Pagi itu, Keisha meninggalkan apartmentnya lebih awal dari biasanya sambil membawa sebuah big pot kosong di kedua tangannya. Langkahnya memang sedikit lebih lambat karena ukuran pot yang cukup besar, tetapi hal itu sama sekali tidak mengurangi semangatnya.
Hari ini ia berniat memberikan perawatan menyeluruh pada Puffapod miliknya yang telah mencapai 68% progress. Melihat perkembangannya yang semakin pesat, Keisha merasa tanaman itu sudah membutuhkan ruang yang lebih luas agar akar-akarnya dapat berkembang dengan leluasa.
"Enam puluh delapan persen... tinggal sedikit lagi. Jangan berhenti tumbuh, ya," gumamnya pelan sambil tersenyum.
Sesampainya di greenhouse, udara hangat yang khas langsung menyambutnya. Cahaya matahari menembus dinding kaca, membuat setiap tanaman tampak hidup.
Keisha meletakkan big pot di samping meja kerja, lalu mengambil seluruh perlengkapan yang telah disediakan. Ia mengenakan gardening gloves, merapikan ujung sarung tangannya agar pas di kedua tangan, sebelum menghampiri Puffapod yang telah menunggunya.
Daun-daunnya terbuka dengan baik, sementara batangnya terlihat semakin kokoh. Namun, ketika Keisha memperhatikan bagian bawah pot, ia menyadari media tanamnya mulai terasa sempit.
"Tidak heran... akarmu pasti mulai mencari ruang baru. Kalau terus di sini, pertumbuhanmu malah bisa terhambat," ucapnya lirih.
Dengan penuh kehati-hatian, ia mulai menggemburkan tanah di sekitar pangkal tanaman menggunakan tangannya yang telah terlindungi gardening gloves.
Keisha lalu mengangkat Puffapod bersama gumpalan tanah yang masih membungkus akarnya, memastikan tidak ada akar yang putus selama proses pemindahan.
Ia memeriksa akar tersebut sejenak sebelum tersenyum puas.
"Bagus... akarnya sehat. Berarti selama ini kamu benar-benar menyerap semua nutrisi yang kuberikan."
Big pot yang dibawanya dari apartmen kemudian diisi dengan media tanam baru yang lebih subur. Setelah dirasa cukup, Keisha menempatkan Puffapod tepat di bagian tengah pot.
Ia menambahkan tanah di sekeliling akar secara perlahan sambil menekan permukaannya dengan lembut agar tanaman dapat berdiri tegak tanpa mudah bergeser.
"Mulai hari ini, ini rumah barumu. Semoga kamu lebih nyaman di sini," katanya seolah sedang berbicara kepada sahabatnya.
Tahap berikutnya adalah pemberian nutrisi. Keisha mengambil dragon dung, lalu menaburkannya secara merata mengelilingi pangkal Puffapod. Ia sengaja menggunakan takaran secukupnya agar tanaman memperoleh nutrisi yang cukup tanpa membuat media tanam menjadi terlalu panas.
Dengan tangan yang masih mengenakan gardening gloves, ia mencampurkan dragon dung ke lapisan tanah bagian atas hingga merata.
"Nutrisi yang baik akan membuatmu tumbuh lebih kuat. Pelan-pelan saja... tidak perlu terburu-buru."
Setelah pupuk selesai diberikan, Keisha mengambil water sprayer. Ia menyemprotkan air secara perlahan ke seluruh permukaan tanah hingga terasa lembap. Semprotan tipis juga ia arahkan ke daun-daun Puffapod agar tanaman tetap segar setelah mengalami proses pemindahan.
Butiran air yang menempel di permukaan daun memantulkan cahaya matahari, membuat tanaman itu terlihat semakin hidup.
Keisha memperhatikan setiap detail dengan saksama, memastikan posisi Puffapod tetap tegak dan tanah di dalam big pot tidak mengalami penurunan.
Ia mengusap perlahan bibir pot yang masih terkena tanah sebelum mengangguk kecil.
"Kelihatannya sudah pas. Tinggal terus dirawat sampai benar-benar siap tumbuh sempurna."
Meski pekerjaan utamanya telah selesai, Keisha tidak langsung meninggalkan greenhouse.
Ia mengumpulkan sisa tanah yang tercecer selama proses pemindahan, membuang kemasan bekas dragon dung, lalu membersihkan area kerja hingga kembali rapi. Water sprayer dan gardening gloves ia buang juga bersama dragon dung.
"Aku akan datang lagi beberapa hari ke depan. Jadi, teruslah tumbuh... dan saat aku kembali nanti, semoga progresmu sudah jauh lebih baik dari hari ini."
Dengan hati yang terasa lega, Keisha melangkah meninggalkan greenhouse dan kembali menuju asrama.
Gardening Plot: Golden Abiu, Puffapod
May 26th, 2026
️⠀⠀
ㅤ️️ ️️
ㅤ️️ ️️
Pagi itu Keisha kembali datang ke greenhouse dengan membawa seluruh perlengkapan perawatan yang diperlukan. Udara di dalam ruangan kaca itu terasa hangat seperti biasa, dipenuhi aroma tanah lembap dan tanaman yang tumbuh sehat.
️️
ㅤ️️
ㅤ️️ ️️
ㅤ️️ ️️
Hari ini ia berencana melakukan perawatan rutin pada dua tanamannya sekaligus—Golden Abiu yang kini telah mencapai 85% progress dan Puffapod yang sudah berkembang hingga 53% progress.
️️
ㅤ️️
Pagi hari yang cerah, Keisha kembali melangkah menuju greenhouse dengan satu tujuan yaitu merawat Puffapod miliknya yang kini berada di angka 38% progress. Angka itu belum tinggi, dan ia tahu tanaman ini masih butuh perhatian ekstra agar bisa tumbuh lebih kuat.
️⠀⠀
️⠀⠀
Sesampainya di greenhouse, ia langsung mengenakan gardening gloves. Ia tidak pernah menyentuh media tanam tanpa perlindungan, bukan hanya demi kebersihan, tetapi juga agar bisa bekerja lebih leluasa.
Keisha merapikan jubahnya saat melangkah keluar dari Asrama Gryffindor. Pagi masih sejuk, koridor Hogwarts lengang, dan tujuannya jelas yaitu greenhouse. Ia membawa gardening gloves, fertilizer, dan water sprayer—tak satu pun tertinggal.
️⠀⠀
️⠀⠀
Begitu sampai di greenhouse, ia langsung mengenakan gardening gloves. Tangannya pelan menyentuh tanah di sekitar Golden Abiu. “Pagi, cantik. Masih kuat, kan?” sapanya.
Ia mulai menggemburkan tanah dengan hati-hati supaya akar bisa bernapas lebih lega.
Pagi itu, Keisha keluar dari asrama dengan langkah sedikit lebih cepat dari biasanya. Di tangannya sudah ada perlengkapan yang ia siapkan sederhana tapi lengkap: gardening gloves, water sprayer, dan Dragon Dung.
️⠀⠀
️⠀⠀
Tanaman Puffapod yang baru tiba hari ini masih sangat muda, jadi ia tahu perawatannya harus ekstra pelan dan penuh perhatian.
Sesampainya di greenhouse, Keisha langsung menuju rak tempat Puffapod diletakkan. Tanaman itu masih tampak segar.
Gardening Plot: Hemlock, Foxglove, & Golden Abiu
December 30th, 2025
️⠀⠀
️⠀⠀
Di dalam greenhouse yang hangat dan dipenuhi cahaya pagi, Keisha melangkah pelan menyusuri deretan tanaman kesayangannya. Sebelum memulai, Keisha mengenakan gardening gloves pertamanya.
️⠀⠀
️⠀⠀
Tanaman pertama yang ia rawat adalah Hemlock dengan 86% progress. Keisha berlutut di hadapannya, lalu menaburkan Dragon Dung secara merata di sekitar pangkal tanaman. Dengan tangan bersarung, ia merapikan tanah, memastikan pupuk tidak menggumpal.
️⠀⠀