HinduGL Profile picture
Berbeda2 tetapi lucu jua

Apr 22, 2020, 8 tweets

CINTA SUBALI PADA PERTIWI

Karena mengira cupu manik astagina jatuh kedalam telaga Sumala, 2 anak Rsi Gotama, Guwarsi dan Guwarsa, menceburkan diri dan menyelam kedalamnya. Itulah jalan bagi semesta untuk menghukum mahluk yg mengejar sesuatu yang bukan miliknya.

#EarthDay2020

Maka dgn air telaga itu, Guwarsi dan Guwarsa berubah mjd 2 ekor kera, dan nama mereka berganti mjd Subali dan Sugriwa. Kemudian atas petunjuk illahi, Subali melakukan tapa spt kalong: menggelayut di pohon dgn kaki diatas kepala dibawah, dan Sugriwa bertapa seperti seekor kijang.

Bertahun2 bertapa, Subali begitu rindu dengan bumi. Dulu, menginjak bumi bukanlah hal yang istimewa. Semua orang bersenda gurau, hidup, makan, sedih, gembira, hingga mati diatas bumi. Menanam, memetik, mengubur, di bumi. Tak ada yang istimewa.

Seolah sudah menjadi kodrat pertiwi untuk dirksploitasi tanpa perlu ada yang berterimakasih. Kini, justru saat terpisah, Subali menyadari bahwa tiada kehidupan tanpa pertiwi. Pun tiada kematian tanpa ibu pertiwi. Ibu pertiwilah asal mula dan tempat kembali.

Pada ibu pertiwi kehidupan dan kematian menyatu. Dan ibu pertiwi tidak membedakan hidup dan mati, ia menerima semuanya. Ia menopang segalanya. Cintanya universal.

Dalam kesadaran itu, Subali semakin rindu. Kini ia merindukan ibu pertiwi melebihi rindunya pada kehidupan sendiri.

Ia memejamkan mata, merasakan dirinya masuk kedalam perut ibu pertiwi, menumpahkan cinta dan sekaligus menerima kasih sayang ibu pertiwi. Dalam kesadaran itulah ia menerima Aji Pancasona ! Inilah ajian paripurna kasih sayang ibu pertiwi.

Dengan aji pancasona, ibu pertiwi berjanji pada subali: ia akan selalu hidup saat badannya menyentuh bumi. Bahkan bila nyawanya melayang oleh suatu sebab apapun, ketika badannya menyentuh bumi, maka ibu pertiwi akan menghidupkannya kembali.

Itulah janji ibu pertiwi sbg balasan atas cinta dan kesadaran Subali.

**

Kisah Subali mjd pengingat bagi kita utk sll mencintai bumi. Utk merindu dan menjaga ibu pertiwi. Bukan untuk keabadian dan aji pancasona, tapi semata krn dialah penyangga hidup kita.

Selamat Hari Bumi

Share this Scrolly Tale with your friends.

A Scrolly Tale is a new way to read Twitter threads with a more visually immersive experience.
Discover more beautiful Scrolly Tales like this.

Keep scrolling