Jaringan GUSDURian Profile picture
Meneladan Sang Guru Bangsa | Menggerakkan Tradisi, Meneguhkan Indonesia | Gerakan Sosial | TIDAK BERPOLITIK PRAKTIS. Join Telegram: https://t.co/G3b172M9Gs

Apr 21, 2020, 6 tweets

Menarik nih utas dari Mbak @AlissaWahid. Kita memang harus banyak belajar membedakan antara urusan privasi dan sosial.

Bahwa setiap orang tentu punya pandangan. Dalam beragama, seseorang pasti meyakini bahwa agamanya paling benar. Namun ada kalanya orang akan berpikir bahwa agama lain pasti salah atau bisa jadi juga benar.

Orang yang menyalahkan agama lain, atau menyesatkan paham lain, selama tidak melanjutkan dengan tindakan untuk mendiskriminasi, ya sah-sah saja. Bisa menerima perbedaan. Bisa saling berkawan. Saling menyapa.

Ada juga orang yang berhenti pada meyakini kebenaran agamanya sendiri tanpa pernah menyinggung agama lain. Lakum dinukum waliyadin. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Yang jelas kita sama-sama makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam hal berbangsa dan bernegara yang harus diperjuangkan adalah konstitusi. Konstitusi kita mengatur kebebasan berpikir dan berkeyakinan. Jadi negara tidak berhak untuk menghilangkan hak warga HANYA karena seseorang dicap sesat atau salah.

Gusmin setuju dengan Mbak @AlissaWahid bahwa sentimen SARA itu manusiawi. Yang paling penting kita bisa belajar untuk hidup rukun dalam keragaman ini. Karena #IndonesiaRumahBersama.

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling