Discover and read the best of Twitter Threads about #GerakanNasionalBudayaNusantara

Most recents (24)

Toris, Kepala Desa Tantetarima. Foto: Agus Mawan/ Mongabay Indonesia

Saat zaman kolonialisasi Belanda, kata Hamid, nenek-nenek moyang mereka harus berlari masuk hutan, sebagian lain terpaksa tunduk dan mengikuti ajaran Nasrani yang dibawa Belanda.

“Saat itu, nenek-nenek kami
dianggap ateis, kafir, atau animisme oleh Belanda.”

Di Dusun Tampaun, Rantetarima, ada perkampungan tua, terletak di hutan belantara. Menurut cerita, kata Hamid, di sanalah nenek mereka dulu sebelum terusir.

Era penjajahan pun usai. Jelang transisi Orde Lama ke Soeharto,
Undang-undang Nomor 1/PNPS (Penetapan Presiden) tahun 1965, tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, terbit. Saat itu, hanya lima agama diakui: Islam, Kristen, Budha, Hindu, Katolik, belakangan, Kong Hu Cu juga diakui.

UU yang diklaim dapat membendung ateisme
Read 11 tweets
Perlawanan Kultural Sunda Wiwitan

“Kami dilahirkan sebagai orang Sunda bukan atas pilihan dan kehendak kami, ditakdirkan sebagai masyrakat Nusantara juga bukan pilihan kami, tetapi kehendak Sang Hyang Maha Kersa, maka izinkan kami hingga akhir kami menutup mata kembali padaNya
dalam “keutuhan” menjaga tradisi leluhur kami, sembari mengejar “kebutuhan” administrasi negara.” Demikian ungkap penganut agama Sunda Wiwitan, Dewi Kanti, dalam Workshop Media Monitoring and Religious Intolerance yang diselenggarakan Freedom House di Jakarta, Minggu (18/03/2012)
kemarin.

Sunda Wiwitan merupakan salah satu kepercayaan spiritual asli nusantara yang sudah lama berada di tanah air. Bahkan sebelum agama-agama “impor” datang, Sunda Wiwitan telah ada dan secara turun temurun dituturkan dan dilestarikan dari generasi ke generasi hingga kini.
Read 9 tweets
Bertaruh Nyawa Demi Keyakinan

Mempertahankan keyakinan sebagai penghayat Sunda Wiwitan tidaklah mudah. Selain mengalami diskriminasi, nyawa harus siap dipertaruhkan.

Seperti masa DI/TII dan PKI. Saat itu, selain suhu politik yang memanas, masyarakat Indonesia penganut agama
kepercayaan ketar-ketir menyelamatkan diri. Kabar penyiksaan dan pembunuhan sejumlah komunitas kepercayaan di sejumlah daerah selalu sampai di telinga penghayat.

“Kami menyebutnya di PKI-kan. Bagaimana para penghayat itu disiksa, dibunuh, bahkan dikubur hidup-hidup,” ujar
penghayat Sunda Wiwitan yang juga anak tetua adat Sunda Wiwitan Cigugur Kuningan, Dewi Kanti kepada INILAH, belum lama ini.

Di tengah ketakutan ini, tetua adat Pangeran Jatikusuma mendapat petunjuk spiritual untuk menyelamatkan generasi. Yakni berteduh di bawah cemara putih yang
Read 24 tweets
Dewi Kanti Rela Tak Punya Akta Nikah

IRA Indra Wardhana menjadi korban tindakan diskriminatif terhadap kaum penghayat. Dia menganut penghayat Sunda Wiwitan. Banyak pihak yang menganggapnya sesat.

Tak hanya Ira, diskriminasi menjadi makanan sehari-hari penghayat Sunda Wiwitan
lainnya. Seperti yang dialami Dewi Kanti Setianingsih (39). Sejak menikah 2002 silam hingga sekarang, dia dan suaminya tak memiliki akta nikah. Alasannya klasik, karena Dewi Kanti penghayat Sunda Wiwitan.

Dampak tak memiliki akta nikah ini sangat luas. Dewi Kanti tak berhak
atas berbagai tunjangan seperti tunjangan kesehatan dari kantor suaminya. Meski faktanya sudah menikah, lantaran tak memiliki akta nikah, sang suami dianggap masih bujang sehingga perusahaan tak berkewajiban memberikan tunjangan istri.

Begitu pun saat nanti hamil dan melahirkan,
Read 28 tweets
Diskriminasi Membuat Sejumlah Umat Buddha Tidak Memiliki Akta Nikah Sampai Tua

Di beberapa tempat, perlakuan diskriminasi paling terasa salah satunya dalam hal pengurusan surat-surat kependudukan. Di Temanggung, Jawa Tengah, perilaku diskrimasi tersebut membuat sejumlah pasangan
umat Buddha status pernikahannya tidak diakui oleh negara secara resmi, bahkan sampai anaknya telah dewasa.

buddhazine.com/diskriminasi-m…

#buddha #tolakpenjajahanbudaya #gerakannasionalbudayanusantara
Ini yang mendorong Darwanti memilih mengabdikan dirinya sebagai Pegawai Pembantu Pencatatan Perkawinan Buddha (P4B) di wilayah Temanggung walaupun dengan upah yang sangat kecil.

Darwanti adalah putri asli Temanggung yang lahir pada tanggal 5 Januari 1965 di Dusun Mruah, Desa
Read 21 tweets
Sugeng Rahayu Sedulur Nusantara 🙏

Satu hal yg sering dilupakan adalah bahwa saat jari telunjuk seseorang menunjuk pd orang lain sebagai sesat atau kafir, saat itu 3 jarinya menunjuk pd dirinya sendiri.
#VibrasiKejawen
#GerakanNasionalBudayaNusantara #NusantaraBukanKhilafah
Jadi, rileks saja dan biarkan dia sibuk dgn dirinya sendiri dan mendapatkan kembali apa yg diberikan olehnya.

Cukup ambil sikap seperti orang Jawa mempersilahkan, dgn jempol menunjuk pada yg dipersilahkan dan 4 jari menunjuk pada diri sendiri.
Itulah ajaran spiritual leluhur tentang bagaimana bersikap sebenarnya akan mencerminkan nilai kepribadian diri sendiri.

Dengan memberikan rasa hormat berupa acungan jempol kepada sesama, maka penghormatan itu akan dilipatgandakan dgn 4 jari menunjuk pada diri sendiri.
Read 4 tweets
(foto: dok. Komnas Perempuan)

Hadir sebagai pembicara adalah dua orang seniman wanita, yaitu Dewi Candraningrum dan Dolorosa Sinaga.  Dewi Kanti, penyintas diskriminasi masyarakat adat dan penghayat sunda wiwitan, dan Samsidar, aktivis HAM juga hadir sebagai pembicara.
Menurut Dewi Kanti, negara belum bisa melayani kebutuhan masyarakat adat, khususnya dalam hal administrasi negara. Hal ini berdampak pada legalitas pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat hukum adat, termasuk di dalamnya wanita adat. Namun, Komnas Perempuan telah menjadi
pendamping, motivator, dan mengawal perjuangan hak wanita adat secara konstitusional.

“Komnas Perempuan telah berperan menguatkan kapasitas perempuan adat untuk mengenali hak nya sebagai warga negara dan melanjutakan advokasi perjuangan dengan cara yang konstitusional. Disinilah
Read 5 tweets
Pakaian Adat Wanita #Sasak (Dedare Sasak)
Dalam pakaian Adat Wanita suku Sasak terdapat 6 perlengkapan yg menjadi pelengkap sehingga menjadi sebuah pakaian adat, diantaranya :

#SukuSasak
#GerakanNasionalBudayaNusantara

@parkewijaya @JawiDwipa
1. Pangkang
Pangkak merupakan mahkota emas berbentuk bunga cempaka dan bunga mawar yg diselipkan disela-sela konde atau sanggul.
#SukuSasak
#GerakanNasionalBudayaNusantara
2. Tangkong
Tangkong merupakan lambang keanggunan, jenis pakaian ini umumnya dibuat dari bahan beludru atau brokat dan dpt berupa pakaian kebaya dari bahan berwarna cerah atau gelap.
#SukuSasak
#GerakanNasionalBudayaNusantara
Read 8 tweets
PENGHAYAT kepercayaan dan agama lokal menunjukkan KTP milknya di Kota Bandung, Rabu 20 Februari 2019.*/ARIF HIDAYAH/PR

Ketua Budi Daya Engkus Ruswana menyatakan, beberapa kebijakan pemerintah pusat yang menyokong keberadaan penghayat kepercayaan merupakan langkah awal.
Dibutuhkan kerja lebih besar lagi agar semangat kesetaraan itu sampai ke level terbawah.

“Tentang pencantuman penghayat di KTP, misalnya, masih banyak pejabat daerah yang belum paham prosedurnya. Atau bahkan masih takut melakukannya. Hal ini yang harus segera diubah,” tutur
Engkus pada Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Bandung, Selasa 22 Oktober 2019.

Menurut Engkus, harus ada sosialisasi dan dialog yang terus menerus tentang keberadaan dan peran penghayat di lingkungan terkecil. Penting bagi kelompok
Read 8 tweets
Anggota DPR RI: Warga yang Kosongkan Kolom Agama di KTP Sama Saja dengan Komunis

KUNINGAN (voa-islam.com)—KH Asep Maoshul Affandy, anggota Komisi II DPR RI meminta agar masyarakat yang tidak menganut agama resmi di Indonesia untuk tidak diberikan Kartu Tanda Penduduk
(KTP).

Kiai asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini ini mencontohkan JAI (Jemaah Ahmadiyah Indonesia) yang kebetulan banyak penganutnya di Kuningan. Jika ingin mendapatkan KTP, mereka mesti berintegrasi dengan agama. Sebab menurutnya, Ahmadiyah bukan Islam. Sedangkan Islam sudah jelas
rasulnya yakni Muhammad SAW.

“Di agama itu kan ada perbedaan akidah dimana ada Islam dan non Islam. Ada juga perbedaan khilafiyah, dimana di Indonesia itu ada NU, Muhammadiyah, Persis. Di luar negeri enggak ada tuh NU, Muhammadiyah dan Persis,” terang legislator dari Partai
Read 8 tweets
Dipunahkan oleh Politik

Tak jauh dari petilasan Ario Penangsang, di desa Jipang, Cepu, Kabupten Blora, yang dialiri Bengawan Sore, sebuah gereja berdiri. Rupanya, penduduk desa itu dulunya adalah pemeluk agama lokal, Kejawen. Tahun 1965, pemerintahan Orde Baru lahir. Keluar
ketentuan baru untuk mencantumkan agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri tahun 1974, kolom agama di KTP harus diisi dengan memilih salah satu dari lima agama pilihan pemerintah. Pilihannya hanya Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha saja.
Kejawen yang dianut warga Jipang tak ada dalam pilihan. Tak mengisi, bisa dicap komunis atau PKI. Cap PKI tentu akan membuat hidup mereka sulit. Anak mereka tak bisa jadi PNS dan TNI jika ada cap PKI. Warga desa Jipang yang buta politik wajib mengisi kolom agama itu.
Read 6 tweets
Suku Osing, 'Peninggalan' Terakhir Karajaan Majapahit di Pulau Jawa.
Orang Osing merupakan sub-suku Jawa, penduduk asli Kota Banyuwangi atau juga disebut sebagai Larus (Lare Using) atau "Wong Blambangan" dan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kec di Kab Banyuwangi, JaTim.
Orang Osing ini "dipercaya" sebagai pecahan dari atau 'sisa' dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke ujung Timur pulau Jawa, yang mana sebagian lagi menyebrang ke Pulau Bali.
Suku Osing ini juga kerap kali disebut sebagai "Wong Blambangan." Setelah melarikan dari Kerajaan Majapahit, masyarakat Osing ini mendirikan Kerajaan Blambangan yang masih kental dengan nilai-nilai Hindu.
Read 8 tweets
Fenomena ini menarik karena ''masjid'' disimbolkan sebagai bagian dari sebuah sistem dalam pemerintahan Jawa. Sayangnya, harmoni keraton, masjid, dan pasar itu ''rusak'' setelah ada pemberontakan PKI pada 1965 (Johns, 198).
Robert R. Jay dalam bukunya, Religion and Politics in Rural Central Java, menunjukkan bukti-bukti menguatnya ortodoksi Islam setelah munculnya pemberontakan PKI. Asumsi Jay ini muncul setelah ia melihat dua masjid di Kelurahan Kebonsari, Jawa Timur. Keberadaan dua masjid ini,
tulis Jay, merupakan indikasi cukup jelas mengenai kekuatan ortodoksi dan komunitas.

Di Desa Tegalroso, Magelang, sebelum tahun 1965, hanya ada satu masjid dan tiga langgar. Masjid itu berada di Dusun Playon, sedangkan tiga langgar ada di Dusun Calonan, Petung, dan Gambas.
Read 13 tweets
Pernahkah bertanya mengapa Nusantara dg jejak peninggalan budaya yg megah seperti Borobudur & pesona aneka ragam seni budaya tdk memiliki produk hukum seperti di Eropa atau Timur Tengah dgn aturan agama yang ketat?

#NusantaraBukanKhilafah
Ternyata peradaban maju tdk perlu masyarakatnya diatur dg aturan hukum yg njlimet. Budaya Jawa cukup dg kata ORA ILOK, MULAT SARIRA, AJINING DIRI GUMANTUNG KEDALING LATHI dst yg hidup dlm kesadaran masyarakatnya mampu menjaga perilaku masyarakat.

#NusantaraBukanKhilafah
Petuah & dongeng tentang kesadaran hidup lebih manjur daripada aturan ketat & sanksi keras.
Masyarakat yg tdk hidup di bawah ketakutan ancaman hukuman, jiwa mrk rileks tanpa beban & merdeka dg ringan aktif berkreasi.
Seni budaya tinggi menjadi produk masyarakat yg hidup damai.
Read 7 tweets
Di kampung halaman Sidemen #Karangasem leluhur kami memainkan "Genggong" di thn 1973.
Genggong merupakan sebuah instrumen musik yg kami warisi sejak zaman lampau.
#Bali
#BudayaBali
#BudayaNusantara
#NusantaraBerbudaya
#GerakanNasionalBudayaNusantara
Sbg instrumen musik tua, Genggong memiliki bentuk yg sangat kecil dan nampaknya sangat sederhana.
Meskipun demikian, alat musik yang mudah di bawa ini sebenarnya memiliki akustik dan teknik yang cukup rumit.
#Genggong merupakan sebuah instrumen #musik yang sangat menarik. Alat musik ini terbuat dari pelepah enau (Bhs. Bali Pugpug), berbentuk segi empat panjang, dengaan ukuran panjang kurang lebih 16 cm dan lebar 2 cm.
Read 8 tweets
Musti Eling
Mengajari anak sedini mungkin tata cara berbakti kepada leluhur nusantara murni tanpa terkontaminasi ajaran import.
#BudayaNusantara
#NusantaraBerbudaya
#RahayuNusantara
#GerakanNasionalBudayaNusantara
2. Pitutur leluhur jawa merupakan nasehat (pitutur) kehidupan dari para leluhur orang jawa kuno yg mempunyai makna dan nilai filosofi sangat dalam.
Hingga kini masih relevan maupun masa yg akan datang.
#BudayaNusantara
#NusantaraBerbudaya
#RahayuNusantara
3. Ngger anakku
Sawangen kae dagelan jagat
Sing lagi padha rebutan ndonya lan pangkat
Rumangsane wis paling kuat
Nganti lali yen ndhonya iki bakale kiamat

Duhai ankku
Saksikan itu komedi dunia
Yg sdang brebut harta dn jbtn
Yg mrs paling hbt
Hingga lpa bhw dunia ini bakal kiamat.
Read 10 tweets
DHARMA NUSANTARA

Terpaan badai dari jaman ke jaman menjadi ujian dan makin memberi energi baru kepada Dharma Nusantara sebagai “Agama Budhi”. Yakni ajaran yang kekal, menyangkut masa lalu masa kini dan masa datang.
Ia bersifat Universal untuk semua insan–insan duniawi, dan bersifat Semesta yang kebenarannya berlaku dimana saja baik nyata dan tidak nyata.

Singkat cerita. Dharma Nusantara sebagai “Agam Budhi” selalu menggelinding selaras dengan roda jaman.
Karena ia bukanlah Dogma, sesuatu yang harus diterima begitu saja sebagai sebuah kebenaran. Tetapi Dharma Nusantara adalah Logika yang bisa diuji kesahihannya secara ilmiah, serta dapat diterima akal sehat dari jaman ke jaman.
Read 12 tweets
Paham fanatik menghasilkan teror, biasanya sangat kaku, kebanyakan aturan, membenci seni tradisi adat dan budaya. Bukan saja itu, nereka juga melukai diri mereka sendiri dgn berbagai ancaman neraka, berbagai berita yg membuat mereka seolah korban dari kemajuan peradaban.
Ini semua membuat mereka tegang dan siap kapan pun melakukan kejahatan kemanusiaan, siap untuk disuruh berperang, siap untuk melakukan bom bunuh diri.

Budaya kita adalah bermusik, menari, bersuka cita.Tidak ada banyak aturan.Tidak ada aturan yg berlebihan.
Ada banyak tarian, ada banyak alat musik. Kita terbiasa mengekspresikan keindahan melalui berbagai hal. Kita hidup di alam tropis yg indah, yg bersahabat, yg apa pun ditanam berbuah, kita terbiasa dgn keindahan.
Read 6 tweets
"Nggèr, saat kau menghina agama org lain sesungguhnya engkau tdk sedang menunjukkan kualitas agamamu itu, melainkan kualitasmu dlm beragama."
"Hanya saat kau bisa menghormati agama org lain, saat itulah kau sdg menunjukkan bahwa agama tlh menjadikanmu pribadi yg terhormat."
"Kehidupan ini tdk semata2 tentang agama, anakku. Agama hanya sepotong kecil dari seluruh bagian kehidupan yg tak terbatas ini."
"Agama hanyalah salah satu jalan menuju Tuhan. Ia mirip sehelai rambut di antara lebatnya rambut seorang wanita."
#GerakanNasionalBudayaNusantara
"Be cool with your religion. Because religion used to cool your heart."

#GerakanNasionalBudayaNusantara
#NusantaraBerbudaya
#TolakPenjajahanBudaya
Read 3 tweets
MEMUJA ADALAH MENELADANI

Pemujaan pada leluhur itu bukan berarti menyembah pada leluhur, tapi lebih diartikan untuk meletakkan posisinya pada posisi keteladanan. Karena hanya batin yg menghormati sesuatu yg bisa belajar dari sesuatu itu.
#GerakanNasionalBudayaNusantara
Dan itu artinya melestarikan apa yang telah dirintisnya untuk mengembangkannya jadi sesuatu yang lebih baik. Karena mereka telah mengorbankan kehidupannya untuk berkarya pada bangsanya. Teladan itulah yang perlu ditanamkan dalam hati dan ditiru.
Orang yang merendahkan leluhurnya, artinya telah membuang investasi akal budhi yang telah diinvestasikan selama ratusan ribuan tahun oleh leluhurnya. Menggantinya dengan sesuatu yang masih belum jelas keefektifan dan manfaatnya.
#GerakanNontonBioskopSendirian
Read 10 tweets
Pendiri komunitas, Rahmi Hidayati, mengatakan gerakan mengandung misi untuk mengembalikan semangat mencintai kebudayaan RI. Caranya dengan memakai kebaya minimal seminggu sekali. Kalau bisa bersama-sama pada Hari Selasa—sesuai kampanye #SelasaBerkebaya

tirto.id/ef6G
Ada empat tujuan utama Indonesia Berkebaya.

Pertama, memperkenalkan budaya sebagai bagian dari sejarah Indonesia yang perlu diketahui oleh generasi muda.

#SelasaBerkebaya #BudayaNusantara
Kedua, meningkatkan kreativitas dalam mendesain kebaya tanpa meninggalkan pakem budaya yang merupakan warisan leluhur.

#SelasaBerkebaya #GerakanNasionalBudayaNusantara
Read 6 tweets
Inspirasi Gaya Rambut yang Bisa Dipadukan dengan Kebaya

Berikut kami ingin memberikan beberapa inspirasi gaya rambut yang cocok dipadukan dengan busana kebaya:
@Tikayulie @VerenaUngu @nithasist @Luh_Jin66an dll

#GerakanNasionalBudayaNusantara

mahligai-indonesia.com/pernikahan-nus…
Gaya klasik dengan sanggul tradisional yang membuat Anda tampil elegan khas putri Jawa
Penggunaan sanggul tradisional ditambah gaya rambut kepang menyamping di bagian depan seperti ini boleh juga
Read 9 tweets
Beberapa Aturan Pemakaian Baju Adat Papua dan Filosofi di Baliknya

1.Koteka ternyata ada beberapa jenis, untuk acara adat didesain lebih mewah

Koteka adalah pakaian khas Papua yang digunakan oleh masyarakat laki-laki. #RahayuNusantara #BusanaNusantara
Mereka hampir telanjang bulat, kecuali bagian kemaluannya yang ditutupi dengan koteka. Bentuk koteka berupa selongsong yang mengerucut ke atas, dengan tali yang diikatkan ke pinggang. #BudayaNusantara #IndonesiaKaya
Ternyata ada dua jenis koteka, untuk digunakan sehari-hari dan khusus acara adat penting. Koteka untuk sehari-hari terbilang sederhana dan polos tanpa ukiran. Sedangkan koteka untuk upacara adat berukuran lebih panjang dengan ukiran etnik khas Papua.
#RahayuNusantara
Read 16 tweets

Related hashtags

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!