Hororism Profile picture
Hororism not Terorism

Aug 7, 2019, 32 tweets

A Thread

Horor story

-cat merah ?-

#bacahorror @bacahorror

Oke guys cerita ini aku gak tau fiktif atau real. Aku inget banget ceritanya dari salah satu akun Instagram. aku bacanya udh agak lama sih, nah baru kemaren aku search ceritanya. Dan ketemu si google. Nanti aku kasih tau sumber nya. Oke kita mulai.

Cerita ini bermula saat karyawan salah satu perusahaan besar di Jakarta bernama pak eko mendapatkan tugas dinas luar ke daerah Semarang. Karena kebetulan dekat dengan rumah nya yang berada di daerah Salatiga, pak Eko memutuskan untuk mengambil tugas tersebut.

Pak Eko menginap di salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Saat sampai di hotel tersebut ternyata kamarnya penuh. Dan pak Eko sudah terlanjur malas untuk mencari hotel lainnya karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.45
"Piye sih mas, kok gak ono sing kosong ?"(gimana sih mas

Kok gak ad yg kosong?) Tanya pak eko
"Mohon maaf pak memang penuh semua" jawab resepsionis atas nama Burhan.
Dan kebetulan pak Eko melihat gantungan kunci. Dan kamar nomer 310 tergantung disitu
"Lah iku ono mas nomer 310" (lah itu ada mas nomer 310)
"Mohon maaf sekali pak

Kamar itu memang tidak boleh di inapi. Hanya setiap pagi kami bersihkan"
Dan tiba tiba ada orang tergopoh-gopoh keluar lewat lift dan memutuskan untuk check out.

Oke gaisss. Segitu dulu. Ntar kulanjut lagi. Mau latihan soalnya. Mau ikut turnamen e-sport hehe. Tunggu ya

Yaaa. Lanjoooooottttt. Mohon maaf haus. Agak lama. Semoga kalian masih stay disini. Prepare yourself

Burhan, langsung menawarkan kamar yang baru ditempati orang yang tergopoh-gopoh itu ke pak eko
"Gimana pak, ini ada yang kosong kamar 311. Jadi di ambil tidak ?"
"Yowes gak Popo aku tak turu kono wae"(yasudah tak apa. Aku tidur disitu saja) jawab pak Eko tegas

"baik pak, akan kami siapkan dulu kamarnya, kurang lebih 15 menit" kata Burhan lagi.
15 menit berlalu, Burhan kembali menemui pak Eko sambil menyerahkan kunci kamarnya
"Silahkan pak sudah siap, ini kunci kamarnya, dan dimohon bapak meninggalkan tanda identitas di resepsionis"

Kata Burhan sambil menyerahkan kunci kamar 311.
"Ya, ini KTP saya" kata pak Eko
Tanpa pikir panjang pak Eko langsung masuk dan menempati kamar 311. Pak Eko tidak langsung tidur. Tapi dia menyiapkan berkas berkas kantor untuk besok seminar sampai waktu menunjukkan pukul 02.30

Saat pak Eko akan pergi tidur ke kasur nya pak eko mendengar ada yang mengeplay lagu romance. Tapi pak Eko tak menggubris nya hingga akhirnya terlelap tidur.
Keesokan harinya, pak Eko yang baru selesai seminar berkumpul dengan sahabat sahabatnya terlebih dahulu

Seperti biasa pak Eko menyiapkan berkas lagi untuk seminar keesokan harinya. Terdengar lah lagi lagu romance yang sedang berbunyi. Untuk meyakinkan hati pak Eko, darimana asal suara itu, dia menempelkan telinganya ke tembok yang berbatasan langsung dengan kamarnya

Ya, kamar 310 yang letaknya dipojok dan tepat disebelah kamar pak Eko. Dengan perasaan yang sedikit geram, pak Eko langsung menuju kasurnya dan tidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya, pak Eko langsung menelepon bagian resepsionis bermaksud berkeluh kesah

Kriiiiing kriiing kriiiiing
"Halo, resepsionis dengan saya Burhan, ada yg bisa dibantu ?"
"Iya mas, saya dari kamar 311. Saya cuma mau tanya, kenapa kamar yang katanya tidak boleh ditempati itu, sekarang di tempati orang. Dan saya terganggu dengan itu" kata pak Eko marah

"mohon maaf pak kami tidak pernah memberikan kunci kamar tsb pada siapapun." Jawab Burhan mengelak
"Ah, rak mungkin. Mau bengi, jam 2 isuk lho. Nyetel lagu seru banget"(ah, gak mungkin tadi jam 2 pagi memainkan lagu keras sekali) kata pak Eko yg semakin marah

"benar bapak, tidak ada yg menempati kamar itu"
"Ah yowes yowes sakarepmu"( ah yasudah yasudah. Terserah kamu)
Kreep. Pak Eko langsung menutup telpon dengan keras.
Hari berlalu begitu cepat. Sampai lah pada malam hari, tepat pukul 02.30. pak Eko benar benar dibuat

Penasaran. Karena apa ? Ya karena suara itu muncul lagi. Pak Eko yang berusaha mencari celah kecil di tembok kamarnya dan berhasil ditemukan celah itu. Mengintip lah pak Eko ke kamar sebelah nya karena penasaran. Setelah melihat nya pak Eko semakin kesal dan langsung kembali

Tidur untuk mengistirahatkan pikiran dan juga hatinya. Sampai pada pagi harinya pak Eko kembali menelpon bagian resepsionis. Dan dengan nada sedikit membentak
"Piye sih mas, jare gak ono wong, malah ana wong wedok ik neng kamar sebelah. Njoget njoget san" (gimana sih mas

Katanya nggak ada orang kok malah ada perempuan di kamar sebelah. Sambil nari nari lagi)
"Maaf pak. kami benar-benar tidak menyewakan kamar tersebut" Jawab Burhan tegas.
"Halah, paling mung meden medeni aku tok"(Halah, paling nakut nakutin saya saja)
"Wes critakno wae"(sudah

Ceritakan saja) bisik kawan kawan Burhan yang terdengar di dalam telpon
"Jadi gini pak, hal yang membuat kami tidak menyewakan kamar tersebut adalah, anak pemilik hotel ini ditemukan gantung diri di kamar tersebut. Dan bapak tau ? Dia suka sekali lagi lagu romance dan dia

Juga suka menari pak" jelas Burhan karena dipaksa oleh temannya
"Oh" jawab pak Eko.
Pak Eko memang tidak percaya dengan hal seperti itu. Jadi dia hanya menganggap hal itu hal yang biasa untuk menakut nakuti tamu hotel

Akhirnya sampai malam terakhir pak Eko menginap disitu, pak Eko masih sedikit penasaran. Di tambah lagi beberapa hari ini sudah tidak terdengar lagu romance yang biasa dia dengar sampai akhirnya dimalam terakhir dia menginap dia kembali mengintip lewat celah yang ada dikamarnya

Tapi tak menemukan apapun. Dan tak mendengar apapun
Sampailah pada hari dimana pak Eko check out. Dia menuju resepsionis untuk sekedar mengambil KTP nya dan mengembalikan kunci kamar 311. Pak Eko tidak melihat Burhan disana. Hanya Andi, resepsionis pengganti Burhan

"loh mas Burhan dimana ?" Tanya pak Eko
"Oh mas Burhan sakit pak, saya yang menggantikan shift mas Burhan" kata Andi sambil tersenyum
Ada hal yang membuat pak Eko penasaran. Saat malam harinya pak Eko mengintip dari celah yang di lihat hanya warna merah

Dengan penasaran pak Eko bertanya ke Andi
"Mas itu kamar 310 dicat merah ya ?"
"Tidak pak, kami hanya membersihkannya setiap pagi" jawab andi
"Lah, kok saya semalem ngintip lewat celah itu warnanya merah ya ? Kaya ketutup cat gitu" pak Eko semakin penasaran

"yang kamar katanya ada penunggunya itu kan pak ?" Andi malah berbalik bertanya
"Iya betul, saya saja bingung ngga ada tukang ngga ada apa apa. Kok cat nya malah berubah jadi merah" jawab pak Eko tenang
"Iya pak, tidak ada yang mengecat kamar nya pak sampai saat ini

Belum ada cat yg berubah dari kamar manapun"
"Oh, yoweslah makasih ya" pamit pak Eko
"Iya pak sama sama" jawab andi dengan senyuman.
Tapi tiba tiba pak Eko berbalik dan menanyakan ke Andi lagi
"Eh mas, memang itu penunggunya kaya apa sih, soalnya saya waktu itu

Lihatnya cuman perempuan pakai baju putih" tanya pak Eko
Dan Andi menjawab dengan lirih dan pelan "saya kurang tau pak, yang saya dengar dari orang yang sudah lama bekerja disini itu perempuan, pakai baju putih, dia suka menari dan mendengarkan lagu romance.

Dan katanya lagi pak selain itu..."
"Selain itu apa ?"
"MATANYA MERAH pak"
Tanpa berkata apa-apa pak Eko langsung pergi meninggalkan hotel tersebut.

Oke guysss sudah selesai ceritanya. So, apa yg ada dipikiran kalian ? Kayaknya kita sepemikiran. Jadi cerita itu aku gak tau guys nyata atau fiktif. Yg jelas kalo kalian search di google bakal ketemu ceritanya

Sumber : google
Keyword : kamar 501

Oke guys, thanks yg udah mau baca sampe selesai. Maaf kalo masih banyak typo disana sini. Semoga tuhan melindungi kita semua. Sekali lagi terimakasih banyak. Salam, hororism

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling