ia dan keluarganya mendadak viral. Semua itu terjadi setelah ia dan keluarganya mengalami gangguan-gangguan ‘gaib’ yang tak masuk akal.
Kejadian ini terjadi di sebuah kontrakan yang terletak di daerah Jawa Barat, narasumber meminta untuk tidak mendetailkan lebih jelasnya lagi karena khawatir dapat menimbulkan sesuatu yang tidak baik.