Discover and read the best of Twitter Threads about #RHDPK

Most recents (20)

Keseraman terus berlanjut, malam cekam belum selesai. Om Heri dan Wahyu sedang coba mencari jalan keluar dari keseraman di perkebunan karet.

Simak semuanya di episode berikutnya, untold story #rhdpk, hanya di sini, di Briistory..

*** Image
Sementara itu, Wahyu masih terus berusaha memperbaiki motor, semampunya, bekerja dalam gelap.
Tapi, entah berapa menit kemudian, aku tersadar kalau Wahyu tiba-tiba sudah berhenti bergerak, diam dalam posisinya yang terakhir, dengan tangan masih memegang obeng, tapi wajah menghadap ke satu arah, lagi-lagi Wahyu seperti sedang melihat sesuatu.
Read 68 tweets
Sudah banyak penggalan cerita seram tertuang, tentang Rumah Hantu di Perkebunan Karet, rumah tempat tinggal dan tempat bekerjanya Om Heri dan Wahyu.

Tapi ternyata masih banyak kejadian seram yang belum diceritakan. Banyak, dan tentu saja mengerikan.. Image
Kali ini, akhirnya gw memaksa diri untuk mulai menceritakan semuanya satu persatu, dengan segala resikonya.

Jadi mari kita mulai, selamat menikmati, berpetualang lagi bareng Wahyu dan Om Heri, hanya di sini, di Briistory..

***
Sekali lagi, derit suara pergeseran meja atau kursi terdengar, memecah hening yang sejak tadi menguasai seisi rumah.

“Pak Hery dengar juga?” Pelan, nyaris berbisik Wahyu bertanya.

“Dengar, Yu.” Aku menjawab pelan juga.
Read 142 tweets
Kisah kali ini diceritakan oleh salah satu penulis horor @BriiStory yng mana menceritakan tentang rumah di tengah perkebunan karet yg lama ga keurus, katanya sih tidak ada yg betah tinggal di dalam rumah itu
Orang yg mengalaminya adalah Wahyu dan juga pak Heri, jadi Wahyu ini adalah pekerja baru yg harus tinggal di rumah itu, awalnya sih wahyu merasa baik-baik aja, sampai di malam kedua teror yg dialaminya bener-bener membuatnya hampir gila
Read 88 tweets
Sejarah perkebunan karet nan angker ini sebagian besar akhirnya terungkap, ada darah dan air mata di belakangnya. Selimut horornya berbalut sedih di antara kengerian.

Simak final episode dari prekuel #rhdpk, hanya di sini, di Briistory..

*** Image
Pagi harinya, seisi kampung gempar setelah tersebarnya berita tentang adanya dua pendatang yang sempat terjebak dalam situasi menyeramkan pada malam sebelumnya.
Ini peristiwa geger kesekian kali yang terjadi di Sindang Hulu, sebelumya sudah ada beberapa kejadian yang dialami oleh warga, termasuk Yudar. Ramdan dan Ilham adalah orang luar pertama yang merasakan keseraman kejadian itu.
Read 120 tweets
Satu lagi rentang bagian kisah seram prekuel “Rumah Hantu di Perkebunan Karet” terungkap. Seramnya makin menjadi, ngerinya sampai ke hati.

Simak petualangan Yudar selanjutnya, hanya di sini, di Briistory..

*** Image
Gemuruh mulai terdengar, langit yang sejak tadi sudah kelihatan gelap, sekarang makin menghitam.

Masih jam lima sore, seharusnya matahari masih menyinari dataran bumi, tapi gak kali ini, ditambah rindang pepohonan suasana gelapnya makin menjadi.
Kayuhan Yudar pada pedal sepeda makin cepat, sambil sesekali melirik ke atas, berharap gelayutan air di awan jangan dulu tumpah.

“Duh, semoga keburu sampai rumah sebelum hujan.” Yudar berharap cemas.
Read 102 tweets
Seperti tempat-tempat lain, perkebunan karet yang menyeramkan ini ternyata juga memiliki sejarah panjang. Ada kisah suram di belakangnya, di sinilah ketika semuanya berawal..

Simak prekuel berikutnya dari #rhdpk, hanya di sini, di Briistory..

*** Image
~Desa Sindang Hulu, 1953.~
Sebagian limpahan anugerah Tuhan terhampar di salah satu desa terpencil di pedalaman Sumatera. Terang saja dibilang begitu, karena desa ini wilayahnya subur,
Read 106 tweets
Rentetan peristiwa seram bergantian dialami oleh Aldo dan Sandi, kesemuanya gahar menggores nyali. Rumah dan perkebunan karet ini sungguh jadi cobaan tak terkira buat mereka.

Simak penggalan terakhir ceritanya, hanya di sini, di Briistory..

#rhdpk
***
Jam 12 siang, sinar matahari sedang terik-teriknya.

Kami semua berkumpul di ruang tengah, banyak pertanyaan dilontarkan oleh Pak Rahman dan teman-temannya. Aku dan Sandi, berusaha menjawabnya satu persatu, semampu yang kami bisa dan ingat.
“Adek berdua ini ditemukan sama-sama pingsan, tapi di tempat yang jaraknya berjauhan, gimana ceritanya bisa begitu? Ada apa?”

Awalnya, Pak Kades melontarkan pertanyaan seperti itu, pertanyaan yang tentu saja diikuti oleh pertanyaan-pertanyaan berikutnya.
Read 96 tweets
Kali ini Sandi yang akan bercerita, kenapa dia
semalaman gak pulang-pulang.

Ternyata peristiwanya sangat seram, Sandi mengalami satu fragmen hidup yang gak akan dia lupakan.

Simak episode ketiga prekuel #rhdpk, hanya di sini, di Briistory..

***
Aldo sudah masuk ke kamarnya, dia terlihat sangat kelelahan, sejak kemarin memang sungguh melelahkan buat kami.
Walaupun selalu terus bersama, tapi selama perjalanan dari Jakarta sampai ke tujuan, aku lebih banyak tidur, sementara Aldo sama sekali gak tidur, jadi ya mungkin karena itu aku bisa jadi lebih segar.
Read 113 tweets
“San, ada pocong di kamar Pak Rahman,” Nyaris berbisik aku bilang begitu.

“Hah? Serius? Lo tau dari mana?” Sandi langsung total terjaga.

“Gue liat sendiri tadi, waktu balik dari kamar mandi.” Masih gemetar aku berbicara.

Tiba-tiba..

“Creek, creek, creeekk.”

#RHDPK
Suara itu kedengaran lagi, aku dan Sandi mendengarnya..

“Itu bukan suara jangkrik San.” Ucapku.

“Trus, suara apa?” tanya Sandi mulai ketakutan juga.

“Kayaknya itu suara pocongnya.”

“Ah, gila lo. Serem amat,”
“Coba liat aja sendiri kalo gak percaya.”

Entah apa yang ada di pikiran Sandi, dia benar berjalan mendekati pintu, kemudian membukanya perlahan.

Sandi mengintip ke luar..

Gak lama setelah mengintip, Sandi lalu memandangku dengan wajah pucat, kelihatan sangat ketakutan..

***
Read 120 tweets
Gak perlu prolog, mari kita mulai cerita prekuel #rhdpk.

Simak cerita seram mencekam di perkebunan karet, hanya di sini, di Briistory..

*** Image
Nyaris semua doa yang kuhapal sudah terucap pelan, namun ketakutan tetap di kepala gak mau menghilang.

Tarikan nafas hanya sebatas leher, gak ada kekuatan untuk menghirup udara dalam-dalam.

Keringat dingin mulai mengucur pelan, membasahi kulit kepala turun ke dahi dan wajah.
Aku tenggelam dalam suasana mencekam..

Sendirian..

Di rumah, di tengah perkebunan karet.
Read 158 tweets
Buat yang baru follow, selamat bergabung ya, kamu sudah di jalan yang benar. 😁

Panggil aja Brii, karna ini akun pribadi, gak make admin.🙂

Silakan acak-acak "Likes", di situ ada thread Rumah Teteh, RDHPK, BriiKecil, Briistories, Jalan di Lintas Sumatera, dan masih banyak lagi.
FYI, untuk menjaga kesakralan cerita seram, gw hanya bercerita di malam jumat, dari dulu selalu begitu.
Lagi pula, kalo keseringan nanti malah jadi gak asik, pembaca akan muak dan bosan, lalu pergi meninggalkan. 😢

So, jangan paksa gw untuk cerita seram setiap hari, hehe.
Hampir seluruh cerita adalah pengalaman pribadi, keluarga, atau teman dekat. Based on true event.

Gw bercerita seada-adanya, gak diada-adain, walau sering kali menyisipkan diksi-diksi dramatisasi.

Jadi, mari berpetualang bareng gw, menyusuri sisi lain di balik tirai dimensi.🙂
Read 4 tweets
Info ringan tapi penting:

Buat yang udah nyari #rhdpk di Gramedia tapi belum ada, silakan ke toko buku lain seperti Togamas, TMBookstore, Gunung Agung, Papper Clip, Milleniabookstore, dkk. Dijamin ada, Insya Allah.

Kalo mau beli di shopee/tokped juga masih bisa.🙂

Trimakasi.
Yang mau nyari buku #rhdpk, bisa beli di toko-toko buku di bawah ini ya, ada daftar kotanya juga. 🙂

Yuk beli, sebelum kehabisan..
Di sini juga ada:
Read 4 tweets
Hai,

Masih dalam rangka lauching buku #rhdpk, malam ini gw akan coba untuk membisikkan beberapa fakta yang boleh terungkap tentang rumah di perkebunan karet ini. 🙂

Kalo masih ada pertanyaan, silakan tulis di reply, kita bahas bareng aja ya.

Yuk ah mulai..
Om Heri ini kan emang om yang senang bercerita, sejak kecil gw sangat senang mendengar ceritanya, salah satu yang paling bombastis adalah cerita pengalaman dia waktu kerja di perkebunan karet itu.
Bareng Om Wahyu menghabis kan kira-kira empat tahun sebagian hidupnya, penggalan sejarah yang gak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.
Read 33 tweets
Hai,

Kita Lanjut cerita minggu lalu ya.
Ingat, jangan baca sendirian, ceritanya amat sangat mengerikan. Om Heri lagi yang akan cerita langsung.

Yuk mulai..

#RHDPK
Rumah dalam keadaan gelap, sama seperti beberapa jam lalu ketika om tinggalkan tadi. Bedanya, suasana luar semakin gelap karena nyaris semua bagiannya tertutup kabut pekat.

Udara dingin semakin menambah getirnya nyali yang mulai sedikit goyah.
Selama sudah beberapa tahun tinggal, kabut sepekat ini sangat jarang kami rasakan dan temui, bisa dihitung dengan jumlah jari satu tangan.
Read 44 tweets
Malam ini kita lanjut #rhdpk lagi ya. Seperti biasa, om Heri yang akan cerita langsung.

Oh iya, mungkin ini satu dari dua episode terakhir #rhdpk, selebihnya bisa dibaca di bukunya nanti. 🙂

Yuk mulai,
Ingat, jangan baca sendirian.

#rhdpk
“Pulanglah Yu, tengok Ibumu di rumah, lihat keadaannya.”

“Tapi saya berat meninggalkan Pak Heri sendirian di sini, walau hanya beberapa hari.”

“Gak apa-apa Yu, tenang saja.”
“Atau Pak Heri menginap di rumah Amri aja dulu, sampai saya datang. Atau nanti salah satu pekerja kita minta tolong untuk tidur di sini saja ya.”

“Iya Yu, gampang itu, nanti saya pikirkan. Yang paling penting sekarang, kamu berangkatlah, tengoklah Ibumu yang sedang sakit.”
Read 40 tweets
Hai,

Kita lanjut #RHDPK ya, om heri yang akan cerita langsung. malam ini ada satu lagi penggalan kisah seram yang terjadi di perkebunan itu.

Ingat, jangan baca sendirian, kadang "mereka" gak hanya sekadar hadir dalam cerita.
Gak terasa, sudah masuk tahun ketiga tinggal di rumah ini, di perkebunan ini. Tiga tahun kami mendedikasikan hidup, menunaikan tanggung jawab yang diberikan, melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Dalam perjalanannya, sudah banyak kejadian di luar logika mengiringi semua kegiatan yang kami lakukan, entah yang sifatnya hanya keanehan dan kejanggalan semata atau yang sudah mencapai taraf menakutkan dan mengerikan, menjatuhkan nyali sampai ke titik paling rendah.
Read 84 tweets
Setelah sekian lama, malam ini kita lanjut cerita petualangan Om Heri dan Om Wahyu di perkebunan karet ya.

Kali ini Om Wahyu yang akan bercerita, kejadian ketika dia bermalam sendiran di rumah.

Yuk simak.

Ingat, jangan pernah baca di sini sendirian, di Briistory.

***
#rhdpk
Jam 10 malam, seharusnya Pak Heri sudah pulang, tapi belum ada pergerakan di kejauhan, hanya gelap bersuara hening dan sunyi.

Beliau berkunjung ke rumah Pak Lurah memenuhi undangan selamatan atas kelahiran cucunya. Aku gak diperbolehkan ikut, karena baru saja sembuh dari sakit.
Aku duduk di teras berteman segelas kopi dan sebungkus rokok, gelas kopi sudah ku isi dua kali, sedangkan bungkus rokok tinggal menyisakan satu batang saja di dalamnya.

Sementara Pak Heri belum datang juga, semoga sebentar lagi
Read 58 tweets
Based on true story #RHDPK.

#1 Rumah Hantu Di Perkebunan Karet

Aku akan menjadi pengawas di sebuah perkebunan pemerintah yang sekian lama terbengkalai di Martapura, Sumatera Selatan. Perkebunan itu memiliki jarak sekitar satu jam perjalanan menggunakan motor dari kota terdekat.
Di sana sejauh mata memandang, hanya akan melihat pohon-pohon karet yang hanya baru beberapa bagian saja sudah sedikit dirapikan. Di sana hanya ada satu rumah, rumah itu lah yang akan yang kami tinggali.

#RHDPK
Rumah yang agak besar, rumah lama, tapi bangunannya masih bagus meskipun belum dialiri oleh listrik. Letaknya tepat di sisi perkebunan. Di sana ada sebuah ruang tamu, dengan tiga kamar tidur dan juga dapur di bagian belakang.

#RHDPK
Read 10 tweets
“Duk, duk, duk, duk." Suara yang membuat Wahyu penasaran..

Namun ketika didekati, bunyinya hilang, dia yakin kalau itu berasal dari belakang, entah kamar belakang, dapur, atau kamar mandi.

Tapi ya itu tadi, setiap didekati suaranya hilang..

Cp by @dimsoii
@InfoMemeTwit
***

“Pak, lihat deh, kucing hitam itu muncul lagi.”

Pagi itu, om dan Wahyu sedang duduk di ruang tengah, menikmati pagi di hari libur. Seperti biasa, kopi dan (Kali ini) pisang rebus menjadi santapan.
Kucing hitam?

Iya, kucing hitam, ada seekor kucing berwarna hitam yang nyaris setiap pagi datang ke rumah, entah dari mana.

Biasanya dia datang lalu duduk di depan pintu, di atas keset, gak masuk ke dalam.
Read 108 tweets
"Ada pocong di luar om.."

Dengan suara bergetar, gw berbisik di telinga om Heri yang sudah ikut duduk bersandar di sebelah kiri.

"Aku takut.."

#briikecil #RHDPK #memetwit
@InfoMemeTwit
Om Heri hanya diam membisu, tapi raut wajahnya terlihat cukup tenang, sedikit membantu meredakan rasa takut yang tengah gw rasakan.

"Mereka ada, selalu ada di sini. Yuk berdoa dalam hati, supaya cepat pergi."

Dalam ketakutan, gw mencoba untuk berdoa sebisanya.
"Sepertinya udah pergi Brii.."

Om Heri bilang begitu sambil tangan kanannya memeluk pundak gw.

Keadaan dalam rumah sangat sepi dan hening, gak terdengar ada pergerakan apa pun di luar kamar.
Read 89 tweets

Related hashtags

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!